
Pernikahan Edward dan Clarisse digelar di Clarisse Hotel. Hotel milik Nettly dibawah manajemen Meghan Group.
Suasana pernikahan sangat romantis. Warna putih dengan perpaduan pink menghiasi aula itu. Pelaminan yang mewah dengan unsur modern.
Clarisse tampak cantik dengan gaun warna pink muda dan Edward dengan jas warna putih. Mereka tampak serasi dan sangat manis.
Aku sangat terharu, melihat mereka berdua. Mereka tampak bahagia. Malam ini juga ada tante Nettly, dia bersama Papa Clarisse duduk di kursi besan.
Aku juga sudah berbincang dengan tante Nettly, dia tampak sehat. Bahkan dia sudah meminta maaf kepadaku dan juga seluruh keluarga.
Tante Nettly pasti sudah sadar atau kesalahannya. Dulu dia berfikir, akan bisa meraih Meghan Group, meskipun dia membunuhku. Padahal ada Mama Ayolla yang akan menduduki kursi Meghan Group.
Semua keluarga berkumpul, dan ada tante Salsa yang sekarang menjadi dekat padaku juga Mama. Bagaimanapun Mama Ayolla dan tante Salsa saudara tiri.
Aku dan Key duduk kursi paling depan, di meja kita ada Mama Ayolla dan Om Fabian, juga Rayzen.
"Rayzen, kamu makan dong sayang." Ucap Berlin memberikan puding coklat
"Rayzen nggak suka, kakak ajah." Ucap Rayzen
"Lalu kamu mau apa? Biar Kakak Key ambilin makanan." Ucap Berlin
"Aku mau es krim yang banyak. Diatasnya kasih toping coklat." Ucap Rayzen
"Baiklah, Kakak Key biar mengambilkan lagi." Ucap Berlin
"Sayang, dia mau es krim lagi. Yang banyak coklatnya." Ucap Berlin
"Sudah dua kali dia makan es krim sayang. Nanti pilek, kamu yang disalahin sama Nettly." Ucap Key di sebelah Berlin
"Rayzen sayang, kamu makan cake yang ini mau?" Berlin menyodorkan red velvet
"Nggak mau, Rayzen mau makan es krim." Ucap Rayzen
Ayolla mendengar itu. Lalu menggendong Rayzen pergi dan memilih apa yang dia mau. Ayolla sangat sayang dengan Rayzen. Bahkan selama Berlin tidak di rumah. Ayolla meminta Clarisse untuk membawa Rayzen ke rumahnya.
__ADS_1
"Rayzen, sayang kamu mau ini. Nanti tante yang suapin kamu." Ucap Ayolla
Rayzen mengangguk, karena ada es krim di atas cake coklat itu.
"Anak pintar.." Ayolla menciunnya dan membawanya ke meja lagi
Berlin melihat Rayzen mau menerima suapan dari Ayolla.
"Giliran sama Mama kenapa dia mau, dari tadi aku suapin dia diam aja." Ucap Berlin
"Es krimnya Mama kasih cake coklat." Ucap Ayolla
"Berlin bingung, kenapa dia nggak rewel minta ikut Mamanya. Bahkan semalam juga tidur di rumah Berlin anteng. Cuma kalau makan susah banget. Berlin kadang bingung." Ucap Berlin
"Anak-anak biasa kalau susah makan. Kamu dulu juga begitu sayang. Bahkan kamu dulu makan di **** ajah nggak mau nelen." Ucap Ayolla
"Emang gitu, Berlin dulu. Mama pernah nyuapin Berlin?" Tanya Berlin
"Ya pernah sayang. Kan Mama bilang dulu pernah tukeran sama Ayunna, kita jalan-jalan ke kebun binatang. Masih ada fotonya, kamu nggak tau Mama." Ucap Ayolla
"Iya foto itu tahu Berlin. Misal Ibu masih ada, Berlin juga bingung membedakan Mama sama Ibu. Tapi kenapa Berlin nggak punya saudara kembar. Terus Berlin hamil juga nggak kembar." Ucap Berlin
"Benar juga kata Mama, tapi nanti kalau punya anak kembar pasti repot ngurusnya." Ucap Berlin.
"Ada pengasuh sayang, di rumah kita banyak orang sayang." Key menyela obrolan Berlin dengan Ayolla
"iih... kamu.. Tetap saja repot.. ini aku hamil satu aja. Perut aku besar banget. Buat jalan berat." Ucap Berlin mencubit tangan Key
"Iya sayang.....," Ucap mengelus perut Berlin
Fabian dan Ayolla tersenyum melihat kedua orang yang ada didepannya berantem. Berlin seperti anak kecil yang sedang ngambek dan Key bingung menghadapi Berlin.
"Mama, memang kalau melahirkan sakit?" Tanya Berlin
"Iya sakit. Kenapa harus tanya begitu sayang. Sebagai Ibu itulah perjuangan kita. Dari hamil, melahirkan, dan merawatnya. Mama yakin kamu bisa menahan rasa sakit itu. Apalagi setelah nanti kamu melihat anak kamu. Rasa sakitnya akan hilang, yang ada hanya kebahagiaan." Ucap Ayolla tersenyum
__ADS_1
"Berlin deg deg gan Mama. Soalnya tinggal dua minggu lagi HPL." Ucap Berlin
"Key, kamu harus siaga. Kamu harus meninggalkan urusan luar. Karena kadang bisa maju hari lahirnya." Ucap Fabian
"Benar, kata Fabian. Key kamu harus selalu mendampingi Berlin, di rumah, di kamar dan di mana saja. Kalau filing Mama nggak sampai dua minggu." Ucap Ayolla
"Mama sama Om Fabian tidak perlu khawatir. Key sudah dari kemarin tidak kerja. Semua Giiken yang mengerjakan." Key tersenyum samabil mengelus rambut Berlin
"Kalian semua bikin Berlin semakin deg deg gan." Berlin menatap mereka
"Sayangnya Daddy, pasti juga pengen cepat ketemu Daddy." Key mengelus dan mencium perut Berlin
"Kamu tidak perlu khawatir, kita semua akan menemani kamu sayang. Kita akan selalu disini kamu Berlin." Ucap Ayolla memegang tangan Berlin
"Om Fabian, Rayzen mau pipis." Rayzen menarik tangan Fabian
"Ok, ayo sama Om Fabian." Fabian menggendong Rayzen dengan rasa sayang
"Mama, Rayzen ternyata manja juga sama Om Fabian. Kalau sama Key dia takut." Ucap Berlin
"Nggak juga, waktu kamu mandi. Dia juga minta ditemani pup. Ditemani bibi dia nggak mau. Katanya harus cowok yang temani." Ucap Key
"Iya Reyzen kalau mandi juga sama Fabian waktu nginep di rumah." Ucap Ayolla
"Tapi kalau sama Berlin dia mau mandi. Kalau makan aja dia susah, Berlin sampai bingung. Bobo juga gampang." Ucap Berlin
"Anak-anak memang beda, tidak semua sama. Ada yang rewel ada yang anteng." Ucap Ayolla
Malam ini di pernikahan Edward dan Clarisse kita membahas soal anak. Bunda, Giiken dan Archeva juga lainnya apa yang mereka bicarakan. Karena tempat duduk mereka cukup jauh. Aku malas beranjak dari kursi ini. Bahkan Key yang mondar mandir mengambilkan makanan dan minuman untuk aku.
Clarisse dan Edward semoga kalian selalu bahagia. Menjadi keluarga yang harmonis, dan segera mendapatkan momongan.
Bagaimana hasil foto kita tadi. Pasti aku terlihat sangat gemuk. Karena berat badanku selama hamil melejit. Timbangan semakin kekanan setiap harinya. Tapi Key selalu bilang aku sangat cantik, sexy dan apalah itu. Aku menjadi kesal kalau dia mengatakan itu.
"Clarisse dan Edward, Happy Married"
__ADS_1
Itu ucapan aku di kado yang aku persiapan. Semoga saat kalian membuka kado itu, aku tidak didekat kalian. Karena aku sangat jail, tapi itu membuat aku bahagia.
🌻🌻🌻🌻🌻