Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
mencoba membuat tersenyum


__ADS_3

Aira dan Aldira sudah keluar dari cafe,melihat Aira begitu terpukul mendengar kabar Bryan meninggal membuat Aldira tidak tega jika Aira pulang sendiri naik taksi,


Aldira berniat mengantarkan Aira pulang takut sahabatnya kenapa-napa di jalan, jika sampai terjadi apa-apa Dengan Aira, pasti Aldira akan mengutuk dirinya sendiri


"Raa,,,,, biar ku antar kamu pulang,,,,,,," ucap Aldira


"hemmm,,,, tapi, kasihan anakmu Al dirumah sudah ditinggal ibunya terlalu lama, lagi pula nanti kalau dimarahi mertua mu bagaimana" Aira berusaha menolak ajakan Aldira


"Tidak Raaa,,,,, tenang saja,,,," bohong Aldira


yaaa,,,, mertua Aldira begitu posesif jika Aldira keluar terlalu lama pasti dicurigai berbuat macam-macam di luar, sudah menjadi makanan sehari-hari ketika pulang di interogasi panjang lebar jadi bagi Aldira sudah biasa, meskipun begitu Aldira bahagia berarti mertuanya menghawatirkan menantunya


"Raa,,,,, pulang bareng aku saja, jangan menolak,,,," Aldira terus berusaha membujuk Aira agar mau diantarkan pulang


"tapii,,,, rumah ku dan kamu tidak satu arah,,,lebih baik aku naik taksi saja tidak mau merepotkan kamu,,,,,," Aira mencoba menolak sahabatnya


"tidak masalah, tidak perlu merasa direpotkan kita kan sudah seperti saudara kandung,,,,,aku akan antar kamu pulang,,,, tidak ada kata penolakan,,,,,,," tegas Aldira


"tapiii,,,,,,,,,," ucapnya Aira


"tidak ada tapi,,,, lihat tuhh wajahmu sembab terlihat sekali kamu habis menangis, kamu mau jadi pusat perhatian, ngak malu dilihatin orang,,,,," ucapnya sambil memberikan cermin agar Aira melihat sendiri bagaimana wajahnya


Aira mengambil cermin yang diberikan Aldira, dilihat wajahnya di dalam cermin benar saja matanya sembab,tidak mungkin keadaan seperti ini naik taksi disaat menunggu taksi bisa-bisa jadi pusat perhatian orang


Setelah melihat wajahnya Aira pun menurut diantarkan pulang Aldira,


"nihhhh,,,,,,,,,," Aira mengembalikan cermin ke Aldira


"hemmm,,,,, yaaa,,,,, sudah aku mau diantar kamu pulang,,,,,,," ucap Aira


Aldira dan Aira pun sudah naik motor menuju rumah Aira, tidak ada percakapan apapun Aira dan Aldira saling diam


Aldira sesekali melirik kaca spion, terlihat muka Aira ditekuk, jelas terlihat raut wajah kesedihan teramat besar, Aldira tidak tega melihat sahabatnya seperti ini


Adila pun berfikir bagaimana caranya memecah keheningan membuat Aira bicara sukur-sukur tersenyum


Aldila melihat ibu-ibu naik motor tidak memakai helm sedangkan di belakang terlihat dua anak-anak berseragam sekolah didepan ibu-ibu itu juga masih ada anak kecil lagi ditambah banyak barang di kanan dan kiri di gantungin di spion


"Raaa,,,,, lihat dehhh itu ibu-ibu apa tidak takut yaaa,,,,, muatan penuh begitu,,,,," ucap Aldira sambil menunjuk ke arah ibu-ibu itu


Aira pun menoleh menengok arah yang ditunjuk Aldira


"Al, cepetan dikit salip ibu-ibu itu Al,,,,,," ucap Aira


"hhhhh,,,,,,, untuk apa Al,,,,,," tanya Aldira binggung


"udah lahhh cepetan gass,,,,,, tidak usah banyak tanya,,,,," jawabnya

__ADS_1


Aldira pun sedikit menambah kecepatan setelah disamping ibu-ibu tadi Aira berbicara


"dekkk,,,,, peganggan ibunya,,,, kalau naik motor jangan bercanda nanti jatoh,,,,," teriak Aira agar didengar adek-adek dibelakang ibu bonceng empat itu


Dari kejauhan Aira melihat adek-adek yang duduk di jok belakang bercanda diatas motor sempat membuat motornya sedikit oleng Aira yang melihat takut jatuh takut terjadi sesuatu makanya menyuruh Aldira menambah kecepatan agar Aira bisa menasehati


"hussstttt,,,,, pegangan yang erat,,,,," teriak ibu-ibu itu ke anak-anak yang ada dibelakang nya


Motor Aldira sudah melewati mereka sedikit jauh


"hufffftttt,,,,,, itu ibu-ibu apa tidak takut jatuh ya,,, udah ngak pakai helm lagi kan bahaya'" ucap Aira menggerutu


"hahahahahahaha,,,,,, begitulah warga +62,,,,," sahut Aldila


Aira tidak menjawab apapun hanya menaikkan kedua alisnya


" makanya seorang Aleix Espargaro sampai memparodikan aksi emak-emak bonceng empat saking herannya melihat kelakuan warga +62,,,,,,"


" hhhhh,,,,,,,, siapaa Garo,,,,,,," ucap Aira terlihat berfikir


"Espargaro Raaa,,,,,,," ucap Aldira


"emang siapa sihh Espargaro itu,,,,,," tanya Aira yang sama sekali tidak tau


bukannya menjawab justru Aldira bertanya


Aira terlihat sedang berfikir


"hmmmm,,,,,, namanya seperti tidak asing tapi siapa yaaa,,,,,,,," Aira memegang kepala terlihat berfikir


"hhhhhh,,,,,, Valentino Rossi itu Pembalap MotoGP,,, dulu sihhh sekarang sudah pensiun,,,,," ucap Aldira mencoba menjelaskan


" kalau masih tanya MotoGP itu apa,,,, bisa guaa getok tuhh kepala,,,," gumam Aldira dalam hati


"ohhhh,,,,,, iyaa,,,,,, aku inget,,,, pernah kan waktu itu ada tetangga ku naik motor kenceng banget terus tetangga ku yang melihat bilang naik motor udah Kya Rossi saja, gituu,,,, " ucap Aira


"hemmm,,,,,," Aldira hanya berdehem


"ohhhh iyaa,,,,, kenapa kalau ada yang naik motor kenceng pasti bilangnya mirip Rossi kenapa bukan mirip pembalap lain,,,," tanya Aira


"hemmm,,,,, mungkin karena kak Rossi sering menang mungkin,,,,,,,," Ucapnya sambil memutar kedua bola matanya


" hemmmm,,,,, Al kamu kok tau sihh soal pembalap-pembalap,,,,,," tanya Aira


"kan,,,,,, aku GP Mania,,,,," jawab Aldila


"hemmm,,,,,, tapi kok motor mu matic,,,,," tanya Aira

__ADS_1


Aldira memutar bola matanya mendengar pertanyaan Aira, Sebenarnya Aldila faham maksud pertanyaan Aira tapi engan menjawab, dilubuk hati terdalam Aldira juga ingin bisa membeli motor seperti yang dipakai para pembalap idolanya tapi apalah daya Aldira bukan sultan hanya remahan rengginang,,,,,


Meskipun tidak dijawab tapi Aira masih bertanya


"hemmm,,,, kok kamu ngak ke Mandalika katanya nge-fans,,,,,,," tanya Aira


"Raaa,,,,,,,,,," Aldila memanggil nama sahabatnya


"iyaaa,,,,,,, Aldila,,,,," sahut Aira


" sebenarnya pengen banget kesana tapi apalah daya ku yang hanya remahan rengginang,,,,,,,," sahut Aldila wajahnya terlihat sedih


Aira yang melihat sahabatnya sedih menepuk-nepuk punggung Aldila mencoba menguatkan


Aldila merasakan tepukan Aira jadi pengen ketawa bagaimana tidak harusnya yang butuh semangat dukungan itu Aira tapi kenapa malah Aldila,,,,


Adila menahan tawa rasa sedihnya sudah hilang begitu saja akibat tepukan Aira


"Raaa,,,,,, kamu tau pawang hujan di Mandalika yang Viral itu,,,," tanya Aldila


"iyaaa,,,,, aku tau,,,,,,, karena Viral makanya aku tahu,,,,,," ucapnya


"sampai-sampai seorang Fabio Quartararo ikut mempraktekkan aksi pawang hujan dan yang bikin lucu itu mangkuknya jatuhhh,,,,," ucap Aldila wajahnya berseri-seri tersenyum lebar sudah seperti menang lotre saja


"Uhhhh,,,,,,, sumpah gumussshhhh banget lihat videonya, bikin mleyotttt,,,,,,," senyumnya masih merekah


"hehehehehehe,,,,,,, kalau itu aku juga lihat,,,,," ucap Aira


Setelah percakapan itu suasana hening tidak ada percakapan lagiiiii tak terasa sudah sampai di depan rumah Aira


Aldila menghentikan motor, Aira pun turun dari motor Aldila


Aira melepaskan helm yang dipakainya dan memberikannya ke Aldila


"hemmm,,,,, Raa,,,, besok bukanya sudah waktumu berangkat kerja yaa,,,,,,," tanya Aldila


Aldila dan Aira berkerja di tempat yang sama tapi karena Aira menikah jadi Aira mengambil cuti dan hari ini hari terakhir cutinya


"hemmm,,,, iyaaa,,,,,," jawab Aira


"tapiiii,,,,,,,," sahut Aldila memegang lengan Aira


Aira yang faham akan kemana arah pembicaraan Aldila menghentikan perkataan Aldila


"hemmm,,,,,, Aku tidak apa-apa jangan khawatir, sudah yaaa,,,, aku masuk dulu" ucapnya


Aldila hanya mengangguk-anguk setelah memastikan Aira benar-benar masuk ke dalam rumah Aldila baru beranjak pergi menuju rumahnya sendiri

__ADS_1


__ADS_2