Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Key Menjadi Kejam


__ADS_3

"Key.... Kamu beejjjjaaatt....!!! ini anak kita. Aku nggak mau key.. aku nggak mau..lepaskan aku..lepaskan aku!!!!" Teriak Cassandra


"Aku nggak peduli Cassandra.. aku nggak peduli!!!" Ucap Key sadis


"Kali ini aku mohon sama kamu Key......,, aku janji nggak akan ganggu Berlin.. aku janji Key.. tapi aku mohon.. berikan aku kesempatan melahirkan anak ini, aku mohon Key...... aaaaahhhhjj" Teriakan Cassandra dan mulai runtuh


"Ini belum seberapa, atas apa yang kamu lakukan pada Berlin... ini belum ada apa-apa Cassandra. kamu berteriak tidak ada yang peduli, semua yang disini adalah orangku.... sekarang jawab, dimana dia saat ini??????" Tanya Key pelan tapi penuh amarah


"Key kejam kamu, aku hamil anak kamu Key, aku mohon... jangan menyakiti anak kita. Keeyyyyy!!!!!" Rintihan Cassandra


"Jawab aku dimana dia berada sekarang, dimana Cassandra???" Tanya Key dengan sadis


"Ok... baik.. tapi kamu harus janji tidak menyakiti aku lagi...... kamu harus janji Key aku akan mengatakan dimana dia".. Ucap Cassandra pelan


"Baik... aku janji kamu bisa melahirkan anak itu, tapi setelah itu aku tidak segan-segan menghabisi kamu... sekarang katakan padaku dimana dia???" Tanya Key tentang seseorang


"Dia ada di Beijing.... kamu percaya sama aku???" Ucap Cassandra ketakutan


"Beijing??? Beijing..???" Tanya Key yang masih tidak percaya


"Iya... Casavaa ada di Beijing." Ucap Cassandra


"Kamu tidak akan mempermainkan aku lagi..?!!!" Tanya Key dengan amarah


"Tidak... Aku janji demi anak kita.. aku tidak peduli dengan Casavaa, kamu bisa melacak keberadaan dia......... asaaahhhhjjjj... Kamu masih menampar aku Keyy!!!" Ucap Cassandra dengan kesakitan


"Aku pegang ucapanmu Cassandra, tapi lihat saja nanti, kalau kamu mempermainkan aku!!" Ucap Key dengan pelan dan sangat tajam


Key berusaha mencari Casavaa, Kakak Cassandra, dia juga ada dibalik semua ini, Casavaa hanya ingin dirinya unggul dalam meraih kesempatan, hobby berjudi dan suka minum minuman keras. Casavaa suka pergi berpindah tempat dan dia juga yang menodongkan pistol pada Berlin waktu itu. Sebelum Cassandra di kota ini, Casavaa datang lebih dulu. Dia sangat termotivasi atas cerita Ibunya dulu, karena dia hidup menderita dengan adiknya. Casavaa lebih unggul dalam hal bela diri dan dia sangat jitu dalam menembak.


"Hallo,, Jonh.. kamu cari Casavaa dan bunuh dia, aku menginginkan mayatnya ada dihadapanku. Aku akan segera kesana." Key menghubungi seseorang yang dia percaya


Key langsung ke tempat yang dia tuju, tidak lama kemudian dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan. Key berubah menjadi kejam dan Berlin tidak suka sikap Key saat ini. Hanya karena Berlin dia menghalalkan segala cara.


Setelah dua minggu kepergiannya, Key kembali. Tampak dengan senyuman manis diwajahnya dan seakan dia tak berdosa.


"Berlin.. kamu belum tidur sayang???" Tanya Key


"mmmmm" Ucap Berlin


"Kenapa, kamu marah sama aku??" Tanya Key

__ADS_1


"Nggak.. aku lagi malas saja!" Ucap Berlin cemberut


"Iya maafin aku, tapi kan aku sudah kirim pesan, kalau aku ada urusan ke luar negeri." Ucap Key


"Bukan gitu maksud aku," Ucap Berlin


"Aku kangen sama kamu, tapi kamu malah gini." Ucap Key


"Aku mau bobo." Ucap Berlin dengan kesal


"Hemmss ok.. kamu bobo, aku temani disini." Ucap Key


"Aku mau sendiri," Ucap Berlin


"Baik.. kalau gitu aku akan keluar." Ucap Key


Setelah dia keluar aku menangis, aku rindu tapi aku nggak siap mengatakan kalau aku sudah tahu tentang diriku. Aku tidak berani terlalu jauh lagi. Aku merasa sesak dengan keadaan ini.


Tapi Key kembali ke kamarku, aku menutup wajahku dengan selimut. Aku tidak ingin Key tahu kalau aku menangis.


"Berlin... buka selimutnya.. Berlin.. aku tahu kamu belum tidur." Ucap Key


"Ada apa??" Tanya Berlin


"Iya.. kenapa, ada yang salah??" Tanya Berlin


"Kamu baca buku harianku???" Key tanya lagi


Kenapa Key bisa tahu aku membuka itu, apakah dia hanya curiga padaku. Padahal dirumah ini ada yang lain, kenapa dia bisa tahu itu aku.


"Iya.." Ucap Berlin


"Kamu baca semuanya??" Tanya Key


"Emmm.. aku baca depan." Ucap Berlin


"Kamu marah sama aku??" Tanya Key sedih


"Nggak." Ucap Berlin


"Berlin... sayang.. maafin aku... aku nggak bermaksud seperti itu." Ucap Key

__ADS_1


"Tapi aku... aku...... aku.... sudah..... "


Sampai disitu aku tidak kuat menahan tangisanku, aku tidak tahu apa saja yang sudah terjadi padaku. Duniaku sudah hancur dan aku tidak berdaya. Aku bingung harus memulai dengan cara apa, seolah tidak ada lagi kehidupan untuk aku.


"Sayang.... aku tidak peduli dengan semua itu., dan aku juga melakukan kesalahan. Apapun keadaan kamu, saat ini terpenting kamu semangat lagi, kamu harus bisa melalui ini semua. Aku akan menjaga kamu, aku mencintaimu." Key dengan sedih dan airmata tak tertahan


"Mmmmm...... Iya..." Ucap Berlin masih menangis


"Sayang, aku punya rahasia dan kamu harus tahu ini, saat ini cuma kita saja yang tahu hal ini. Kamu mau membantu aku??" Tanya Key


"Tentang apa??" Tanya Berlin


"Aku janji kita harus saling terbuka dan kita saling berbagi perasaan kita. Karena aku tidak ingin lagi ada kebohongan." Ucap Key dengan perasaan


"Iya.. akupun juga." Ucap Berlin


"Casavaa sudah meninggal seminggu lalu, dia yang menyuruh orang waktu itu, dan dia telah menembak Ayah kamu, yang tadinya dia ingin membunuhmu." Ucap Key


"Casavaa sodara Cassandra...??" Tanya Berlin


"Iya.. waktu aku sudah menceritakan semuanya tapi tidak tentang kejadian di Inggris. Dia dalangnya bukan Nettly, kalau disini benar Nettly tapi yang di Inggris waktu itu Casavaa. Setelah keluar dari penjara dia ingin membunuhmu, tapi Ayah kamu yang tertembak." Ucap Key


"Jadi kamu membunuh Casavaa?? Kak..." Tanya Berlin dengan rapuh


"Bukan seperti itu sayang.. aku mohon kamu tenang, demi kamu sayang. Dan ada satu lagi, waktu itu Cassandra menjebak aku, dan saat ini dia Hamil anak aku." Ucap Key


"Kakak... kamu... kamu tega.. kamu tidak berperasaan!!!" Ucap Berlin dengan kesal


"Sayang dengerin aku, dengerin aku... kali ini saja.. aku mohon.. !!! Waktu itu aku nggak sadar, dia memberi aku obat. Sekarang Cassandra sakit, hidupnya tak akan lama lagi, dia menginginkan anak itu lahir.. aku mohon Berlin. Cuma kamu yang saat ini bisa membantu aku." Ucap Key


"Baik.. kamu harus bertanggungjawab Kakak." Ucap Berlin


"Aku nggak bisa sayang, aku nggak bisa." Ucap Key


"Baik... kalau begitu aku mau bertemu dia, kamu jahat Kak.. aku nggak suka Kakak berubah kejam!!!" Pinta Berlin


"Ok.. aku akan ajak kamu bertemu dia, tapi nanti setelah dia melahirkan anaknya. Aku tidak ingin kesana lagi, ada yang mengurus dia. Aku sudah janji memberi kesempatan dia hidup." Ucap Key


"Aku kecewa sama kakak, kakak jahat!!" Ucap Berlin dengan rasa kecewa


Aku menangis dipelukan Key, tapi aku merasa nyaman, karena sudah tidak ada lagi kebohongan diantara kita. Semoga Cassandra sehat dengan bayinya.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2