Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Terbukanya Kotak Itu


__ADS_3

Senja semakin menghilang menjelang malam. Dibalik jendela aku memandang jauh kesana.


Satu minggu sudah setelah aku kembali ke rumah. Aku sedang berusaha mengeluarkan suaraku.


Aku mencoba kembali membuka kotak biru itu.


Kotak berwarna biru dengan lapisan bludru. Pernah mencoba membuka dengan kata sandi dari tanggal lahir ibuku tidak bisa, dengan tanggal lahirku, tanggal lahir ayahku, ulang tahun pernikahan ayah ibu juga tidak terbuka. Aku sudah pernah mencoba dengan cara lain tetap susah dibuka. Apakah begitu rahasia, tapi kenapa ibuku dulu membawakan ini sebelum kepergiannya.


Aku harus membukanya, agar aku tahu apa isi kotak ini sepertinya sangat rahasia. Setelah aku coba dengan mengacak angka akhirnya terbuka. Iya tanggal itu, tanggal dimana aku dibawa Ibuku ke Inggris, lalu kotak itu diberikan padaku, agar selalu membawanya. Setelah itu ibuku kembali ke kota asalku dan ibuku meninggal dalam kecelakaan mobil.


Aku buka perlahan, aku membuka ada sebuah buku harian, ada sebuah kalung, beberapa foto, dan sebuah kalung dengan liontin berbentuk kunci. Aku membuka perlahan buku harian ibuku. didalamnya ada sebuah surat. Aku baca perlahan surat itu. Ternyata sebelum ibuku membawa aku pergi. Ibuku dan ayahku sudah bercerai karena ayahku tahu bahwa aku bukan putrinya. Melainkan aku adalah putri Paman Henry. Dan ibu kandungku adalah Ayolla. Aku jadi teringat waktu di sekolah kenapa dulu orang tua Edward bercerai. Aku pernah mendengar bahwa papa Edward memiliki anak lain. Berarti anak lain Paman Henry adalah aku.


Ayolla pergi dari rumah ketika dia hamil dan anak dari ayah ibuku ternyata meninggal ketika dilahirkan. Saat itu ayahku tidak tahu kalau Paman Henry memberinya seorang putri yang harus ibuku jaga. Seketika ibuku juga bingung, dia ingin sekali bertemu kakak kembarannya. tapi hanya seorang putri yang dia titipkan.

__ADS_1


Tapi kenapa aku tidak tahu. Bahwa ibuku memiliki kembaran. Didalam surat itu ada sebuah foto dan aku lihat benar mereka berdua kembar ada foto kakek dan nenek juga. Dibalik itu ada namanya Ayolla dan Ayunna. Iya kenapa aku tidak berfikir. Setelah beberapa bulan dengan tante Ayolla, tidak berfikir dengan nama yang hampir sama.


Kakekku adalah Presdir Meghan Grup. Seluruh asetnya dia tujukan untuk kedua anak kembarnya. Tapi kakek sudah ada keluarga baru seperti tante salsa walaupun bukan anak kandung kakek. Bagaimana aku bisa ke Meghan. Apakah ini rencana Paman Henry, sampai sekarang tante Ayolla tidak keluar dari rumah. Jadi sebenarnya bukan masalah Meghan, tapi kenapa aku yang diperlakukan seperti itu. Apa karena memancing ibuku kandungku untuk keluar dari tempat persembunyian.


Airmataku tumpah tak terkendali,, rasa serak ditenggorokan. Waktu saat kejadian aku tahan tangisanku dan sekarang aku menangis histeris. Key masuk ke Kamarku dan memenangkan aku. Tapi key belum tahu apa yang terjadi. Setelah itu tante Ayolla juga masuk ke kamarku.


Kenapa ini harus terjadi padaku. Aku menangis dan tante Ayolla melihat foto itu dia berlinang air mata, aku masih bingung dengan semua ini. Key akhirnya mengetahui setelah membaca surat itu. Dia tampak begitu kaget.


"Ma... Maaammmaaa..." Ucap Berlin


Tante Ayolla langsung memelukku dan menangis.


Inilah keluargaku, ternyata aku memiliki keluarga didekatku. Aku tidak peduli Meghan Grup asalkan masih ada seorang Ibu didekatku.

__ADS_1


"Iya sayang.. ini Mama..ini Mama sayang" Ucap Ayolla


"Ma..mama..... " Suara Berlin sudah sesak


Air mataku tak terbendung dari syok dan berusaha mencerna semua isi surat itu. Tapi aku juga ingin ibuku. Ayunna Ibuku.. dan Ayolla Ibu kandungku.


"Maafin Mama sayang... Maafin Mama" Suara Ayolla lembut dan tangisannya tak terhenti


Aku tidak ingin lagi jauh dari Ibuku. Aku ingin selalu dekat dengan ibuku. Walaupun rasa begitu cepat untuk memanggilnya mama. Tapi aku membutuhkan kehangatan pelukan seorang Ibu.


Mungkin masih ada hal yang lain yang belum aku ketahui. Aku belum membaca buku harian itu. Aku juga merindukanmu Ibu, karena yang aku tahu kaulah Ibuku, ibu Ayunna... Ibu yang membesarkan aku... Ibu aku rindu... Ibu aku sangat merindukanmu.


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2