
Ayam sahut menyahut berkokok, azan juga berkumandang menandakan sebentar lagi sang fajar akan menyingsing
Aira yang mendengar suara azan dan ayam berkokok mengucek mata
Aira bergegas wudhu setelah itu melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim
Selesai sholat subuh Aira menoleh ke arah sofa terlihat laki-laki tertidur pulas bahkan sampai mendengkur saking nyenyak tidur
Meskipun Aira dan Dodi tidur di kamar yang sama tapi tidak tidur di ranjang yang sama seperti pasangan suami istri pada umumnya
Meskipun sudah beberapa hari menikah tetap saja seperti orang asing tidak ada kemajuan, baik Aira ataupun Dodi sama-sama saling diam
"impianku mempunyai pasangan hidup yang bisa menuntunku menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi imam,suami,ayah yang baik tapi ini,,,, ckk ,,,,,,,,,, bahkan suara azan berkumandang ayam berkokok saja tidak dengar hhhh,,,,,,,,," Aira berbicara dalam hati sorot matanya menatap suaminya yang sedang tertidur pulas
"Lebih baik aku segera ke dapur membuat sarapan,,,,,jangan sampai nenek yang sampai di dapur terlebih dulu,,,, bisa ngamuk tuhh,,, nenek gambreng,,,,,,,," gumam Aira lirih
Aira secepat kilat melangkahkan kaki ke dapur meskipun secepat kilat tapi tidak berlari juga yaa,,,, bestii,,,,,,
Sesampai di dapur Aira celingak celinguk menelisik seluruh sudut ruangan dapur
Untungnya Aira celingak celinguk di rumah sendiri jika di rumah orang lain bisa dipastikan di pukul*n warga di kira mau maling,,,,,,
"hemm,,,,,, untung belum ada yang bangun,,,,,," Aira berbicara dengan dirinya sendiri
Merasa didapur belum ada siapapun yang bangun membuat hati Aira sedikit lega setidaknya tidak akan mendengarkan nenek gambreng ngomel
Aira membuka pintu kulkas dan kosong,,,,,, tidak ada bahan makanan yang bisa dimasak
Aira kemudian mencari di lemari dan sama saja kosong,,,,,,,,,,,,
Mencari di lemari yang lain pun hasilnya sama tidak ditemukan bahan masakan apapun
Aira yang sudah mulai frustasi mengacak-acak rambutnya
Disaat Aira mengacak-acak rambut terasa dari arah belakang tangan melingkar di pinggang Aira memeluk Aira begitu erat
Deggg,,,,,,,, Deggg,,,,,Deggg,,,,,,,jantung Aira berdegug kencang bukan karena cinta tapi karena kaget
Aira mengengam tangan seseorang yang memeluknya melonggarkan pelukan menoleh ke arah belakang
Dan seperti dugaan Aira sebelumnya yang memeluk Aira dari belakang siapa lagi kalau bukan Monika
"ihhhh,,,,,,,, Monika ngagetin aja,,,,,, sekarang jangan main peluk-peluk saja takutnya dilihat orang lain dikiranya jeruk makan jeruk,,,," ucap Aira
__ADS_1
Bukan melepaskan Monika justru memeluk Aira lagi
"haisss,,,,,,,, kenapa sihhhh,,,,,,,,,,,"ucap Aira sedikit menahan sesak akibat pelukan Monika
Aira merasa ada sesuatu yang disembunyikan Monika, sebenarnya Aira begitu ingin menanyakan tapi melihat sorot mata Monika Aira mengurungkan niatnya
"Mon,,,,,,,,, " ucap Aira memanggil nama Monika
Tapi Monika tetap tidak menjawab justru semakin memeluk erat
Aira pun menyerah membiarkan Monika memeluknya
"Raaa,,,,,,,,,, maafin guaaa belum bisa mengatakan semuanya,,, semua penderita yang kamu alami semua karena nenek ku,,,,,, apalagi kekasih mu sampai mengakhiri hidup semuanya karena nenek,,, guaa semakin membenci nenek,,,,,,," gumam Monika dalam hati
Setelah Aira menikah Monika ingin mengatakan semuanya tanpa ada yang di tutup-tutupi tapi tidak diduga dan tidak disangka masalah semakin runyam
Monika pun menunggu waktu yang tepat setidaknya setelah keadaan Aira sedikit membaik
Meskipun ketika di depan orang lain Aira bersikap biasa saja tersenyum bahagia tapi Monika faham betul hati Aira begitu rapuh cobaan yang bertubi-tubi membuat malam panjang Aira menjadi malam penuh air mata
Monika melirik Aira melihat Aira menahan sesak Monika pun melepaskan pelukannya
"Raaa,,,,,, tadi ngapain kok buka-buka lemari,,,," ucap Monika
Aira menarik nafas keluarkan, menarik nafas keluarkan sampai benar-benar lega akibat menahan sesak
Setelah cukup lega Aira berkata
"hemmm,,,,,, cari bahan makanan untuk sarapan pagi tapi tidak ada apapun di kulkas, di lemari juga tidak ada,,,,, hhhhhhhh,,,,,,,,,,,," ucapnya sambil mendengus kesal
"kita buat nasi goreng saja,,,,," usul Monika
Aira diam sebentar seperti sedang berfikir
"hemmm,,,,,,, emang nasinya ada,,,," tanya Aira
"ada banyak tuhhh di sana,,,,," Monika berkata sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah mejicom
Mata Aira mengikuti arah jari Monika
"hemmm,,,,,, yaa sudah kita bagi tugas, biar aku yang ulek bumbunya dan kamu yang mempersiapkan semuanya" ucap Aira
Monika menganggukan kepala tanda setuju bibirnya tersenyum lebar
__ADS_1
"siap bos,,,,,,," ucap Monika tangannya memberi hormat seperti seorang atasan ketika meminta tolong bawahannya
Aira yang melihat tingkah Monika mengukir senyum
Setelah selesai membuat sarapan Aira pun bergegas mandi
Dan Aira pun sudah selesai mandi, semua anggota keluarga mengumpul di ruang makan, termasuk Dodi suami Aira yang baru saja bangun tidur
jika di dalam lagu BANGUN TIDUR KU TERUS MANDI
Tapi tidak dengan Dodi, bagi Dodi bangun tidur ku terus makan
Suasana makan bersama cukup hening tidak ada yang bersuara sama sekali sampai
"Nek,,,,,,Bu,,,,,, Yahh,,,,, mas Dodi semuanya maaf ada hal penting yang ingin aku sampaikan" Aira berbicara menatap semua orang yang sedang sarapan
Merasa di panggil namanya mereka pun menatap Aira entah apa yang ada di fikiran mereka masing-masing
"hemm,,,,,, ada apa nak,,,,,,,," tanya ibu mini
Aira menatap ibu mini sebentar lanjut bercerita lagi
"Aira ingin mengundurkan diri,, berhenti bekerja agar aku dan mas Dodi bisa lebih dekat,,,, fokus menjadi istri yang baik,,, " ucapnya bohong pastinya
Aira wanita pekerja keras menganggur itu bukan lahh Aira,, di lubuk hati terdalam Aira sudah merasa nyaman betah kerja di sana,,
Awalnya Aira berfikir jika bekerja bisa mengalihkan rasa sedih di hatinya tapi sayangnya respon teman-teman Aira tak seperti yang diharapkan justru mereka berfikir Aira matre, wanita kejam
Memang teman-temannya di tempat kerja tidak melakukan kekerasan fisik hanya bergosip, menjauhi Aira dan bila bertemu menatap sinis tapi Aira yang mudah perasa merasa tidak nyaman Akhirnya memilih berhenti bekerja,,,,,,
Sebenarnya Aldira sahabat Aira sudah menasehati agar jadi orang yang cuek bebek tidak peduli sindiran orang lain, tohh makan minum tidak minta mereka, begitulah nasehat Aldira
Tapi Aira yang mudah perasa mudah tersinggung tidak bisa menjadi wanita yang cuek bebek,,, apapun perkataan orang lain selalu difikirkan terkadang juga membuatnya menangis
Lidah memang tak bertulang tapi kata-kata pedas yang keluar dari lidah bisa menyayat hatii yang rapuh
Nenek Halimah awalnya tidak setuju Aira berhenti bekerja berbeda dengan ibu Mini justru setuju keputusan Aira apalagi mendengar keputusan Aira agar bisa lebih dekat dengan suami, agar bisa fokus menjalankan tugas istri membuat ibu Mini yakin suatu hari nanti Aira bisa membuka hatinya untuk suaminya
Berbeda dengan Monika tidak mengatakan sepatah kata pun karena sudah tau alasan yang sebenarnya menggapa Aira memutuskan berhenti bekerja
Pagi itu terjadi perdebatan cukup menegangkan diantara ibu dan anak siapa lagi kalau bukan ibu Mini dan nenek Halimah yang berbeda pendapat
Aira hanya menyimak menatap datar ke arah kedua wanita yang begitu di hormati nya berdebat hanya karena Aira ingin berhenti bekerja
__ADS_1