Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
sahabat


__ADS_3

Tringggg,,,,,,Tringggg,,,,,,,,,,Tringggg,,,,,,,,


Terdengar bunyi telefon


"hhhh,,, dari siapa sihh, masih dandan juga ganggu saja" Aldila menggerutu


Aldila menggambil handphonenya


ternyata telfon dari Mila


Aldila mengangkat telfon tersebut


"Halooo,,,,,,,,,,,,,bentar napa lagi dandan nihhh"


Aldila terlihat sedikit kesal karena Mila menganggu waktunya bersolek


"guaa,, udah ada didepan rumah elu, cepetan hhhhh,,,,,," terdengar Mila sedikit kesal


"iyaaa,,,,,,,iyaa,,,,,,,,"


"iiiiinnnnn,,,,,,,,,"suara Mila tertahan


Ternyata Aira sudah mengakhiri panggilan


"ihhh,,,,, menyebalkan guaa belom selesai bicara udah dimatiin aja, kebiasaan tuhh anak,,, ngak pernah tepat waktu kalau gini caranya kan bisa telat kerumah aira,,,"Mila menggerutu sendiri


Bibir Mila manyun 5cm, dahi mengerut menandakan Mila benar-benar kesal dengan sahabatnya


"hhhhhh,,,,, sudah lahh duduk saja," Mila duduk teras rumah Aldila


"ini,, dibukain pintu napa dibikinin minum atau apa gitu" Mila menggerutu sendiri


Memang sedari tadi Aldila tidak membukakan pintu meskipun sudah tau ada Mila diluar


Aldila yang ada dirumah segera menyelesaikan semuanya agar Mila tidak menunggu terlalu lama


Aldila menatap cermin memiringkan tubuhnya kekiri dan ke kanan


"sudah cantik,, gek gas,,,,,,," Aldila mengambil tas dan mengendong anaknya yang baru berumur 1thn


Aldila menikah muda diusia 18thn diusianya 20thn sudah mempunyai anak umur 1thn ,tokkcerrr,,,, juga langsung hamil begitulah kira-kiranya


Sekarang diantara persahabatan ketiganya hanya Mila yang belom menikah


Aldila langsung menuju pintu lalu membukanya


Terlihat Mila bersandar dikursi sedang menggeser layar ponselnya


"Ayok,,,,,,, bestiii,,,,,,,,,"suara Aldila terdengar begitu semangat


Mila mendengar suara Aldila langsung menoleh


"owhhh,,,,, sudah selesai yaa,,," Mila melirik jam tangan di tangan kirinya


"hhhhhh,,,,,,,, sudah 25menit guaa didepan rumah elu,,, ngapain aja sihhh" Mila mengomel bibirnya manyun


"maaf sayangkuh,,, cintakuh,,, maklum lahh the power of emak-emak heheheheh,,,,," Aldila menyeringai


Mila menoleh Arvira


Arvira anak Aldila, Arvira mempunyai mata sipit, pipi tembem,putih, badan sedikit berisi jauh berbeda dengan ibunya yang kecil,mungil Arvira memang lebih mirip ayahnya


Melihat Arvira begitu menggemaskan Mila mencubit pipi Arvira


"utuuttuututututtu,,,,,,, cantiknya keponakan Tante" Mila tersenyum


Cubitan Mila mungkin sedikit menyakitkan membuat Arvira menangis

__ADS_1


"hikssss,,,,,,hikssss,,,,,,hikssss,,,,,," suara tangisan Arvira


"Cup,,,,Cup,,,, syang Tante Mila nakal ya,,, "Aldila mengusap-usap rambut Arvira anaknya, tangan satunya mengusap air mata anaknya


"ihhhh,,,, apa-apaan sihhh Mil, anakku nangis nihhh,,,,," Terlihat Aldila sedikit kesal


"Maafff,,,,,,,, Al" Mila menundukan kepala merasa bersalah telah membuat Arvira menangis


"Tapi aku tidak berniat membuatnya menangis" sambungnya


Aldila melihat anaknya yang sudah berhenti menangis


"udah lahh ayooo,,,,nanti kita bisa telat, yang terpenting jangan ulangi lagi" Aldila menarik tangan Mila


Mila mengangkat wajahnya


"udah telat keless,,,,,,ini sudah jam berapa,Mila sambil melirik jam"


Aldila menarik tangan Mila yang memakai jam tangan. Dilihatnya ternyata sudah siang


"Alamakkk,,,,, Ijab kabulnya sudah selesai,,kita telat" Aldila terlihat sedih


"udah lahhh,, dari pada kita ngobrol disini buang-buang waktu lebih baik segera meluncur,,,"


"iya bener juga ayoo,,,," Aldila berjalan didepan dan Mila mengekor dibelakang


"padahal yang bikin telat kamu Al,,,," Mila menggerutu dalam hati


Tiba-tiba Aldila menghentikan langkahnya.Mila yang tidak fokus menabrak Aldila


"Brrrrukkkkk,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,"


Mila menabrak Aldila untung saja tubuh Aldila tidak goyah, jika goyah terjatuh kasihan Arvira


"iiiiiiiiihhhhhhhhh,,,,,,,,,,,,, Mila,,,,,,,,,,,,,," teriak Aldila


"Elu ituu yang ngerem mendadak jadinya gua kaget,,,"


"Dikira mobil apa, ngerem mendadak hhhh,,,," terdengar Aldila membuang nafas


"Ehhh,,, aku lupa Mil motorku dibawa suamiku, kamu tau sendiri kan motorku cuma satu hehehehehe,,,,,,"Aldila mengukir senyum


"sudahku duga makanya gua bawa mobil,,," Mila bicara begitu lembut


"utututututu,,,,,,,, tau saja bestiiiiiii kuhhh yang satu ini,,,," Aldila melebarkan senyuman mencolek dahi Mila dan memeluknya


"hhhh,,,, ngak bisa nafas Al lepasinnnn,,,"teriak Mila


Aldila melepaskan pelukannya


"lama-lama dekat kamu ngeri Al, jangan-jangan,,,,,," Mila menggantung kata-katanya


"apaa,,,,,,,,,,," Aldila membelalakan matanya


"melihat sikapmu seperti ini jangan-jangan kamu termasuk jeruk makan jeruk ihhhhh,,,,, ngeriiii,,,,,,kalau kamu itu tapi kok kamu nikah yaaa,,,, "Mila terlihat bingung,takut


"hhhh,,,,, jangan asal bicara yaaaa Mil,,,,, aku masih waras,,,,," Aldila menjawab perkataan Mial


"yang ngomong eluu,,,, ngak waras siapa,,,,," Mila menatap Aldila


"udah ahhh,,,,, ngapain kita berdebat makin siang nihhh,,,,,"


"lebih baik aku bergegas ke mobil kalau tidak bisa debat sampai sore" gumamnya Aldila dalam hati


Aldila melangkah menuju mobil Mila tidak menghiraukan Mila yang masih berdiri


Melihat pungung Aldila semakin jauh meninggalkannya

__ADS_1


"woyyyu,,,,,,,,, kenapa guaaa ditinggalin" teriak Mila


Mila berlari kecil menghampiri Aldila


Dengan nafas sedikit ngos-ngosan Mila sudah sampai di mobilnya terlihat Aldila berusaha membuka pintu mobil tapi tidak bisa


"sini biar guaa saja yang bukain,," Mila membukakan pintu untuk Aldila


Aldila tersenyum "makasihhhh Zeyenkkk,,,,kamu terbaik pokoknya"


Mila geleng-geleng kepala "hhhhhh,,,,,,,hari gini buka pintu mobil saja tidak bisa,,,," Mila berkata dalam hati


Mila bergegas masuk mobil segera menjalankan mobilnya


Didalam mobil hening tidak terdengar suara apapun beberapa menit kemudian


"hhhikkkkssss,,,,,,hikssss,,,,,,,,hikssss,,,,,,,"


Terdengar suara Arvira menangis tubuhnya berontak kekiri kanan membuat Aldila sedikit kewalahan karena tubuhnya kecil sedangkan anaknya gemuk


"cuppp,,,,cupppp,,,,,,,sayang,,,,," Aldila mengusap kepala anaknya menepuk-nepuk punggung anaknya mencoba menenangkan anaknya


"itu lihat nak ada balon,ada tukang bakso, ituuuu,,,,,ituuuu,,,,,,mobilnya bagus kan,,,," selama mobil berjalan Adila menunjuk-nunjuk luar mobil mengalihkan perhatian agar anaknya tidak menangis


Arvira melihat yang ditunjuk-tunjuk bundanya tersenyum riang sudah berhenti menangis


"hhhhhh,,,,,, diam juga akhirnya" Aldila berkata lirih


Mila melihat semua itu geleng-geleng


"punya anak repot amat yaakkkk,," gumam Mila


Meskipun suara Mila lirih tapi Aldila mendengarnya


"heyyyy,,,,,,, jangan ngomong begitu, itu sudah menjadi kodrat wanita, ingat ibumu juga dulu melahirkanmu, membesarkanmu,merawatmu sama sekali tidak pernah mengeluh, namanya anak kecil rewel biasa,namanya anak beda-beda kayak Arvira bakalan begini kalau naik mobil, mungkin dulu kamu juga bakalan rewel ketika sesuatu yang tidak kamu suka"


Aldila menasehati Mila menjelaskan panjang lebar


"Akuhhh,,,,,, tidak pernah rewel,,,,,,,," Mila membela dirinya sendiri


"emang kamu tau waktu bayi tidak pernah rewel"tanya Aldila


Mila hanya menggelengkan kepala


"hehehehe,,,,,,sebenarnya aku juga ngak tau juga sihhh" Mila menyeringai


"hahahahahahahahahahahhahahahahahaha" suara Aldila dan Mila tertawa bersama


tak terasa mereka sudah sampai didekat rumah Aira, Mila memarkirkan mobilnya


Mila segera keluar dari mobil lebih dulu disamping mobil Mila terlihat motor terparkir


Mila menoleh kearah motor tersebut


"kayaknya aku kenal motor ini dehhh, kok kayak punya Bryan ya,,,, tapi orangnya dimana" Mila bertanya dalam hati


Mila menoleh kesana kesini mencari Bryan karena Mila yakin yang dilihatnya motor Bryan


melihat Mila menoleh kesana kesini seperti mencari seseorang Aldila pun bertanya


"Mil cari siapa,,,, ayo lahhhh jangan buang-buang waktu sudah semakin siang nihhh" teriak Aldila


"hemmm,,,,,,,ini lohhh cari,,,,,," Mila berkata tapi tatapanya masih kesana-kesini mencari Bryan belum sempat Mila menyelesaikan perkataannya Aldila sudah menarik tangan Mila


"ayooo,,,,,,,,,," Aldila menarik tangan Mila menuju masuk kerumah Aira


"kayaknya Aldila haus dehhh,,,,

__ADS_1


__ADS_2