
Sudah tiga hari tapi jejak Berlin belum ditemukan. Tengah malam setelah dari Robinson keluarga berkumpul di Dream House. Mereka masih membahas hasil pencarian Berlin.
"Paman Henry, tahu tidak dulu kak Berlin sering berkunjung kemana?" Tanya Giiken
"Paman hanya tahu Villa kakek Berlin yang dulu tempat tinggal nenek sama Ayolla. Kemarin kita sudah kesana dan tidak ada." Jawab Henry
"Edward pikir dia mengenang masa kecilnya. Soalnya dia pernah minta Edward mengantarkan ke sebuah desa. Tapi Edward nggak mau, daerah itu perbukitan, tapi Edward lupa nama daerah itu." Ucap Edward
"Kalau waktu itu bilang ke Clarisse dia ingin melihat sawah dan bermain air di sungai. Clarisse bilang aneh. Tapi kalau dia bercerita ekspresi wajahnya bahagia." Ucap Clarisse
"Bukannya tante Ayolla tahu tentang masa kecil Kak Berlin? tante pasti tahu isi buku harian Ibu kak Berlin" Tanya Giiken
"Iya, tapi tante tidak tahu alamat mereka liburan, Henry kamu ingat alamat bibi yang dulu kerja di rumah Ayunna?" Tanya Ayolla ke Henry
"Bibi Onah maksud kamu. Dia sudah meninggal, tidak mungkin kalau Berlin kesana. Apa mungkin Berlin ke kampung si Ujang ya? " Ucap Henry
"Mang Ujang? yang dulu pernah datang ke rumah kita. Waktu tante Ayunna meninggal. Yang menginap di rumah Papa?" Tanya Edward
"Iya si Ujang, dulu Berlin pernah liburan disana, terus Ujang menikah juga Ayunna yang urus semuanya. Tapi apa Berlin ingat jalan kesana. Papa saja sudah lupa jalannya." Jawab Henry
"Papa itu di daerah mana? sepertinya Key pernah liat foto dibuku harian Ibu Ayunna." Tanya Key
Key mulai merasa Berlin disana.
"Daerah itu sekitar lima jam dari sini, tapi jalannya yang masuk ke kampung itu cuma bisa motor. Dulu mobil dititipin di penginapan. Kita naik ojek, tapi kalau sekarang pasti sudah ada akses mobil. Kampung itu dekat bukit lembah hijau." Jawab Henry
"Benar Papa, Edward jadi ingat. Itu ada di kampung Cinanas. Edward pernah dikasih tahu sama Mamang itu, dulu suruh main kesana." Ucap Edward
"Kalau begitu, Key dan Pak Henry lebih baik secepatnya kesana. Perasaan Bunda sudah tidak enak Key." Ucap Bunda
"Iya, Fabian akan ikut dengan kalian. Giiken dan Edward kalian mengawasi dari Robinson saja." Ucap Fabian
"Baik, Papa kita berangkat sekarang dan yang lain tinggal disini untuk sementara. Siapa tahu nanti Berlin telfon ke rumah." Ucap Key
Mereka malam itu bergegas ke rumah Mang Ujang,
/////////
Pagipun tiba ....
Mentari mulai menampakan sinarnya.
Aku memandangnya dari kejauhan.
__ADS_1
Aku mulai berjalan menuju ke sebuah tempat.
Key, Henry dan Fabian sudah berada di daerah itu. mereka ditemani beberapa orang. Mereka menuju ke kampung Mang Ujang. Jalan menanjak dan berkelok dikelilingi pemandangan sawah yang hijau. Udara sangat dingin dipagi itu.
Setengah jam perjalanan dari kota menuju ke kampung itu. Mereka menemukan rumah Mang Ujang. Rumah berdinding kayu tapi sangat bersih, dan nyaman. Ada beberapa rumah lain yang tidak jauh dari rumahnya. Kolam ikan dengan air jernih mengalir dari pipa, juga terdapat saung bambu yang dikelilingi tanaman sayur nampak segar menghijau.
"Pak Henry, Ini benar Pak Henry.... kumaha damang?" Sapa Mang Ujang lalu menjabat tangan Henry
Melihat kedatangan Henry dari kejauhan Mang Ujang Berlari menghampirinya
"Kabar saya baik Mang Ujang." Jawab Henry
"Pak Henry, mari silakan masuk." Ucap Mang Ujang
"Ini bapak bapak teman Pak Henry? Saya Ujang." Mang Ujang dengan menjabat tangan mereka, ada Key, Fabian dan dua orang lain
"Iya Mang Ujang, kedatangan kita kesini. Mau mencari Berlin." Ucap Henry
"Eh... ada Tamu. Maaf saya dari kebun." Sapa Mina hanya memberi salam
"Iya ini istri saya Mina. Itu anak saya kecil Kirana."
Ucap Mang Ujang
Kirana setelah menjabat tangan mereka
"Owh.. bukannya kakak yang Kirana liat di ponsel Kak Berlin." Ucap Kirana menunjuk Key
Mendegar hal itu Key berdiri mendekati Kirana
"Anak manis, kamu kenal Kak Berlin?" Tanya Key
"Kenal, kemarin Kirana bobo sama Kak Berlin di kamar itu." Ucap Kirana polos menunjukkan kamar
"Jadi Kak Berlin dikamar itu?" Tanya Key
"Iya kemarin, Kirana juga dibelikan baju sama tas. Kita jalan-jalan di taman bermain. Tapi Kak Berlin langsung pulang." Ucap Kirana
"Emsss.. Jadi Kak Berlin sudah pulang?" Tanya Key
"Dia bilang mau ke... ibu yang.. ibu liat yang di TV itu apa namanya?" Tanya Kirana sambil menari daster ibunya
"Yang mana Kirana? ibu nggak tahu." Ucap Mina
__ADS_1
"Jadi benar kemarin Berlin disini Mang Ujang?" Tanya Henry
"Iya Pak Henry saya juga kaget. Neng Berlin datang dua hari lalu itu juga sudah siang. Saya hampir tidak mengenalinya, lalu dia menujukan foto. Benar neng Berlin yang kecil dulu. Terus kemarin pagi kita di sewain mobil, diajak jalan ke kota. Tapi setelah itu dia pamit mau pulang." Ucap Mang Ujang
"Begini Mang Ujang Berlin pergi tanpa berpamitan, dan ini Key suami Berlin. Kalau ini Fabian suami Ayolla, kakak Ayunna. Kita sudah tiga hari mencari Berlin. Makanya saya ingat-ingat alamat Mang Ujang." Ucap Henry
"Kakak liat, ini kita kemarin. Ponsel ini juga dari Kak Berlin, katanya nanti kalau Kak Berlin kangen Kirana mau telpon." Ucap Kirana sambil memperlihatkan foto Berlin dengan Kirana
"Kalau begitu. Kakak kasih nomor kakak, kalau Kak Berlin telfon tanya dia ada dimana? Terus kamu telfon kakak ya." Ucap Key tersenyum
"OK." Jawab Kirana dengan senyum
"Anak pintar." Ucap Key sambil mengelus rambut
"Silahkan minum dulu. Ini tadi saya rebus ubi sama singkong" Ucap Mina
"Ini sangat nikmat. Terima kasih Mina." Ucap Henry
"Mang Ujang, saya mau bertanya kemarin keadaan Berlin bagaimana?" Tanya Fabian
"Mang Ujang liat dia sehat dan sangat gembira disini. Kirana mengajak neng Berlin ke sawah mereka berdua main air, sampai bajunya basah." Ucap Mang Ujang
"Ini baju neng Berlin ada yang tertinggal, Mina sudah mencucinnya. Mina pikir habis jalan-jalan neng Berlin kisini lagi, tapi ternyata langsung pulang." Ucap Mina sambil menyerahkan kaos dan rok selutut yang sudah rapi didalam plastik.
"Iya, ini saya bawa. Terima kasih" Ucap Key
"Kita tidak tahu kalau Neng Berlin sudah menikah, dia tidak banyak bercerita. Dia suka bercerita dengan Kirana." Ucap Mina
"Iya Mang Ujang juga tidak banyak bertanya, dia tidur di kamar itu sama Kirana, sepanjang malam mereka berdua masih bercanda." Ucap Ujang
"Kirana, Kak Berlin bercerita apa saja sama kamu?" Tanya Key
"Cerita banyak, tapi yang paling seru cerita Petualangan Putri Alice. Kata Kak Berlin ada seorang putri terkurung lama disebuah kastil. Lalu Putri Alice bisa lari dari Kastil atas bantuan sahabatnya, lalu dia pergi ke pantai, ke puncak, kemana saja. Dan tidak ada yang bisa mengenal dia, kalau dia itu sebenarnya seorang Putri. Kirana mau jadi seperti Putri Alice? tanya Kak Berlin *Kalau dikurung Kirana juga nggak mau jadi putri Alice, enak jadi anak Bapak sama Ibu* habis itu Kak Berlin gelitikin Kirana jadi kita tertawa." Cerita Kirana dan semua mendengarnya
"Jadi Kak Berlin cerita begitu? anak pintar." ucap Key
"Ini gambar petualangan putri Alice. Kak Berlin yang gambar." Kirana menunjukan gambar kepada Key dan semua melihatnya
"Kakak foto gambar ini ya." Ucap Key
Setelah berbincang setengah jam dengan keluarga Mang Ujang mereka berpamitan. Key berjanji dengan Kirana kalau nanti akan berkunjung lagi bersama Berlin.
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1