
Tokkkk,,,,,,Tokkk,,,,,,,Tokkkkk
Monika mengetuk pintu kamar Aira
dirasa tidak ada yang menyahut Monika mengetuk pintu lagi
Tokkkk,,,,,,Tokkk,,,,,,,,Tokkkkk,,,,,,,,,,,,"Raa,,,,"
sampai berulang kali
"hhhhhh,,,,,,,,,,, kemana sihhh tuhhh anak, hhhhh,,,,,, buka saja lahhh,,,,,,,,"
Monika memutar gagang pintu
setelah terbuka
"ternyata tidak dikunci,, hhhhhh,,,,, tau gini dari tadi masukk" Monika bergumam sendiri
Monika masuk kekamar menoleh ke kanan kekiri memanggil
"Raa,,,,,,Airaa,,,,,,Raa,,,,,,,," perkataan Monika dibiarkannya menggantung, ketika melihat Aira tidur tidak melepas gaun pengantin
Monika melihat semua itu geleng-geleng kepala
"Raaaa,,,,,,Raa,,,,,, apa begitu capeknya,," Monika melirik jam ditanganya
"baru jam 19:10 sudah tidur,,,," sambungnya
Monika menghampiri Aira duduk ditepi ranjang
Monika mencoba membangunkan Aira,Monika menyentuh kaki Aira digoyang-goyangkan berharap Aira bangun
"Raa,,,,, bangun ayo makan lagian ganti bajumu baru tidur"
Aira tidak membuka matanya hanya mengubah posisi menjadi tidur terlentang
dengan begitu Monika melihat wajah Aira masih ber makeup tebal membuat Monika geleng-geleng kepala
"bahkan cuci muka saja belum tapi sudah molorrr,,,,," Monika bergumam sendiri
tiba-tiba ada ide jahil terlintas dibenaknya
"Aira kalau tidur idah seperti orang mati hhhh mending guaa kerjain ahhh,,,,,," Monika
bergumam sendiri
Monika mengambil kemoceng lalu
jongkok dibawah ranjang tidur Aira
"siappp-siap Raa,,,,, guaa kerjain luu yaa,,, "suaranya lirih mengukir senyum tipis senyum kejahilan
Monika mengelitik kaki Aira mengunakan kemoceng sedangkan tangan satunya memegang hp memutar lagu horor
percobaan pertama gagal Aira masih tidur percobaan kedua pun sama gagal juga dan ketiga pun gagal sama sekali tidak ada pergerakan
Percobaan ke empat sepertiga berhasil Aira mengerakan kakinya merasa geli, mencoba membuka mata telinganya mendengar suara-suara aneh membuat bulu kuduk Aira merinding
Aira mempertajam pendengarannya, Aira pikir masih dialam mimpi, Aira mencubit lengannya sendiria
"Aaawww,,,,,,, Sakitttttttt,,,,,,," Aira merasakan sakit
"hhhh,,,,,, berati ini bukan mimpi, tapiiiii,,,,,,,tapiiii,,,,,,suaranya,,,,,,,,,,," wajahnya terlihat panik ketakutan
"Aaaaaaaaaaa,,,,,,,,," teriaknya ketakutan
Melihat Aira ketakutan Monika menghentikan aksinya mengerjai Aira
"hahahahahahahhahhaha,,,,,,,,," terdengar suara orang tertawa membuat Aira semakin panik
"Siapa,,,, sini kalau berani, aku tidak takut setan"teriak Aira berusaha melawan rasa takutnya
"hahahahahah,,,,, Raa,,,,Raa,,,, mukamu kalau ketakutan lucu juga hahhahahaha,,,,,,,," Monika tertawa lepas sambil memegangi perut
"hhhhhh,,,,,,, jadi ini semua ulah kak Monik,,,," teriak Aira terlihat sedikit marah, bibirnya manyun mukanya ditekuk
" hahahahhahh,,,,, maaf Raa,,,habisnya pintu diketuk tidak denger, ternyata tidur dibangunin tidak bangun-bangun" berkata sejujurnya
__ADS_1
"hemmmm,,,,," sahut Aira memutar bola matanya
Monika yang Melihat adeknya kesal
"kakak minta maaf sekali lagi," maenundukan kepala
"sini kakak bantuin buka baju, pasti susah kan buka baju pengantin sendiri" tanya Monika
"emmm,,,,,,," Aira mengucek-ucek mata
"wehhh iya kak aku belom ganti baju ternyata sudah ketiduran" baru menyadari
"Yasudah sini kakak bantuin" Monika mencoba membantu
Setelah baju terlepas
"cuci muka sana gihhh,,, sebenarnya kakak kesini disuruh ibu mini untuk mengajakmu makan malam,hanya kamu yang tidak terlihat jadi cepatlah " Mila mencoba menjelaskan maksud Monika datang kekamarnya
"kenapa kakak tidak bilang dari tadi" teriak Aira menggerutu
Aira Langsung bangkit dari tempat tidur bergegas masuk kamar mandi sedikit berlari
"hhhhhh,,,,,,, bagaimana mau bilang,,,,Aira saja baru bangun,,,, hhhhh,,,,,,,,sudahlah,,,,,,," Monika menggerutu sendiri
terdengar suara gemercik didalam kamar mandi
"Raaaa,,,,, kak Monik ke ruang makan dulu yaa,,,, kamu cepatlah segera menyusul jangan lama-lama semua sudah menunggu,,,,"teriak Monika begitu kencang agar Aira mendengarnya
"iyaaaaa kak,,,,,,,,,"sahut Aira
Monika beranjak pergi disaat membuka pintu
"Bbbruuuuuggggg,,,,,,,,,," Monika terjatuhhh kaget melihat ibu mini sudah didepan pintu
"Aaawwwww,,,,,,,,,,," Monika meringis kesakitan
"Ayo bangun,,,,,,,bu bantuin,,,,," ibu mini mengulurkan tangannya membantu Monika berdiri
Monikapun menyambut tangan ibu mini
"ibu kenapa tiba-tiba didepan pintu sihhh,,, ngagetin Monik saja,,," Monika sedikit kesal menggerutu mengusap-usap bokongnya
" iya Bu tidak apa-apa,,,," Monika memutar bola matanya
"Aira dimana nak, semua anggota keluarga sudah menunggu, tau sendiri lahhh,,,,, nenek sudah marah-marah tidak sabaran,,,," ibu mini bertanya matanya terlihat melirik kesana kesini mencari Aira
"Aira dikamar mandi Bu, maaf ibu menunggu lama,, sampai-sampai ibu menyusulku,, soalnya tadi saat Monika kesini Aira masih tidur bahkan belom melepas gaun pengantinnya, tadi Monika juga yang membantu melepaskan,," mencoba menjelaskan dengan suara lirihnya
"Yasudahh,,,,, tidak apa-apa,,,," ibu mini mengusap-usap punggung anaknya agar anaknya tidak merasa bersalah membuat ibunya menunggu lama
"Raaa,,,,,, cepetan nihhhh ibu saja sampai menyusulku kesini karena semuanya sudah terlalu lama menunggumu,,," tiba-tiba Monika berteriak ibunya yang didekat Monika menutup telinga
setelah Monika selesai bicara
"Brugggggg,,,,," ibu mini memukul pundak anaknya
"hhhuuuuhhhhhh,,,,,,,,, ibu kaget tau,,,main teriak aja mau ibu jantungan,," ibu mini menggerutu memegang dadanya
"hehehehehehe,,,,,,maafff Bu,,,,," Monika menyeringai
"barr,,,,, barr,,,,,amat sihh kamu jadddd,,,,"
belum selesai ibu mini berbica
"iyaaaaa kakkk,,,,, kakak duluan saja" terdengar suara teriakan Aira didalam kamar mandi menyaut perkataan Monika
"yasudahh ayo duluan saja nak, biar Aira nanti menyusul" suara lirihnya ibu mini
ibu mini lalu menggandeng tangan anaknya pergi dari kamar Aira
Monika menurut saja berjalan digandeng ibunya,,,
Sedangkan dilain tempat
"hhaaammmm,,,,, kepalaku kenapa pusing sekali" Bryan memegang kepalanya yang terasa pusing
Bryan mencoba membuka mata dilihatnya kesana kesini "hhhhh,,,,, aku dimana ini,,,"
__ADS_1
Bryan masih binggung dirinya dimana serasa asing dengan tempatnya
"sudah bangun ternyata,,,, " terdengar suara seseorang
Bryan menoleh kaget melihat sepupunya bersamanya
Bryan mencoba mengingat semuanya
"hhhhhhhh,,,,,," Bryan mencoba bangun duduk diranjang dan masih memegangi kepalanya yang terasa pusing
Aldo yang menyadari langsung membantu Bryan dududk
"makanya ngak usah sokk,,,,,sokkkan minum, pusingkan,,,," Aldo menyalahkan Bryan
"iyaaa,,,,, iyaaa,,,,,,, aku yang salah,,,,"
"yaaa,,,,, emang eluu yang salah,,,,," sahut Aldo suaranya sedikit menekan
Bryan hanya memutar bola matanya
"hmmm,,,,,,, ini dimana Do,,," Bryan bertanya
"ini di hotel, tadinya inginku antar elu kerumahmu tapi dipikir-pikir nanti kalau bibi Eny melihat elu begini habis kau dan guaa juga habiss pasti bibi Eny bakalan ceritakan kenyokap gua,,,," Aldo menjelaskan
Bryan hanya menyeringai lalu berkata
"ternyata pinter juga kamu Do,,,"
"Ppppplllleeeeetttttaaaakkk,,,,,,, Aldo menjitak kepala Bryan
"Awwww sakit udah pusing malah dijitak,,,"
" maksud eluu selama ini guaa bodoh gitu,,,," matanya melotot
Bryan yang melihat kemarahan sepupunya menundukkan kepala
"ma,,,,, maaaffff,,,,," Bryan mencoba meninta minta maaf
"iyaaa,,,,, gapapa,,,,,," sahut Aldo suaranya lirih menandakan sudah tidak marahh
"nihhh minum dulu lalu makanlah,,,, pasti kamu belom makankan,,,," Aldo mengulurkan tangannya memberikan minum dan makanan
"hehehehehe,,,,,,," Bryan menyeringai
Bryan menyambut tangan Aldo mengambil makan dan minum pemberian Aldo
Bryanpun makan begitu lahap,Aldo Melihatnya geleng-geleng kepala
"woyyyyy pelan-pelan makannya,,,, kayak 3bln tidak makan,,,,"
"sebenarnya dari semalam belom makan,, heheheheh,,,,,," Bryan menyeringai
" hhhhh,,,,,,,,,,,," Aldo kaget mendengar perkataan sepupunya
"sebenarnya ada apa sihh, apa yang membuat elu jadi begini,,,,, ceritalah kan guaa sepupu elu
jangan sungkan" Aldo bertanya padahal sebenarnya Aldo sudah tau semuanya hanya mencoba agar Bryan lebih terbuka dengannya
mendengar perkataan Aldo Bryan menunduk senyum Bryan hilang seketika
Melihat sepupunya menundukkan kepala
Aldo mendekat mengusap-usap lengan Bryan
"Ceritalahhh guaa kan sepupumu juga sahabatmu kan,,,," Aldo membujuk Bryan agar mau berbagi keluh kesahnya
Awalnya Bryan ragu untuk berbagai keluh kesahnya tapi Aldo yang terus merengek membuat Bryan luluh
"iya dehhh,,, aku cerita tapi janji jangan bilang siapa-siapa termasuk mama,,, "
"iya janjiii,,,,," sahut Aldo memberi jari kelingking pertanda Aldo berjanji
Akhirnya Byan menceritakan semuanya tanpa ada momen yang terlewat sedikitpun
Aldo yang mendengarnya begitu marah tangannya mengepal tapi ia pendam
"Berani-beraninya membuat sepupu guaa jadi begini, Lihat aja pacarnya Bryan apa yang akan gua lakukan,,,,setelah ini elu bakalan nyesel melukai sepupu guaa sama saja mencari masalah denganku,,," Aldo tersenyum tapi senyuman mengerikan penuh arti
__ADS_1
"tunggu pembalasan guaa pacarnya Bryan" gumamnya dalam hati,