
Meghan Group mengadakan rapat saham dan pasti banyak pemegang saham yang hadir, serta beberapa perwakilan perusahaan pasti datang.
"Mama.. Mama yakin?? Berlin takut mama.. Berlin nggak mau kehilangan lagi. Bagi Berlin ada mama sudah cukup bahagia. Kita nggak perlu ke Meghan lagi." Tanya Berlin dengan kesedihan
"Berlin sayang, kamu belum mengerti nak, disana ada kerja keras kakek kamu, dan juga Ibumu. Dia menyimpan semua ini, untuk kamu sayang. Dan kita tidak boleh menyerah begitu saja. Ibumu sudah cukup menderita. Mama nggak bisa diam lagi. Kamu harus percaya sama Mama sayang." Ucap Ayolla dengan memeluk Berlin
"Tapi Berlin takut mama dalam bahaya nantinya. Berlin sudah banyak menderita. Berlin nggak mau kehilangan mama." Ucap Berlin dengan khawatir
"Berlin liat mama sayang!!. Mama sangat sayang sama kamu. Tapi mama juga nggak rela tentang apa yang mereka rencanakan. Kakek dan ibumu berkerjas keras untuk kehidupan semua orang. Bukan hanya kita, tapi untuk orang-orang yang bekerja dengan kakek dan ibumu." Ayolla berusaha meyakinkan Berlin
"Iya.. Berlin mengerti. Tapi mama harus hati-hati." Ucap Berlin
"Kamu jangan khawatir, ada Key yang menemani kita dan Henry juga ada disana." Ucap Ayolla
"Baik.. Berlin siap." Ucap Berlin
Kita akhirnya berangkat kesana, semoga semua berjalan dengan baik. Begitu kita dijalan, kita sudah dihadang beberapa orang berpakaian hitam. Key tetap melajukan mobilnya dengan kencang, dan kita dikejar-kejar mereka. Tapi kita masuk dalam sebuah tempat. Ternyata itu markas key dan teman-temannya. Kita didalam, mereka semua masuk dan teman-temannya Key melawan mereka, lalu kita menuju atap gedung, ada sebuah Helikopter disitu, kita bertiga langsung dibawa ke Kantor Meghan Group. Ternyata diatap sudah ada yang menunggu, beberapa orang dari Papa Henry sudah ada disana.
Rasanya sudah seperti difilm action. Ketika kita masuk ke dalam kantor semua sudah menatap Mama Ayolla. Mungkin mereka berfikir dia ibuku. Mama Ayolla sendiri pernah diberitakan bahwa dia meninggal. Dari situ semua aset Kakek jatuh ke tangan Ibuku tapi Ibuku tidak hanya menulis nama dirinya melainkan nama Berlin Arora. Setelah kita masuk ke ruang rapat semua mata seperti melihat hantu. Saat itu mungkin ayahku juga berfikir bahwa mama adalah Ayunna.
"Selamat siang semuanya. maaf kita terlambat." Ucap Ayolla
__ADS_1
"Ayunna... kamu????" Tanya Romy
"Iya.. tadi ada sedikit gangguan. Silahkan lanjutkan." Ucap Ayolla
"Kamu Ayunna???" Tanya Romy sekali lagi
"Ayunna Atau Ayolla, tetap saja aku Pemegang saham utama bukan!" Seru Ayolla dan menatapnya
"Tapi..... bukannya Berlin. Dan dia tidak ada disini!" Ucap Romy
Beberapa orang sangat menyudutkan mama saat itu. Aku ingin sekali bilang bahwa aku Berlin tapi Key.
Ternyata Key memiliki dokumen rahasia itu dan juga dia tahu seluk beluk Meghan Group. Apa yang sebenarnya Key rencanakan. Aku tidak mengerti.
Setelah mereka melihat bukti dari layar Proyektor, juga ada surat dari Kakek dan itu memang tulisan kakek. Lalu ibuku menandatangani surat-surat itu dengan nama Berlin Arora.
"Iya... kita semua percaya. Kita semua yang ada disini mempertanyakan, dimana Berlin??? Berlin, Berlin tidak ada disini." Ucap Romy dan meremehkannya
"Baik.. kita lanjutkan untuk melihat sesuatu, yang ingin kalian lihat." Ucap Key
Cara bicara Key saat itu, kenapa seperti orang yang aku kenal.
__ADS_1
Semua tentang aku, potongan video yang di edit jadi satu dengan durasi sangat lama. Dan yang paling mengerikan waktu aku di Inggris, sampai wajahku luka. Tapi aku tidak ingat hal itu, karena aku histeris setiap melihat wajahku, jadi Lucas memberiku obat tidur agar aku tidak mengingat kejadian itu. Key ternyata yang membawaku dari Inggris. Setelah itu aku berbeda wajah. Semua yang ada diruangan itu langsung menatapku. Kemudian ada video dimana aku disekap Nettly.
"Nettly??? ....bukan......!!! pasti kalian semua menjebak Nettly." Ucap Romy terkejut
"Ayah masih percaya dengan Nettly, dibanding Berlin,???" Tanya Berlin
"Jangan panggil aku Ayah.. aku bukan ayahmu!!!" Ucap Romy dengan keras
"Tapi bagi Berlin Ayah.. tetap Ayah Berlin." Ucap Berlin dengan rasa sakit
Aku tidak kuat lagi dan aku menangis dan lemah
"Aku hanya gadis kecil yang ingin bahagia, tapi kenapa kalian menyakiti aku??? Apa gara-gara ini Ayah. Ayah menginginkan ini?? Baik.. Kalau Ayah menginginkan ini. Tapi satu yang aku minta, Ayah jangan melakukan hal buruk kepada keluargaku." Ucap Berlin sangat terluka
Semua menatapku, aku sudah tidak sanggup lagi, aku terluka. Ternyata dia benar, bahwa ayah tidak menginginkan aku hidup. Orang yang aku cintai, dan aku merindukannya. Tapi dia bisa berbuat tega melukaiku. Aku hanya bisa menangis dan tak bisa berbuat apa-apa.
"Semua sudah saya Jelaskan, dan saat ini pihak kepolisian sudah menuju ke rumah Anda Direktur Romy. Kalau anda terlibat dalam hal ini, terpaksa saya harus membawa anda. Serta Team Audit perusahaan sudah berada di perusahaan anda untuk menangani masalah penggelapan dana yang anda lakukan bersama orang-orang anda." Ucap Key dan menatap Romy
Akhirnya Key dan Team Audit membawa ayah pergi untuk pemeriksaan, dan seluruh kantor Meghan, anak perusahaan di periksa oleh Team Audit. Dari sini aku mengerti bahwa yang mama katakan benar, bukan hanya untuk kita tapi untuk beberapa orang yang sudah berkerja keras dalam memajukan perusahaan.
🌻🌻🌻
__ADS_1