Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Aku Sudah Hancur


__ADS_3

Sudah tinggal beberapa hari di rumah ini tapi aku masih terasa canggung dengan semuanya. Aku mulai bisa berjalan dengan tongkat, karena setiap hari Key membawa aku ke rumah sakit untuk melakukan terapi.


Hari ini Key tidak bisa mengantarkan aku, aku ditemani Mama dan Om Fabian.


"Sayang, sebentar lagi kamu akan pulih." Ayolla tersenyum


"Iya... Mama benar, Om Fabian kenapa tidak kerja,??" Tanya Berlin menoleh Fabian


"Om bisa kerja nanti sayang, Om Fabian juga ingin menemani Putri Om." Ucap Fabian


"O.. iya Om.. kalau Giiken tidak disana, siapa yang mengurus pekerjaan Om Fabian??" Tanya Berlin


"Ada Kelvin, dia sudah belajar dari Giiken." Ucap Fabian


"Baguslah.. Kelvin juga pekerja keras. Berlin masih tidak enak hati sama mereka semua." Ucap Berlin


"Sudah.. mereka bisa mengerti. Om Fabian sudah cerita tentang kamu. Sekarang kamu harus semangat lagi seperti dulu." Ucap Fabian


Benar kata Om Fabian bukan cuma kali ini aku terpuruk, aku lebih sakit waktu wajahku berbeda. Aku harus yakin, pasti aku bisa merasakan hidup normal seperti dulu.


Setelah dari rumah sakit Mama dan Om Fabian mengantarkan ke rumah Key, dan mereka berbincang sebentar karena Mama sudah mendapat panggilan dari asistennya. Tapi aku senang setidaknya hari ini aku ditemani Mama. Kalau Papa, dari Berlin ke rumah ini Papa dan lainnya belum kesini.


"Bunda sedang masak apa??" Tanya Berlin


"Bunda baru masak Gulai Ayam, Balado tongkol, Capcay sama Perkedel kentang. Berlin mau coba??" Ucap Bunda lalu menawarkan Berlin


"Iya... sudah lama nggak makan berkedel kentang, boleh Berlin nyicipin??" Tanya Berlin

__ADS_1


"Boleh sayang,, kamu duduk sini, Bunda ambilin tisue." Ucap Bunda


Masakan Bunda hampir sama seperti masakan Ibu dari rasanya yang cenderung gurih.


"Bunda.. biasanya kakak kalau keluar kota lama nggak??" Tanya Berlin


"Key biasanya cuma dua hari, tapi kalau ke luar negeri ya lama, sekitar dua minggu." Ucap Bunda


"Iya Bunda.. soalnya dulu sama Berlin dua tahun kita kemana-mana berdua, waktu kakak pergi awalnya kaget, tapi perlahan terbiasa tanpa kakak, kemudian setelah itu Berlin juga kangen, tapi nggak ada kabar apapun tentang Kakak. Padahal pernah janji mau ke rumah, ajak keluarga biar kenal. Tapi kita kenalan malah disini, bukan di rumah Berlin." Ucap Berlin tersenyum


"Iya.. Bunda mengerti perasaan kamu," Ucap Bunda


Key dimana, aku merasa tidak enak dengan Bunda, karena selama dia pergi Bunda selalu menjaga aku, aku ke kamar mandi Bunda menunggu di depan pintu.


Lalu aku menunggu Key di kamarnya. Setelah makan malam dengan Giiken, Archeva dan Bunda aku beranjak ke kamar Key, aku ingin melihat kamarnya Key, ternyata tidak jauh beda dari kamar yang dulu di rumah Mama.


aku melihat sebuah buku harian di atas meja. seharusnya aku tidak boleh membuka itu, karena itu adalah pribadi Key. Tapi aku sangat penasaran apa yang dia tulis. Lalu aku membuka buku itu, sampul buku harian coklat, aku melihat sebuah Foto dibalik sampul. Ternyata itu aku, aku dimana waktu masih dengan wajah alami, dengan rambut hitam lurus dengan poni yang rapi.


Berlin Arora, gadis cantik bermata coklat.


Sesaat aku membaca judul itu aku mulai tersentuh, karena diantara dari bagian tubuhku, hanya mataku yang tidak berubah. Warna mataku coklat. Perlahan aku membaca itu. Ternyata dia mengenal aku sudah lama. Dia mengikuti aku bukan hanya karena perjanjian dengan kakek.


Halaman Kedua


Aku akan pergi sesaat, aku harap kamu tidak menghilang.


Dia menuliskan bahwa nantinya dia akan rindu karena harus berkuliah ke luar negeri.

__ADS_1


Halaman Ketiga


Aku sudah lulus dan aku akan kembali, semoga kamu tidak beranjak pergi.


Dan setelah dia kembali aku sudah memakai seragam SMA, dia menghampiri aku dan seolah bertanya sebuah jalan, karena dia tidak menemukan alamat.


Iya.. aku jadi ingat hal itu, walaupun aku sudah lupa wajahnya, tapi aku sempat berbicara dengan dia di sebuah warung depan sekolah.


Halaman Ketiga


Akan akan menjagamu, meski harus bertaruh nyawa.


Ternyata itu kejadian dimana aku sudah mendapatkan masalah di Inggris.


Halaman Keempat


Biarlah semua berlalu, tapi aku akan tetap mencintaimu.


Dia menceritakan tentang apa yang terjadi dengan aku. Bahwa aku sudah ternoda, dan aku hampir mati karena penculikan di Inggris.


Air mataku tak tertahan. Sebenarnya apa saja yang terjadi padaku. Aku tidak mengetahui tentang diriku sendiri.


Halaman Kelima


Meskipun kamu berubah, tapi tidak ada yang berubah dengan perasaanku.


Ini tentang wajahku yang berbeda. Semua yang ada dalam diriku berbeda dan tidak seperti dulu lagi. Dia tahu benar apa saja yang berubah dengan diriku. Dia lebih tahu dari pada diriku ini.

__ADS_1


Aku sudah tidak kuat lagi, aku menangis. Suaraku tertahan, aku tidak ingin yang lain mendengar aku menangis. Aku letakan buku coklat itu kemudian aku kembali ke kamarku. Ternyata diriku bukan hanya terluka luar. Tapi sungguh rapuh hatiku, kali ini aku tidak lagi punya rasa percaya diri, apalagi didepan Key. Rasanya kehidupan aku sudah tidak berarti, aku benar-benar hancur.


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2