Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Ada Yang Ngidam


__ADS_3

Malam ini mungkin hanya kita yang merasakan pahit manisnya kehidupan. Aku tidak sepenuhnya menyalahkan Key, karena dia berbuat itu demi kehidupan aku. Walaupun aku sempat berfikir dia berubah kejam dan menjadikan semuanya beban untukku. Aku juga mencintaimu, tapi kamu harus tahu perasaanku. Aku hanya berharap kamu tidak berubah dan tetap menjadi Key yang aku sayangi.


"Sayang.... bangun...., aku nggak enak sama Bunda. Kamu semalam kenapa nggak pindah kamar kamu??" Tanya Berlin


"Sayang... aku masih mengantuk. Hari ini aku nggak ada kerjaan, aku tidur lagi ya." Ucap Key


"Mmmm ya udah.. kalau gitu.. aku mau mandi dulu, kamu bobo lagi." Ucap Berlin lalu beranjak pergi


Aku nggak enak sama Bunda, kenapa Key harus tertidur di kamarku setelah kita mengatakan perasaan kita masing-masing, tapi aku bahagia kita tidak lagi menutupi masalah kita. Aku akan belajar untuk mencintai dan memahami dirimu.


"Pagi Archeva.... Pagi Giiken..... " Sapa Berlin


"Pagi kakak Ipar..... " Sapa Archeva


"Bunda... sibuk apa? kenapa tidak sarapan??" Tanya Berlin


"Bunda sudah minum teh.. ini baru bikin Asinan Mangga buat Key, dia pulang malam tanpa bilang, Bunda lupa kalau dia minta Asinan Mangga." Ucap Bunda


"Eemmmsss jadi kakak suka Asinan Mangga??," Tanya Berlin


"Biasanya tidak, tapi waktu itu dia ingin makan Mangga" Ucap Bunda


"Owh... iya Bunda.." Ucap Berlin


Aku bingung harus bilang apa sama Bunda, sepertinya Key ngidam. Tapi masak yang ngidam cowok. Bisa jadi sih, soalnya dulu waktu Mama hamil katanya yang ngidam Papa. Lucu juga ternyata bisa lihat Key ngidam.


"Ciiieee ciiee... Siapa itu yang baru keluar kamar kakak ipar....... " Archeva menggoda kakaknya


"Kucing kecil... Kakak masih ngantuk, minta minum... Bunda..... Key minta jus jeruk" Ucap Key


Sepertinya Key beneran ngidam, aku harus berbuat sesuatu.


"Bunda.. biar Berlin yang buat jus.. Bunda lanjutin bikin Asinan saja." Ucap Berlin


"Iya Berlin... tapi Key aneh.. dulu dia nggak suka yang asam-asam." Ucap Bunda


"Mungkin karena cuaca panas Bunda, jadi pengen minum segar..." Ucap Berlin


"Ya sudah.. kamu cepat bikin dan bawa ke dia" Ucap Bunda


Aku juga tidak peduli dengan kata orang nantinya. Karena aku hanya ingin membantu Key, dia sudah banyak berkorban untuk aku.

__ADS_1


"Kak Giiken.... ada yang aneh nggak sihh??" Tanya Archeva


"Soal apa??" Tanya Giiken


"Itu tadi Kak Giiken nggak liat, Kak Key keluar dari kamar Kak Berlin." Ucap Archeva


"Liat... bukan urusan kita.. cepetan sarapan ntar telat..." Ucap Giiken


"Aku tahu, kalau kak Giiken suka kan sama Kak Berlin.... " Ucap Archeva


"Kamu berisik.. Diam.. Makan!!" Seru Giiken


Aku terkadang mendengar apa yang Archeva bicarakan ke Giiken atau ke Bunda. Awalnya aku juga canggung, tapi perlahan aku sudah terbiasa.


"Sayang... ini jus jeruknya." Ucap Berlin memberikan gelas berisi jus jeruk


"Kamu yang buat??" Tanya Key


"Iya.. Bunda lagi sibuk, katanya kamu minta Asinan Mangga. Sayang kamu kan lagi ngidam, kamu kalau ngidam sesuatu bilang ke aku saja. Tadi Bunda dan yang lain bilang kamu aneh." Ucap Berlin


"Aku apa?? Ngidam?? Key... Ngidam??" Tanya Berlin


"Iya... semalam kamu bilang mau punya baby, terus bisa saja kamu yang ngidam. Kamu nggak ngerti kamu tiba-tiba pengen sesuatu, padahal dulu kamu nggak suka. Ini jus jeruk buktinya." Ucap Berlin


.


.


.


"Bentar... aku nggak suka makan mangga, tapi minggu lalu aku beli manisan mangga kering waktu di Beijing." Ucap Key


"Benar kan kata aku, soalnya dulu Mama Ayolla hamil yang ngidam Papa, tapi karena Mama Edward juga hamil dia nggak curiga." Ucap Berlin


"Kamu.. benar... Sepertinya gitu. Akhir-akhir ini aku sering mengantuk." Ucap Key


"Sayang.. gimana kalau kita ke Cassandra, aku tinggal disana sama kamu.. kasian dia.. kamu juga disini nanti semua curiga." Ucap Berlin


"Tapi aku nggak mau, mending kita tinggal berdua saja. Kalau dia kenapa-napa baru kita kesana." Ucap Key dengan tegas


"Kasian sayang.. orang hamil itu beda kondisinya." Berlin merasa khawatir

__ADS_1


"Berlin... sayang.. disana itu ada suster, ada bodyguard ada pelayan. Biarin dia sendiri disana." Perjelas Key


"Sayang.. aku mohon, ketemu dulu sama dia, aku sama kamu, dia nggak mungkin nyakitin aku kalau ada kamu." Pinta Berlin dengan merengek


"Ok.. nanti.. lebih baik kita berdua tinggal dimana??" Tanya Key


"Berdua??? enak ajah.. nggak mau." Ucap Berlin


"Kenapa berdua nggak mau,??" Tanya Key


"KITA BELUM MENIKAH!!!!" Ucap Berlin


"Iya.. benar kata kamu.. aku lupa, soalnya kita terbiasa berdua." Ucap Key


"Ini tadi aku nggak enak banget sama Bunda, terus kamu keluar kamar, Archeva sama Giiken masih diruang makan, kamu buka pintu langsung liat kamu." Ucap Berlin malu


"Hemmss.. cuma gitu doang.. lagian kan kita.." Ucap Key tersenyum


"Apa hayoooo, jangan mikir aneh-aneh... itu urus dulu yang lagi hamil. Ayok buruan." Ucap Berlin


"Kita urus kita dulu sayang.. MENIKAH!!" Ucap Key


"Nggak mau.. aku dulu punya mimpi, nggak suka cara kamu ngajak aku nikah, nggak romantis." Ucap Berlin


"Kurang romantis apa sayang, setelah kamu baca Diary aku??" Tanya Key


"Memang halaman pertama bikin aku senyum, tapi perlahan aku sakit bacanya" Ucap Berlin


.


.


"Aku juga sayang kamu dan akan mencintai kamu" Ucap Berlin dengan memeluknya


"Aku sayang kamu, baiklah.. secepatnya kita menikah ya.." Ucap Key dengan bahagia


"Kamu ngidam apa lagi??".. Tanya Berlin


"Mau bobo, tapi dielus-elus sini... eeeemmss" Minta Key dengan manja


Ternyata calon suami aku memang ngidam. Aneh!tapi aku tidak sakit hati akan hal itu. Karena dia begitu hanya demi aku. Aku akan berusaha, agar kamu juga bisa bahagia. Aku dan kamu akan menjadi kita.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2