Dibalik Buku Harian

Dibalik Buku Harian
Kemunculan Key Dihadapanku


__ADS_3

Sebulan sudah aku bekerja di MM. Malam ini di sebuah Cafe, aku mentraktir teman-teman kerjaku, termasuk Bos dan Mama juga ada disini.


Tadinya aku mau ajak Edward, Papa, Clarisse dan Rayzen tapi ini kan acara kantor. Tapi aku sudah mengajak makan bersama mereka dua hari yang lalu di Clarisse Hotel. Jadi malam minggu ini, hari special bersama teman kantor.


"Terima Kasih semuanya. Berlin senang bisa punya teman kerja yang baik-baik dan sayang sama Berlin. Buat Mr. Fabian thankyou very much. Berkat Om Fabian Berlin jadi banyak belajar, dan tahu gimana cara bekerja. Mama terima kasih sudah kasih kesempatan buat Berlin." Ucap Berlin


Aku tersenyum cerah, sangat bahagia. Mereka juga menikmati malam ini, berbagai masakan barat ada dimeja, tidak lupa dengan minumannya.


"Berlin sayang.. Mama bangga sama kamu." Ucap Ayolla


"Iya Mama makasih.." Berlin memeluk Ayolla


"Om Fabian juga bangga sama Berlin, cepat menyesuaikan diri dan kerjanya sangat memuaskan." Ucap Fabian


"Iya.. kita semua bangga sama Berlin, Keren Berlin!!" Ucap Staff MM


"Kalian juga hebat, Berlin juga masih sering minta bantuan Giiken, Kelvin dan Verni, kalau Berlin masih harus belajar lagi" Ucap Berlin


"Giiken dengan senang hati." Ucap Giiken


"Kelvin juga tidak keberatan karena kita satu team" Ucap Kelvin tersenyum


"Verni juga malah Berlin suka bantuin Verni" Ucap Verni


"Iya... semuanya.. kalau gitu silahkan makan, mari semuanya bersulang" Berlin bahagia


cherrs!!!! semua mengangkat gelas dan tersenyum


Sesaat semua baik-baik saja dan menyenangkan. Tiba-tiba ada seseorang datang membuat jantungku seakan berdetak sangat cepat. Dia hanya menatapku perlahan jalan mendekati aku.


"Kakak...... " Ucap Berlin


Dan mama juga kaget melihatnya......!!

__ADS_1


"Key... kamu kenapa sayang, wajah kamu" Ayolla tercengang


Kita semua berdiri membeku melihat Key. Dia berjalan mendekat perlahan, dengan wajahnya yang memar penuh darah dari pelipis kepala dan dia memegang pistol.


"Kakak... kakak kenapa,???" Tanya Berlin memegang darah diwajah Key


"Berlin... Berlin.. kamu baik-baik saja sayang" Ucap Key dengan pelan


Dia langsung memelukku dan diluar suara sirene mobil mendekat, lalu aku melemas seketika, badanku sudah tak bertopang seperti melayang rasanya.


"Berlin..... Berl...... "


..


..


Aku sudah diatas tangannya Key dan dia menjerit histeris, aku masih mendengar tapi aku sudah lemah dan membeku.


"M....I. .K..E..... !!!!!! Dddooooorrrrrrrrr!!!!"


Key menembak Mike didepan semua orang. mungkin saat itu dia sudah tidak dapat berfikir.


Semua syok dan terkejut, lalu polisi langsung mendekat.


"Berlin... bangun sayang.... Berlin... " Ucap Key


"Key.. kenapa dengan Berlin... Key.. Jawab Tante... Key.... " Ayolla histeris


Tangisan Key dan Mama pecah seketika, ambulan membawa aku pergi, Key tetap ada disampingku dan dia tidak melepas tanganku.


Semua yang ada di Cafe itu di bawa ke kantor polisi untuk menjadi saksi dan memudahkan penyelidikan, termasuk Mama dan Om Fabian.


Sampai saat ini aku masih bingung, Key itu siapa?

__ADS_1


"Semua, mohon maaf!! saya tidak menyangka akan terjadi seperti ini. Kita ikuti saja perintah dari pihak berwajib. Saya harap kalian semua bisa bekerja sama dengan kita dalam proses ini" Pihak berwajib


Gara-gara Berlin.. kalian semua harus berurusan dengan kepolisian. Aku tidak bermaksud begitu. Itulah kenapa dari awal aku bilang dunia kita berbeda, karena aku tidak ingin menyulitkannya.


"Key.... Bagaimana keadaan Berlin??? Jawab Paman, Key.... Key" Tanya Henry


Key hanya diam tanpa kata. Papa sudah lemas seketika. Apalagi MiKe dia orang kepercayaan dari Papa. Tapi kenapa?? siapa lagi membuat Berlin seperti mayat hidup.


"Dokter... bagaimana keadaan putri saya??" Tanya Henry


"Maaf saat ini masih koma.... belum ada perubahan." kata Dokter


Dua jam setelah kajadian tapi aku masih belum sadar. Papa dan Key hanya diam dan mungkin pikiran mereka sudah ntah kemana. Dan saat itu Mama dan Om Fabian masih harus di kantor polisi.


"Pak.. tolong saya mau melihat anak saya, saya mohon antarkan saya kesana. Setelah itu, saya kembali untuk penyelidikan.. saya ingin bertemu anak saya, saya mohon" Pintar Ayolla


"Tante Ayolla tidak perlu khawatir....... " Ucap Key


"Key........ bagaimana Berlin Key,, lalu luka kamu sayang" Tanya Ayolla


"Berlin masih koma tante.. tapi Key harus di tahan" Ucap Key


"Key... kenapa bisa jadi begini sayang,, dan Mike??? Key.. sebenarnya apa yang terjadi???" Tanya Ayolla masih bingung


"Tante tidak perlu tahu.. nanti setelah Key lepas tahanan, Key janji akan bawa dia hidup atau mati" Ucap Key


"Key......Key... lalu Berlin.. Berlin..... " Tanya Ayolla


Mama tidak sadarkan diri, Mama mulai tidak berdaya saat itu. Dan Om Fabian berusaha menenangkan Mama dalam pelukannya.


Key, kenapa kamu datang disaat Berlin sudah tidak sadar. kenapa setelah dua tahun kamu baru datang.


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2