
Semua terasa nyata bagiku. Bukannya aku tadi di Villa, lalu setelah aku terbangun dari tidurku. Kenapa aku di kamarku, aku liat jam dihandphone dan melihat panggilan terakhir, dan tidak ada panggilan apapun.
Apakah aku bermimpi??? Nenek?? bertemu nenek didalam mimpi?? tidak.. tidak mungkin aku hanya bermimpi, dan Key.
Setelah lama aku berfikir, aku sedang membaca buku harian ibuku, sampai aku tertidur, lalu aku melihat ada bekas tetesan air mataku dikertas itu.
Dan yang membuat aku terbelenggu adalah Puisi Jingga, itu bagian puisi karya Ibuku, diberikan untukku sebelum berpisah, tapi kenapa Key tahu tentang itu. Apa Key sudah membaca semuanya??Apakah ibuku masih hidup?? Lalu dimana ibuku?? Ibu yang merawat dan membesarkan aku dengan penuh cinta. Mungkin ibuku menulis itu agar kita bertemu kembali, tapi takdir berkata lain. Karena Ibu memang sudah meninggal dalam kecelakaan.
"Papa,, Papa sudah pulang." Ucap Berlin
"Iya sayang.. Papa sudah pulang, tadi papa melihat kamu tidur, jadi papa tidak membangunkanmu." Ucap Henry mengelus rambut Berlin
"Iya papa, tadi Berlin bermimpi pergi jauh." Ucap Berlin
"Kamu bermimpi, sayang??" Tanya Henry
"Iya papa.. Berlin bermimpi kesebuah Villa dan bertemu nenek" Jawab Berlin
"Iya kamu pasti rindu dengan Ibumu, kamu tadi tidur memegang buku Ibumu" Ucap Henry
"Iya papa.. Berlin seperti tadi terbawa suasana cerita Ibu. Jadi bermimpi ke Villa. Oo iya papa.. memang dulu Mama Ayolla model di perusahaan papa??" Tanya Berlin
"Iya.... Ayolla dulu model di Perusahaan Kakek kamu, dan kebetulan Papa kerja disitu. Papa mengenal Ayunna lebih dulu, dia sahabat papa dari kecil. Karena Ayolla tinggal dengan nenek kamu. Kakek nenek kamu dulu tidak bercerai tapi mereka berpisah tempat, berkunjung hanya sebulan sekali. Ntah kenapa dulu bisa dekat dengan Ayolla.. papa juga tidak mengerti. Saat itu Ayolla paling cantik diantara semua model disana, kalau Ibumu sangat polos beda dengan Ayolla, makanya waktu kamu sakit kamu hanya mengenal Ibu. Tapi sekarang coba liat penampilan Mama kamu, kembali seperti dulu setelah di Meghan. Tapi Ayolla sangat menyayangi kamu. Dia memperhatikan kamu dari bayi sampai sekarang. Tapi dia tidak didekat kamu, melalui cerita buku ini Ayunna dan Ayolla mengenal anaknya, setiap hari Ibumu menulis tentangmu dan diberikan ke Papa, kemudian Papa mengirim surat untuk Ayolla. Dua wanita kembar yang menyayangimu. Mereka selalu berusaha dan bahkan berganti tempat saat mengajak kamu berlibur. Tapi kamu tidak tahu. Itulah kenapa, ada buku harian ibumu." Jawab Henry menjelaskan semuanya
"Jadi Papa sudah membaca semuanya??" Tanya Berlin
"Iya.. papa sudah baca semuanya kecuali selama di Inggris, papa tidak tahu. Karena Ayolla yang tahu." Ucap Henry
__ADS_1
"Emmmss Iya.. Berlin mengerti." Ucap Berlin
Jadi benar dimimpi Berlin. Siapa yang sudah membaca ini pasti tahu tentang Berlin. Seperti Papa dan Mama Ayolla
"Kalau soal Key??? Apa dia tahu semua yang ada di buku ini?? lalu kata sandi kotak itu siapa yang membuat Pa?? apakah Key??" Tanya Berlin
"Papa nggak tahu sayang, sudah ya jangan banyak berfikir dulu, Papa mau telfon Edward." Ucap Henry
Gimana Edward sekarang, aku sampai lupa tentang dia. Aku khawatir tentang dia.
"Papa.. katanya Edward mau kesini kenapa belum datang juga??" Tanya Berlin
"Tadi bilang sudah jalan sayang, dia juga khawatir sama kamu. Tadi dia kesini liat kamu tidur dia pulang." Jawab Henry
"Mmmm jadi tadi disini.. kenapa nggak bangunin Berlin, malah pulang." Ucap Berlin
"Berarti tadi Berlin tidurnya lama dong Pa, soalnya pagi tadi Papa berangkat. Berlin di kamar terus nggak keluar kamar. Makanya Berlin kira, beneran di Villa nenek. Nggak tahunya cuma mimpi." Ucap Berlin dengan kebingungan
"Iya karena kamu terbawa suasana dalam buku harian Ibumu. Lalu kamu ingat masa kecilmu sampai kamu tertidur." Ucap Henry
"Iya bisa jadi Papa....."... ...Edward.. kamu datang juga udah ditungguin.. kakak lapar ini," Ucap Berlin
"Kakak Baik-baik saja??" Tanya Edward
"Mmmmm.. tanpa kakak suruh, sekarang kamu panggil kakak, baguslah.. Kakak Baik-baik saja.. Ayo makan kakak lama nungguin kamu." Ucap Berlin
"Iya.. Papa juga mau makan!! nungguin pemuda tampan datang, kita sampai kelaperan." Ucap Henry tersenyum bahagia
__ADS_1
"Kalian gitu sama Edward.. Papa juga.. iya iya.. ayo makan.. nggak usah nungguin juga kan bisa." Ucap Edward
"Iya.. tapi makanan dimeja ini, semua makanan kesukaan kamu.. nanti kamu binggung lagi, aah... udah dihabisin kakak." Ucap Berlin dengan menggoda Edward
"Iya.. itu ada sambal, kesukaan siapa hayoo???" Ledek Edward dengan tersenyum
"Kesukaan kakak dong.." Ucap Berlin
"Naah... kalau pada akur begini. Papa suka, jadi Papa nggak perlu khawatir lagi, Papa nggak usah lagi nyari mobilnya........!!!" Ucap Henry bahagia
"Mobil?? owwh... Edward minta Mobil....??" Tanya Berlin
"Iihmmm iyakan, Papa sendiri yang mau beliin, bukan Edward yang minta." Ucap Edward
"Edward, harusnya kamu sekalian minta sama Papa Lamborghini yang terbaru.. kakak dukung!!" Ucap Berlin
"Boleh juga ide kakak... iya ntar bisa pergi jalan sama kakak" Ucap Edward tertawa
"Sekarang kalian mau ngerjain Papa ya, ok kalau itu mau kalian...besok kita bertiga Pergi ke showroom!!!" Ucap Henry
"Yeeess!! Thank You sister. ....." Ucap Edward
Rasa ini membuat aku mengerti, bahwa kita ditakdirkan bersama, suka, duka, cinta, keikhlasan dan ketulusan... Kakak sayang kamu Edward. Terima Kasih Papa sudah mempersatukan kita.
terkadang kita tidak tahu, siapa yang paling dekat dengan kita, saat kita tertidur.
Berlin Arora
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻