
Apartemen.
"Anastasya eonni, Isabell laper!" Ujar Isabella mengusap pelan perutnya, sedangkan Gino terus saja memandang tajam Isabella.
"Baiklah, kalian duduk baik disini, aku akan membuatkan kalian Cemilan yang enak!" Ujar Bella berdiri dari duduknya dan berjalan menuju dapur
Setelah Bella pergi, Tiba-tiba Gino mengeluarkan suaranya.
"Kau, Jangan pernah dekat-dekat lagi dengan Ibuku!" Ujar Gino Posesif
"Ibumu?, Dia eonni ku bukan ibumu!" Ujar Isabell keras kepala sambil mengangkat wajahnya seolah menantang.
"Kau, kau Anak Nakal!" Geram Gino kesal saat melihat Wajah sombong Isabella.
"Cemilan sehat datang!" Teriak Bella semangat membuat kedua anak itu saling membuang muka
"Loh loh, ada apa ini?" Ujar Bella bingung saat ia melihat ekspresi marah dari kedua anak itu
"Ibu, Dia ingin merebut ibu dariku!" Ujar Gino memasang wajah minta di kasihani.
"BOHONG! bukan aku yang mau merebut eonni tapi DIA anak laki-laki jahat yang mau ngerampok eonni dariku!" Bantah Isabell dengan wajah yang hampir menangis.
"Sudah-sudah tidak ada yang mau merebut ataupun merampok, Ibu akan tetap bersama dengan Gino dan eonni juga akan tetap bersama Isabella!" Ujar Bella tersenyum menangkan.
Cafe Lantai bawah.
"Apa ini?" Ujar Gavin mencoba tenang saat melihat Foto Yang sangat mirip dengan Anastasya yang Alex sodorkan.
"Dia istriku, Aku yakin kau mengerti apa maksud ku Tuan Gavin!" Ujar Alex datar membuat Gavin terdiam.
"Aku kehilangan dia saat kami liburan pakai Kapal pesiar di Lautan Busan, Aku yakin kau kebetulan menyelamatkan Istriku di sekitaran sana bukan!" Lanjutnya
"Jadi Tuan Muda Kang, Tolong kembalikan istriku ke pelukan saya! Karna Dia memiliki keluarga yang sedang menunggunya!" Ujar Alex membuat Gavin mengepalkan tangannya
"Dia Calon Tunangan ku, beberapa Minggu lagi kami akan melangsungkan pertunangan kami Tuan Alexander!" Balas Gavin tidak mau mengalah Hingga membuat Alex menajamkan matanya
"Apa maksudmu? Kau bilang dia calon tunangan mu atas dasar apa? Apa atas dasar kebohongan mu yang menipu Istriku yang saat itu sedang Lupa ingatan?" Ujar Alex panjang lebar
"Dengar, Aku menolerir mu karna kau sudah menyelamatkan Istriku dulu, Jadi jangan membuat aku melupakan jasamu itu jika kau tidak ingin aku menghancurkan hidupmu!" Lanjut Alex berdiri dari duduknya menatap Gavin sekilas dan iapun langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi.
__ADS_1
07:23 Malam
"Sebaiknya tuan Alexander pulang! Karna ini sudah malam!" Ujar Gavin mencoba bersikap sopan walaupun wajahnya tidak menunjukkan itu
"Anakku tidak mau pulang!" Ujar Alex beralasan, Yah walaupun itu tidak sepenuhnya salah sih
Di meja makan itu, aura permusuhan jelas terasa, Antara Alex dan Gavin bahkan antara Gino dan Isabella.
"Eonni apa makanan Isabella sudah siap?" Ujar Isabell manja kepada Bella yang sedang sibuk berada di dapur, Yah mau bagaimana lagi Karna hari ini banyak yang berkunjung jadi Mau tidak mau Bella harus berada lebih lama di dapur
"Berhenti memanggil ibuku, Eonni!" Ujar Gino tidak suka
"Kenapa? Anastasya Eonni adalah calon istri Ahjeossi (Paman) ku, Jadi aku harus memanggilnya Eonni, Ah Isabell salah seharusnya kan Isabell harus memanggil Anastasya eonni dengan sebutan Anastasya Ahjooma (Bibi)!" Ujar Isabell polos membuat Wajah Gino memerah karna marah.
Sedangkan Gavin yang mendengar Keponakannya bilang begitu tersenyum bangga, membuat Alex kesal.
"Ibu adalah istri ayah bukan istri Paman mu, Ibu juga sudah memiliki aku sebagai anak nya jadi ibu tidak bisa menikahi pria lain apa lagi menikahi Ahjeossi (Paman) Mu itu!" Ujar Gino sambil menyipitkan matanya membuat Isabella menggembungkan pipinya marah
"Ahjeossi ku lebih tampan dari Ayah mu, Jadi yang berhak menikahi Anastasya eonni cuma Paman ku!" Ujar Isabella keras kepala
"Ayahku 100 kali lebih tampan dari pada Paman mu!" Ujar Gino bangga hingga membuat Isabella kesal
"Ayahku adalah ayah tertampan di dunia!" Balas Gino sombong
"AHJEOSSI KU TERTAMPAN SE ALAM SEMESTA!" balas Isabella teriak keras membuat Bella yang sedari tadi sedang menyiapkan makanan terkejut
Sedangkan kedua pria yang menjadi pembicara anak kecil itu hanya tersenyum bangga dan Menyeringai sombong.
Bahkan mereka senang mendengar kedua anak itu saling membanggakan siapa yang cocok dengan Anastasya.
"Ada apa ini, kenapa kalian bertengkar!" Ujar Bella berjalan mendekat dengan kedua tangan yang sedang memegang piring berisikan lauk-pauk.
Alex dan Gavin yang melihat Bella yang sedang membawa dua piring pun dengan cepat menghampiri Bella untuk membantunya.
Alex mengambil piring di sebelah kanan sedangkan Gavin mengambil piring di sebelah kiri.
"Lihat-lihat Ahjeossi ku sangat gentleman!" Ujar Isabella memandang Gavin seakan-akan memuja sedangkan Gavin hanya tersenyum bangga mendengar pujian dari keponakannya.
"Gentleman? Lihat Ayahku lebih gentleman dari pada Paman mu, Paman mu itu hanya mengikuti gerakan ayahku saja!" Dan Ucapan Gino sukses membuat seringai Alex mengembang, sedangkan Isabella langsung memandang tajam Gino walaupun tatapannya itu terkesan lucu
"Itu baru anakku!" Batin Alex Menyeringai senang.
__ADS_1
"Sudah-sudah lah, kalian jangan bertengkar lagi!" Ujar Bella menghela nafas lelah
"Dan apa yang kalian tau tentang Pria Gentleman Hum, Kalian ini masih kecil jadi jangan ucapkan kata-kata yang seharusnya kalian belum mengetahuinya!" Ujar Bella lembut sambil mengusap kepala kedua anak itu sedang Gino dan Isabella langsung tersenyum senang karna kepala mereka di usap oleh Bella.
"Ayo kita mulai makan!" Ujar Bella mengambil centong nasi
"Baiklah, Siapa yang mau nasi lebih dulu!" Ujar Bella, dan sedetik kemudian Bella menyesal mengajukan pertanyaan itu karna sekarang ke empat manusia ini berlomba-lomba menyodorkan mangkuk mereka kearahnya.
"Aku duluan!" Ujar Alex datar
"Anastasya aku dulu yah, aku sangat lapar!" Ujar Gavin tersenyum lembut
"Ibu aku duluan, aku dari tadi belum makan!" Ujar Gino memasang wajah kasihan
"Eonni, Isabell duluan perut Isabell bunyi dari tadi!" Ujar Isabella dengan mata yang berkaca-kaca.
Dan Akhirnya Bella menaruh kembali centong nasi nya sambil menghela nafas panjang.
"Kalian ambilah sendiri, Dan Kalian berdua" Tunjuk Bella kearah Alex dan Gavin
"Sekalian ambilkan nasi untuk Anak dan Keponakan kalian!"
"Dan Aku akan mengambil makanan untuk diriku sendiri saja!" Lanjutnya tanpa menghiraukan berbagai tatapan yang di tujukan keempat orang itu.
09:25 Malam
Bunyi suara Handphone Alex membuat semua orang yang sedang duduk santai disana melihat ke arah Alex.
"Halo!"
"....!"
"Hm!"
"....!"
"Kalian tidak bohong kan?"
".....!"
"Baiklah aku akan pulang!" Ujar Alex pasrah setelah itu iapun menutup sambungan teleponnya
__ADS_1