
Aira kesal dengan pria di depannya bisa punya kepercayaan diri tingkat dewa tapi disisi lain Aira juga mengakui pria dihadapannya lumayan ganteng
"Ranvier ,,,,,, hmmmm namanya sedikit India gitu yaa,,,, apa mungkin keturunan India gitu???" ucap Aira pastinya dalam hati
Sedangkan mata Aira menelisik wajah Vier, Aira memajukan wajahnya memandang wajah Vier lebih dekat
Membuat Vier salah tingkah apalagi jantung Vier yang berdegup semakin kencang
"apa ada yang salah dengan jantungku" Vier bertanya dengan dirinya sendiri
"sepertinya aku harus periksa ke dokter" sambung Vier pastinya dalam hati
Cukup lama mereka berdua saling bertatap muka dengan sorot mata yang saling memandang sampai seseorang berdehem membuat mereka tersadar jarak mereka terlalu dekat
"hemmmm,,,,," penjual buah berdehem
Membuat Aira dan Vier menoleh bersamaan
"kalau mau pacaran jangan disini" ucap penjual buah
Mendengar perkataan penjual buah Aira dan Vier menoleh saling menatap, Aira yang merasa jarak antara dirinya dan pria dihadapannya terlalu dekat dengan sigap memundurkan tubuhnya melangkahkan kakinya sekitar tiga langkah agar jarak antara dirinya dengan pria dihadapannya tidak terlalu dekat
Sedangkan Vier masih diam ditempat semula tidak memundurkan langkah ataupun maju tapi wajahnya sudah menoleh ke arah tukang buah menatapnya begitu tajam seperti hendak menerkam
"siapa yang pacaran" ucap Aira menyangkal pria dihadapannya itu pacarnya
Tapi memang benar perkataan Aira, Vier dan Aira tidak pacaran bagaimana bisa pacaran kenal saja tidak begitulah yang ada dibenak Aira
"pacaran juga tidak apa-apa, lagipula kalian berdua masih muda, kalian juga terlihat cocok" ucap penjual buah memandang Aira tetapi ketika memandang Vier penjual buah menundukkan kepala menyadari sorot mata Vier yang begitu tajam
"hahhh,,,,,, kita cocok?????" ucap Aira sedangkan tangannya menunjuk dirinya sendiri setelah itu menunjuk pria dihadapannya
Sedangkan penjual buah tidak menjawab perkataan gadis dihadapannya karena takut dengan sorot mata Vier
yaa,,,,, Aira terlihat seperti masih gadis tidak akan pernah ada yang menyangka bila Aira sudah menikah
Aira yang merasa tidak ada yang menjawab perkataanya menoleh ke arah Vier terlihat Vier menatap tajam penjual sedangkan penjual menunduk takut
__ADS_1
"hhhhhh,,,,,,,, lebih baik aku segera ke rumah Mila meninggalkan situasi menyebalkan ini,,," ucap Aira dalam hati
Aira pun melangkahkan kakinya menjauh dari Vier ataupun penjual buah, meninggalkan mereka begitu saja berusaha menjauh dari situasi yang sama sekali tidak Aira sukai
Vier yang menyadari Aira menjauh menghentikan tatapan matanya berusaha mengejar Aira sedikit berlari
Dan disaat melewati penjual buah tetap saja Vier melirik tajam penjual buah tapi setelah itu mengalihkan pandangan menatap punggung Aira yang semakin menjauh
Vier yang belum mengenal nama wanita yang telah membuat tidurnya tidak tenang karena kepikiran wajahnya berusaha mengejar Aira
"haaiii,,,, gadis manis tunggu,,,,,,," ucap Vier memanggil Aira berharap Aira berhenti
Aira yang mendengar suara Vier semakin bergegas mempercepat langkah kakinya melihat sebuah pohon cukup besar dipenuhi rumput cukup tinggi Aira melangkahkan kakinya menuju kesana berusaha bersembunyi
yaa,,,,, Aira yang didekati pria tampan kaya justru kabur dan bersembunyi bukan seperti wanita pada umumnya yang justru berlomba untuk mendekati pria tampan apalagi kaya uhhhh,,,,,, ibarat nilai A+ pokoknya
Vier yang kehilangan jejak Aira begitu saja menoleh kesana kemari berharap menemukan Aira tapi nihil Vier tidak menemukannya
Vier yang tidak menemukan Aira melangkahkan kakinya menuju mobil seperti tujuan awalnya sebelum bertemu Aira yaitu pulang ke perumahannya yang tidak jauh dari tempatnya bertemu Aira
Seharusnya jika Vier ingin mengetahui tentang Aira lebih jauh sangatlah mudah bisa menyuruh asisten kepercayaannya untuk mencari tau asal usul seluk beluk tentang Aira tanpa bersusah payah berlari mengejar Aira apalagi cuaca yang cukup panas
Vier sudah masuk kedalam mobilnya memukul setir mobilnya kesal tidak bisa menemukan Aira tadi
"hhhhh,,,,,,, bodoh,,,,, bodoh,,,,, bahkan namanya saja kamu belom tau, harusnya tadi kamu bertanya siapa nama dirinya dan juga nomor ponselnya" ucapnya dalam mobil memukul setir kemudi sesekali juga memukul kepalanya sendiri
Vier kali ini merasa menjadi pria bodoh karena tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya membuatnya gagal mengenal lebih jauh Aira
Vier menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan setelah dirasa cukup tenang Vier melajukan mobilnya menuju tempat tinggalnya
Begitulah Vier tidak akan mengunakan kendaraan ketika marah,kesal ataupun sedih Vier akan menetralkan diri terlebih dahulu.
Karena menyetir dengan perasaan yang kacau bisa membuatnya bahaya bukan cuma dirinya tapi juga bisa membahayakan orang lain karena kurang fokus
Terlihat mobil Vier sudah pergi
Aira yang melihat kepergian mobil Vier keluar dari persembunyiannya
__ADS_1
Sebenarnya Aira melihat jelas wajah sedih kecewa Vier tapi Aira tidak memperdulikan yang Aira tau Vier itu pria mesum yang harus Aira jauhi
" bukankah tadi mobil mewah,,,????" Aira bertanya dengan dirinya sendiri
"Kenapa pria mesum mengunakan mobil mewah siapa pria itu sebenarnya" Aira masih bertanya dengan dirinya sendiri
Begitu banyak pertanyaan yang ada dipikiran Aira tapi tidak ada jawaban karena Aira bertanya dengan dirinya sendiri, apalagi pertanyaan tentang Vier yang hanya mampu di jawab Vier saja
"kenapa jadi memikirkan pria mesum, hhhh,,,,,, kenapa jadi lupa tujuan awalku kemari, sebaiknya aku segera ke rumah Mila" gumam Aira
Aira pun melangkahkan kakinya menuju tempat tinggal Mila yang tidak jauh dari tempatnya berdiri
Setelah beberapa menit kemudian Aira sudah sampai di depan pagar rumah milik Mila
Terlihat rumah Minimalis tetapi sangat nyaman bila ditempati berbeda dengan rumah Aira yang cukup besar dengan halaman yang cukup luas mungkin bila dijadikan buat bermain sepak bola saja bisa saking luasnya
Aira yang mengetahui pagar tidak dikunci segera masuk begitu saja rumah Mila tidak ada satpam ataupun penjaga apalagi Aira yang sudah sering berkunjung kerumah sahabatnya membuat Aira mengetahui seluk beluk rumah tersebut
Ketika Aira masuk, Aira melihat motor milik Aldira terparkir di depan rumah Mila
"gara-gara pria mesum jadinya lebih dulu Aldila kan,,," gumam Aira menyalahkan Vier yang telah membuatnya terlambat
"Lahh mana buahnya" ucap Aira ketika melihat tangannya kosong tidak membawa apapun
Aira menepuk jidatnya sendiri, Aira baru ingat bila dirinya tidak jadi membeli buah karena Vier
"ini semua karena pria mesum, jadinya lupa membeli buah untuk sahabatku" ucap Aira menyalahkan Vier lagi karena lupa membeli buah
Aira ragu ketika akan memasuki rumah sahabatnya, Aira malu tidak membawa buah tangan apapun, apalagi Aira juga meyakini Aldira pasti membawa sesuatu untuk menjenguk sahabatnya, begitulah yang ada dibenak Aira
Tapi untuk kembali ke toko buah itu tidak mungkin karena Aira sudah tepat berada didepan pintu rumah Mila sahabatnya
Sekian dulu yaa,,,,, bestii.
Nanti dilanjut lagi,,,,,
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
__ADS_1
LIKE,VOTE DAN KOMEN
Miss you 😘😘😘😘