Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
tidak menduga


__ADS_3

Dodi terlelap begitu pulas tidak menyadari jika matahari sudah meninggi.Padahal Dodi sudah tidur dari jam sembilan malam sampai siang bolong


Begitulah Dodi andai ada lomba terlama tidur pasti Dodi lahh juaranya, bagi laki-laki pekerja keras waktu sangat berharga bahkan untuk tidur saja kurang itu bagi laki-laki pekerja keras


Tapi tidak bagi Dodi, bagi Dodi sepertinya hidup hanya untuk tidur


Dodi sedang di alam mimpi bertemu mantan istrinya dulu bercanda gurau mengenang momen indah bersama mantan istrinya


Dodi begitu mencintai mantan istrinya Sebenarnya mantan istrinya pun sama sangat mencintai Dodi


Tetapi wanita mana yang sanggup hanya makan cinta, yaaa,,,, Irma mantan istri Dodi menggugat cerai karena Dodi tidak menafkahinya


Dodi hanya tidur makan tidak bekerja, Irma banting tulang sendiri dari awal pernikahan sampai usia pernikahan puluhan tahun


Irma bersabar, selalu berdoa berharap suatu hari nanti Dodi suaminya berubah tetapi setelah puluhan tahun bersabar akhirnya Irma menyerah memilih bercerai sudah capek memikul beban keluarga sendiri padahal punya suami


yaaa,,,, wajar saja Irma memilih pergi wanita mana yang kuat bertahan


Dodi merasa hidungnya gatal membuka mata terbangun dari mimpi indah bersama mantan istrinya


Dodi mengucek mata, membuka mata lebar ternyata ulah Aira yang membuat hidungnya gatal


Dodi beranjak dari sofa melangkah menuju Aira Dodi membelalakkan mata tanpa berkedip rahangnya keras, rambut acak-acakan karena bangun tidur ditambah sorot mata yang begitu tajam


Tadinya Aira tertawa terbahak bahak tetapi melihat sorot mata Dodi sii Dodot begitu menakutkan nyali Aira langsung menciut


Tangan Aira gemetar memegang kemoceng semakin Dodi mendekat semakin Aira gemetar


"hhhhh,,,,,, apa yang akan dilakukan Dodi sii Dodot ini" gumam Aira dalam hati tangannya bergetar


jantungnya berdegug kencang Daggg,,,,,,Diggg,,,,,Duggg,,,,,,,,,,


Bukan karena cinta tapi karena ketakutan


kekhawatiran Aira memang benar


"PppLaakkkkkk,,,,,,,,,,," Dodi menampar pipi kanan Aira


Aira memegangi pipinya merah padam terasa begitu panas dan perih, Aira menundukkan kepala bulir putih menetes begitu saja


Aira mencoba kuat tidak lemah Aira mengangkat wajahnya menatap mata laki-laki yang berani menamparnya itu


"kamu,,,,,,," terdengar suara Aira menggantung belum sempat Aira menyelesaikan ucapannya


pipi kirinya sudah di tampar lagi


"PppLaakkkkkk,,,,,,,," bunyi tamparan Dodi untuk kedua kalinya

__ADS_1


Aira menjatuhkan kemoceng memegangi kedua pipinya, sakit di pipinya tidak seberapa dibandingkan sakit dihatinya


Bagi Aira pukulan,tamparan sudah biasa karena Nenek sering melakukannya bila Aira melakukan kesalahan


Aira memang salah membangunkan macan tidur tapi niat Aira hanya bercanda, Aira berharap berawal dari bercanda berakhir cinta


Tadinya Aira ingin melawan tetapi setelah pipi kirinya menerima tamparan, Aira mengurungkan niatnya


Aira tidak berkata apapun membalikan tubuh menuju ranjang tempat tidurnya


"Brugggggg,,,,,,,"Aira menghempaskan tubuhnya di atas kasur


Aira menarik selimut menutupi kepala dan seluruh tubuhnya


Aira menangis sesenggukan


"hikzzzz,,,,,,,hikzzzz,,,,,,hikzzzzz,,,,,," meskipun ditutup selimut tetap saja suara tangisan Aira masih bisa terdengar


Didalam selimut Aira menepuk dadanya terasa sakit dan sesak padahal Aira baru akan membuka hatinya untuk suaminya tetapi tamparan yang Aira dapatkan


Dodi sedari tadi hanya menatap Aira, Dodi tau istri bocilnya menangis karenanya tetapi seolah Dodi mati rasa tidak merasa bersalah


Dodi melangkah kan kakinya menuju pintu tidak menghiraukan Aira menangis sesenggukan


"Brakkkkk,,,,,,," Dodi membanting pintu keras


Sedangkan Dodi sudah sampai diruang makan perutnya lapar langsung mengambil piring tidak peduli ilernya masih menempel di pipi


iiiihhhhhh,,,,,,,, siapa pun yang melihat pasti akan risihh sungguh jorok


Monika sampai mau muntah sebenarnya Monika sudah melihat Dodi sejak keluar kamar sampai ruang makan tapi Monika Engan menyapa Dodi


"di,,,,,, Aira mana,, kenapa makan sendiri dimana Aira," tanya nenek Halimah yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Dodi


Dodi menoleh ke asal suara ternyata Nenek Halimah


"Aira dikamar nek,, tidur,," bohong dodi


Dodi fokus lagi memakan makanannya dengan lahap


" itu anak bener-bener tidak tau diri, baru bangun sudah tidur lagi,,, biar nenek bangunkan enak aja seperti nyonya bos dirumah ini,,," Nenek Halimah berbicara sambil berjalan menuju kamar Aira


" Hhheedeehhhh,,,, gawat jangan sampai nenek Halimah melihat Aira menangis, apalagi kalau Aira mengadu aku sudah menamparnya hhhhh,,,,, tidak bisa dibiarkan aku harus menghentikan nenek" gumamnya dalam hati


Dodi berlari mengejar nenek mencoba menghentikan nenek


"Haaapppp,,,,,," tangan nenek berhasil diraih Dodi

__ADS_1


Nenek Halimah yang merasa tangannya dicekal menoleh kebelakang ternyata Dodi


Dengan nafas terengah-engah Dodi berkata


"jangan ganggu Aira nek, Aira pasti sangat kecapekan ka,,,,,,re,,,,,,na,,,,,,, tadi malam olahraga" tadinya Dodi bingung alasan apa yang pas agar nenek tidak curiga


hhhhh,,,, olahraga malam,,, Entah mengapa kata olahraga malam bisa lolos begitu saja dari bibirnya


Mendengar kata Olahraga malam nenek Halimah tersenyum lebar, nenek Halimah bukan anak kecil lagi tentu saja faham arti kata olahraga malam


Setelah mendengar kata olahraga malam Nenek Halimah mengurungkan niat awalnya menuju kamar Aira


Nenek Halimah memutar badannya melangkahkan kaki menuju halaman


"mau kemana nek,,," tanya Dodi yang melihat nenek putar arah


"ke halaman diii,,,, memang kenapa,,, tenang saja nenek tidak akan menggangu Aira" sahut nenek Halimah suaranya terdengar semakin menjauh


"hhhhhhh untung saja" ucap Dodi tangannya mengusap-usap dada


Dodi melangkah kan kaki kembali menuju ruang makan melanjutkan makan siangnya yang tertunda


Monika mendengar Dodi berkata untung saja berfikir pasti ada sesuatu yang disembunyikan Dodi fikir Monika


Monika merasa ada yang janggal Mengapa Dodi begitu takut nenek Halimah masuk kamar? ada apa sebenernya pertanyaan itu mutar-mutar diotak


"hhhhh,,,,, tidak bisa dibiarkan" gumamnya


Monika melangkah pasti secepat kilat menuju kamar Aira


"Cekkkleeekkkkkk,,,,, " Monika membuka pintu kamar Aira


Terlihat Aira menoleh kearah pintu melihat Monika datang Aira buru-buru mengusap air matanya tetapi percuma saja Monika sudah melihatnya, tohhh wajah sembab tidak bisa dihilangkan seketika


Monika duduk di diranjang Aira, Monika menarik selimut Aira


Aira berusaha menahan selimutnya seolah Monika tau apa yang akan Aira lakukan ditarik selimut begitu kuat


Akhirnya selimut terlempar ke lantai, Aira menyadari langsung sigap menutup wajahnya mengunakan tangan


Monika langsung memeluk Aira tidak peduli Aira yang masih menutupi wajahnya


Tadinya Aira menahan tangis tapi pelukan Monika yang begitu menenangkan membuat air mata Aira lolos begitu saja, Air mata sudah payah ditahan jatuh dipelukan Monika, seolah matanya tidak mampu berbohong didepan Monika


Monika menyadari Aira menangis semakin mempererat pelukan


"menangis lah Aira, tumpahkan semua kesedihanmu cukup setelah ini tidak akan ada lagi air mata ,,, yang ada hanya kebahagiaan" gumam Monika dalam hati sedangkan tangannya mengelus lembut rambut Aria

__ADS_1


__ADS_2