
Melihat tatapan mata Mila yang terlihat tertarik terhadapnya membuat Aldo tidak membuang kesempatan
"perkenalkan namaku Aldo, sahabatnya Vian, kakakmu" ucap Aldo mengulurkan tangannya tak lupa tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang gingsul
Mila membalas uluran tangan Aldo tak terasa mulutnya mengangga, mengagumi pria dihadapannya
Apalagi ketika tersenyum yang memperlihatkan giginya yang gingsul menambah nilai plus seorang Aldo Sasongko, membuat wanita mana saja meleleh
"hemmmm,,,,,," Vian berdehem membuat Mila melepaskan tangannya yang masih mengengam tangan Aldo
Mila melirik kakaknya nyalinya menciut seketika melihat tatapan mata kakaknya yang begitu tajam, matanya bahkan hampir keluar dari tempatnya
Mila menundukkan kepalanya sudah tidak berani menatap wajah kakaknya yang begitu murka
Aldo yang melihat Mila menundukkan kepalanya terlihat ketakutan menoleh kearah Vian dan benar seperti dugaannya, Vian menatap tajam adiknya
"hemmm,,,,," Aldo berdehem
Mendengar atasannya berdehem membuat Vian menundukkan kepalanya, tanpa ditegur Vian sudah mengerti kesalahannya
"gimana Mil,,,,, keadaanmu????" tanya Aldo membuka percakapan agar Mila tidak terus saja menunduk,tidak menjawab perkataan Aldo
"Mila,,,,," ucap Vian memanggil nama adiknya agar Mila menjawab perkataan Aldo
Jika Mila masih terus saja menunduk dan diam saja dapat dipastikan Vian yang akan terkena marah seorang Aldo Sasongko
Mila mendongak menatap kakaknya
Sedangkan kakaknya memberi isyarat lewat mata agar menjawab perkataan Aldo
"hmmm,,,,,, maaf kak, tadi tidak dengar, tadi kakak ngomong apa" ucap Mila menatap Aldo
dengan gugup
"bolehkah saya duduk di dekatmu" ucap Aldo
yaa,,,,, saat ini Aldo masih saja berdiri disamping ranjang Mila, sedangkan Mila sedang duduk sambil menyandarkan punggungnya di ujung ranjang tempat tidurnya
"boleh kak silahkan saja" ucap Mila sopan sesekali melirik Vian kakaknya yang masih berdiri mematung tanpa ekspresi
__ADS_1
"Mil, dengar dari Vian katanya kamu kecelakaan????" tanya Aldo
Vian yang disebut namanya membulatkan matanya, tidak habis fikir maksud dan tujuan seorang Aldo mendekati Mila adiknya itu apa, apalagi soal memberi tahu Aldo tentang Mila kecelakaan
Hhhhh,,,,,, itu tidak lahh mungkin,sudah beberapa bulan Aldo di Singapura kapan waktu Vian memberitahunya, lagipula Vian tidak pernah menghubungi Aldo selain kepentingan kantor
"iya kak, sudah beberapa bulan yang lalu, ini Alhamdulillah sudah bisa berjalan lagi meskipun belum seperti sedia kala" ucap Mila jujur dengan keadaannya
"syukurlah kalau begitu" ucap Aldo senyumnya masih mengembang di wajah Aldo
Melihat Aldo tersenyum lebar ke adiknya ingin rasanya Vian memukul bibir sahabatnya agar tidak lagi bisa mengembangkan senyum sok gantengnya
"iya kak" ucap Mila sopan
"Mila, apa tidak sebaiknya kamu berobat ke luar negeri saja, agar secepatnya sembuh" ucap Aldo memberi saran
"soal biaya biar saya yang tanggung" sambung Aldo lagi memberi bantuan
"tidak kak, terima kasih" ucap Mila, meskipun Mila ingin secepatnya sembuh sudah bosan di kamar terus menerus ingin healing tapi tidak mungkin Mila menerima tawaran Aldo, Mila tidak mau berhutang budi, tohh hari berganti hari selalu ada perkembangan, begitulah yang ada dibenak Mila
"Do, tuan besar mengirim pesan, kamu ditunggu tuan besar di mansion utama, tuan besar sudah mengirim pesan berulang kali agar secepatnya datang" ucap Vian pastinya berbohong, Vian tidak ingin Aldo berlama-lama berbicara dengan adiknya
Aldo mendengarkan perkataan Vian sesekali menelisik mata Vian, mencari kebohongan dimata sang asisten
"bagaimana do, ayo jangan sampai tuan menunggu lama aku tidak ma,,,,,," ucap Vian belum sempat melanjutkan perkataannya sudah di sela Aldo
" diam" ucap Aldo tegas
Mendengar suara tegas seorang Aldo Sasongko membuat Vian membungkam mulutnya
Mila yang sedari tadi diam saja sedikit melonjak kaget mendengar suara tegas pria ganteng didekatnya
"ganteng-ganteng mengerikan juga" ucap Mila pastinya dalam hati, tidak akan berani berbicara secara langsung bisa dicincang, begitulah yang ada dibenak Mila
" Mil, bolehkah aku meminta nomor ponselmu" ucap Aldo tersenyum manis mengalahkan manisnya gula halus
Mila melirik Vian kakaknya, ingin rasanya Mila menyerahkan nomor ponselnya, meskipun Aldo garang tapi ganteng juga membuat Mila sedikit tertarik dengan sosok Aldo, sedikit lho yaa, kalau banyak otak Mila masih berfungsi masih takut dengan kakaknya yang garang, itulah menurut Mila
Melihat lirikan adiknya Vian mengedipkan matanya, mengisyaratkan agar segera memberikan nomor ponselnya
__ADS_1
"hmmm,,, kak Aldo bukankah kakakku itu asisten mu, lebih baik kakak minta saja sama dia" ucap Mila menunjuk Vian kakaknya
Biarlah keputusan akhir berada ditangan Vian, dari pada diberikan nanti salah, jika tidak diberi nanti takutnya juga salah, biarlah kakaknya yang menentukan, begitulah yang ada dibenak Mila
Aldo melirik Vian sorot matanya tajam, melebihi tajamnya samurai
Melihat tatapan mata sahabatnya yang juga bosnya membuat bulu kudu Vian merinding
"hhhh,,,,, mampus dah gua" ucap Vian lirih menundukkan kepalanya tidak berani menatap Vian
"Ayo boss, tuan besar sudah menunggu, soal nomor ponsel Mila nanti saya berikan didalam mobil" ucap Vian gemetar tidak berani menatap Aldo masih saja menunduk
Aldo masih melirik Vian dengan sorot mata tajamnya, tidak menjawab perkataan Vian
"kak,,,,," ucap Mila menyentuh pundak Aldo
Merasa pundaknya disentuh Aldo mengalihkan pandangan menatap Mila dengan senyum terbaiknya, sungguh seperti dua orang yang berbeda, ketika menatap Vian sudah seperti macan hendak menerkam mangsanya, sedangkan ketika menatap Mila seperti hemster yang mengemaskan
"sudah kak pergi saja, tohh kak Vian sudah berjanji memberikan nomor ponselku" ucap Mila begitu lembut, selembut cintaku padamu
haissshhhhh,,,,,, author kenapa jadi gombal begini, lanjut kisahnya
Aldo menatap Vian meminta kejelasan diberi atau tidak, tohh sekalipun Vian kekeh tidak mau memberikan Aldo akan memaksanya, apapun caranya akan Aldo lakukan
Vian yang mengerti arti tatapan bosnya segera membuka suara, sebelum sang singa ngamuk, begitulah yang ada dibenak Vian
"seperti baru mengenalku saja do, jika seorang Vian sudah berjanji pasti akan ditepati" ucap Vian begitu bangganya
yaa,,,,,, Vian pria yang tidak pernah ingkar janji karena Vian tau bagaimana rasanya ketika dipercaya tapi berkhianat, mengingkari janjinya
"Awas kapan bohong, tau kan apa konsekuensinya membohongi seorang Aldo Sasongko" ucap Aldo begitu bangganya menyebutkan nama belakang keluarganya
"yaaa,,,,yaaa,,,,,," ucap Vian memutar bola matanya malas
Sebenarnya Vian tidak rela adiknya berkomunikasi dekat dengan Aldo, tapi mau bagaimana lagi melawan tidak ada gunanya
Meskipun Vian akan memberikan nomor ponsel adiknya tapi Vian sudah memiliki rencana agar adiknya tidak dekat ataupun menjalin hubungan dengan seorang Aldo Sasongko
Sudah di yaa bestii, sudah ngantuk nihh author
__ADS_1
Jangan lupa LIKE,VOTE dan KOMEN
Thank you 😘