
Aldo sudah berada di dalam mobil menuju bandara, mobil yang dikendarai Aldo berjalan sedang tidak cepat ataupun lamban
Aldo duduk dibelakang sedangkan yang mengemudikan siapa lagi kalau bukan Vian
Aldo menatap keluar jendela memikirkan sebentar lagi akan pergi meninggalkan tanah kelahiran entah kapan lagi bisa melihat Tanah Air tercinta Aldo juga tidak tau berapa lama Aldo di Singapura
Bagi Aldo begitu berat meninggalkan Tanah Air tercinta padahal Aldo tidak mempunyai pacar apalagi jika punya serasa tidak akan sanggup
Aldo laki-laki tampan bertubuh atletis kekayaan melimpah wanita mana yang tidak jatuh hati tapi Aldo engan berpacaran, sekalipun Aldo berpacaran itu hanya untuk main-main membalaskan dendam
Vian melirik Aldo dari kaca melihat bos muda nya sedih, Vian juga ikut sedih meskipun tengil, menyebalkan tapi Aldo tetap atasan Vian
"do,,,,,, " suara Vian terdengar memecah keheningan
Aldo mendengar seseorang memanggil namanya segera menoleh ke arah suara
" iya ada apa,,," tanya Aldo
"hmmm,,,,, tidak do memastikan saja siapa tau kamu kesambet makanya diam saja,,," ucapnya tanpa penyaring
"Ppleeetakkkkk,,,,,,,,,,,," Aldo menjitak kepala Vian
"Aduh do,,,, sakit" tanganya mengusap-usap kepala sedangkan tangan yang satunya
memegang stang kemudi
suasana kembali hening
Seketika Aldo teringat perkataan Bryan jika pacar Bryan itu sahabatnya Mila adiknya Vian, Aldo berfikir ini waktu tepat mengorek sedikit informasi, siapa tau Vian tau sesuatu
" annn,,,, hentikan mobilnya" ucap Aldo
"Ccciiiikjtttttttt,,,,,," Vian mengerem mobil mendadak membuat kepala Aldo terbentur kursi penumpang
"Bruak,,,,,,,," suara kepala Aldo terbentur
Aldo mengusap-usap kepalanya terasa sakit, pusing
"awwww,,,, sakit,,,,,," ucapnya
Vian merasa tidak enak hati karena perbuatannya mengerem mendadak membuat membuat Aldo terbentur
"maafff Do,,,,, guaa ngak ada niatan , ngak sengaja serius, guaa kaget elu nyuruh gue minggir" ucapnya menjelaskan agar Aldo tidak salah paham memang Vian tidak sengaja
Aldo tidak menjawab pertanyaan Vian justru Aldo keluar pintu Vian yang melihat Aldo keluar pintu teriak-teriak
"do,,, mau kemana,,,,,,"teriak Vian
"hhhhh,,,, apa Aldo mau kabur yaa,,, tidak mau ke Singapura, hhhhh,,,,,, kalau benar tuan Edy bisa marah besar,,,,," ucapnya dalam hati
Vian hendak keluar pintu tapi diurungkan begitu mendengar seseorang menghempaskan tubuhnya dikursi depan sampingnya
Yaa,,,, Aldo hanya pindah dari kursi belakang ke kursi depan tidak seperti yang difikirkan Vian yaitu kabur
__ADS_1
Vian diam membisu mulutnya mengangga Vian tidak kita Aldo akan kabur ternyata hanya pindah tempat duduk
Aldo melihat sahabatnya mulutnya mengangga menepuk bahu Vian
"woyy,,,,, malah bengong" ucapnya
"hhhhhhh,,,,,, maaf, Vian tersadar dari lamunannya" sahutnya
"cepetan, bisa terlambat,,,," ucapnya
sedangkan matanya melirik jam ditangan kiri
"tuhh sudah jam berapa" sambungnya lagi
Vian menyadari benar perkataan Aldo bisa telat jika Vian terlalu lama melamun terkejut
Vian sudah menjalankan mobilnya beberapa menit tidak terdengar obrolan apapun di mobil tersebut
Akhirnya Aldo membuka mulutnya memecah keheningan mengatakan niat awalnya pindah posisi duduk
"hmmmm,,,,,, annn elu punya adik cwe kan,,,,," ucap Aldo tho the poin
Vian melirik Aldo berfikir tidak ada angin tidak ada hujan mengapa tiba-tiba Aldo menanyakan Mila adiknya
"hmmmm,,,,,, iya" jawabnya ketus
Vian masih terus berfikir apa Mila membuat masalah dengan Aldo, fikiran Vian kemana- mana,,,
"hmmm,,,,, boleh gua minta no,,,,,," belum sempat Aldo berbicara Vian sudah menghentikan mobilnya
Aldo merasa asistennya ketus raut wajahnya menunjukkan raut wajah tidak suka membuat Aldo meradang
"woyyy,,,,, elu ngusir gua,,,,,"teriak Aldo
Vian menyadari kesalahannya berusaha menetralkan hatinya yang berkecamuk bagaimana pun juga Aldo atasan
"maafff,,,,,," Vian meminta maaf tulus menyesali perkataan ketus tadi
"hmmm,,,,, " Aldo hanya berdehem, dilanjutkan keluar dari mobil
Vian merasa tidak enak hati dengan bos mudanya tapi ada juga perasaan lega sudah sampai dibandara setidaknya Aldo tidak akan menanyakan perihal adiknya Mila lagi
**********************************
Di kediaman Aira
Aira sudah cukup lama menangis
Aira bangun mandi agar tubuh dan wajahnya sedikit fres, setelah selesai mandi Aira berdandan sedikit mengoles bedak di bawah kelopak mata agar tidak terlihat bengkak
Disaat menatap wajahnya dari pantulan cermin terdengar
"Drettttt,,,,,,,,,Drettttt,,,,,,,Drettt,,,,,,
__ADS_1
Terdengar getaran ponsel Aira terlihat ada sebuah pesan masuk
Aira menyambar ponselnya dibuka pesan tersebut ternyata dari Aldira,
Aldira mengajak Aira bertemu disalah satu cafe
Seperti biasa hanya untuk nongkrong makan,minum berujung curhat
" hmmm,,,,, kenapa bisa kebetulan sekali yaa,,,, disaat hatiku kalang kabut tak menentu sahabatku tercinta ini mengajak ketemu seolah ada ikatan batin saja" gumamnya sendiri
"okayyy, jam berapa segera meluncur,," begitu bunyi pesan yang dikirim Aira untuk Aldila sahabatnya
" 30 (Tiga puluh) menit lagi" balas Aldira
Karena Aira sudah mandi membuat Aira tidak membutuhkan waktu lama, disambar tas selempang, ponsel dimasukan ke dalam tas Aira pun siap meluncur
Dodi yang melihat Aira hendak pergi hanya menatapnya saja dari kejauhan tidak melarang ataupun bertanya mau kemana
Berbeda dengan ibu Mini melihat putrinya hendak pergi ibu Mini bertanya
"mau kemana nak,,,,," tanya ibu Mini
Aira mendengar pertanyaan dari seseorang wajahnya menoleh ke arah asal suara
"hmmm,,,, mau pergi sebentar Bu,,, ketemu Aldira" ucap Aira
"ooooooo,,,,,, kalau tidak salah temen mu yang waktu itu datang ke sini itu kann,,,," tebak ibu mini
"iya Bu,,,," jawab Aira
Aira mendekat kearah ibunya diambil tangannya dikecup punggung tangan ibunya
"Cuppppppp,,,,,,,,," suara kecupan dipunggung tangan ibu Mini
" Aira pamit dulu Bu,,,," ucap Aira
"iya nak hati-hati dijalan" jawab ibu Mini
Aira sudah dipingir jalan menunggu angkot lewat memang Aira tidak memiliki kendaraan sendiri motor saja tidak punya apalagi mobil
Terlihat dari kejauhan angkot lewat Aira pun menghentikan angkot tersebut, beberapa menit kemudian Aira sudah sampai di cafe memang jarak rumah Aira ke cafe tidak begitu jauh tapi kalau jalan kaki yaaa,,,,, lumayan bisa buat kaki gempor,,,,,
Aira sudah duduk dikursi menengok kesana kemari mencari keberadaan sahabatnya itu,,,,
Dirasa tidak terlihat tanda-tanda sahabatnya sudah datang, Diraih ponsel yang ada di dalam tas
Buru-buru Aira mengirim pesan menanyakan dimana keberadaan Aldira apa masih dijalan atau sudah sampai begitulah kiranya bunyi pesan yang dikirim Aira untuk Aldira sahabatnya
Drettttt,,,,,,,, Drettt,,,,,,,Dretttt,,,,,,,
Ponsel Aira bergetar benar saja pesan Aira sudah dibalas Aldira
"bentar,,,,, masih dijalan sebentar lagi sampai kok, sabar yaaa,,, Zeyenkkk,,,, orang sabar disayang Tuhan" begitulah bunyi pesan dari Aldira
__ADS_1
Sambil menunggu Aira bermain game diponselnya karena memang Menunggu itu hal paling menyebalkan
Terlihat jelas raut wajah Aira kadang tersenyum karena menang,kadang juga kesal karena kalah