Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Demi Dia Aku Rela


__ADS_3

Aku dan Key pergi keluar kota, kondisiku sudah membaik. Aku sudah bisa berjalan normal. Aku ingin menemui Cassandra. Aku juga tidak tega, dia adalah putri ayahku. Apalagi dia sedang mengandung anak Key.


"Haiii.... kamu Cassandra............. "


Dia terduduk di tempat tidur dengan wajah tak bersemangat, bibirnya mengering dan sorot mata penuh kesedihan dan sedikit amarah.


"Berlin.... bagaimana kamu bisa disini??? kamu berani kesini bertemu aku???" Teriak Cassandra tatapan benci


"Aku hanya ingin menjenguk kamu, Key ada dluar. Tadinya dia juga tidak setuju. Aku membawakan ini untuk kamu, Asinan Mangga buatan Bunda sama ada buah lainnya." Ucap Berlin dengan pelan


"Aku tidak butuh itu.... aku tidak butuh itu.... Pergii.......!!!!" Teriak Cassandra


Dia melemparkan bantal padaku. Tapi aku tahu, perlahan pasti bisa


"Berlin.. kamu nggak apa-apa, aku sudah bilang dia sudah nggak waras. Biarkan saja dia!!" Seru Key


"Key.. kamu tolong keluar dulu. Kamu nggak perlu khawatir.. kamu keluar ya!" Pinta Berlin kepada Key


Aku menatap dia dan mendekati dia. Mungkin bagi dia sudah tidak ada lagi harapan kebebasan yang dia inginkan.


"Cassandra.. aku tahu kamu marah, aku tahu kamu ingin kebebasan. Kamu mau itu???" Tanya Berlin perlahan mendekat


"Bebas?? aku?? hahhaahahhaaa?? kalian hanya akan membunuhku." Ucap Cassandra sinis


"Aku akan mengajak kamu tinggal dengan kita, aku akan menjaga kamu dan anak kamu." Ucap Berlin


"Kita??? kitaaaa,, kamu bilang??" Tanya Cassandra


"Cassandra, aku mengerti kondisini kamu saat ini, kamu sudah hamil 4 bulan, sekarang aku hanya ingin membantu kamu. Percaya sama aku!!" Ucap Berlin


"Nggak.. aku nggak mau.. aku juga tidak lagi membutuhkan anak ini. Aku sudah sangat membenci Key...... Key sangat kejam padaku." Ucap Cassandra dengan histeris

__ADS_1


"Iya.... aku tahu itu Cassandra, dan sekarang aku disini, aku akan menemani kamu, Key tidak akan berani lagi berlaku buruk padamu." Berlin berusaha menenangkan


Dia hanya diam, perlahan aku mendekati dia. Lalu aku memberikan Asinan Mangga. Dia menatap aku tajam tapi perlahan air matanya luntur di pipinya. Aku berusaha memeluknya dengan lembut.


"Berlin................... Maafkan aku... aku bersalah..." Ucap Cassandra


"Iya... aku sudah memaafkan kamu, kamu makan ini ya.. kamu harus kuat untuk anak kamu." Ucap Berlin tersenyum


Perlahan aku memberikan Mangga itu, dia hanya makan sedikit lalu dia meminta apel.


"Kamu suka Apel?? aku juga sangat menyukai Apel, ini sudah aku cuci. Kamu sudah bisa memakannya." Ucap Berlin


"Iya... ".. Ucap Cassandra


Lalu aku elus rambut dia, aku bawakan ikat rambut untuk dia. Aku rapikan rambut dia yang sudah memanjang dan berantakan.


"Kamu mau ikut dengan aku????" Tanya Berlin


"Kamu takut sama Key???" Tanya Berlin


Dia sepertinya memang sudah takut sama Key, aku tidak habis pikir, apa yang Key perbuat sampai Cassandra merasa ketakutan melihat Key saat masuk ke kamar.


"Cassandra apa Key memukulmu, sampai kamu takut dengan Dia?? Bukannya kamu ahli bela diri!" Ucap Berlin


"Key setiap datang mengikat dan menyiksa aku, dia selalu mengancam merusak wajahku." Ucap Cassandra


"Mmmmmm.. Iya.. Key tidak akan berbuat itu lagi, asalkan kamu jadi orang baik, sebentar lagi kamu jadi Mama." Ucap Berlin menyemangati


"Iya... tapi nggak suka.. dia nggak mau anak ini." Ucap Cassandra sedih


"Walaupun Key tidak mau anak ini, tapi Berlin mau, perlahan Key nanti juga akan menerima dia." Ucap Berlin

__ADS_1


"Kenapa kamu baik padaku, setelah tahu apa yang aku lakukan padamu Berlin??" Tanya Berlin


"Aku juga kaget mendengar tentang kamu, bahkan aku juga marah, aku juga putus asa karena kakiku tidak bisa berjalan. Tapi kamu adalah anak Ayahku. Aku sangat mencintai Ayahku, jadi aku peduli sama kamu dan karena kamu hamil anak Key. Karena aku sangat mencintai Key, aku tidak ingin dia menderita dengan keadaan ini." Ucap Berlin


"Kamu mencintai Key,.... dulu aku juga sangat mencintai dia, tapi sekarang dia berubah kejam." Ucap Cassandra kecewa


"Iya.. aku sangat mencintai dia, aku begini juga karena dia. Dia sekarang sedang mengidam padahal kamu yang hamil, tapi dia yang banyak keinginan. Awalnya aku juga kaget dan marah sama dia, kenapa dia tidak berperasaan sudah tahu wanita itu hamil anaknya. Key masih berusaha menyiksamu. Makanya aku kesini, aku ingin melihat keadaanmu." Ucap Berlin


"Kamu tidak marah karena aku hamil, tapi kamu malah marah karena sikap Key." Ucap Cassandra


"Aku tidak marah, Key sudah menjelaskan padaku, aku sangat mencintai dia. Dan aku sangat percaya kepadanya." Ucap Berlin


"Iya... aku juga mencintai dia. Tapi dia tidak lagi mencintaku. Dia hanya berpura-pura. Padahal dulu dia sangat manis." Ucap Cassandra


"Aku tahu itu, aku pernah melihat kalian berdua, awalnya aku berfikir kalian sudah menikah. Ternyata aku salah. Key sangat mencintai aku." Ucap Berlin


"Berlin.. bisa kah kita keluar ruangan ini, aku mohon. Aku hanya ingin mengirup udara segar." Pinta Cassandra


"Baiklah, aku akan mengajak kamu berkeliling." Ucap Berlin tersenyum


Akhirnya aku memberikan kesempatan untuk Cassandra, tidak ada yang salah dalam hal ini. Mungkin kalau dulu Ayah selalu bersama Cassandra. Pasti dia akan jadi gadis yang manis.


"Cassandra bagaimana, kamu mau ikut dengan kita??? Aku sudah berbicara dengan Key." Tanya Berlin


"Tidak... aku ingin disini saja, kamu saja yang sering kesini. Agar aku bisa melihat keluar rumah. walaupun disini banyak penjagaan, Key tidak mengijinkan aku keluar kamar." Ucap Cassandra


"Baiklah.. aku akan sering berkunjung kesini dan membawakan keperluanmu." Ucap Berlin


Terkadang sulit untuk memaafkan seseorang, tetapi alangkah baiknya bila perasaan itu kita lepaskan. Aku hanya ingin memulai kehidupan dengan baik dan tidak ingin ada penyesalan lagi. Yang terpenting sekarang aku tahu bahwa Key selalu ada dan sangat mencintai aku.


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2