Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
Salah takdir


__ADS_3

Semua mata pengunjung cafe fokus menatap televisi, termasuk Aira dan Alvira


Terlihat reporter tengah menyampaikan berita laki-laki muda berinisial BS umur sekitar 20thn (dua puluh tahun) nekat bunuh diri dari lantai delapan disebuah hotel bintang lima, pemicunya asmara membuat laki-laki insial BS memilih mengakhiri hidupnya sendiri


Deggggg,,,,,,,,,,


Jantung Aira berdegug kencang


Inisial BS nekat bunuh diri pemicunya karena asmara, hhhhh,,,,,, kata-kata itu terus berputar diotak Aira


Ohhh,,,,,, tidak inisialnya mirip nama pacarnya Bryan Sasongko apalagi mendengar pemicu laki-laki itu memilih mengakhiri hidupnya karena asmara, membuat Aira lemas seketika, senyum diwajahnya hilang begitu saja setelah melihat berita di televisi


Seketika kenangan indah bersama kekasihnya terlintas dibenak


Kenangan pertama kali Bryan menyatakan cinta,Kenangan makan bekel satu wadah berdua, Kenangan Bryan menggendong Aira


Ahhhhh,,,,,, sungguh indah wanita mana yang tidak terkesima diperlakukan romantis


Dilayar televisi terlihat sudah berganti acara sinetron bukan lagi berita laki-laki lompat mengakhiri hidupnya sendiri


Tapi Aira masih duduk termenung terlihat tatapan mata kosong, Aldira menyadari sahabatnya sedang memikirkan sesuatu


"Raaaa,,,,,,,,," Aldira memanggil Aira


Tapi Aira tidak menjawab tatapan matanya kosong, kenangan-kenangan indah masih berputar-putar dibenaknya


Aldira sebenarnya kaget, cemas juga takut melihat berita tersebut, dari inisial dan yang lainya mengarah ke Bryan tapi Aldira segera menepis fikiran tersebut


"Ahhhh,,,,, Bryan laki-laki kuat tidak mungkin mengakhiri hidup karena cinta" begitulah yang ada dibenak Aldira


Aira masih berlayar dalam angannya sendiri kenangan indah bersama cintanya apa saja yang telah mereka lalui berputar-putar di benak Aira


Kenangan romantis tapi sedikit menakutkan juga terlintas dibenak Aira


iyaa,,,,,,, kenangan ketika Bryan mengatakan jika tidak bersamamu Aira lebih baik Bryan tidak hidup,Bryan tidak bisa hidup tanpamu


Aaahhhhh,,,,, kata-kata cukup manis romantis membuat siapa saja meleleh tapi juga menakutkan sihh,,,,


Deggg,,,,,,,, jantung Aira berdegug kencang teringat kata Lebih baik tidak hidup bila tidak bersamamu


mengingat kata-kata itu "jangan-jangan laki-laki yang mengakhiri hidup itu Bryan,,,,????" gumamnya dalam hati


"Ahhhh,,,,,,, tidak,,,, itu tidak mungkin" gumamnya masih dalam hati sedangkan kepalanya geleng-geleng lalu memukul-mukul kepalanya sendiri matanya terpejam menghilangkan pikiran negative


Aldira melihat Aira geleng-geleng kepala lalu memukul-mukul kepalanya sendiri membuat Aldira mengerutkan dahi


"woyyy,,,,, kenapa luu,,,, kesambet setan" tanya Aldira sedikit sinis


Mendengar suara Aldira Aira membuka matanya tersadar dari lamunannya

__ADS_1


"Al,,,,, kamu pernah bilang jika kamu dan Byan satu perguruan pencak silat,, kan,,,," tanya Aira


"iya,,,, memangnya kenapa" tanya Aldira yang tidak paham mksd sahabatnya


"coba kamu cek di grub pencak silatmu,,," Aira menyuruh Aldira


Aldira mengerutkan dahi "untuk apa,,,,,????" tanya Aldira


"sudah lakukan saja" ucapnya


Aldira masih penasaran mengapa Aira menyuruhnya membuka grub, tapi yasudah lahhh nanti akan bertanya sesudah menjalankan perintah Aira fikirnya


Diraih ponsel yang tergeletak diatas meja , belum sempat dibuka terlihat motivasi begitu banyak chat di grub pencak silatnya


"Seratus dua puluh lima chat di grub pencak silat Ahhh,,,, pada bahas apaan sihh banyak amat tumben rame biasanya aja sepi,,," gumamnya dalam hati


Aldira mengeser-geser ponsel terlihat mulutnya komat-kamit membaca chat di grub pencak silatnya


Seketika tatapan mata Aldira menatap Aira tanpa berkedip terlihat memikirkan sesuatu , Aira yang melihat sahabatnya menatap aaneh menjadi semakin penasaran apa yang dibicarakan di grub yang membuat Aldira sahabatnya diam membeku


Aira meraih kedua tangan Aldira,


"Al, ada apa,,,,, jangan bilang,,,,,,,," wajah Aira tertunduk lesu


Aldira menganguk kan kepala


"Jeduarrrrrr,,,,,,,,," seperti disambar petir disiang bolong


"jadi fikiran Aira dengan kusama mendengar inisial BS dan benar saja berita di televisi tersebut ternyata Bryan pacarnya Aira"


gumamnya dalam hati tertunduk lesu


tangis Aira pecah tidak peduli lagi akan pengunjung lain di cafe menatapnya


Entah menggapa Aldira ingin bertanya padahal jelas-jelas Aira sangat sedih


"jadi maksud mu menyuruhku membuka grub untuk memastikan berita tadi" celoteh Aldira sangat polos


Aira menganguk-angukkan kepala mengisyaratkan iyaa,,,,,


Yaa,,,,, digrub sedang ramai mengucapkan belasungkawa, semua tidak menyangka secepat itu Bryan pergi apalagi dengan cara mengenaskan


Apalagi bagi Aira berita ini bagai petir di siang bolong, wajahnya pucat, tubuhnya lemas tapi tidak sampai pingsan menangis sampai sesegukan sesekali terlihat mengusap ingus yang keluar dari hidung, entah sudah berapa banyak tisu yang digunakan


Aldira memeluk Aira mencoba menguatkan, menumpahkan segala kesedihannya


Aldira tidak mengatakan apapun membiarkan Aira menumpahkan kesedihan dipundaknya


"Al, iiii,,,niiiii se,,,,,mua,,, sa,,,,lah,,,,,ku" ucap Aira sesegukan terbata-bata berbisik ditelinga Aldira

__ADS_1


yaaa,,, meskipun yang dikatakan Aira ada benarnya tapi sebagai sahabat tidak mungkin akan menyalakan Aira,,,, ini semua sudah kehendak Yang Maha Kuasa


"Raa,,,,, ini bukan salahmu, semua sudah kehendak Yang Maha Kuasa,,,,,," jawabnya lirih


"hikkzzzzzz,,,,,,hikzzzz,,,,,,hikzzzzz,,,,,," suara tangisan Aira


"lalu salah siapa kalau bukan salahku, jelas-jelas ini semua salahku" masih berbisik ditelinga Aldira sesenggukan


Aira masih berada di pelukan sahabatnya meluapkan kesedihan, tangan Aira masih menyeka air matanya tapi semakin diusap semakin banyak pula yang jatuh


Terlihat Aldira berfikir salah siapa ya,,,,, hmmm,,,,, "aku harus mencari kata yang pas, agar tidak membuat Aira semakin sedihhh,,,,,, gumamnya dalam hati" sambil menepuk-nepuk pundak Aira


Dan Ahaaaa,,,,, Aldira menemukan kata-kata yang pas


"Salah takdir Raaa,,,,,,ini semua salah takdir" ucapnya


Aira mengerutkan keningnya


"Bisa-bisanya disaat seperti ini Aldira malah menyalahkan takdir" gumamnya dalam hati


Aldira melepaskan pelukan menatap Aira begitu dalam, mata Aira terlihat sembab, jilbab berantakan tidak karuan wajar saja Aira sudah cukup lama menangis


"Raa,,,, ayo kita pulang tenangin dirimu, di rumah,,,, lihatlah begitu banyak orang menatap kita, pasti mereka berfikir aku lahh yang telah membuatmu menangis" ucapannya


"Brugggggg,,,,,,,,," Aira memukul pundak Aldira


Aira menengok sana sini benar saja begitu banyak mata menatap Aira entah apa yang ada difikiran mereka, mata Aira juga tertuju dibawah meja, sudah begitu banyak tisu yang dibuang dibawah meja, dimeja pun sama tisu bertebaran dimana-mana


"Ya Tuhan, aku tidak menyadari, jika aku sudah membuat cafe ini jadi kotor"gumamnya tapi masih bisa didengar Aldira


"bukan cuma itu nihhh bajuku basah semua karena mu" celoteh Aldira sambil memajukan pundak memperlihatkan bajunya yang basah


Aira menjadi malu tapi dihatinya masih sedih,Aira tidak menangis lagi tapi masih sesegukan


"Ayo Al,,,,,kita pulang,,,,," ajaknya


"iya,,,,,," jawab Aldira lirih


Aldira memangil pelayan dan pelayanan pun datang


"ini mb,,,,, bayar makan dan minum kembaliannya untuk membersihkan tisu-tisu ini, maaf yaa,,,,, mb,,, jadi kotor" tangan Aldira menunjuk-nunjuk tisu bertebaran


Pelayan hanya menganggukkan kepalanya


Aira dan Aldila pun keluar dari cafe terlihat Aldira menepuk-nepuk pundak sahabatnya


sedangkan Aira sesekali menyeka air matanya meskipun tidak begitu deras seperti tadi tapi tetap saja air mata itu terus menerus jatuh meskipun skala kecil


Sudah dulu yaaa,,,,,, bestiiiiiii,,,,, jangan lupa like

__ADS_1


vote dan komen,,,,,,, jempolmu penyemangat


autor. see you,,,, emuachhh,,,,,,,,,


__ADS_2