Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Sangat Berharga


__ADS_3

Lima hari setelah pernikahan Edward dan Clarisse, aku berada di sebuah rumah sakit bersalin. Aku sudah melahirkan. Anak kita perempuan, Key sangat mencintai putri kecilnya. Semalaman Key bergadang menemani aku dan putri kecilnya.


Tadi malam sebelum tidur, aku merasakan hal aneh, tidak begitu sakit. Tapi aku selalu ingin ke kamar mandi. Key khawatir dan langsung membawa aku pergi ke rumah sakit bersalin.


Jam 10 malam aku sudah di rumah sakit, dan aku meminta Key untuk tidak memberi tahu siapapun. Aku akan semakin cemas, bila ada keluarga yang datang. Aku hanya menginginkan suamiku saja yang mendampingi aku.


Dokter memeriksa aku, dan Dokter mengatakan prosesnya tidak akan lama, karena aku sudah pembukaan 6. Dokter perempuan seusia Mama dan dua perawat hampir seusia Key. Mereka meminta aku untuk mengatur nafasku dan aku harus rileks.


Key selalu ada disampingku, ntah apa yang dia pikirkan. Aku hanya berharap semoga berjalan dengan lancar, aku ingin segera melihat Baby.


Sekitar jam 11 lebih aku sudah mulai kontraksi berat, rasanya tidak terhindar dan itulah dimana pecah air ketuban. Begitulah rasanya, akhirnya aku mulai merasakan sensasi mengejan.


Tepat pukul 11.40 malam putri kecilku lahir, dia sangat imut dan manis sekali. Rambutnya sangat lebat, berat badannya 3,3 kg dan panjangnya 49 cm. Sangat menggemaskan, pipinya bulat dan merah. Aku menangis seketika melihatnya lahir ke dunia ini. Key sangat bahagia, dia tidak henti menciumku saat proses persalinan itu.


Fawnia Kenandeff, nama putri kecil kita. Key memberikan nama itu yang artinya putri Key yang sangat berharga. Baby Fawnia, tapi aku tetap memanggilnya Baby.. Baby... dan Baby.


"Sayang, kamu tidak tidak mengantuk?" Tanya Berlin setelah sarapan


"Aku tidak mengantuk sama sekali." Ucap Key masih memandangi Baby bobo di dalam box bayi


"Kamu sudah mengabari keluarga?" Tanya Berlin


"Belum sayang, biarkan saja. Nanti kalau kita memberi tahu. Aku tidak memiliki kesempatan ini" Ucap Key masih menatap putri kecilnya


"Baiklah, aku mengerti. Tapi kamu harus mandi dulu. Kasian Baby kalau minta gendong, Daddy belum mandi." Ucap Berlin tersenyum


"Kamu benar sayang, aku mandi dulu. Kamu bisa sendiri?" Tanya Key


"Aku bisa minta tolong suster. Kamu tidak perlu khawatir." Ucap Berlin


"Baik, sayang buka handphone aku, ada foto Baby dari suster semalam. Kamu bisa melihatnya." Ucap Key saat memberikan ponselnya


"Ok sayang." Ucap Berlin dan Key tidak lupa memberikan kecupan di kening Berlin


Baby menangis, lalu aku memanggil suster.


"Terima kasih suster," Ucap Berlin


"Bunda kalau membutuhkan sesuatu tidak perlu sungkan. Kita akan membantu bunda." Ucap suster


"Baik suster." Ucap Berlin

__ADS_1


Semalam aku langsung diberi arahan inisiasi menyusui dini. Aku baru pertama kali dan rasanya masih bingung. Suster membantu dengan sabar dan memberi beberapa pengetahuan tentang menyusui.


Awalnya asiku sangat susah, tapi pagi ini sudah lancar. Karena tadi malam dan pagi ini aku sudah minum vitamin pelancar asi.


Aku memeluk Fawnia, sangat lembut dan cantik. Key keluar dari kamar mandi dengan tersenyum, karena melihat kita berdua.


"Sayang, aku sudah mengirim foto Baby di grup chat. Dari tadi ponsel kamu bergetar. Aku tidak membukanya." Ucap Berlin


"Pasti semua sudah heboh." Ucap Key


Tidak lama dari pembicaraan kita, Mama Ayolla dan Om Fabian datang. Mama Ayolla sempat memaki Key karena tidak memberi kabar, tapi Mama Ayolla sangat bahagia. Papa Henry juga langsung datang.


Bunda dan Giiken juga datang, Archeva masih sekolah. Kemudian Edward dan Clarisse langsung datang dari tempat mereka berbulan madu.


Ruangan kamar seketika menjadi penuh. Key tidak bisa lagi seperti tadi malam. Karena para nenek dan kakek berebut menggendong Baby.


Walaupun mereka berusaha menggendong, ternyata Baby mengerti, dia menangis dan hanya diam saat Key menggendongnya. Baby sudah terbiasa dengan suara Key, karena semasa di kandungan, Key selalu bercerita dengan Baby.


"Omma tidak punya kesempatan untuk menggendong." Ayolla mengeluh disebelah Berlin


"Eyang juga baru sebentar, sudah mencari Daddynya." Ucap Bunda tersenyum


"Sudah.. kalian lebih baik pulang semuanya. Menggendong kalau sudah di rumah. Disini sempit, Baby jadi pengen bobo nggak bisa." Ucap Henry


"Ini aku Mamanya, nggak dikasih kabar." Ayolla kesal


"Mama sudah dong. Berlin yang minta Key untuk tidak kasih kabar. Soalnya Berlin jadi panik kalau ada kalian semua. Berlin juga cepat prosesnya. Yang penting Baby sehat, Berlin juga sudah sehat. Lebih baik kalian siapain ruangan buat Baby, di rumah Omma, Eyang, Kakek dan Aunty. Nanti kita bergilir nginep disana." Ucap Berlin


"Bener juga ide kamu sayang." Ucap Henry


"Omma sama Kakek Fabian, tolong siapin tempat acara, Eyang sama Om Giiken pesen catering dan Om Edward sama Aunty siapin bingkisan. Kita mau ngadain syukuran buat Fawnia Kenandeff. Nanti kita juga mengundang kerabat, teman dan anak panti asuhan." Ucap Berlin


"Jadi namanya Fawnia Kenandeff?" Tanya Bunda


"Iya bunda, Key yang kasih nama. Artinya putri Key yang sangat berharga." Ucap Berlin


"Namanya bagus, kakak pintar cari nama." Ucap Clarisse


"Terus acara syukuran itu kapan?" Tanya Henry


"Empat hari lagi, diambil hari minggu." Ucap Berlin

__ADS_1


"Apa tidak terlalu cepat sayang, kamu baru melahirkan." Ucap Ayolla


"Berlin baik Mama, bahkan Dokter bilang, besok sudah boleh pulang. Baby juga sehat dan sepertinya Baby akan lebih nyaman di rumah." Ucap Berlin tersenyum


"Baik, bunda dan Giiken akan memesan catering secepatnya." Ucap Bunda


"Key semalaman tidak tidur, tapi tidak mengantuk." Ucap Key


"Belum itu, nanti malam baru merasa mengantuk." Ucap Fabian


"Iya, nanti Mama disini. Key kamu bisa pulang tidur dulu. Nggak baik juga kalau dipaksain." Ucap Ayolla


"Kalau pulang jangan Mama, biar tidur di sofa itu ajah. Berlin nggak mau dia pulang." Ucap Berlin


Semuanya bergantian tugas, Mama dan Om Fabian pulang duluan, dan sore akan kembali lagi. Bunda dan Giiken sudah pergi memesan catering. Clarisse dan Edward pergi memesan bingkisan dan tinggal Papa disini.


Key tidur dan Papa yang mengajak ngobrol Baby. Aku hanya berharap semoga Baby selalu bahagia. Semoga Baby kelak menjadi putri yang cerdas, baik hati dan sangat berharga sesuai namanya.


Bahagia itu dimana kita sedang berada diantara orang-orang yang kita sayangi dan orang itu mencintai kita. Awalnya aku sudah tidak punya harapan, tapi perlahan semua membaik, dan aku memiliki sebuah keluarga. Bahkan aku sudah menjadi istri dan seorang ibu.


Hari berganti hari, acara untuk Baby berjalan lancar, semua memberikan doa dan harapan untuk Baby. Aku dan Key sangat bahagia. Karena semua keluarga sangat menyanyangi Baby.


Berlin Arora, Key Kenandeff dan Fawnia Kenandeff adalah Keluarga kecil yang sangat berharga. Suka dan duka, canda dan tawa, cinta dan air mata, mulai tertulis dibuku harianku. Kehidupan kita sangat berharga, dan cinta kita untuk putri kecil kita begitu berharga.


Untukmu Fawnia Kenandeff


Kamu putri kecil kita yang sangat berharga. Kita menyayangimu, dan sangat mencintaimu.


Berlin Arora & Key Kenandeff


🌻🌻🌻🌻🌻


TAMAT


Terima kasih para pembaca hebat ✨😍


Dibalik Buku Harian


Saya selipkan visual karakter Berlin Arora dan Key Kenandeff.


__ADS_1



__ADS_2