Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Sayang Papa


__ADS_3

Satu tahun berlalu setelah Mama Ayolla di Meghan Group. Aku ke kantor Mama, karena semakin hari Mama dan Papa semakin sibuk dengan pekerjaan.


Hari ini hari yang spesial, karena hari ini ulang tahunku, tapi tidak ada satupun dari mereka yang memberi ucapan ulang tahun. Memang mereka memberi apapun yang aku minta. Tapi waktu mereka sekarang hanya untuk bekerja.


Usia 22 tahun bukan hal yang biasa, banyak yang bilang setelah dewasa tidak perlu ada perayaan atau ucapan selamat ulang tahun. Tetap saja aku seorang anak, yang ingin diberi ucapan selamat atas kelahiranku.


"Mama... mama sibuk apa sih?? aku kesini itu kangen sama mama. Kenapa semua orang hari ini begitu sibuk." Tanya Berlin


"Sebentar sayang, ini masalah penting. Kamu bukan anak-anak lagi Berlin. Kamu kan bisa pergi dengan teman-teman kamu." Ucap Ayolla


"Iya kenapa semua orang begitu sibuk, hari ini..." Ucap Berlin


"Memangnya kenapa dengan hari ini sayang??" Tanya Ayolla


"Maa


...


...


... sudahlah nggak penting... Berlin pergi dulu." Ucap Berlin


"Hati-hati sayang,.. mmmuaaach" Ucap Ayolla


Kenapa mama cuma gitu saja, setidaknya tahun lalu aku masih bisa merayakan dengan Mama, Papa, ada Key juga tapi sekarang.


[membicarakan Key..


dia sudah tidak pernah menghubung aku.


****aku akan kerumah.


****pasti aku kerumah.


sampai detik ini.


tidak ada tanda tanda itu.]


Malas juga ingat tentang dia.


Coba ke ruangan Papa. Apakah juga sama seperti mama,

__ADS_1


"Siang Papa.... " Sapa Berlin


"Siang cantiknya Papa." Ucap Henry


"Papa sibuk??" Tanya Berlin


"Papa mau ada meeting sayang." Ucap Henry


"Papa sama Mama sekarang berubah" Ucap Berlin dengan kesal


"Kenapa kamu ngomong gitu sayang??" Tanya Henry dengan khawatir


"Berlin nggak suka.. makanya dulu ........sudah Berlin pergi dulu" Ucap Berlin


"Sayang, kamu marah sama Papa??" Tanya Henry


"Bukan marah tapi sebal.. akhir-akhir ini kalian sibuk, Berlin nggak suka" Jawab Berlin


"Ok.. kalau gitu Papa batalin Meeting.. terus kita jalan-jalan." Ucap Henry


"Beneran Pa?? Papa mau jalan sama Berlin??eeeooeaaaa mmmmm Papa emang terbaik. Kalau gitu ayo Berlin mau jalan sama Papa, berdua aja. Mama sibuk." Berlin dengan wajah ceria


"Ayo sayang.. kita jalan-jalan" Ajak Henry


Papa memang Papa terbaik. Walaupun aku baru mengenalnya tapi aku nyaman.


"Papa.... kita mau jalan kemana??" Tanya Berlin


"Ke kebun binatang" Jawab Henry


"Ok Papa.. Let's Go!!! Ucap Berlin dengan bersemangat


Sungguh menyenangkan bisa jalan berdua dengan Papa... eeeitt... Papa usianya belum genap 50 tahun. jadi kalau jalan dengan Papa, orang selalu melihatku dengan tatapan aneh. Aku jadi ingat hal dulu, ketika Ibu menitipkan aku pada Paman Henry. Hampir saja aku lupa, aku pernah ketakutan dan sampai mengompol diatas gendongannya, waktu itu usiaku 5 tahun dan aku takut kalau ada petir. Terkadang Paman Henry menyuapi aku disaat Ibu sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dan ternyata yang sering aku sebut Paman adalah Orang tua kandungku.


"Papa ingat nggak dulu waktu di Meghan Papa nyuapin Berlin?? terus pernah ngompol di kemeja Papa." Tanya Berlin


"Papa selalu mengingat itu sayang, dan sampai sekarang Papa tidak jauh dari kamu. Papa selalu ada didekat kamu." Ucap Henry


"Kenapa Papa sama Mama nggak menikah??" Tanya Berlin yang penasaran


"Banyak hal yang belum kamu mengerti sayang." Ucap Henry dengan menatap Berlin

__ADS_1


"Kan Papa sudah lama berpisah dari Mama Edward, terus sampai sekarang Mama juga masih sendiri." Ucap Berlin dengan berharap


"Mama kamu sudah menikah." Ucap Henry


"Tapi Berlin nggak dikasih tahu Mama, terus suami Mama???" Tanya Berlin


"Soal itu kamu tanya Ayolla sendiri." Jawab Henry


"Iya Papa... maafin Berlin kalau ikut campur urusan Papa sama Mama." Ucap Berlin


"Papa tahu apa yang kamu pikirkan sayang. Kamu sekarang sudah dewasa. Tapi kita tidak akan jauh dari kamu sayang." Ucap Henry


"Berlin sayang sama Papa." Ucap Berlin


"Papa sangat sayang Berlin." Ucap Henry


Dari siang kita berjalan di taman satwa. Papa lebih suka melihat harimau, kita santai berjalan melihat satwa-satwa. Kita juga tidak lupa berselfie, dan Berlin langsung update status. caption *Hari Yang Indah Bersama Papa, Happy Birthday To Me,,*


"Papa.. ingat nggak ini hari apa??" Tanya Berlin


"Ini hari kamis." Jawab Henry


"Bukan itu maksud Berlin... ya sudah kalau Papa lupa." Ucap Berlin


Tiba-tiba Papa jadi romantis...


"Happy Birthday To You,, Berlin selamat ulang tahun, Papa selalu ada untuk Berlin, Papa akan menjaga Berlin, sampai saatnya Berlin benar-benar bahagia." Ucap Henry


"Papa,, peluk... Berlin jadi terharu, mau nangis ini." Ucap Berlin


"Papa ingat sayang... tadinya nanti malam kita makan bersama di Hotel dengan yang lainnya. Tapi kamu merengek terus." Ucap Henry


"iiiih.... Papa.. Berlin sayang Papa.. makasih Papa." Ucap Berlin


"Kamu suka??" Tanya Henry


"Iya suka.. sangat suka hadiah dari Papa." Jawab Berlin


Papa memberi Berlin sebuah kalung berlian ada aksen klasik dengan liontin hati berwarna biru laut. Terkadang sebuah rasa itu tidak hanya dari kekasih. Bagi anak perempuan cinta pertamanya adalah Papa. Papa hadir disaat waktu yang tepat.


Mungkin orang lain akan berfikir Papa kandungku membuangku. Mereka salah!! Papa selalu menjadi bayanganku yang tak pernah menghilang, walaupun tidak tampak dalam kegelapan.

__ADS_1


Terima kasih Papa, Berlin cukup bahagia dengan semua ini. Walaupun kita bukan keluarga yang utuh tapi Berlin tahu, Papa sayang sama Berlin.


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2