
"Berlin... ini Papa sayang.. buka pintunya.." Ucap Henry
Aku tidak membuka pintu itu.. saat ini bukan egois. Tapi kalau aku membuka pintu. Pasti akan lebih menyakitkan perasaan Papa. Aku cuma mengirim pesan.
[Berlin Mau bobo, Papa cepat istirahat. Love You Papa]
Setelah itu Papa hanya membuka dan pergi meninggalkan pintu kamarku. Aku merasa luka, tapi ada yang lebih terluka hatinya. Walaupun Edward anak laki-laki, tapi jauh dari lubuk hatinya, dia ingin keutuhan sebuah keluarga. Seperti aku, aku juga egois, setelah tahu tentang orang tua kandungku. Aku menginginkan lebih dari Papa, yang seharusnya untuk Edward. Aku berada di tengah-tengah mereka, saat ini aku rapuh.
"Selamat pagi sayang,," Sapa Henry
"Pagi Papa," Sapa Berlin
Pasti Papa melihat ekspresi wajahku yang muram. Aku muram bukan karena wajah baruku, tapi aku muram karena aku merusak hubungan ayah dan anak. Aku tahu Edward pasti sangat terluka hatinya.
"Kamu masih memikirkan perkataan Edward??" Tanya Henry dengan pelan
"Bukan Papa.. Edward nggak salah Papa, tapi Berlin yang salah." Ucap Berlin
"Kamu jangan banyak berfikir, nanti soal Edward biar Papa......" Ucap Henry
"Harusnya Papa lebih mementingkan Edward Pa. Edward pasti terluka perasaannya." Ucap Berlin
"Sudah.. kamu yang tenang.. nanti Edward pasti tidak apa-apa" Ucap Henry
Setelah Papa berangkat ke kantor.. Aku kembali ke kamarku. Aku tidak ingin pergi keluar.
Memandang diriku dicermin dengan rasa sakit. Bukan hanya wajahku yang berubah, tentang diriku semua berubah. Ntah sampai kapan, aku hanya merusak kehidupan orang-orang yang aku cintai. Kakek, Ibu, Ayah, mereka semua pergi selamanya karena diriku. Dan sekarang Edward pergi dari rumah ini karena aku.
Ada panggilan tapi tidak ada nomor
"Hallo..... ********
Setelah berucap Hallo aku hanya mendengarkan, segala perkataannya membuat aku beku. Siapa dia??? aku hanya diam mematung.. air mata menetes dengan sendirinya. kenapa begitu sakit.
Lalu aku keluar dari rumah Papa, pergi ke suatu tempat dan jauh dari kota ini. Kenapa aku harus menuruti perkataannya untuk meninggalkan kota ini. Apa aku sudah lupa jebakan Tante Nettly.
Setelah 3 jam perjalanan aku tiba di sebuah kota kecil, tampak pemandangan hijau disekitarnya. ponsel sudah aku matikan. Pasti mereka akan cemas. Lagi-lagi aku membuat masalah.
__ADS_1
"Permisi, Bapak tahu alamat ini??" Tanya Berlin
"Ini masih jauh, dari sini harus naik ojek." Jawab pria tua
"Baik,, Terima kasih!!" Ucap Berlin
Aku ketempat itu, sebuah villa kecil tampak putih dari kejauhan. Area kebun teh sangat luas dan udara yang sangat sejuk. Ada seseorang yang membukakan aku pintu. Aku masuk perlahan sepi tidak ada siapapun, lalu seorang ibu tua seusia kakek mendekatiku
"Kamu Berlin????" Tanya seseorang
"Iya... saya Berlin.." Jawab Berlin
"Kamu sudah dewasa, tapi kamu tidak mirip Ayunna??" Tanya Seseorang
"Nenek kenal Ibu saya???" Tanya Berlin
"Aku nenek kamu, pasti aku mengenal putri dan cucuku" Ucap Nenek
Senyum nenek sangat membuat aku takut. Benar rasanya aku pernah melihat difoto. Tapi dulu kata Kakek.. nenek sudah meninggal.
Aku hanya diam.. Apakah aku bermimpi, Aku membuka tas dan mengambil buku harian ibuku. Iya memang wajah nenek.... Apakah dia kembaran nenek?? atau memang nenek masih hidup??
"Kamu masih menyimpan catatan Ayunna??" Tanya Nenek
"Masih nenek, ini Berlin bawa." Ucap Berlin
"Apa kamu sudah membaca semuanya???" Tanya Nenek
Berlin hanya menggelengkan kepala, karena Berlin pikir Key sudah menceritakan tentang buku harian ibu katanya hanya berisi keseharian Ibu dan Ibu sayang Berlin.
"Kamu harus membacanya, biar kamu juga tahu tentang nenek, kakek, Ayunna dan Ayolla." Ucap Nenek
"Nenek, Ibu kandung Berlin siapa??" Tanya Berlin
"Ibu kandung kamu, Ayolla.. dia bercinta dengan Henry waktu itu.. Nenek tidak suka dengan Henry yang sudah menikah,," Ucap Nenek
"Tapi Berlin sama Edward duluan Berlin???" Tanya Berlin dengan penasaran
__ADS_1
"Ayolla dulu adalah Model di agency Kakekmu, dan istrinya Henry juga model disitu. Ntah apa yang di lakukan Ayolla, akhirnya dia pergi dari rumah, dan nenek juga baru tahu, sebelum Ibumu meninggal, dia bercerita, kalau Kamu bukan anaknya, melainkan anak kakak kembarnya yang kabur dari rumah" Ucap Nenek
"Emmss.. Tapi Mama Ayolla peduli dan sayang sama Berlin.. " Ucap Berlin
"Iya.. karena kamu anak kandungnya. Dia berbuat segala cara untuk menghidupkanmu, termasuk merubah wajahmu." Ucap Nenek
"Maksud nenek karena Berlin hampir mati??" Tanya Berlin merasa takut
"Iya.. kamu hampir mati, kamu pasti sudah tahu dari surat ibumu. Kotak itu sengaja Ayolla berikan, karena waktu itu, Ibumu menyuruh Ayolla segera membawamu pergi jauh. Ibumu meninggal gara-gara Nettly dan Salsa, karena dikejar mobil mereka ibumu kecelakaan." Ucap Nenek
"Jadi benar tentang Tante Salsa, waktu dia di persidangan cuma jadi saksi nek. Lalu siapa yang menembak ayah??? Polisi cuma menangkap orang itu. Sampai sekarang masih membisu." Ucap Berlin
"Kalau itu.. nenek tidak tahu. Kamu harus berhati-hati dengan Salsa. Siapa yang sudah membaca buku itu??." Tanya Nenek
"Mmmmm ada nek, tapi dia bilang hanya tentang Ibu sama Berlin sehari-hari, jadi Berlin belum baca semua." Ucap Berlin
"Berarti dia sudah tahu rahasia dibalik buku itu." Ucap Nenek
"Rahasia??? maksud nenek???" Tanya Nenek
"Rahasia tentang kamu, dimanapun kamu berada dia tahu keberadaan kamu. Dan saat ini pasti dia tahu kamu disini. Walaupun kamu tersiksa dia tidak akan datang. Kecuali kamu sudah diujung kematian." Ucap Nenek
"Tapi dia bilang tidak membaca semua nek, hanya awal. Tapi dia tahu Berlin suka apa, tempat dikunjungi Ibu dan Berlin. Lalu dari Inggris dia yang membawa Berlin pindah ke negara lain." Ucap Berlin
.
.
"Diujung kematianku,, Tapi saat itu dia pasti belum membacanya nek." Ucap Berlin
"Semoga saja pemikiran kamu benar, kalau dia sudah tahu lebih dulu. Kamu yang ada dimatanya. Langkah kakimu tidak luput dari pandangannya." Ucap Nenek
Owwwwh.... tidak.. tidak... pantas saja waktu itu Key tahu segalanya tentang aku. Tapi aku tidak tahu tentang dia. Siapa Key sebenarnya???
Kalau hanya Bodyguard biasa..... tidak mungkin Papa dan Mama dulu percaya dia. Bahkan hampir 2 tahun kita tinggal bersama. Pasti ada sesuatu yang tidak aku tahu.
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1