Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Kebohonganku Menghancurkanku


__ADS_3

Sore hari terasa lelah di semester ke dua ini. jadwal mata kuliah ada tiga dalam sehari. Key duduk di bawah pohon, dia menutup telinganya dengan earphones aku pikir dia sedang mendengar lagu. Tapi dia mengobrol di Telfon.


"Key, pulang. Aku lelah" Ajak Berlin


Dia masih tidak menghiraukan aku. Aku tarik benda yang menutupi telingnya.


"Iya.. sudah selesai??" Tanya Key


"Udah.. kalau belum selesai mana mungkin aku disini." Jawab Berlin


Seperti biasa setiap perjalanan pulang aku terlelap di mobil bahkan tanpa sadar kadang aku sudah di tempat tidur. Mungkin Key yang membawaku ke kamar. Aku tidak pernah menanyakan hal itu.


"Key.. besok nggak ada jadwal kuliah. boleh tidak aku keluar dengan teman." Ucap Berlin


"Teman???" Tanya Key


"Iya teman.. boleh nggak?" Tanya Berlin


"Boleh.. aku temani kamu." Jawab Key


Benar belum sampai aku mendengar jawaban dari Key aku sudah terlelap. Perlahan Key seperti kakak untukku. Dia menjaga aku dengan baik. walaupun dia yang berkuasa di rumah tapi aku selalu menurut padanya.


Jalan Raflesia Raya Gedung Star One no. 9.

__ADS_1


Sebenarnya bukan teman yang aku temui. Beberapa waktu lalu ada yang mengirimkan pesan. Sepertinya dia mengenal aku.


"Key.. kamu tunggu di mobil aja ya." Suruh Berlin


"Nggak bisa. aku harus ikut" Pinta Key


"Please.. aku bisa jaga diri aku sendiri" Ucap Berlin


"Ya udah.. pakai ini...kalau ada apa-apa. Langsung tekan tombol merah." Pinta Key


"Ok!!" Ucap Berlin


Aku sudah ada di gedung itu. Aku masuk dari lobby utama kemudian naik Lift. Tempat itu harusnya studio dancer, tapi seketika aku disana


Aku telah berbohong pada Key dan ini akibatnya.


aku tidak tahu aku berada dimana, di sebuah Bangunan tua dengan dinding berlumut bahkan. Sarang laba-laba bergelantungan diatasku.


"Berlin Arora... ternyata Hidupmu selalu beruntung ya... sudah 3 x aku membuat kamu celaka tapi kamu selalu hidup kembali." Suara Nettly


orang itu.. ya orang itu... adalah wanita dari Ayahku. Aku pikir dia tidak akan tahu tentang aku di pesta itu. Pantas dia seolah menyukai aku. Jadi dia hanya berpura-pura untuk menjebak aku. untuk.


"siapa yang membantumu gadis cantik???" Tanya Nettly

__ADS_1


Disitu aku terluka. Ntah apakah aku akan mati. harusnya aku sama Key. Tapi aku pasti sudah menyusahkan dia


"Henry?? Henry yang membantu kamu???" Tanya Nettly


Aku hanya diam. Aku tidak mampu untuk berdiri bahkan bicarapun aku tidak bisa. Aku hanya bisa berharap Key akan datang.


"Benar.. jadi Henry yang membantumu. Tentang dirimu.. Ayahmu sudah tahu Berlin..Tapi dia tidak peduli padamu.. Ayahmu juga menginginkan kamu pergi jauh." Ucap Nettly


Pasti dia berbohong. tidak.. tidak.. Ayahku pasti peduli denganku.. aku tidak akan mempercayai ucapan wanita ini.


"Baik.. aku akan membawa kamu, dihadapan ayahmu" Tegas Nettly


Seketika aku tidak sadarkan diri. Aku sudah berada di rumah sakit. Benar wanita itu hanya menjebak aku. Ayahku di rumah sakit itu. Wanita itu berpura-pura bahwa tadi dia tidak sengaja menabrak aku.


"Kamu sudah sadar Alice???" Tanya Henry


Key dimana, kenapa dia tak kunjung datang untuk menolong aku dan Paman Henry datang.


"Alice sayang.. kenapa bisa jadi begini??" Ucap Henry bersedih


Wanita itu menceritakan kronologi tentang kejadianku. Dia bilang aku hampir di perkosa oleh sekelompok orang, kemudian aku lari dan dia yang menabrakku. Tapi suaraku....suaraku beku!!


Setelah itu aku sudah terbangun di ruangan dan ada Key menemaniku. Tapi aku masih belum bisa bicara. Sangat sulit untuk berbicara. Aku hanya bisa mengatakan dalam hatiku. Key maafin Berlin. Aku sudah berbohong. Kalau kamu tahu aku berbohong waktu itu. Apakah Kamu masih disini menemani aku. Air mataku mengalir dan Key mengusapnya dengan tisue. Tatapan mata Key membuat aku nyaman.

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2