Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Kembali Bertemu Dia


__ADS_3

Sore itu... Langit tampak mendung. Aku memandang dari kaca gedung. Iya aku sedang berada di kantor Om Fabian. Aku bukan bekerja, hanya ingin melihat seperti apa pekerjaan Om Fabian.


"Berlin.. Kamu lama menunggu Om??" Tanya Fabian yang masuk ke ruangannya


"Tidak Om.. Baru saja, tadi Mama yang antar Berlin tapi Mama kembali ke Kantor. Ini buat Om Fabian dari Berlin. Tadi kita belanja di F.O City." Ucap Berlin


"Apa ini??? Emmss.. Dasi!! Om suka.. Nanti Om pasti memakainya. Kamu sudah makan??" Tanya Fabian


"Sudah Om.. Tadi siang sama Mama, kalau sekarang baru jam 4, memang mau makan??" Berlin melihat dengan tersenyum


Aku tersenyum melihat Om Fabian yang manis bila tersenyum. Lembut menawan dan tampak tak berdosa.


"Ya nggak apa-apa.. Kalau kamu mau makan cake atau apa gitu, dibawah ada cafetaria. Sekalian kita berbincang." Ucap Fabian


"Iya benar... Lagian disini Berlin kurang suka kalau di dalam ruangan, yang diliat cuma dokumen saja." Ucap Berlin


"Ok...., ayo kita ke Cafetaria.... " Ajak Fabian


Ternyata Cafetaria di Gedung ini lumayan membuat mataku sejuk. Banyak sekali pemuda tampan disini. Kantor Om Fabian sendiri ada di Gedung lantai 18. Sedangkan Cafetaria ada di lantai 7.


"Berlin.. Mau pesan apa??.. Kalau Om ini, Cappucino." Tanya Fabian


"Aku, Vanila Latte sama Souffle" Jawab Berlin


"Berlin, mulai sekarang kamu jangan sungkan sama Om, kamu juga putri Om Fabian." Ucap Fabian


"Ok..Om Fabian." Ucap Berlin dengan tersenyum


Kenapa harus Om Fabian jadi Papa tiri aku, oh.. benar-benar Om Fabian, punya sodara atau siapa gitu yang mirip. Pikiranku kenapa jadi tiba-tiba konyol begini. Tenang, kamu hanya kagum Berlin.


"Haii...Alice....., Kamu Alice bukan?? Haii... masih ingat aku???" Sapa Giike


"Mmmm.. kamu, Kamu???.. Kamu ngapain disini??" Tanya Berlin


OMG... kenapa harus ketemu Giiken disini.. owh.. bingung, Aku harus gimana, kenapa dia bisa ngenalin aku.


"Aku kerja disini, kamu ngapain disini??" Tanya Giiken dengan penasaran


"Ohmm... aku juga kerja disini.. " Ucap Berlin


Aku melihat kearah Om Fabian. Aku berharap Om Fabian membantu aku.


"Emm... kamu kerja disini,,Owh.. Mr. Fabian Anda disini. Maaf kalau mengganggu." Ucap Giiken

__ADS_1


"Kalian sudah saling mengenal??? Alice??" Tanya Fabian


".... Om Fabian itu....Giiken..Gimana ya Berlin bilang" Ucap Berlin


"Iya Mr. Fabian saya baru mengenal Alice satu minggu yang lalu." Ucap Giiken


"Alice??? Papa, baru tahu sayang kamu kenal Giiken!!" Ucap Fabian


"Bukan gitu.. Om Fabian... sebenarnya iya Alice" Ucap Berlin


"Papa?? jadi Alice putri Mr. Fabian yang tadi diceritakan. Owh.. jadi Alice ini Berlin Arora." Ucap Giiken


Haaduuuuhhh...... kenapa jadi begini sih. Ternyata Giiken.. aku bingung.


"Berlin.. Giiken itu Asisten Om sayang,, kamu kenapa??" Fabian melihat ekspresi wajah Berlin


"Iya.. bingung, emang Berlin itu Alice.. Berlin nggak bohong" Ucap Berlin malu


"Emmmss jadi kamu Tuan Putri itu.. pantas waktu di pasar kamu seperti belum pernah ke pasar." Ucap Giiken


"Kamu ke pasar sayang?? Mama kamu tahu??" Tanya Fabian


"Iya waktu itu, sebelum Om Fabian datang itu Berlin seharian pergi itu ke pasar ke museum kota, sama dia. Dia ngikutin Berlin Om..... padahal Berlin pengen sendirian." Ucap Berlin


"Bye..."


"Om baru tahu, Berlin punya teman cowok" Ucap Fabian


"Om.. jangan bilang Mama, Rahasia Ok! " Ucap Berlin


"Ok!!" Ucap Fabian


dibelakang layar,,


Staf 1: "Hemmh... kalian penasaran nggak sama Putri Mr.Fabian,, "


Staf 2: "Heem.. kita masih penasaran, aku tadi ketemu cuma menyapa,"


Staf 3: "Iya tadi waktu dia datang, aku yang anterin ke ruangan Mr. Fabian"


Staf 1: Dia cantik banget,!!! terus Mr. Fabian masih muda, Putrinya umur 20an..Mr.30an..


"Sudah.... Kalian jangan Bergosip... Mr. Fabian sama Putrinya masih di Cafetaria.. kalau mereka kesini, dengar kalian bergosip... keeekkk!!" Ucap Giiken yang melewati mereka

__ADS_1


Staf 1: "Giiken, kamu..... ketemu sama mereka di Cafetaria??..."


Giiken hanya duduk dimeja kerjanya dan beberapa staf berkumpul di dekat Giiken.


"Ada apa ini, kenapa pada ngumpul disini???" Tanya Fabian


"Mr....... kita..lagi...!! Jawab staff


"Giiken.. kamu ke ruangan saya." Fabian menatap Giiken dengn serius


Ntah kenapa.?? aku juga cuma menatap mereka dan Giiken masih duduk di meja kerjanya. Apakah mereka bergosip?? apa karena aku disini.


"Permisi......Mr. Fabian, ada perlu apa panggil saya??... " Giiken masuk ke ruangan Fabian


"Duduk..Kamu mengenal Berlin dengan nama Alice" Ucap Fabian


"Iya Mr... " Ucap Giiken


"Kamu tetap panggil dia Alice. Kalau nanti kamu ke rumah, kamu melihat dia, anggap saja kalian tidak kenal. Waktu kamu ke rumah, Berlin masih di rumah Papanya. Nanti pasti kalian akan bertemu di rumah dan kantor. Karena, Berlin tidak ingin Mamanya tahu tentang Alice. Kehidupan Berlin sangat terjaga Mama dan Papanya. Kamu boleh menganggap dia teman sebagai Alice, tapi tidak Berlin Arora." Ucap Fabian menatap Giiken


"Baik, saya mengerti Mr., saya hanya bertemu sekali itu saja." Ucap Giiken


"Bagus.. kembali ke tempat kamu." Ucap Fabian


Aku hanya diam saat melihat Giiken keluar dari ruang Om Fabian. Maaf Giiken bukannya aku tidak ingin kamu mengenal Berlin. Tapi kamu tidak tahu nantinya, kalau kamu mengenal Berlin Arora.


Cukup kamu mengenal Alice.


"Om Fabian.. Berlin jadi nggak tega sama Giiken." Ucap Berlin


"Biarin saja.. nanti kalian sering bertemu. katanya kamu mau belajar." Ucap Fabian


"Iya Om.." Ucap Berlin bingun


Giiken sepertinya kecewa dengan aku, aku bingung. Bukan maksud aku seperti itu.


staf : "Giiken... kenapa kamu dipanggil?? ada apa???"


Giiken : "Nggak ada apa-apa"


staf : "serius??"


Giiken: "Iya cuma nyuruh cepetan nyusun laporan."

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2