
"Ma.... Mama...." Suara Berlin memanggil
Pagi setelah empat hari di rumah Papa aku pulang dan mencari Mama tapi tidak ada, kenapa begitu sepi.
"Bibi Sum..... Mama kemana??" Tanya Berlin
"Nyonya sudah berangkat pagi tadi Nona." Jawab Bibi Sum
"Kalau Om Fabian??" Tanya Berlin
"Sama,, Tuan malah lebih pagi ke kantornya." Ucap Bibi Sum
"Ya sudah, kalau gitu Berlin mau ke Kantor Mama." Ucap Berlin
Setelah aku diantar Edward pulang ke rumah, lalu aku pergi ke Kantor Mama dengan Mike dan lainnya. Sesampainya di Meghan sepertinya ada yang penting. Karena ada beberapa mobil kalangan orang penting.
Tapi aku tetap saja masuk ke ruangan Mama, tapi Mama nggak ada di ruangannya.
"Tina, Mama dimana?? Meeting??" Tanya Berlin
"Iya Nona Berlin, Ibu Ayolla sedang ada rapat penting." Jawab Tina
"Mmmm gitu.. lama nggak??" Tanya Berlin
"Kurang tahu Nona, soalnya baru saja dimulai." Jawab Tina
"Ya sudah, Berlin tunggu disini." Ucap Berlin
Mengapa aku gelisah, sudah satu jam belum selesai juga, rasanya bosan. Aku ingin menyusul ke ruang rapat, tapi nanti apa kata orang-orang. Dulu aku suka ngrecokin Mama, tapi sekarang usiaku sudah dewasa, bukan Berlin yang ingin bermanja dipangkuan Mama.
Papa juga pasti ikut meeting itu. Kenapa belum selesai juga meetingnya. Nah akhirnya Mama datang juga.
__ADS_1
"Mama...... Kangen... " Berlin langsung memeluk Ayolla
"Mama juga kangen sama Berlin sayang. Lama nungguin Mama, tadi Tina yang bilang kalau kamu disini." Ucap Ayolla lalu mencium pipi Berlin
"Iya.. satu jam lebih." Ucap Berlin
"Mama rapat apa?? kenapa lama Banget??" Tanya Berlin
"Ya ada sayang, tadi dua klien penting satu tentang Hotel, yang satu tentang iklan." Jawab Ayolla lalu merapikan berkas
"Owh.... pantes di luar banyak mobil VIP." Ucap Berlin
"Kenapa kamu pulang Pagi-pagi, katanya mau seminggu di rumah Papa??" Tanya Ayolla
"Kangen sama Mama..... " Jawab Berlin
"Sini Mama peluk kamu, Mama sayang banget sama Berlin. Apa kita jalan-jalan hari ini??" Ajak Ayolla
"Iya.. Mama ada waktu buat Berlin. Karena Klien penting sudah deal dan kita dapat proyek baru, Mama mau ngajak Berlin shoping!!!" Jawab Ayolla
"Mau... Berlin mau banget." Ucap Berlin bahagia
Sudah jam 11 siang, waktu itu kita berangkat ke Mall tidak jauh dari Kantor Meghan. Aku bahagia, jarang Mama ada waktu santai setelah memimpin Meghan. Hari minggu saja terkadang masih banyak pekerjaannya.
"Sayang.. kamu mau beli apa??" Tanya Ayolla dengan melihat ke sekeliling
"Beli apa ya Ma??... Berlin jadi pengen gaun tidur" Jawab Berlin
"Ok... kita kesana.. " Ucap Ayolla menggenggam tangan Berlin
Kita memilih gaun tidur, Mama milihin lima gaun yang cocok buat Berlin.
__ADS_1
Kita cukup bersenang-senang disiang itu, setelah membeli kebutuhan wanita. Kita ke restauran yang ada di dalam Mall itu.
"Mama.. Om Fabian gimana kabarnya??" Tanya Berlin
"Dia baik, tapi lagi sibuk karena perusahaan baru, jadi mulai dari awal lagi. Pekerjaannya tentang Multimedia. Kamu bisa kesana, kalau Berlin ingin belajar tentang Multimedia." Jawab Ayolla
"Boleh Ma.. Mama kasih ijin Berlin kerja?? Tapi kemarin Berlin nggak enak sama Om, Om Fabian datang, Berlin malah pergi lama di rumah Papa. nanti gimana?? habisnya Edward juga dirumah Papa jadi kita bertiga disana." Tanya Berlin
"Om Fabian juga mengerti, dia orangnya santai tidak memikirkan aneh-aneh, Berlin mau menerima dia saja, dia sudah sangat bahagia." Jawab Ayolla
"Mama dulu kenal sama Om Fabian dimana??" Tanya Berlin
"Kenal di sana,dia dulu Mahasiswa biasa, dia bekerja dengan Mama, Mama punya usaha disana, dan perlahan kita saling melengkapi. Dia tahu tentang Mama, Berlin, Ayunna dan lainnya. Karena Mama sering dapat e-mail dari Papa kamu." Jawan Ayolla dengan mengingat masa itu
"Iya.. Berlin juga dikasih tahu sama Papa, kalau Mama selalu tahu tentang Berlin." Ucap Berlin
"Iya, Fabian dan Mama beda usia, tapi tetap saja dia nekat melamar Mama, Fabian sendiri tidak memiliki keluarga utuh. Jadi sangat paham tentang Mama. Dia sebenarnya punya anak dengan istrinya dulu sebelum ke Amerika, tapi bercerai. Mama juga mengenal baik mereka. Dia suka menikah lagi dan anaknya Fabian Cowok baru berumur ya 15 tahun. Jadi dulu pergi dari sini setelah bercerai, lalu nekat ke Amerika, disana dia kerja dan menjadi mahasiswa. Makanya kenal sama Mama dulu biasa saja." Ucap Ayolla
"Mama.. kalau orang lagi jatuh cinta.. memangnya keliatannya??" Tanya Berlin
"Kenapa sayang, kamu lagi jatuh cinta??" Tanya Ayolla
"Bukan!! kata orang, waktu aku cerita tentang seseorang, nah dia langsung bilang. Itu keliatan dari wajah kamu, kamu suka sama dia. gitu Mama" Ucap Berlin
"Kamu polos banget sayang, ya terkadang Mama juga bisa liat kamu kalau lagi menceritakan seseorang, senyuman kamu beda, ekspresi kamu beda. Dan Mama merasa kamu suka sama dia." Ucap Ayolla tersenyum melihat Berlin
"Aaaaaaa... Mama.... Berlin kan belum pernah merasa apa itu perasaan cinta. Dulu ya waktu sama Edward Clarisse godain Berlin. Gimana Berlin punya kekasih hidup Berlin sendiri aja nggak tenang." Ucap Berlin dengan malu
"Iya.. Mama mengerti perasaan kamu sayang, tapi kalau kamu mau berpacaran, Mama tidak keberatan. Siapapun dia, asalkan kamu bahagia. Mama tidak masalah. Karena kamu anak Mama Satu-satunya." Ucap Ayolla
Kata-kata dari Mama membuat Berlin nyaman. Benar...waktunya Berlin untuk bahagia dengan seseorang, tapi siapa dia??... Semua masih dalam kekosongan. Rasa itu belum ada, karena aku belum menemukannya. Apakah aku harus mencari, ataukah dia yang akan mencari. Tapi cinta datang dari hati, aku ingin dari kedua hati bersatu. Bukan hanya hati aku yang mencintai, tetapi hati dia juga mencintaiku.
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻