Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Keluarga Baruku


__ADS_3

Malam ini menjadi kelabu dimana aku masih berfikir apakah semua hanya mimpi. Aku masih bingung, tapi aku juga bahagia.


"Berlin sayang, kamu sudah bicara lagi. Key barusan telfon." Suara Henry dan mendekati Berlin


"Papa.. Papa" Ucap Berlin dengan rasa haru


"Iya sayang.. ini Papa.. Maafin Papa.. Maafin Papa.. Berlin kamu baik-baik saja sayang??" Henry memeluknya


"Berlin takut Papa.. Berlin takut Tante Nettly." Ucap Berlin


"Nettly, apa yang dia lakukan padamu??" Tanya Henry


"Waktu itu Tante Nettly yang menculik Berlin, Papa." Ucap Berlin menatap Henry


"Nettly yang menculik kamu sayang??!! Bukan suruhan Salsa??" Tanya Henry dan terluka


"Tante Nettly Papa. Dia juga mengatakan kalau Berlin udah 3x dicelakainya. Waktu di pesta itu dia sudah tahu kalau Alice itu Berlin Papa. Dia hanya berpura-pura, padah dia sudah mencari tahu tentang Alice,... Dia yang jahat sama Berlin Papa. Berlin takut... Kata Tante Nettly Ayah juga tidak peduli Berlin.. Dia bilang Ayah menginginkan kematian Berlin Papa.. Berlin takut" Ucap Berlin


"Sudah.. kamu tenang.. ada Papa.. Papa akan selalu jagain kamu, ada Ayolla dan Key yang akan menjaga kamu." Kata Henry dengan lembut


"Apa Key tahu Papa?? Pasti dia marah sama Berlin. Waktu itu Berlin sudah berbohong. Padahal Berlin datang karena sebuah surat. Awalnya Berlin berfikir Paman Henry yang jahat. Makanya Berlin ikuti tulisan itu. Tapi ternyata Berlin dijebak Tante Nettly, Berlin di bawa ke gudang tua. Banyak yang memukul Berlin waktu itu, sampai Berlin tidak bisa bersuara." Ucap Berlin


"Papa Berlin takut.. Berlin takut keluar rumah. Berlin mau disini. Berlin nggak mau ketemu Tante Nettly lagi Papa." Ucap Berlin


"Sekarang ada Papa.. kamu nggak usah takut ya sayang.. Kamu baik-baik disini, semua yang disini menyayangi kamu Berlin." Ucap Henry dengan rasa sayang


Saat itu aku memeluknya dengan erat. Waktu aku menceritakan kejadian itu, aku jadi teringat lagi kejadian itu. Sampai badanku tiba-tiba lemas dan tertidur. Setelah bangun dari tidurku ada Key disebelahku, dia sedang membaca buku harian Ibuku.

__ADS_1


"Berlin, kamu sudah bangun??" Tanya Key


"Kamu disini." Ucap Berlin


"Iya... sudah kewajiban aku untuk menjagamu." Ucap Key dengan tersenyum


"Kamu marah sama aku?? Tanya Berlin


"Nggak.. Aku yang lalai jagain kamu. Aku yang bersalah atas kejadian itu. Maafin aku, aku salah." Ucap Key


"Aku kira kamu marah setelah tahu aku berbohong." Ucap Berlin


"Sudah tugas aku buat jagain kamu, mau kamu berbohong atau tidak. Aku yang sudah lalai dalam menjalankan tugas." Ucap Key dengan tulus


"Iya.. waktu itu aku berharap kamu datang." Ucap Berlin


"Key... Apa kamu masih mau jagain aku??" Tanya Berlin


"Tentu saja aku akan menjaga kamu." Ucap Key


"Key.. kamu mau jadi kakakku??." Tanya Berlin


"Nggak bisa.. Aku cuma bertugas." Ucap Key


"Aku akan bilang Papa nanti, kalau aku mau kamu jadi anak angkat Papa." Ucap Berlin


"Tapi aku punya orang tua dan saudara." Ucap Key

__ADS_1


Padahal aku ingin punya kakak seperti dia. Bukan kakak seperti Edward. Mungkin aku terlalu nyaman selama Key menjaga aku. Disaat aku tidak bisa bicara tapi dia tetap menceritakan hari-harinya ketika bersamaku. Dia menggoda aku kapan belanja bareng lagi. Muter 5 jam juga nggak apa-apa, asalkan aku bisa bangkit lagi.Tanpa kata duniaku terasa mati. Walaupun aku bisa menulis tentang kejadian itu. Tapi aku tidak mau ingat kejadian itu, kejadian yang membuat aku trauma dan kehilangan suaraku.


Kita sedang makan diruang makan. Sekarang aku memiliki keluarga yang utuh, ada Papa Mama dan Kakak. Ntah apa yang aku pikirkan, tapi aku suka.


"Sayang, makan yang banyak ya. Biar kamu cepat pulih dan sehat." Pinta Ayolla


"Iya Mama." Ucap Berlin


"Iyaa.... kamu harus makan yang banyak, biar kita bisa jalan ke Mall." Ucap Key


"Ok Kakak"Jawab Berlin


"Kakak?? sayang..kamu pangil Key, Kakak,??"


Papa Henry bingung dengan kata-kataku


"Iya.. Kakak.." Ucap Berlin


"Tapi kan aku nggak setuju jadi kakak kamu!"


dengan tegas Key menolak panggilan sayangku.


".. Aaaaa.... Kakak gitu!." Ucap Berlin


Malam yang awalnya kelabu, tapi berakhir bahagia. Mereka yang membuat malam ini jadi menyenangkan. Aku memiliki keluarga yang menyangiku. Kita tertawa dan bercanda bersama. Aku harap keharmonisan ini akan selalu ada.


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2