
Tidak sangka yang tadinya aku ingin sendiri, tapi kenapa harus ada dia didekatku. Cowok ini begitu perhatian, awalnya aku risih dengan caranya berkenalan. Tapi dia cukup sopan dan baik padaku.
"Alice.. Minum" Giiken memberikan minuman kepada Berlin
"Thanks" Ucap Berlin dengan datar
"Kamu tidak kepanasan??" Tanya Giiken
"Tidak.. aku ingin merasakan panasnya siang ini." Ucap Berlin dengan santai
"Alice.. kamu berkuliah??" Tanya Giiken
"Aku baru lulus, baru seminggu lalu aku wisuda." Jawab Berlin
"Owh.. baguslah.. aku juga baru lulus." Ucap Giiken
Lalu kita berjalan melusuri Museum Sejarah Kota, dia bahkan memotret aku dengan Camera Digital.
"Kamu Fotoin aku??.. Mana liat??." Tanya Berlin
"Maaf, aku nggak ijin dulu." Ucap Giiken
"Ya udah.. yang satunya dihapus, aku nggak suka." Ucap Berlin
"Berarti, aku boleh memotret kamu lagi??" Tanya Giiken
"Tidak" Ucap Berlin
Sebenarnya dia pemuda yang tampan, rambut keren, matanya setelah dilihat kecoklatan, wajahnya manis, penampilan lumayan, kaos dilapis kemeja kotak-kotak, celana jeans dan sepatu warna putih.
"Giiken,, duduk.." Ucap Berlin
"Iya.. kenapa??" Tanya Giiken
"Kegiatan kamu sekarang apa??" Tanya Berlin
__ADS_1
"Aku kerja, di perusahaan." Ucap Giiken
"Owh.. jadi kamu sudah kerja.. keren juga." Ucap Berlin
"Kalau kamu?? setelah lulus mau kerja atau??" Tanya Giiken dengan penasaran
"Ntah.. aku sendiri bingung." Ucap Berlin
"Kenapa bingung?? Bukannya wajar, kalau setelah lulus mencari pekerjaan." Ucap Giiken
"Iya.. kamu benar, tapi ntahlah aku sendiri masih bingung dengan kehidupanku." Ucap Berlin
Kita berbincang dan mengobrol, tanpa sadar aku menjadi lapar dan dia mengajakku ke sebuah restauran didekat Museum. Lumayan nyaman berjalan dengan dia. Sebenarnya dia sopan tapi awal pertemuannya yang membuat aku merasa risih. mungkin karena aku belum begitu tahu caranya mengenal seseorang. Setelah apa yang terjadi padaku, aku selalu menjaga jarak dengan orang asing.
"Kamu mau pesan apa??" Tanya Giiken
"Aku mau yang ini saja," Ucap Berlin
Berlin memilih sup konro dengan nasi putih.
"Ice Lemon tea" Ucap Berlin
Tak berselang lama, makanan sudah siap dimeja.
Ternyata dia sopan memperlakukan aku. Kenapa dengan dia jadi teringat Key.. huffttt.. Kenapa Key lagi sih di otakku. Mungkin karena dulu aku sudah terbiasa dengan Key. Karena hampir setiap hari kita bersama dirumah, maupun diluar rumah. Kenapa tiba-tiba aku merindukan Key.
"Ayo makan.. kenapa melamun??? ingat kekasih kamu??" Tanya Giiken penasaran
"Bukan kekasih, hanya seseorang.. Ya udah.. makan!! Ucap Berlin
"Alice.. kalau bukan kekasih tidak mungkin wajah kamu begitu??" Giiken dengan penasaran
"Apa terlihat dari wajahku??" Tanya Berlin
"Sangat terlihat jelas.. baguslah" Ucap Giiken
__ADS_1
"Kenapa bagus.. aku hanya mengingat seseorang,, aku .... " Ucap Berlin
Tapi aku tidak melanjutkan perkataanku.
"Alice.. kalau kamu suka dengan seseorang, pasti orang disekitar kamu juga tahu." Ucap Giiken
"Benarkah?? Termasuk Mama Papa??" Tanya Berlin dengan polos
"Bisa jadi.. mungkin setiap kamu membicarakan dia.. pasti orang disekitar kamu tahu hal itu." Ucap Giiken
"Owh gitu.. aku ..aku, aku belum memikirkan kekasih.. hanya seseorang yang dulu dekat. hampir setiap hari kita bersama. Begitu kita makan berdua saja, aku jadi teringat tentang dia. Sudah 2 tahun lebih putus kontak dengan dia." Ucap Berlin
"Pantas saja.. sepertinya dia orang spesial. Ayo makan.. habiskan.. " Ucap Giiken
"Ok.. " Ucap Berlin tersenyum
Tidak terasa berbincang dengan dia waktu sudah sore. Aku harus pulang dan dia mengantarkan aku dengan naik kereta. Lalu kita naik taksi menuju ke arah rumahku.
"Alice rumah kamu dimana??" Tanya Giiken
"Aku turun di Halte 7 Vandreass" Ucap Berlin
"Kenapa tidak sampai di rumah saja??" Tanya Giiken
"Tidak apa-apa, rumahku tidak jauh dari situ. Kalau rumah kamu dimana??" Tanya Berlin
"Rumah aku di.... " Ucap Giiken
Belum sampai menjawab dia sudah mendapatkan Telfon dari seseorang dan aku sudah harus turun di Halte 7 Vandreass
"Giiken... thank you... sampai bertemu lagi" Ucap Berlin
"Ok.. " Balas Giiken
Dia mengatakan ok dengan jarinya, setelah turun di halte dekat rumah, lalu aku naik taksi dan putar arah. Karena aku tidak ingin dia tahu siapa aku sebenarnya. Dia hanya tahu Alice... gadis di pesta malam itu. Tapi aku cukup senang mengenalnya. Semoga suatu saat nanti kita berjumpa kembali.
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻