
Aira melangkahkan kakinya sesekali menendang udara, tangannya mengepal mulutnya komat-kamit
Rencana Aira untuk foto Selfi lalu di unggah ke media sosial pun gagal membuat Aira begitu kesal apalagi penyebabnya pria asing yang sama sekali Aira tidak mengenalnya udah gitu pria itu mesum lagi
Apalagi alasan pria itu mengganggunya karena pria itu mengira Aira akan mengakhiri hidupnya
"hhhhhh,,,,,, apa aku terlihat se kacau itu,,,,," gumam Aira masih tidak habis fikir dengan pria yang baru saja ditemuinya
Dari kejauhan Aldira dapat melihat dengan jelas sahabatnya menendang udara bergumam sendiri membuat netra Aldira menatap tanpa berkedip
"kenapa lagi itu anak, tadi terlihat begitu bahagia sekarang kusut udah sama seperti baju belum di setrika" gumam Aldira dalam hati
Aira sudah berada di dekat Aldira tanpa berucap satu kata pun Aira mendudukkan pantatnya di atas jok belakang motor Aldira dengan memasang wajah masam saking masamnya mengalahkan asamnya blimbing wuluh
Aldira ingin bertanya mengapa Aira begitu mudah moodnya berubah tapi melihat seberapa masam wajah Aira membuat Aldira mengurungkan niatnya
Aldira menjalankan motornya berkecepatan sedang cukup lama Aira dan Aldira saling diam tidak ada percakapan apapun
Setelah tiga puluh menit perjalanan Aira dan Aldira sampai di pantai yang mereka tuju
Sudah terlihat jelas desiran ombak di pantai, angin berhembus cukup kencang menerpa pohon kelapa dibibir pantai membuat pohon kelapa seperti tengah melambai
Aldira memarkirkan motornya, Aira dan Aldira pun turun dari motor
Aldira merentangkan kedua tangannya memejamkan mata menghirup nafas dalam-dalam merasakan nyamannya suasana pantai
Aira yang melihat tingkah Aldira membulatkan matanya
"Al,,,,,, apa yang kamu lakukan" tanya Aira menatap aneh tingkah sahabatnya
Aldira yang mendengar pertanyaan Aira membuka matanya menatap Aira
Sebelum berucap Aldira menghela nafas
"aku,,,,,, yaa menikmati suasana pantai lahh, menarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan dengan perlahan dengan mata terpejam hemmm,,,,, sungguh serasa beban yang ada terasa hilang begitu saja hati dan pikiran terasa rileks kembali,,,," ucap Aldira sambil mempraktekkan seperti yang dilakukan Aldira tadi
Aira masih menatap sahabatnya dan berkata
"kalau aku lebih suka berteriak sekencangnya membuat hati cukup lega" ucapnya
Aldira menatap Aira dan meraih tangan Aira
"Ayo kita kesana,,,," ucap Aldira jari telunjuknya menunjuk arah yang akan mereka tuju
Aira menurut saja berjalan mengekor dibelakang Aldira
Aldira dan Aira duduk di sawung tepi pantai
Aira menatap pantai tatapannya kosong
__ADS_1
"Raa,,,,,, aku mau beli es kelapa muda dulu haus banget nihh,,,,," ucap Aldira tangannya memegang kerongkongan yang terasa begitu kering seperti tanaman tandus
Aldira yang sudah kehausan segera pergi membeli es kelapa muda tidak menunggu jawaban Aira
Aira masih sibuk dalam lamunannya bahkan perkataan Aldira barusan Aira tidak mendengarnya
Lima belas menit kemudian Aldira pun datang membawa dua buah es kelapa muda
"ini Raa,,,,,,," ucap Aldira memberikan satu buah es kelapa muda meletakkan di dekat Aira
Aldira yang sudah kehausan sejak tadi langsung duluan meminum air es kelapa muda tidak menunggu Aira
"glekkkkk,,,,," suara Aldira menelan air kelapa muda dengan kasar sudah seperti orang yang habis ikutan lomba lari saja
Aira yang mendengar suara seruputan dan suara tegukan kasar membuat Aira memalingkan wajahnya menoleh kearah suara
Aira menatap Aldira tanpa berkedip melihat sahabatnya minum sudah seperti orang kesurupan
"Al,,,, pelan-pelan nanti tersedak lho" ucap Aira mengkhawatirkan sahabatnya
"hemmm,,,,,,, Akhirnya,,,,,,," ucap Aldira setelah menghabiskan es kelapa muda di depannya tangannya mengelus kerongkongan yang sudah tidak kering lagi
"minum ngak bagi-bagi" ucap Aira
Mendengar ucapan Aira membuat Aldira membulatkan matanya
"hhhhh,,,,,,,,,, ngapain juga aku bagi ke kamu sedangkan kamu sendiri sudah aku belikan,,,," ucap Aldira tidak menatap Aira netra nya fokus geser-geser ponsel
Aira diam bingung dengan ucapan sahabatnya, saat Aira menunduk Aira melihat buah kelapa didekatnya
"ini untuk ku yaa,,,,,,," tanya Aira terlihat malu tapi juga ada raut bahagia
"hemmm,,,,,,," Aldira hanya berdehem sorot matanya masih fokus menatap ponsel
"Uluhhhh,,,,,,, uluhhhh,,,,,,, sahabatku yang satu ini begitu perhatian, makin cinta dehh sama kamu Al,,,,,," ucap Aira tersenyum menawan tersenyum begitu manis
Melihat Aira tersenyum manis justru membuat Aldira begidik ngeri, bagaimana tidak Aldira takut ada orang yang mendengar nanti dikiranya jeruk makan jeruk
Bagaimanapun Aldira kan masih normal bukan pencinta sesama jenis
"tutup mulut mu, jangan tersenyum manis seperti itu kamu bisa membuatku diabetes Raa,,,,,," ucap Aldira agar Aira menghentikan senyumannya, mungkin bagi cwo senyum Aira begitu mempesona tapi bagi Aldira justru senyum menjijikkan
"ututututututu,,,,,,, siap sayang,,,,,,," ucap Aira mencolek dagu Aldira
Aldira semakin begidik ngeri, Aldira mengusap dagu bekas colekan tangan Aira merasa jijik
Melihat sahabatnya jijik justru Aira tertawa
"hahahaha,,,,,,,,," tawa Aira
__ADS_1
Aldira memicingkan mata tidak habis fikir mengapa sahabatnya bisa eror seperti ini,Aldira juga berfikir mungkinkah sahabatnya kesurupan hantu penunggu pantai, begitulah yang ada dibenak Aldira membuat Aldira menatap Aira tanpa berkedip
"Ayo Al,,,,,, kita mainan air di bibir pantai " ucap Aira menarik tangan Aldira
Aldira yang ditarik tangannya menurut saja mengekor di belakang Aira
Aira menatap lurus ke arah pantai tidak menoleh sedikitpun ke arah Aldira
Sikap berubah-ubah Aira membuat Aldira bingung begitu banyak pertanyaan yang ingin Aldira tanyakan tapi Aldira tidak mampu mengatakannya, takut Aira akan teringat Bryan lagi
Dan benar saja tanpa Aldira bertanya Aira sudah mengingat Bryan
"Al,,,,,, aku jadi teringat Bryan, aku dan Bryan pernah ke pantai kita,,,,,,," ucapnya dibiarkan menggantung tak sanggup meneruskan perkataannya
Tanpa permisi air matanya jatuh begitu saja tapi buru-buru Aira menghapusnya kasar
Aldira dan Aira sudah sampai dibibir pantai jarak antara air laut dengan tubuhnya hanya berjarak sekitar satu setengah meter
Aldira dan Aira masih saling diam Aldira menatap Aira ada rasa sedih, kecewa dan juga marah tercampur menjadi satu, Aldira sedih melihat sahabatnya bersedih , Aldira juga kecewa atas tindakan bodoh Bryan, Aldira juga marah karena semua ini akibat egonya neneknya Aira, andai saja Aira tidak dijodohkan semuanya tidak akan seperti ini
Andai,,,,,,,Andai,,,,,,,,Andai,,,,,,,,,, hanya bisa berandai-andai realitanya harapan tak sesuai ekspektasi
"Raaa,,,,,,,,,,,,,," ucap Aldira menepuk bahu Aira
Aira menoleh tatapan matanya terlihat sendu
Deggg,,,,,,,,
Melihat keadaan sahabatnya begitu kacau membuat Aldira ikut sedih, Aldira jadi sedikit mengerti sikap konyol Aira dan kadang mood yang berubah-ubah mungkin karena Aira berusaha menutupi kesedihannya mencoba tegar dihadapan Aldira
Aldira pun berfikir bagaimana caranya membuat Aira tersenyum kembali meskipun tidak bisa menghapus kesedihannya total tapi setidaknya sedikit melupakan kepedihan hidupnya
Dan "Tringggg,,,,,,,,,,," ide terlintas di benak Aldira
Aldira menceburkan diri ke pantai lalu memercikkan airnya ke arah tubuh Aira
Awalnya Aira menolak mencoba menjauh tapi atas usaha Aldira akhirnya Aira membalas memercikkan Air ke arah Aldira
Aira dan Aldira pun saling balas membalas bermain air, orang lain yang melihatnya pasti akan berfikir Aira dan Aldira menjalani masa kecil kurang bahagia
Tapi kedua wanita itu sudah tak memperdulikan apa kata orang lain yang terpenting mereka berdua bahagia
Dan yang paling bahagia pastinya Aldira karena sudah bisa membuat sahabatnya tersenyum bahagia jadi tidak sia-sia Aldira mengajak Aira jauh-jauh ke pantai
Jangan lupa VOTE, LIKE dan KOMEN yaaa,,,,, guys,,,,,,,,,
Pokoknya jangan lupa tinggalkan jejak
Miss you 😘😘😘😘
__ADS_1