
"Adik kecil maukah kamu menjadi Istri Kakak Addison kelak!" Ucapan Spontan Addison membuat orang-orang disana memandanginya
"Woe Bodoh, Apa kau ini seorang Pedofil?" Teriak Abian kesal, Enak saja laki-laki tua ini mau menikahi adiknya.
"Tck, Aku hanya menggodanya Gila!" Ujar Addison kesal membuat orang-orang disana memandanginya dengan malas
"Bagaimana Adik kecil, kamu mau kan?" Tanya Addison lagi
"Istri itu apa?" Dan ucapan Bella membuat orang-orang disana menahan tawa mereka Hanya Abian yang terus saja tertawa ngakak membuat Perempatan muncul di kepala Addison.
Kesal dia sangat kesal mendengar suara tawa Abian yang menganggu.
"Intinya jika Bella mau menjadi istri Kakak, Bella selamanya akan bersama Bella, Bella akan menjadi milik kakak dan Kakak akan menjadi Milik Bella!" Ujar Addison lembut
"Be benarkah?" Ujar Bella dengan Pipi yang bersemu
"TIDAK BOLEH!" Teriak Alex kecil membuat orang-orang disana memandang kearah nya
"Bella tidak boleh Menikah Kakak,, Bella hanya boleh menikah dengan Alex!" Ujar Alex dengan pipi yang memerah bukan karna malu tapi Marah
Mendengar Ucapan Alex membuat Revalina Tersenyum senang sedangkan Pria-pria disana merasa Alex sangatlah Lucu kecuali Addison yang merasa tertantang.
"Kakak tidak meminta pendapat mu Alex, Kakak bertanya kepada Bella!" Ujar Addison menggoda adiknya itu
"Bagaimana Adik kecil,, Kau mau kan menikah dengan Kakak!" Ujar Addison lagi membuat Alex yang dari tadi duduk di atas sofa,, turun untuk menghampiri Bella
"Jangan Mau Bella, Kamu harus menikah dengan ku Jika kamu mau menikah dengan ku,, aku akan bikinkan kamu istana pasir yang sangat besar!" Mendengar ucapan Alex membuat mata Bella seketika berbinar
"Dasar Curang!" Batin Addison kesal melihat adiknya yang berani menyogok Bella
"Baik, Bella mau!" Ujar gadis kecil itu membuat orang-orang disana tertawa bahagia.
"Apakah aku baru saja ditolak!" Ujar Addison kesal hingga membuat tawa orang-orang disana semakin kencang.
__ADS_1
"Bella, Bella!" Panggilan Revalina menyadarkan Bella dari ingatan masa kecilnya
"A ah, iya ibu!" Balas Bella pelan
"Ibu memanggil mu dari tadi tapi kenapa kamu diam saja sayang!"
"Maaf ibu, tadi Bella hanya sedikit tidak fokus!" Ujarnya meminta maaf
"Apa yang membuatmu tidak fokus nak!" Revalina melihat keadaan sekitarnya dan dia baru menyadari jika mata anak bungsunya dari tadi terus saja memandangi calon menantunya
"Ah, benar juga apa kau mau berduaan saja dengan Alex!" Dan Ucapan Revalina sukses membuat Bella ternganga
"Pergilah Lebih baik kamu jalan-jalan di halaman depan dengan Alex,, Lebih baik kamu menghirup udara segar disana!"
"Ti tidak ibu, A a aku!"
"Alex, Ayo temani Bella menghirup udara segar di depan,, Itu baik untuk ibu hamil!" Ujar Revalina memotong ucapan Bella
Hingga mau tidak mau Bella harus menerima uluran tangan itu,, mereka pun berjalan beriringan menuju halaman depan rumah keluarga Lemos.
"Duduklah disini, aku akan mengambilkan mu Teh biar kamu merasa nyaman!" Ujar Alex berniat pergi namun langkahnya harus terhenti karna Bella menahannya dengan memegang tangannya
"Ti tidak usah Alex, Aku tidak haus!" Mendengar Ucapan Bella Alex pun tidak jadi pergi dan mulai duduk di kursi samping Bella
"Apa kau sudah mengingat semuanya?" Tanya Alex tanpa basa basi
"Se sedikit!" Balas Bella menunduk
"Sampai mana ingatan mu?" Tanya Alex lagi masih dengan suara datarnya
"Sa sampai a aku mengiyakan menjadi istrimu!" ujar Bella menunduk malu
"Akhirnya kau mengingat hal itu!" Ujar Alex tersenyum teduh
__ADS_1
"Kau tau, Sudah sejak lama aku menunggu hari ini, Menunggu hari dimana kau mengingat ku, mengingat kembali perjanjian kita waktu itu!" Ujar Alex pelan
"Ta tapi bukankah itu hanya ucapan polos dari anak berumur 6 dan 5 tahun!" Ujar Bella gugup, karna mana mungkin ucapan ngasal dari anak-anak bisa di katagori sebuah perjanjian.
"Itu menurut mu tapi tidak dengan ku!" Ujar Alex memandang wajah Cantik Bella
"Saat itu aku serius!" Lanjutnya lagi membuat Bella terdiam
"Kau tau setelah itu kau tidak pernah datang lagi, Ibuku bilang kalian sekeluarga pindah ke negara lain!" Ujar Alex mengingat kembali saat ia mendengar ucapan ibunya dia sangat marah bahkan ia mengurung dirinya tiga hari di dalam kamar saking kesalnya.
"A aku minta Maaf!" Ujar Bella menunduk
"Setelah Bertahun-tahun akhirnya aku mendengar jika kalian Keluarga Lemos akan kembali ke negara ini!"
"Hingga aku memohon kepada Ayahku agar menemui ayahmu untuk meneruskan perjodohan kita waktu kecil!" Lanjut Alex mengingat bagaimana ia memohon kepada ayahnya waktu itu dan setelah dua hari Ayahnya baru menyetujui permintaannya
"Dan kau tau saat itu ternyata kau juga akan bersekolah di sekolah ku,, membuat ku sangat senang Namun itu tidak berlangsung lama karna setelah kau datang kau langsung jatuh cinta dengan Bima!" Ujar Alex menghela nafas panjang membuat rasa bersalah Bella makin banyak.
"Tapi tidak apa-apa karna aku yakin milikku tidak akan pernah pergi dariku,, aku berusaha membuat mu memandang ku namun seperti orang bodoh yang tergila-gila akan cinta kau bahkan tidak mau memandangi ku sedikit pun!" Ratap Alex
"Sampai akhirnya setelah kita lulus kau pergi lagi dari negara ini, kau menghilang sebelum aku mengungkapkan perasaan ku!"
"Aku terus menunggu mu,, Sampai akhirnya kau pulang lagi Karna kuliah mu sudah selesai,, Namun apa yang aku dengar membuat ku sangat marah waktu itu!" Ujar Alex menutup matanya dan menarik nafasnya pelan
"Keluarga Lemos memutuskan perjodohan kita, dan menggantinya dengan menjodohkan mu dengan anak Keluarga Wijaya yaitu Bima!" Lanjut Alex mengingat-ingat bagaimana hancurnya ia waktu itu
Ia bahkan melakukan hal yang diluar batasan, Ia keluar dari rumah keluarga Graham dan mulai tinggal sendiri di apartemennya Bukan hanya itu Alex juga sering, mengikuti balapan Liar, Mabuk-mabukan, Berkelahi bahkan tidur dengan pelacur pun ia sudah pernah.
Berharap ia bisa melupakan sakit hatinya namun tetap saja hatinya tidak pernah membaik, sampai ia dipertemukan kembali dengan Bella di acara pernikahan teman kuliahnya dulu.
"Ma maafkan aku!" Hanya kata maaf yang keluar dari mulut Bella karna jujur saja ia tidak tau jika Cinta laki-laki ini sangat besar untuk nya,, Ia merasa seperti wanita jahat yang menyiksa seorang pria baik-baik.
"Jadi Bella, Bisakah mulai sekarang kau melupakan Bima dan mulai mencintai ku?" Tanya Alex menggenggam tangan Bella dengan wajah yang berharap.
__ADS_1