Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Aku Panggil Dia Om


__ADS_3

Aku yakin.... aku tidak sedang memikirkan Key. Terlepas dari semua itu, tetap saja aku rindu dia. Kakak kemana kamu pergi??? apakah kamu benar-benar sudah menikah?????


"Aaaaaa..... Mama.... Ma...." Suara Krystal memanggil Ayolla


Belum sampai aku melanjutkan ada pria tampan kerumah. Dia berwibawa, memakai jas abu-abu dengan wajah yang begitu bersih, berkacamata tapi ..tapi ... terlihat sangat tampan. Masih muda juga, sepertinya belum ada 40 Tahun.


"Berlin.. kamu sudah turun.. baru saja Mama mau panggil kamu sayang" Ucap Ayolla seraya mendekati Berlin


Ntah kenapa aku terpesona melihat dia, begitu cerah... aku pun tersenyum melihatnya.


"Haii... Saya Fabian Martin" Sapa Fabian


"Haiii... Berlin Arora" Belin kembali menyapa


Tiba-tiba suaraku menjadi lembut dan Mama tersenyum melihat tingkahku.


"Ternyata, Putri kita sangat manis" Ucap Fabian dengan tersenyum


Apa yang dia katakan Putri.. aku Putrinya...


"Berlin sayang, waktu itu kamu bilang ingin bertemu suami Mama" Ucap Ayolla


Suami Mama??? pikiranku masih melayang jauh karena pria yang ada dihadapanku.. ooh... iya.. Papa baruku!!! Yang boleh dipanggil Ayah, Papa atau Om. Jadi dia orangnya.. Kenapa muda sekali.


"Iya Mama.. jadi diaaa.... " Suara Berlin


Aku masih membeku, kerena dia menatapku terus. Aku bingung harus bagaimana.


"Iya Berlin.. Ayo sapa Papa kamu" Ucap Ayolla


"Om Fabian. haiii... apa kabar?? Tanya Berlin


"Ommm??" Suara Fabian yang bingung


Sepertinya Om Fabian bingung, habisnya ada ayah, papa, Mama ayolla bawa Papa baru buat Berlin.


"Baik,, kalau kamu memanggil saya Om.. Om suka" Ucap Fabian dengan santai


"Habisnya Mama kasih pilihan bebas buat Berlin panggil" Ucap Berlin

__ADS_1


Rasanya... kenapa aku jadi manis dan manja begini.


Sadar Berlin.. dia Papa tiri kamu.


"Berlin sayang.. ya waktu itu kan Mama bilang kamu, mau Panggil gimana, jadi kamu lebih pilih panggil Om Fabian??" Tanya Ayolla


"Iya Mama... Berlin kan ada Ayah, Papa sama sekarang Om Fabian" Ucap Berlin


Kalau aku bilang.... habisnya Papa baru Berlin masih sangat muda. Apa yang mereka pikirkan tentang Berlin.


"Iya..baik.. Om Fabian dengan senang hati memiliki putri yang cantik ini!!" Seru Fabian


"Om Fabian bisa saja, Berlin kan jadi malu Om" Ucap Berlin tersipu malu


"Berlin sayang, ayo duduk sini. Ngobrol sama kita. Ajak Ayolla


kita duduk bertiga diruang keluarga,


"Mulai malam ini Om Fabian tinggal disini, tadinya Om Fabian sama Mama tinggal di Amerika. Semenjak ,, waktu itu Mama langsung pulang duluan, tapi Om Fabian masih disana karena pekerjaannya. Kamu nggak keberatan kalau Om Fabian tinggal sama kita??" Tanya Ayolla


"Terserah Mama sama Om Fabian gimana. Lagian Berlin sering menginap dirumah Papa. Jadi Berlin tidak masalah kalau Om Fabian tinggal disini." Ucap Berlin


"Tadi kamu panggil Mama, mau ngomong apa sayang??" Tanya Ayolla


"Soal pekerjaan, Berlin bingung mau kerja apa." Ucap Berlin yang masih menatap Ayolla dan Fabian


"Kamu kan bisa ke Meghan sayang, kenapa bingung. Kamu juga tidak kerja juga nggak apa-apa. Mama kan udah kerja buat Berlin." Ucap Ayolla


"Iya .....habis tadi jalan-jalan di luar, Berlin jadi tahu kenapa Mama sibuk, Mama kerja keras buat kemajuan perusahaan. Walaupun kita posisi diatas. Tetap saja Mama dikantor sibuk kerja, bukan duduk manis saja." Ucap Ayolla


"Gimana, kalau Berlin bantuin Om, kita perusahaan baru, kalau Berlin mau belajar, tidak masalah." Ucap Fabian


"Om Fabian serius??" Tanya Berlin


"Tapi Mama kamu sepertinya keberatan" Ucap Fabian meliat ke arah Ayolla


"Bukannya gitu sayang, aku disini kerja keras buat dia. kamu kan tahu masalah yang kita hadapi. sampai sekarang dia kemana-mana masih dikawal." Ucap Ayolla


"Iya aku tahu.. tapi sepertinya Berlin ingin punya pengalaman. Tidak salahnya kalau dicoba" Ucap Fabian

__ADS_1


"Tetap Mama tidak setuju" Ucap Ayolla


"Iya Mama.. setelah lulus kuliah Berlin bingung mau ngapain." Ucap Berlin


"Menurut Om Fabian, Berlin ambil S2 dulu." Ucap Fabian menyapa Berlin


"Iya kalau kuliah lagi Mama suka, tapi kalau kerja. Kalau Henry tahu juga.... " Ucap Ayolla dengan tersenyum


"Ya udah.. nggak usah bilang Papa.. habisnya Berlin bosan aja di rumah. Andai Kakak disini, jadi kangen sama dia" Ucap Berlin


.


.


"Kakak??? " Tanya Fabian


Om Fabian masih bingung, kalau aku punya kakak angkat tanpa tertulis soalnya cuma aku yang setuju Key jadi Kakak Berlin.


"Itu sayang yang dulu tinggal disini, Key." Ucap Ayolla


"Owh.. iya dulu kamu pernah cerita tentang dia" Ucap Fabian


Setelah dipikirkan bener juga aku mending S2 aja dari pada bosan.


"Om Fabian kantornya dimana?? Boleh Berlin ikut??" Tanya Berlin dengan manis


"Kantor di MM, kamu boleh ikut Om, besok juga boleh." Ucap Fabian


"Iya.. nanti kalau di Kantor Om Fabian, jangan ngrecokin Karyawan disana. Kamu kadang kebiasaan, tiba-tiba masuk ke ruang karyawan." Ucap Ayolla


"Siap Mama.. Mama tenang saja.. lagian nggak mungkin Berlin bikin Om Fabian malu." Ucap Berlin


"Dikantor Om juga masih sepi, tidak seperti di Meghan Group kantor Berlin." Ucap Fabian


"Om Fabian bisa saja." Suara Berlin sangat manis


Ntah kenapa aku bisa manis didepannya,


Selamat datang Om Fabian, inilah dunia Berlin. Semoga Om Fabian betah di rumah Berlin, dan Om bahagia tinggal disini menjadi satu keluarga.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2