
Aira dan Monika masih berpelukan erat, Air mata Aira membasahi pundak Monika sebenarnya Monika merasakan bajunya basah tapi Monika membiarkan
Merasakan Aira menangis di pundaknya membuat Monika semakin merasa bersalah karena Monika belum bisa memberitahukan semuanya tentang nenek Halimah
Bukan Monika hendak menutupi keburukan nenek kandungannya hanya saja waktunya tidak pernah tepat ada saja cobaan yang datang di kehidupan Aira membuat Monika memilih diam menunggu waktu yang tepat
"Nak,,,,,,,," ucap ibu mini keluar dari kamarnya menatap kedua putrinya berpelukan
Aira melepaskan pelukannya menoleh ke arah suara
Monika juga sama menoleh ke arah suara
"Bu,,,,,,,," ucap Monika memanggil ibunya yang berdiri di ambang pintu
Sedangkan Aira menyeka air matanya yang terus menerus membasahi pipi seolah tidak pernah kering
Ibu Mini berjalan mendekati kedua putrinya tanpa bertanya ibu Mini sudah faham Aira sedih akan ditinggal pergi lagi
Sebenarnya ingin sekali ibu Mini mengajak Aira ikut tinggal di Spanyol melanjutkan sekolah perguruan tingginya tapi apalah daya, nenek Halimah tidak akan tinggal diam, tidak akan pernah membiarkan Aira pergi
Melihat Aira bersedih tentu saja hati ibu mini juga merasakan kepedihan meskipun bukan anak kandung tapi ibu Mini sudah menganggap Aira putri kandungnya juga
"Raa,,,,,,,,," ucap ibu Mini memeluk Aira
Aira membalas pelukan ibunya menangis terisak di dada ibunya mungkin Aira sangat merindukan pelukan seorang ibu membuat pelukan ibu Mini terasa hangat terasa begitu nyaman
"ibu,,,,, kenapa perginya mendadak, ibu tidak memberitahu Aira jauh-jauh hari,,,,"ucap Aira menangis terisak sesenggukan
Sungguh disaat terpuruk di titik terendah yang Aira inginkan hanya pelukan motivasi semangat dari keluarga karena Aira sudah tidak punya keluarga kandung jadinya Aira mengharapkan motivasi dari keluarga Monika
Ibu Mini melepaskan pelukannya mengambil dagu Aira agar mendongak menatap ibu Mini
Setelah Aira mendongak ibu Mini menghapus air mata yang keluar dari mata nanar Aira
"ihhh,,,,,, ibu tidak suka Aira menangis seperti ini, jelek tau,,,, mana putri ibu yang kuat wanita tangguh hemmm,,,,,," ucap ibu Mini mencubit hidung kecil Aira hidung kecil tapi mancung
Aira tidak menjawab tapi kedua bibirnya terangkat tersenyum kecil
__ADS_1
"nak,,,, bukanya kemarin di ruang makan ibu sudah memberitahu jika ibu,ayah,Monika akan balik ke Spanyol hari ini,,,," tanya ibu Mini suaranya lembut selembut gula kapas warna warni
Aira menggelengkan kepalanya dari sorot matanya terlihat sedang berfikir
Melihat Aira seperti tengah berfikir ibu Mini berkata
"pasti kamu tidak mendengarnya,,,,,,, iya kan,,,,,"tanya ibu Mini menebak dari raut wajah putrinya
Aira tidak menjawab hanya bibirnya saja terangkat tersenyum semakin lebar
"hhhhhh,,,,,,," ibu Mini menghembuskan nafas kasar mengetahui putrinya tidak mendengar apa yang dikatakannya kemarin
Monika yang masih di sana sedari tadi hanya menatap interaksi antara ibunya tidak memberikan komentar apapun
"Bagaimana mau dengar Raa,,,,,, akhir-akhir ini hati dan fikiran mu pasti tengah memikirkan mantan kekasihmu" ucap Monika pastinya dalam hati
"Nak sebenarnya ibu masih ingin disini menemanimu lagi pula ibu sudah lama tidak pulang tapi usaha ayahmu disana sedang ada masalah membuat kami terpaksa harus kesana secepatnya" ucap ibu Mini jujur mengeluarkan semua unek-unek yang ada di hati di benak dan juga fikiran
Aira mencerna perkataan ibunya dan sekarang menjadi merasa bersalah karena telah membuat ibunya semakin kepikiran karena sikapnya yang seperti anak kecil tidak mau ditinggal
"Bu,,,,,, maaf,,,,,Aira sudah mempersulit ibu, Aira menambah beban fikiran ibu,,,,," ucap Aira tulus sudah tidak menangis lagi karena Aira harus kuat tidak boleh menjadi beban buat orang lain
Yang ada ibu Mini yang merasa bersalah gadis baik dan lugu seperti Aira hanya dimanfaatkan ibunya yang gila harta
Ibu Mini ingin mengembalikan semua yang seharusnya menjadi milik Aira tapi tidak sekarang karena ibu Mini sangat tau saat ini Aira sedang kacau tidak akan siap mendengar semua kenyataan yang ada
"Bu,,,, kalau punya waktu senggang kesini lagi yaa Bu,,, temui Aira,,,,," ucap Aira berharap agar ibunya tidak lama di sana
"iya sayang,,,,," ucap ibu Mini mencolek dagu Aira suaranya lembut selembut gula halus semanis madu
Aira tersenyum lebar mendengar perkataan ibunya
"Bu,,,,,," ucap Monika
Ibu Mini yang mendengar panggilan dari anak kandungnya menoleh ke arah Monika
Monika tidak menjawab tapi mengangkat tangan kirinya di depan dada dan tangan kanannya menunjuk jam tangan yang ada di tangan kirinya
__ADS_1
Ibu Mini yang faham kode Monika yang mengisyaratkan sudah waktunya berangkat membuat ibu Mini langsung mengambil kopernya yang tadi jatuh di lantai
"Raa,,,,, ayo kita ke depan , sudah waktunya ibu,ayah dan Monika berangkat,,," ucap ibu Mini melangkahkan kakinya menuju teras rumah
"yahh ayo,,,,,,,sudah siang,,,,,,," teriak ibu Mini kearah kamar agar suaminya mendengar
"iya,,,,," sahut suaminya
Ibu Mini, Monika dan Aira berjalan ke arah teras depan rumah menyeret koper di tangannya masing-masing
Mereka sudah sampai di teras rumah terlihat mobil berwarna silver sudah menunggu mereka mobil yang akan mengantar mereka ke bandara
"Nak jaga dirimu baik-baik,,,, nanti kalau ibu sudah sampai disana ibu akan langsung menelfon mu,,,," ucap ibu Mini
"iya Bu,,,," jawab Aira singkat
"Nak,,,,ibu faham Aira menikah bukan karena cinta tapi bagaimanapun Dodi itu suamimu jadi belajar lahh menerima Dodi belajar lahh membuka hati untuk suamimu,,,,," ucap ibu Mini berbisik ditelinga Aira
Aira mendongak kaget dengan pesan ibunya tapi dalam hati Aira juga membenarkan perkataan ibunya bagaimanapun Dodi sudah menjadi suami Aira jadi Aira harus menjadi istri yang baik patuh kepada suami
"Raa,,,,, " ucap Monika matanya berkaca-kaca tanpa aba-aba langsung memeluk Aira
Monika berat meninggalkan Aira apalagi Monika tau kekasih yang dicintai Aira mengakhiri hidupnya karena Aira menikah dan itu semua karena neneknya membuat Monika membenci neneknya
Aira sedikit kaget Monika menghamburkan tubuhnya ke arah Aira tapi sedetik kemudian Aira membalas pelukan Monika tangannya mengusap punggung Monika berusaha menguatkan
Ibu Mini tersenyum lebar melihat putrinya begitu saling menyayangi meskipun bukan saudara kandung
"ayo Bu, Monik katanya sudah siang,,," ucap suami ibu Mini entah sejak kapan sampai yang jelas saat ini sudah berdiri di samping mereka
Mendengar suara seseorang Monika melepaskan pelukannya menoleh ke arah suara terlihat ayahnya yang berbicara
Tubuh Aira yang sudah tidak dipeluk Monika melihat ayahnya berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri langsung menghamburkan tubuhnya memeluk Ayah angkatnya meskipun Ayah angkat tapi Aira sudah menganggap seperti Ayah kandungannya sendiri
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMEN
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK JUGA
__ADS_1
Miss you 😘😘😘😘