
Aira selesai mandi bergegas ke ruang makan
Aira berjalan gontai Sebenarnya Aira tidak merasa lapar tapi karena semua orang menunggunya membuat Aira terpaksa ikut makan
Melihat kedatangan Aira semuanya menatap Aira kecuali Dodi suami Aira
Terlihat Dodi sibuk mengeser ponsel tapi Aira tidak memperdulikan
Nenek Halimah melihat kedatangan Aira memicingkan mata
Aira faham betul jika tatapan neneknya seperti itu pasti Aira melakukan kesalahan
"hhhhhh,,,,,, mampus dahh,,, pasti nenek bakalan marah dan tidak akan mengijinkan aku makan,"
begitulah nenek Halimah jika Aira melakukan kesalahan atau melawan perintah nenek akan dihukum tidak boleh makan
terdengar kejam tapi bagi Aira sudah biasa, Aira sadar diri hanyalah anak angkat, bagi Aira bisa punya tempat berteduh tidak kedinginan saja sudah bersyukur
Aira sudah duduk tetapi semuanya masih menatap Aira entah apa yang mereka semua pikirkan
"hemmmm,,,,hemmm,,,,,," Terdengar Aira berdehem mencoba memecah keheningan agar mereka tersadar jika sudah sedari tadi Aira duduk
" ehhhh putriku sudah datang,,,," ujar ibu mini
"iyaaa Bu,,,,,,,,," sahut Aira memutar bola matanya
dalam hati berkata " hhhhh,,,,, padahal sudah dari tadi mereka saja yang tidak sadar melihatku seolah melihat setan,,,"
"kam,,,,,,,,,,," belum selesai ibu mini berbicara nenek Halimah sudah menyahut duluan,
"sudah sebaiknya kita cepat makan setelah itu tidur,," suara nenek Halimah terdengar tegas membuat semuanya menuruti perintah nenek, tidak ada yang berani membantah
sebenarnya masih banyak yang ingin ibu mini katakan sebelum kembali ke luar negri, tetapi diurungkan mengingat bagaimana sifat ibunya (nenek Halimah)
mereka semua makan begitu khidmat tidak ada satupun berani berbicara yang terdengar hanya lahh suara sendok sedang digunakan
terdengar seseorang berbicara memecah keheningan
"Aira itu koper suamimu bawa kekamarmu" tangannya menunjuk ke arah koper
Semua menoleh kearah suara ternyata yang memecah keheningan nenek Halimah
suara nenek Halimah terdengar serius
"tapiiii nekkk,,,,," merasa tidak suka jika harus sekamar dengan Dodi membuat Aira mencoba membantah
seolah faham apa yang akan Aira katakan ibu mini mengedipkan mata mengisyaratkan agar Aira diam
Aira melihat kode dari ibunya memilih diam sebenarnya Aira sudah jengah dengan sifat neneknya terlalu menyetir hidupnya ingin sekali-kali Aira protes tapi melihat ibu mini memberi isyarat di urungkannya
"nek tapi kan Aira tidak,,,,," ujar Monika belom sempat menyelesaikan perkataannya sudah dipotong ibu mini
"sudah malam sebaiknya kita semua tidur,,,"
Monika pergi terlebih dulu membiarkan perkataannya menggantung, Monika pergi tanpa berpamitan terlihat diraut wajahnya begitu kesal
ibu mini melihat anaknya pergi begitu saja hanya geleng-geleng kepala
sedangkan nenek Halimah "tuhhh,,,, anakmu tidak sopan maen pergi gitu aja, tidak pamitan ke orang yang lebih tua"
ibu mini mendengar ucapan ibunya tidak menjawab hanya melirik sebentar lalu mengukir senyum
ibu mini beranjak dari tempat duduknya mencoba kembali kekamar tapi sebelum itu ibu mini menghampiri Aira terlebih dulu
__ADS_1
"Nak bawa kopernya bagaimanapun dia suamimu,,,," ibu mini berbisik ditelinga Aira
Aira mendengar bisikan ibunya hanya mengangguk-angukan kepala menandakan iyaa
nenek Halimah melihat putri dan cucunya berbisik sedikit curiga
"cihhhh,,,,,,, apa yang mereka katakan, jika sampai berbuat aneh-aneh mencoba melawanku awass saja,,,," Nenek Halimah mengancam mereka dalam hati
ibu mini pergi meninggalkan tempat Makan disusul ayah aira,adiknya Monik
Dodi sebenarnya tau kehadirannya tidak diharapkan, Dodi juga tau Aira tidak mencintainya tapi Dodi diam saja tidak peduli tohhh dodipun sama menikahi Aira demi ibunya , begitulah yang ada dipikiran dodi
kini tinggal Aira,Nenek dan Dodi
"tubuhku terasa begitu lelah,sebaiknya segera ku bawa kopernya agar aku bisa cepat-cepat istirahat,,,,," gumam Aira dalam hati.
Aira membawa koper suaminya menuju ke kamarnya
nenek Halimah yang melihat itu semua tersenyum
"cepat nak susul istrimu, kamarmu ada disana" sambil tangannya menunjuk kamar paling pojok
"iya nek,,,," sahut Dodi kepalanya sedikit menunduk
Dodipun pergi ke kamar Aira, nenek juga sudah kembali kekamarnya
Di dalam kamar Aira
Aira sudah sampai dikamar, koper yang ia bawa ditaruh begitu saja,
"hoammmm,,,,," Aira menutup mulutnya
"hmmmm,,,,, ngantuk bobog ahhhh,,,,," Aira menghempaskan tubuhnya diatas ranjang memejamkan mata
Aira meliriknya seketika jantungnya berdegup kencang ternyata yang masuk kekamarnya itu Dodi
"hhhhhhh,,,,, mau ngapain dodi kesini jangan-jangan ahhhhh,,,,,,,," bergumam dalam fikiranya
"jika siii Dodi itu minta aneh-aneh bagaimana,,,, sebenarnya aku belom siap tapi bagaimana pun aku istrinya hhhhhh,,,,,,,,bagaimana ini" Aira masih bergumam dalam fikiranya
Sebenarnya Aira belom mengantuk karena tadi sudah tidur tapi Aira pura-pura tidur agar suaminya tidak ngapa-ngapain
padahal mau mengapa-ngapain bebas yaa bestii kan sudah sah
Aira melirik dodi
"mau kemana sii Dodot itu ehhh Dodi" Aira berbicara dengan dirinya sendiri
Dodi sebelumnya membuka kopernya mengambil pakaian masuk kekamar mandi
Aira yang paham suaminya akan berganti pakaian sedikit ketakutan Keringatnya bercucuran takut jika malam ini akan menjadi malam panas
"ceklekkkk,,,,,,,,"terdengar suara pintu kamar mandi telah terbuka
Dodi melangkah keluar kamar mandi
meskipun Aira menutup mata tetapi pendengaranya masih tajam Aira panik takut suaminya meminta haknya seketika otaknya sudah treveling
"Cihhh,,,,, kenapa malah jadi bayangin yang enggak-enggak, hisssss,,,,,,, dasar otak" bergumam dalam fikiranya
tidak terdengar suara apapun mata Aira melirik kesana kemari lirikanya berhenti disofa terlihat Dodi sudah terlelap diatas sofa
"ohhhh,,,,, siii Dodot tidur disofa ,terima kasih Tuhan hari ini aku selamat" Aira mengukir senyum
__ADS_1
"tapi kan masih ada hari esok,,, bagaimana dengan besok,,, apa aku masih bisa selamat,,," Aira bertanya dengan dirinya sendiri
"hhhhh,,,,, yasudah lahhh,,,, hari esok difikir besok yang terpenting hari ini selamat,,,, sudah lahhh lebih baik aku tidur"masih bicara dalam hati
tanpa disadari Aira sudah terlelap
********************************************
Sedangkan Ditempat lain Aldo masih kepo
"Bryan kenapa sihh pacar elu itu lebih pilih laki-laki tuwirrrr dari pada kamu,,apa kurangmu,,,,," Aldo bertanya karena memang Aldo begitu penasaran
ntah ada apa dengan Aldo biasanya Aldo tipe orang yang tidak peduli urusan orang lain tapi ntah mengapa kali ini berbeda
"ntahhh lahhh do, andai aku tau,aku tidak akan begitu terluka,,," Bryan menundukkan kepala suaranya juga terdengar serak
"hemmmm,,,, ngomingg-ngoming namanyaa Aira itu Kya apa sihhh,,, jadi penasaran,,,," tanya Aldo memutar bola matanya seperti sedang memikirkan sesuatu
"ngomingg-ngoming,,,,," Bryan terlihat binggung
"ngoming-ngoming itu apa,,," Bryan bertanya karena memang Bryan tidak tau
"ngoming-ngoming itu ngomong-ngomong,,,," Aldo menjelaskan memutar bola matanya
sedikit malas
"owhhhh,,,, bentar kyaknya aku punya fotonya, tapi janji jangan bilang siapa-siapa apalagi ibuku" Bryan sedikit menekan ucapannya
"iyyyaaaa,,,,,,,,iyaaaaaa,,,,,,,"sahut Bryan
Bryan membuka galeri dicari foto sang pemilik hatinya, dirasa sudah ditemukan Bryan tidak segera memperlihatkan ke Aldo, Bryan justru menatap foto Aira begitu dalam tak terasa air matanya menetes
Aldo yang melihat Bryan menangis
"woyyy malah nangis,gimana sudah ketemu" Aldo bertanya tetapi kepalanya sudah berusaha mendekati tubuh Bryan, Agar Aldo melihat apa yang membuat sahabatnya menangis
setelah melihat apa yang membuat sahabatnya menangis Aldo mengepalkan tangan
"lihat saja kamu Aira apa yang akan gua lakukan berani-beraninya sakitin sepupu gua,sama saja elu cari masalah, guaa tidak akan biarkan hidup eluu bahagia, Lihat saja Aira apa yang akan gua lakukan" gumamnya dalam hati
tapi Aldo sedikit binggung terlihat difoto itu begitu banyak cewek,
" bro, pacar elu yang mana sihhh itu banyak banget yang mana cwe elu,,," mendengar pertanyaan dari Aldo Bryan menyeka air matanya
"nihhh,,,, yang iniii,,,,,," Bryan mencoba memberi tau dizomm agar terlihat jelas wajahnya
Bryan mengamati begitu dalam
" Owhhh,,,,, yang ini,,,,,," ujar Aldo seolah sudah faham pacar Bryan yang mana
Aldo mengamati foto cwe yang ada di sisi kanan Aira, didalam foto tersebut terlihat Aira begitu dekat dengan wanita disampingnya itu
"Yann,,, cwe elu kyaknya Deket banget yaa sama cwe didekatnya ini" Aldo menunjuk-nunjuk foto cwe yang dimaksud
"iya,, namanya Mila mereka berdua bersahabat" Bryan menjelaskan tetapi matanya tidak lepas dari foto sang pujaan hati
"hemmm,,,, kyaknya kok ngak asing yaaa,,, sama yang namanya Mila, Kya pernah ketemu gitu tapi dimana" Aldo mencoba mengingat-ingat
"jelas lahh tidak asing Mila kan adiknya Vian" ucap Bryan tetapi pandangannya tidak lepas dari foto Aira
"Vian,,,,,, hmmm apa vian asistenku itu,,,,"mencoba memperjelas dugaannya
"iyaa lahhh,,,, siapa lagi,,, " Bryan masih menjawab pertanyaan Aldo tapi matanya tidak lepas dari foto Aira
__ADS_1
"hmmm,,,, ternyata Mila sahabat Aira itu adiknya Vian,,, hahahahahahaha,,,,,,, Aira sebentar lagi akan ku buat elu menyesal, elu harus merasakan apa yang sepupu gua rasakan, hahahahahahaha,,,,,,,," tertawa dalam hati bibirnya tersenyum penuh arti begitu menakutkan entah apa yang ia rencanakan