Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
membuat Vian darah tinggi


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Vian sudah sampai dirumahnya, segera Vian keluar membukakan pintu untuk Aldo sahabatnya yang juga bosnya


Aldo sudah keluar dari mobil, Aldo merapikan rambut juga bajunya


Vian yang melihat Aldo merapikan rambut geleng kepala


"sok ganteng banget sih" ucap Vian pastinya dalam hati


"Kamu mengatai ku an,,," ucap Aldo menyipitkan mata seolah mengetahui apa saja yang ada didalam hati Vian


Vian gelagapan tapi segera menormalkan perasaannya agar tidak ketahuan jika sudah mengatai bosnya dalam hati


"tidak, percaya diri sekali anda" ucap Vian memalingkan wajahnya menatap ke arah lain


Aldo tidak menjawab perkataan Vian, Aldo lebih memilih melangkahkan kakinya menuju pintu rumah Vian, meninggalkan sang pemilik rumah begitu saja digarasi mobil


"Tokkkk,,,,, Tokkk,,,, Tokkk,,,,," Aldo mengetuk pintu


Vian sekarang sudah berada dibelakang Aldo


"tidak perlu mengetuk pintu, ayo masuk saja" ucap Vian sedangkan tangannya membuka pintu rumahnya yang tidak terkunci


"aku sudah tau jika pintunya tidak dikunci hanya saja tidak sopan masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu meskipun ini rumah asistenku sendiri" ucap Aldo begitu angkuhnya


Aldo sudah masuk kerumah Vian terlebih dahulu meningkalkan Vian begitu saja yang masih mematung di ambang pintu


"Ehh,,,, nak Aldo, kenapa datang tidak bilang-bilang, jika tau nak Aldo datang ibu akan menyambut kedatangan nak Aldo" ucap ibu Vian dari arah dapur


"apa Vian tidak mengatakan ke ibu jika saya akan kesini???" tanya Aldo


Sebenarnya Aldo kerumah Vian mendadak mana sempat Vian memberi tahu ibunya, Aldo sengaja berkata seperti itu agar Vian dimarahi ibunya


yaa,,,, jika Aldo ditanya soal hobi mungkin akan menjawab hobinya membuat asistennya kesal


"an,,,," ucap ibu Vian matanya melotot menatap anaknya yang sedang berdiri diambang pintu


"Bu,,,,,," ucap Vian ingin membela diri menjelaskan semuanya tapi belum sempat Vian menjelaskan Aldo sudah menyela pembicaraannya


"sudah Bu, mungkin Vian lupa" ucap Aldo cengengesan seolah tidak membuat ulah apapun merasa tidak bersalah


Mendengar Aldo berbicara ibu Vian menoleh ke arah Aldo tersenyum begitu lebarnya berbeda saat menatap anaknya sendiri


"iya, nak tunggu disini dulu yaa,,,, ibu buatkan minum terlebih dahulu" ucap ibu Vian tersenyum begitu merekah di bibirnya

__ADS_1


Ibu Vian sudah pergi menuju dapur membuatkan minum untuk Aldo boss dari anaknya


Melihat kepergian ibunya, Vian berjalan mendekat kearah Aldo yang sudah duduk dengan nyamannya disofa mengangkat satu kakinya


"Awas kamu Do, lihat saja" ucap Vian begitu geram karena Aldo Vian berada dalam masalah takut dihukum ibunya


Meskipun Vian sudah besar tapi Vian masih sering di hukum ibunya, hukuman dari ibunya tidak seberapa tapi Vian merasa harga dirinya sebagai seorang lelaki jatuh


Hukuman dari ibunya hanya menyiram tanaman di depan rumah dan membersihkan toilet kamar mandi dirumahnya


Tapi bagi Vian hukuman itu menjatuhkan harga dirinya apalagi jika sampai diketahui karyawan di kantor milik Aldo sudah dapat dipastikan semua orang menertawakannya


"apa" ucap Aldo yang sama sekali tidak takut akan ancaman dari Vian


"kamu" ucap Vian mengeraskan rahangnya sedangkan tangannya ingin menampar atasannya


"Vian" suara bariton ibunya


Mendengar suara lengkingan ibunya yang cempreng nyali Vian menciut


"Aduh Bu, takut,,,,,," ucap Aldo bersandiwara seolah takut akan ditampar Vian


Padahal tadi Aldo hendak membalas perkataan Vian tapi melihat ibunya Vian akan kearah ruang tamu diurungkan niat awalnya dan beralih bersandiwara seolah tersakiti


"an,,,, keterlaluan kamu, Aldo itu bos mu juga sahabatmu bisa-bisanya kamu bertindak kasar seperti itu, ibu tidak pernah mengajarimu bertindak seperti berandalan begitu yaa an,,,, ibu nyesel punya anak seperti kamu" ucap ibu Vian panjang lebar berceramah tidak ada hentinya


Setelah itu memeluk Aldo begitu erat membelakangi Vian


"maafin Vian yaa nak Aldo" ucap ibu Vian berbisik ditelinga Aldo


Aldo tidak menjawab perkataan ibunya Vian, Aldo justru menjulurkan lidahnya


Vian yang melihat itu semua naik pitam, ingin rasanya menonjok bosnya tapi mau bagaimana lagi jika Vian menonjok Aldo dihadapan ibunya bisa digantung ibunya


Vian menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan berusaha tidak terpancing ulah Aldo sahabatnya


"do, katanya mau menjenguk adikku" ucap Vian mengingatkan tujuannya datang kerumah Vian, sebenarnya itu hanya alasan Vian saja agar Aldo cepat pergi dari rumahnya sebelum membuat masalah yang lebih parah


Aldo yang teringat tujuannya datang kerumah Vian, melepaskan pelukan ibunya Vian


"maaf Bu" ucap Aldo saat melepaskan pelukan ibunya Vian


"iya nak, tidak apa-apa, maaf memelukmu terlalu erat" ucap Ibunya Vian

__ADS_1


"seharusnya saya yang meminta maaf karena baru bisa menjenguk Mila, selama ini saya di Singapura dan ini baru saja sampai di Indonesia langsung menuju kemari" ucap Aldo


Mendengar perkataan Aldo yang baru saja pulang dari Singapura bahkan belum sempat istirahat tapi langsung menuju rumahnya membuat hati ibunya Vian semakin terenyuh


"nak, sampai segitunya persahabatan mu dengan Vian, ibu jadi terharu" ucap ibunya Vian lirih matanya berkaca-kaca


"an,,, lihat harusnya kamu bersyukur mempunyai boss juga sahabat yang baik seperti Aldo ini, udah baik, ganteng,sukses lagi" ucap Ibunya Vian nada bicaranya ketus tidak seperti waktu berbicara dengan Aldo


Mendengar ibunya memuji bosnya yang pintar cari muka membuat Vian memutar bola matanya malas


"Ayo do, cepat" Vian menarik tangan Aldo menuju kamar adiknya


Vian sudah muak dengan sandiwara Aldo lebih baik secepatnya bertemu Mila setelah itu akan mengantar Aldo sii pintar cari muka, cari perhatian pergi dari rumahnya


Vian dan Aldo sudah sampai didepan pintu


"ingat jangan berani sakiti adikku ataupun berniat jahat, awas saja aku tidak akan segan menghabisi mu" ucap Vian memasang wajah


garang sedangkan tangannya menggulung kemejanya sampai diatas siku


"huhuhuhuhuhuhuhu,,,,,,ampun boss, Aldo Sasongko takut" ucap Aldo tapi nada bicaranya meledek


Tokkkk,,,,,,, Tokkk,,,,,,, Tokkk,,,,,


Vian mengetuk pintu kamar adiknya


"siapa" teriak Mila dari dalam kamarnya


Vian yang dapat mendengar sahutan adiknya


"ini kakak Mil" ucap Vian juga berteriak agar di dengar adiknya yang berada di dalam kamar


"masuk saja kak" teriak Mila dari dalam kamar


Mendapat ijin dari adiknya segera Vian meraih hendel pintu


"Cekkkleeekkkkkk" suara pintu terbuka


Vian dan Aldo masuk ke kamar Mila, terlihat Mila sedang duduk menonton televisi


Mila mematikan televisinya karena melihat kakaknya masuk bersama orang yang tidak Mila kenal


Mila menyipitkan matanya menatap Aldo dari ujung kaki sampai ujung rambut

__ADS_1


yaa,,,, meskipun Aldo dan Vian bersahabat tapi Mila sama sekali belum pernah bertemu dengan Aldo, berbeda dengan ibunya yang sudah sering bertemu dengan Aldo bahkan sudah sangat akrab bahkan kedekatannya mengalahkan anak kandungnya sendiri


"hmmm,,,,,, yang berada disamping kakak siapa kak,,,,??????" tanya Mila yang tidak sabar ingin mengetahui siapa pria ganteng disamping kakaknya


__ADS_2