Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Key Meninggalkan Aku


__ADS_3

Akhirnya mama Ayolla menduduki kursi utama Meghan Group sebagai Presdir. Aku seharusnya bahagia, karena mamaku pemimpin Meghan Group bukan wanita jahat itu. Tapi aku harus kehilangan Key, dia akan pergi meninggalkan rumahku. Aku menyayanginya seperti kakakku sendiri. Saat ini aku galau, gelisah dan terluka.


"Kakak serius mau ninggalin Berlin??" Tanya Berlin


"Tugas Key buat jagain kamu sudah selesai, tapi kita pasti bertemu lagi. Aku masih ada di kota ini. Kamu bisa mencariku." Jawab Key dan menatapnya


"Tapi di rumah ini, aku akan kesepian. Terus yang mengantar aku ke kampus siapa??" Rayu Berlin dengan rasa kecewa


"Mulai dari kemarin kamu sudah dianterin Tante Ayolla. Jadi kamu tidak akan butuh aku." Ucap Key


"Terus kalau aku terluka lagi gimana?? Waktu itu kakak pernah janji untuk menjaga keamanan aku." Ucap Berlin


"Gadis Manis........ kamu sekarang banyak yang jagain, itu bodyguard kamu banyak banget!" Ucap Key


"Tapi aku maunya kakak." Ucap Berlin


"Key ada tugas baru. Jadi aku mohon sama kamu, kamu jaga diri kamu Baik-baik, nurut sama Tante Ayolla dan Paman Henry. Nanti kalau aku ada waktu pasti aku datang ke rumah ini." Ucap Key


"Terus tugas kamu kemana?? Jagain gadis lain??" Tanya Berlin dengan perasaan


"Kenapa?? kok ngomongnya gitu??" Tanya Key balik dengan perasaan bingung


"Aku nggak suka,. Kakak harusnya cuma jagain aku." Ucap Berlin kecewa


"Iya.. aku jagain perempuan. karena ini memang kewajibanku sebagai laki-laki." Ucap Key

__ADS_1


"Kakak mau menikah???" Tanya Berlin


"Salah satunya." Jawab Key


"Kalau begitu, aku menyerah. Walaupun aku nggak suka, untuk kebahagiaan kakak, Berlin lepasin kakak. Berlin janji akan jaga diri Baik-baik. Tapi kakak juga ingat punya adik disini. Sering main kesini, sekalian ajak keluarga kakak. Berlin biar kenal sama keluarga kakak." Ucap Berlin


"Ok.. kamu kuliah dulu yang rajin. Jangan malas-malasan. Tapi untuk waktu dekat ini, aku tidak bisa bertemu kamu. Mungkin akan lama, soalnya kakak masih ada pekerjaan yang harus kakak selesaikan." Ucap Key dengan mengelus rambut Berlin


"Iya.. Berlin paham." Ucap Berlin


"Aku pergi dulu.. jaga diri kamu" Ucap Key dengan berat hati


"Peluk dulu kakak" Ucap Berlin


Kemudian Key memelukku, aku memejamkan mataku. Setelah itu aku membuka mata perlahan dia sudah pergi dari hadapanku.


Semua tentang aku dan kamu perlahan menjadi manis, aku hanya sedikit tahu tentang dirimu, tapi kamu tahu segalanya tentang diriku. Terkadang aku malu tapi dihadapanmu, tapi kamu lebih tahu cara menghadapiku. Suka duka, canda tawa, segalanya tentang kita hanya menjadi kenangan. Selamat tinggal kakak. Aku akan mengingat semua yang kamu lakukan untuk aku.


"Sayang.... jangan sedih lagi. Key nanti pasti kesini lagi untuk bertemu dengan kita." Ucap Ayolla


"Kakak nanti akan lupa tentang Berlin. Apalagi kalau dia sudah menikah." Ucap Berlin


"Key orang yang baik. Dia pasti akan mengingat Berlin. Berlin gadis yang cantik, gadis yang manis, dan Key tetap akan menyayangi Berlin." Ucap Ayolla dengan mengelus rambut Berlin


"Tetap saja ma.. Lagian dia sudah pergi" Ucap Berlin

__ADS_1


"Kamu ingat cerita Ibu, ketika kamu kecil dulu. Seorang pangeran yang berubah wujud, dia melindungi seorang gadis dihutan, dia berusaha sekuat tenaga agar gadis itu tetap bisa hidup. gadis itu hampir diterkam harimau, tapi dia selamat karena Pangeran itu. Pangeran itu tampak seperti orang hutan. Gadis itu akhirnya menemukan jalan untuk pulang, dia mengajaknya pulang. Dan ternyata dia seorang putra raja yang dulu hilang. Lalu Pangeran itu menikahi gadis itu. Mereka hidup bahagia bersama." Ayolla menceritakan dongeng dari cerita Ayunna


Mama Ayolla menceritakan kisah itu, aku tertidur lelap dipelukan mama. Aku sadar bahwa itu hanya sebuah dongeng. Aku tidak berharap Key seperti sosok Pangeran itu, aku hanya ingin kakakku selalu mengingat aku. Aku sangat menyayangi dia seperti kakakku sendiri. Mungkin waktunya aku harus bisa hidup tanpa mengandalkan seseorang.


.


.


.


. *"""""


Setelah beberapa hari Key pergi, aku pergi ke kamar Key. Lalu aku menemukan ini diatas meja:


Jingga


senja mengajarkan kepada kita,


untuk menerima sebuah perpisahan,


dengan jaminan akan membawa


kehangatan pada esok hari,


suatu saat nanti aku pasti tersenyum

__ADS_1


apabila teringat tentang kita.


__ADS_2