Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Pernikahan Kilat


__ADS_3

"Sayang... ini rumah baru kita... Kamu suka??" Tanya Key


Key mengajak aku melihat rumah yang nantinya hanya kita berdua yang tinggal disini.


"Sayang... tidak terlalu besar kah?? hanya kita berdua.." Ucap Berlin melihat sekeliling


"Lalu kamu ingin seperti apa sayang???" Tanya Key


Dia mulai berani memelukku dari belakang. walaupun aku juga mencintai dia. Tapi hal ini mambuat aku sangat sensitif.


"Sayang.. kamu bikin kaget...!!" Ucap Berlin


"Kamu kaget?? aku cuma memelukmu..." Ucap Key menggoda


"Aku belum terbiasa sayang...." Ucap Berlin pelan


"Kamu harus terbiasa...." Key semakin menggoda


Setelah aku melihat rumah, kita pergi untuk mengajukan dokumen untuk pernikahan.


"Sayang.. kamu sudah bawa dokumen aku??" Tanya Berlin


"Iya.. semua tentang kamu ada berkasnya." Ucap Key sangat bersemangat


"Uuuffffhhh... lalu kita akan menikah sekarang???" Tanya Berlin


"Kalau bisa hari ini kenapa nggak???!!!" Key percaya diri


"Tapi kan aku belum bilang sama Mama, Papa, Om Fabian, Edward, Clarisse terus Bunda juga." Ucap Berlin


"Sayang.. aku sudah bilang sama mereka semua, kalau nggak.. mana mungkin kamu ada dirumah aku sayang." Ucap Key


"Tapi Mama sama Papa nggak bilang Berlin waktu antar kerumah sakit. Iya selama kamu pergi Papa sering ke rumah sama Edward dan Clarisse. Tapi mereka tidak mengatakan apapun." Berlin mengulur waktu


"Yang jelas selama kamu koma, aku sudah bilang sama Mama kamu dan Papa kamu. Lagian mereka tahu, Papa kamu yang pertama waktu datang ke rumah sakit aku mengatakannya" Ucap Key percaya diri


"Ok.. terserah... kamu!!!" Ucap Berlin kesal

__ADS_1


"Berlin.. kamu marah?? sayang..." Tanya Key


Kita berjalan masuk ke kantor pengurus pernikahan. Aku hanya diam, sepertinya Key takut kalau aku marah sama dia.


"Sayang.. marah sama aku??".. Tanya Key


"Iya... aku marah sama kamu." Ucap Berlin kesal


Setelah pengajuan dokumen, ternyata kita melangsungkan pernikahan hari ini juga. Aku tidak menyangka bahwa aku akan menikah dengan Key, yang dulu hanya pengawal pribadiku. Padahal dulu aku selalu menganggap dia sebagai kakak. Seorang kakak yang melindungi adiknya.


"Kemana kita???" Tanya Berlin


"Kemana saja, asalkan kita berdua." Ucap Key


"Kamu!!! Kakak.... aku nggak ngerti jalan pikiran kamu, pernikahan secepatnya ini???" Tanya Berlin


"Bagimu cepat, tapi bagiku sangat lama Berlin. Kamu belum mengerti sayang, disaat aku melihat kamu terluka... orang yang paling sakit adalah aku. Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, karena aku tidak tahu, apakah kita masih akan menghadapi masalah lagi nantinya. Bagiku saat ini, melihat kamu tersenyum adalah anugerah yang tidak bisa aku dapatkan dengan mudah." Ucap Key dengan bahagia


"Sayang...... kamu.... " Ucap Berlin bahagia


"Tempat yang cantik sayang," Ucap Berlin tersenyum


"Kamu sudah lama kan ingin kesini!!" Seru Key bahagia


"Iya.. kamu masih ingat." Ucap Berlin bahagia


Aku melihat sebuah pemandangan yang begitu cantik, kita sedang ada di Villa. Dulu aku ingin berlibur ke Villa dengan Key dan keluarga. Tapi saat itu, mereka tidak memenuhi keinginanku.


"Cantik... Sangat cantik... Aku suka," Suara Berlin sangat bahagia


Aku tersenyum melihat senyuman Key untukku. Aku berharap tak ada lagi hal buruk menimpa kita.


Key, saat ini aku sangat bahagia.


Kita menikmati kebersamaan kita. Kita tidak peduli yang lainnya. Kita berdua mematikan ponsel kita. Biar....,tidak ada yang mengganggu.


"Sayang...... aaa.... jangan gitu.. aku nggak suka" Ucap Berlin

__ADS_1


"Iya... sayang terus harus gimana???" Tanya Key


"Iiih... bukan seperti itu sayang... pelan dong." Ucap Berlin dengan pelan


"Aku sudah pelan sayang.... kamu!!!" Seru Key bingung


"Aaaaaaahhhjjjj.... " Berlin kesakitan


"Sayang.. kamu baik-baik saja kan???" Tanya Key


Dan akhirnya aku malah terkena pisau dijariku. Gagal sudah aku belajar masak hari ini. Aku sudah jadi istri, aku ingin seperti Ibu dan Bunda yang sangat pandai memasak. Baru memotong wortel saja jariku sudah terluka... aaaaaa.....


"Sayang.. kan aku bilang, aku nggak peduli kamu mau memasak atau nggak." Ucap Key


"Iya,, nantinya kita cuma tinggal berdua sayang." Ucap Berlin dengan pelan


"Nanti ada pelayan dan sopir, beberapa bodyguard sayang, kata siapa kita cuma berdua." Ucap Key


"Kamu sendiri yang bilang kita tinggal berdua, tadi pagi kita liat rumah nggak ada orang lain." Ucap Berlin dengan kesal


"Iya.. itu rumah pribadi kita.. tapi kamu tahu nggak, itu sebelah rumah ada banyak Paviliun itu semua tempat tinggal mereka nantinya." Ucap Key


"Kamu nggak bilang gitu, makanya aku bingung rumah besar cuma kita berdua... aaaaaa kamu gitu sama aku." Ucap Berlin


"Iya kan... yang di rumah itu cuma kita berdua, tapi tetap saja ada orang lain yang menjaga kamu. Kalau aku kerja dan keluar kota. Siapa yang jagain kamu sayang." Ucap Key


"Aku mau ikut kamu terus, aku nggak peduli" Ucap Berlin


"Iyaa aku suka.. Tapi kalau nanti kamu hamil, gimana???" Tanya Key


"Iiih... apa sih kamu, kita baru menikah... Itu anak Cassandra nggak kamu pikirin" Ucap Berlin


"Udah dong sayang.. malam ini jangan bahas yang lainnya.. ok... kita berdua..sayang.... Berlin jangan ngambek.........!!! BERLIN ARORA......!!!!" Seru Key


Iya akhirnya malam itu menjadi malam kita. Setiap Key memanggil Berlin Arora dengan suara awal bertemu.. aku jadi deg deg gan... sungguh suara itu mengingatkan aku pada malam dimana kita bertemu. Aku mencintaimu Key.........********""""


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2