Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Sepasang pengantin menuju altar diiringi lantunan lagu "A Thoushand Years....." dengan nuansa putih klasik, dan berbagai jenis bunga putih menghiasi seluruh aula itu, dari jenis lili casa blanca, white rose, babybreath, snapdragon dan tuberosa.


Perlahan... Melangkah... Dan semakin dekat....


....One Step Closer.......


Mataku mulai berkaca-kaca, karena aku sangat bahagia. Key juga memancarkan aura yang sejuk, senyuman sejuta cinta dan rasa, membuat semua orang yang melihatnya bahagia.


Kita tidak tahu hal apa saja yang kita lalui, pernikahan adalah sebuah awal dimana kita harus bisa menjalani hidup bukan hanya karena cinta.


Kita seolah akan berjalan menuju puncak. Dari kejauhan terlihat halus dan tampak kebiruan menyejukan mata. Tapi semakin dekat perjalanan akan berkelok, menanjak, penuh terjal dan jurang pun ada di sebelah kita.


Inilah pernikahan, kita harus siap menjalani dengan hati, perasaan, jiwa dan raga. Tapi aku yakin, kita pasti bisa hidup bahagia, sampai kita menua bersama, aku, kamu dan anak-anak kita nantinya.


"Sayang..... terima kasih telah mencintai aku." Berlin denga penuh kasih


"Aku yang harusnya bilang, terima kasih sayang, kamu mau menerima aku sebagai suamimu." Key yang penuh cinta


Kita bersanding diatas Pelaminan didampingi keluarga kita. Ibu Ayah.. Berlin sudah menikah, apakah kalian juga bahagia?? Berlin tidak akan melupakan Ibu dan Ayah.


Tidak ada tamu untuk Berlin, tapi teman-temannya Key tenyata sangat banyak, dari teman sekolah, kerja dan semua kalangan, juga tamu undangan dari Meghan, MM dan ada yang kenal beberapa, tapi yang paling banyak adalah teman Key, dan aku baru tahu saat itu. Aku cukup senang melihat suami aku bahagia bertemu teman-temannya.


"Sayang.. aku baru tahu, ternyata banyak juga penggemar kamu, itu tadi para wanita, bilang kalau hari ini *Hari Patah Hati Sekantor*" Ucap Berlin


"Ya begitulah.. aku kan atasan mereka, yang tadinya masih bujang, tahu-tahu menikah. Ya wajar kalau mereka histeris melihat kita." Key tersenyum


"Lucu sih.. gemes.. tapi kenapa ada yang nempel sama kamu, kamu senyum ajah." Berlin kesal


"Kenapa,, kamu cemburu sayang??" Tanya Key tersenyum melihat ekspresi istrinya

__ADS_1


"Iya bukan gitu.. iya untuk malam ini kamu bebas, tapi liat saja nanti kalau masih kesenengan sama cewek." Berlin manyun


"Kamu bilang apa sayang, aku kesenengan, bukan gitu.. ya hari kan hari bersejarah buat kita.. mereka minta selfie nempel ya wajar sayang." Key bingung


"Iya.. malam ini ajah, awas ajah kalau nanti aku liat kamu di kantor genit gitu.... awas kamu..!!" Berlin tampak kesal


"Aku suka kamu cemburu, karena ada cinta dalam kecemburuanmu, terima kasih istriku." Key bahagia


Dan semua lebih histeris saat melihat kita **** karena Key tiba-tiba mencium aku, tamu yang masih didepan pelaminan memanfaatkan kita sebagai ajang foto mereka. Karena itu aku cukup bahagia. Aku jadi dikenal orang, yang tadinya selalu tertutup dan selalu dalam persembunyian.


Acara malam ini berjalan lancar dan membuat semua orang bahagia. Tidak hanya kita berdua yang bahagia, tapi keluarga dan para tamu turut berbahagia diacara resepsi kita.


"Sayang.. kamu capek.. makan dulu... Mama suapin kamu" Ayolla sudah membawakan Berlin makanan kesukaannya


"Iya Mama.., Mama sudah makan??" Tanya Berlin


"Enak!!, kalau tadi Berlin makan nggak berasa, soalnya tegang.." Ucap Berlin menatap cermin


"Wajar sayang.. kalau kaya gitu.. Mama sama Fabian juga gitu waktu disana, padahal cuma teman-teman saja." Ucap Ayolla


"Mama.. udah.. kenyang.. ini rambut Berlin masih belum rapi Ma.. " Ucap Berlin


"Bentar.. Mama benerin.. kamu tadi cantik banget, aura kamu terpancar sangat cerah." Ayolla dengan lembut


"Memang kenapa Ma, kalau sangat cerah??" Tanya Berlin


"Berarti kamu sangat mencintai Key, dan membuat kamu bahagia." Ucap Ayolla tersenyum


"Mama tahu aja sih... malu Mama..." Berlin tersipu malu menutup wajahnya

__ADS_1


Memang kenyataannya aku sangat mencintai Key, mugkin orang juga bisa melihatnya, walaupun aku tidak mengatakan kepada mereka. Tapi apakah Key tahu, apa dia bisa melihat cintaku ini.


"Kakak Ipar... ini udah aku tulis semuanya. Kalau masih ada yang kurang, tinggal tanya langsung sama orangnya." Ucap Giiken


"Kalau aku nanya dia, buat apa aku tanya kamu Giiken...!!! Sssttttthh awas jangan bilang siapa-siapa... antara kita berdua.. ini beneran," Berlin tersenyum


"Iya beneran, bukan Prank.." Giiken antusias


"Ok... thank you adik aku yang ganteng." Ucap Berlin bahagia


"Aku ganteng??" Tanya Giiken


"Iya ganteng... sudah.. ntar Key datang.. sana.." Berlin menyuruh Giiken pergi


"Ok.. bye bye.... sukses.." Ucap Giiken dan melambaikan tangannya


Akhirnya aku sudah dirumah jam 1 malam, kaki pegel, leher kaku, suami masih diluar ntah apa yang dibicarakan sama para bodyguard.


"Sayang.... kamu sudah bobo.. met bobo..kamu pasti capek...." Suara Key mendekati Berlin


Aku sudah tidur pulas, sepertinya Key baru masuk kekamar, dan tara...................... *****""


*******"BERLIN ARORA.................!!!!!!!!!!" teriakan Key Kenandeff


Ya aku jail.. maaf suami aku yang tampan. Makanya lain kali jangan genit ya sayang.


"Mmmaaaaaffffff"


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2