Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Buku Harian Ibuku


__ADS_3

"Kita kemana??.. kenapa harus menutup mataku?." Tanya Berlin


"Udah... tenang. Nanti pasti tahu." Jawab Key


"Iya.. sampai kapan kakak harus menutup mataku??" Tanya Berlin


"Tidur saja.. nanti kalau sudah sampai, pasti tahu." Ucap Key


Sekitar 1 jam perjalanan. Tapi Key masih menutup mataku. Aku penasaran, sampai aku nggak bisa tidur.


"Kakak... masih lama??" Tanya Berlin penasaran


"Sebentar lagi." Jawab Key


Kemudian kita sudah berada disuatu tempat, tempat untuk bersenang-senang. Wonderland, arena permainan dan taman hiburan.


"Waaww...... lama aku nggak kesini. Kakak tahu dari mana aku dulu suka kesini. Kakak... aku suka... aku suka." Ucap Berlin


"Kamu suka..?? baguslah!! jadi aku tidak salah memilih tempat." Tanya Key dengan senyuman


"Sangt suka. Dulu setiap satu bulan sekali, aku pasti kesini bersama Ibuku." Jawab Berlin


"Ya udah sana... ayo kita naik rollercoaster" Ajak Key


Key menarik tanganku dan kita bersenang-senang. Dulu aku suka kesini bersama ibuku, ibuku dulu sangat muda, dia lebih suka mengajakku kesini daripada berbelanja ke Mall.


Hari yang menyenangkan, aku suka dan sangat suka hari ini. Walaupun key selalu menolak aku panggil kakak. Tapi tetap saja, aku panggil kakak.


"Kamu duduk sini dulu, jangan kemana-mana" Pinta Key dengan senyum

__ADS_1


Key pergi ntah kemana, aku duduk dekat taman air. Aku melihat seorang ibu dengan anaknya, aku melihat remaja bermain bersama temannya, dan aku melihat sepasang kekasih yang mesra.


Kenapa tak pernah ada dipikiranku untuk memiliki kekasih, padahal usiaku sudah 20 tahun. Mungkin karena semua masalah keluarga dan keselamatan diriku lebih penting daripada seorang kekasih.


"Ini buat kamu," Ucap Key


Key membawakan aku Cotton Candy dengan bentuk yang imut dan berwarna kuning.


"mmmm.... manis sekali.. makasih kakak. Kamu tahu dari mana aku suka yang berbentuk ini," Ucap Berlin


"Ya tinggal pilih bentuk yang cocok buat kamu, seperti wajah kamu kalau lagi ngambek" Ucap Key


"Wajah ngambekku?? Seperti ini??" Tanya Berlin


"Iya seperti winnie the pooh." Ucap Key


Aku mengejar dia dan ingin mencubit dia. Ntah kenapa rasa ini aku bahagia. Ternyata dia sangat memperhatikan aku.


Seharian kita disana dengan rasa senang dan aku suka. kita pulang dengan senyuman. Rasanya aku tak ingin pergi. Sangat mengasyikan bermain dengan dia.


Setelah kita pulang dari Wonderland, kita mampir ke restaurant. Tempat itu sering aku kunjungi bersama Ibuku. Kita biasa memesan makanan yang sama.


"Nasi goreng Seafood 2 tanpa acar, Cumi goreng crispy 2, Es teler 2, dan Air mineral 2." Ucap Key


Aku baru membuka daftar menu, dia sudah memesan makanan, yang sering aku pilih ketika bersama Ibuku


"Kamu tahu dari mana, aku nggak pernah cerita tentang tempat ini, dan aku baru buka daftar menu, kamu pesan sesuai kesukaanku???" Tanya Berlin menatap Key


"Aku tahu dari Buku Harian Ibumu" Jawab Key

__ADS_1


"Buku harian ibuku??" Tanya Berlin


"Iya.. aku sudah membacanya waktu kamu tidur. Tapi nggak banyak yang aku baca. Setiap hari ibumu menulis tentang dirimu. Tentang dia bersamamu, mengantar kamu ke sekolah, kamu suka ngrecokin kalau ibumu memasak, kadang kamu minta dibacain buku sebelum tidur,....... Kamu baca saja nanti, buku itu tentang kamu dan ibumu. Ibumu sangat menyayangimu." Ucap Key


"Kenapa baru cerita sekarang???,..aku jadi sedih, aku jadi kangen Ibukku." Ucap Berlin


Aku langsung meleleh, air mataku tak bisa ditahan.


"Sudah.. jangan nangis lagi.. nggak enak sama yang lain.. nanti dikira aku apa-apain kamu lagi." Ucap Key


"Iya.. harusnya tadi kamu cerita." Ucap Berlin


"Maaf.. ya sudah.. makan.. makan dulu baru nangis lagi." Ucap Key tersenyum


"aaaa... kamu gitu..." Berlin dengan rasa malu


"Iya.. maafin aku.. aku harusnya bilang sama kamu. Aku cuma ingin liat kamu ceria lagi. makanya aku ajak kamu ketempat yang suka kamu datangi. Aku nggak niat bikin kamu sedih" Ucap Key


Dia memelukku, dia memeluk dengan hangat dan aku sadar bahwa dia memang baik dan sayang sama aku.


"Kakak.. terima kasih buat hari, aku suka." Ucap Berlin


"Iya.. Sama-sama.. kamu makan ya." Ucap Key


Key juga ikut larut dalam kesedihanku. Apakah nantinya Key akan pergi meninggalkan aku, pasti dia akan pergi setelah selesai bertugas. Aku tidak akan melupakan dia, walaupun nantinya kita tidak lagi bersama.


Ibu terima kasih,, untuk hari-harimu bersamaku.


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2