Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
membujuk


__ADS_3

Aira masih menangis terisak menumpahkan segala kesedihan keluh kesah yang sejak tadi mengganjal hatinya


Cukup lama Aira menangis dalam pelukan Monika sampai akhirnya Aira menyadari nafas Monika yang tersendat susah bernafas karena pelukan Aira yang terlalu erat


Aira melepaskan pelukannya ada rasa tidak enak di hari Aira niat hati agar lebih lega dengan memeluk Monika tapi malah membuat Monika kesulitan bernafas


"Mon,,,,,,, maafin aku,,,,, aku tidak bermaksud membuat mu kesulitan bernafas dan kenapa kamu tidak melepaskan pelukanku,,,,," tanya Aira merasa bersalah


Sebenarnya Monika memang merasakan kesulitan bernafas akibat pelukan Aira yang begitu erat, tapi mana mungkin Monika berkata jujur dan mana mungkin Monika melepaskan pelukan Aira yang sedang terlibat kacau butuh sandaran,pelukan


"hmmm,,,,,, kesulitan bernafas,,,,, aku tidak kesulitan bernafas kok,,,, " Monika berbohong agar Aira tidak merasa bersalah, Monika sangat mengenal bagaimana Aira pasti akan menyalahkan dirinya sendiri, meskipun itu bukan kesalahannya


"sudah lahhh,,,, jangan dibahas lagi,,,,, aku tidak apa-apa kok,,,,, seharusnya kamu menceritakan mengapa kamu menangis,,,,,?" tanya Monika


Monika begitu berharap Aira mau bercerita berbagi keluh kesahnya meskipun Monika tidak bisa memberikan solusi setidaknya bisa membuat hati Aira sedikit lega


Bukanya Aira tidak mempercayai Monika, ingin sekali Aira membagi keluh kesahnya tapi lidah serasa Kelu


Aira menarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan menarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan begitu berulang kali sampai merasa sedikit tenang agar bisa bercerita


"pacar ku mengakhiri hidupnya,,,,," ucap Aira


Hanya empat kata tapi mampu membuat air matanya kembali menetes membasahi pipi sudah tidak mampu dibendung lagi


Degg,,,,,,,,, mengakhiri hidup


Kata-kata itu terngiang-ngiang ditelinga,


Monika diam membisu mulutnya mengangga tidak menyangka pacar Aira begitu mencintai Aira sampai nekat mengakhiri hidupnya


Monika tidak bertanya mengapa pacar Aira memilih mengakhiri hidupnya karena Monika sudah bisa menebak pasti karena Aira menikah dengan orang lain


Monika semakin merasa bersalah karena keegoisan nenek Halimah nenek kandung Monika semuanya menjadi seperti ini,,, memisahkan dua insan yang saling mencintai


Monika masih diam membisu, Monika juga merasakan kesedihan Aira pasti tidak mudah menjalani semua ini


"hikzzzz,,,,,, hikzzzzz,,,,,,,,,,, hikzzzz,,,,,,,,," suara tangisan Aira


"semu,,,,a,,,,nya,,,,,, sa,,,,lah,,,,,, ku," ucap Aira terbata-bata sesenggukan air matanya masih menetes seolah tak mau berhenti meskipun itu hanya satu detik


yaa,,,,, Aira selalu menyalahkan diri sendiri mau itu kesalahan orang lain ataupun kesalahan diri sendiri pasti Aira akan berkata semuanya salahku


Monika yang mendengar Aira menyalahkan diri sendiri memegang kedua lengan Aira menatap wajah Aira sedangkan Aira masih menangis menunduk

__ADS_1


Monika mengangkat dagu Aira agar Aira menatap bola mata Monika


"Raaa,,,,,, jangan pernah berkata ini semua salahmu,,,, hidup ini seperti rahasia tidak ada yang pernah tau apa yang akan terjadi di hari esok,,,,, andai waktu bisa diputar tidak akan pernah ada yang terluka, tidak akan pernah ada penyesalan, andai manusia tau apakah yang akan terjadi di hari esok justru hidup ini hambar karena sudah tau semuanya,,,,," ucap Monika menasehati Aira agar tidak menyalahkan diri sendiri


Aira mendengarkan perkataan Monika tidak menjawab sepatah kata pun Aira masih menangis sesenggukan


"Raaa,,,,, jika kamu sayang pacarmu itu harusnya kamu solat berdoa agar pacarmu itu ditempatkan di surga diampuni dosa-dosanya,,,,, merasa bersalah boleh tapi kamu tidak boleh seperti ini,,, jika kamu hanya menangis seperti ini terus menerus siapa yang akan mendoakan pacarmu itu,,,,," ucap Monika agar Aira berhenti menangis


Kekasih yang paling dicintai mengakhiri hidup siapapun pasti sedih tapi tidak boleh terus menerus larut dalam kesedihan begitu lahh yang ada di fikiran Monika


Aira mencerna perkataan Monika, berfikir perkataan Monika harusnya sekarang Aira berdoa


Monika melihat Aira diam membisu mengusap-usap kepala Aira air mata Aira sudah tidak menetes lagi tapi Aira masih diam membisu mencerna perkataan Monika, cukup lama Aira diam membisu


" Raaa,,,,, makan dulu,, setelah itu solat lahhh,,,, mendoakan kekasih mu jika kamu tidak makan kamu tidak akan punya tenaga untuk mendoakan kekasih mu itu,,,,,," ucapnya


Aira hanya mengangguk


Melihat angukan Aira, Monika tidak berlama-lama secepat kilat mengambil makanan di atas nakas


Monika menyuapi Aira dan Aira membuka mulutnya menurut saja tidak ada penolakan,,,,


Monika begitu telaten menyuapi Aira


Setelah beberapa saat


" tapi ini masih separoh,, habisin yaa,,,,,mubazir lhoo,,,, buang-buang makanan,,,," ucap Monika berharap Aira mau menghabiskan makanannya


Monika membujuk Aira agar mau menghabiskan makanannya, tapi sepertinya Aira engan menghabiskan, rasa sedihnya menghilangkan nafsu makannya


Padahal lauknya sayur, ayam, sambal itu makanan kesukaan Aira biasanya Aira akan nambah jika makan makanan kesukaannya


Tapi disaat seperti ini bagi Aira makanan selezat apapun tidak akan terasa lezat


Monika masih berusaha membujuk Aira agar mau makan lagi


"Raaa,,,,, habisin yaaa,,,,,, sayang lho,,, satu suapan aja,,,,," Monika memasang wajah belas kasihnya agar Aira mau makan


Aira yang melihat wajah sedih Monika tidak tega akhirnya Aira mengiyakan permintaan Monika toh hanya satu suapan saja


begitulah gumamnya dalam hati


"iyaaaa,,,, tapi hanya satu suapan,,,,,," ucap Aira memutar bola matanya malas

__ADS_1


Monika yang mendengar perkataan iyaa,,,, tidak membuang-buang waktu langsung menyuapi Aira


Aira sudah seperti anak kecil saja makan harus dibujuk, di rayu-rayu,,,, tapi bagi Monika tidak masalah karena Aira masih dalam keadaan berduka jika tidak pasti Monika sudah menggerutu bisa dari pagi sampai malam tidak lelah menggerutu


Aira selesai mengunyah dan Monika menyuapi Aira lagiii,,,,, Aira hanya menurut dan disaat Monika akan menyuapi Aira lagi tapi tangannya di halangi Aira


"katanya satu suapan tapi kenapa terus-terusan ini mahh lebih dari satu,,,,,,,," Aira menggerutu


Monika tertawa sebenarnya Monika ingat perkataannya tapi emang sengaja menyuapi Aira lagi,,,,,


"heheheheheheh,,,,,,,,,,,," Monika tertawa sudut bibirnya terangkat begitu lebar


Mendengar Monika tertawa Aira kesal bibirnya manyun


Aira pun beranjak dari ranjang meninggalkan Monika menggerutu


Monika melihat Aira beranjak dari ranjang bertanya


"mau kemana Raa,,,,,," teriak Monika


Aira mendengar pertanyaan Monika memicingkan mata apa dia tidak lihat arah yang aku tuju,,,,,, gumamnya dalam hati


"ke kamar mandi mau kemana lagiii,,,,,," ucapnya


Monika tersenyum padahal Monika sudah melihat arah tujuan Aira tapi mengapa masih bertanya begitulah gumamnya dalam hati tangannya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali


Aira melihat Monika garuk-garuk kepala memicingkan mata


"Dasarrr anehhh,,,,," gumamnya


Aira melanjutkan langkah kakinya lagi ke arah kamar mandi disaat sudah sampai di kamar mandi terdengar Monika bertanya sedikit berteriak


"ngapain ke kamar mandi,,,,," teriak Monika agar Aira mendengar pertanyaan Monika


"tidur,,,,,," teriak Aira


"bisa-bisanya bertanya ngapain ke kamar mandi yaa,,, jelas lahhh,,,,,,, mau ngapain lagi masak tidur,,,,, hhhhhh,,,,,,,,," Aira bergumam sendiri


Monika yang mendengar Jawaban Aira memicingkan mata


"hhhhh,,,,,,,,,, tidurrrr,,,,,,,,,," ucap Monika suaranya lirih ekspresi wajahnya bingung dengan jawaban Aira


LIKE, KOMEN, ATAU VOTE yaaa,,,,, guysssss

__ADS_1


JEMPOLMU PENYEMANGAT AUTOR AGAR TERUS UP


KRITIK DAN SARANNYA GUYZ,,,,,,,,,,, AGAR AUTOR BISA MEMPERBAIKI KESALAHAN MENJADI YANG LEBIH BAIK LAGI,,,,,,


__ADS_2