
Pria ganteng berkulit putih hidung mancung bertubuh atletis itu melangkahkan kakinya mendekati Aira
Aira yang faham pria asing itu akan mendekat berusaha menjauh melangkahkan kakinya ke kebelakang
Baru satu langkah kebelakang Aira kalah cepat tangannya sudah dicekal pria asing itu
"Akhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,," teriak Aira tubuhnya ditarik membuat Aira jatuh dalam tubuh pria tersebut
Wajah Aira sudah terbenam di dada pria ganteng itu
Entah siapa yang memulai duluan yang pasti tangan mereka berdua sudah melingkar di pinggang lawan jenisnya
Aira yang tersadar memeluk pria asing segera melepaskan pelukannya
Belum sempat melepaskan pelukan dagu Aira sudah dipegang agar mendongak menatap pria dihadapannya
Dipeluk lawan jenis apalagi pelukan sangat intim membuat Aira merasa tubuhnya panas dingin desiran aneh serasa mengalir dalam tubuh Aira
Entah menggapa Aira menutup matanya seperti meminta lebih
"bahkan ketika memejamkan mata terlihat lebih mengenaskan" ucap pria asing itu dalam hatinya
"heyy,,,,,,,, kenapa kamu memejamkan mata,,,,????" tanya pria asing
"hemmm,,,,,,,minta di cium yaaa,,,,,,,,," sambungnya lagi
Mendengar kata cium membuat Aira membuka mata membulatkan matanya
"ihhhh,,,,,,, ngaku pengen dicium abang ganteng kan,,,,,??????" tanya pria asing begitu percaya diri
"Cihhhh,,,,,,,,,,,, " Aira berdecih meludah ke arah samping seolah merasa jijik jika dicium pria di depannya
"kalau tidak mau tadi kenapa kamu memejamkan mata,,, apalagi bibir mu itu monyong-monyong itu namanya apa kalau tidak minta cium,,,," tanya pria asing
Pertanyaan pria asing membuat Aira begitu malu bagaimana tidak Aira spontan memejamkan mata mengalir begitu saja soal bibirnya bahkan Aira tidak menyadarinya
"Lepas,,,,,,,Aku mau cari ponselku,,,,," ucap Aira mengalihkan pembicaraan wajahnya sudah merah seperti udang rebus menahan malu
Aira merutuki kebodohannya sendiri bagaimana tidak pelukan mesra dicuri pria asing apalagi wajahnya yang lumayan tampan membuat wanita mana yang tidak klepek-klepek
Suaranya ketika berbicara sangat merdu uuuhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,,, membuat siapa saja meleleh, Apalagi tatapan matanya beeehhhhh,,,,,,,,,, terasa menyejukkan ingin rasanya masuk kedalamnya
"iihhhhhh,,,,,,,,, kenapa jadi memuji pria itu sihhhh,,,,,,,,,,otak mohon kewarasannya,,,,," ucapnya dalam hati tangannya memukul-mukul kepalanya sendiri
__ADS_1
Melihat wanita didepannya memukul-mukul kepalanya sendiri membuat pria asing geleng-geleng kepala
"ini ponselmu,,,,,,,,,," ucap pria asing menyodorkan ponsel yang sejak tadi dicari Aira
Tanpa basa basi ataupun mengucapkan terima kasih Aira langsung gerak cepat secepat kilat meraih ponselnya dari tangan pria asing
Aira mencium ponselnya lalu membolak-balik memastikan ada yang rusak atau tidak dan beruntungnya ponsel Aira tidak rusak hanya sedikit lecet membuat Aira bernafas lega
Ponsel satu-satunya apalagi jika rusak Aira tidak mampu membelinya lagi membuat Aira begitu menjaga ponselnya bahkan ketika ada panggilan masuk tapi ponsel masih dicas dan daya belum penuh Aira tidak akan mengangkat panggilan membiarkannya katanya takut ponselnya rusak
"huhhhhh,,,,,,,,,, untung tidak retak ataupun rusak,,,,,,,,,"ucapnya
"tuhhhh,,,,,,,, gara-gara kamu jadinya aku ga jadi selfi berlatar belakang kereta api lewat,,,," sambungnya lagi tangannya menunjuk pria asing di hadapannya
Deggg,,,,,,,,,,
Pria asing kaget mendengar perkataan Aira bagaimana tidak pria asing mengira Aira hendak mencoba bunuh diri menabrakkan dirinya ke kereta dan ternyata dugaannya salah Aira hanya ingin berfoto
Pria asing merasa bersalah karena telah berfikir negative tentang wanita di depannya, pria asing merasa sangat malu tapi karena pria asing lelaki yang gentleman berani mengakui kesalahannya
"maaaffff,,,,,,,,,,hemmm aku minta maaf,,,,,," ucapnya lirih tapi masih bisa didengar Aira kepala menunduk sedikit mengigit bibir bawahnya merasa sangat malu karena sudah salah sangka
"heemmmm,,,,,,,,, maaf untuk apa,,,,,,,," tanya Aira memicingkan mata sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan dan mengapa pria ganteng didepannya tiba-tiba menundukkan kepala
"maaf aku menarik mu aku kira kamu akan mengakhiri hidup dengan cara hemmm,,,,,,,," ucap pria asing tidak melanjutkan perkataannya terlihat sedang berfikir
"ternyata aku salah kamu hanya ingin selfi-selfi,,,,,," sambungnya lagi masih terus menundukkan kepala tidak berani menatap wajah wanita di hadapannya
Mendengar kata mengakhiri hidup membuat Aira mengerutkan keningnya mulutnya mengganga
Aira memang saat ini sedang terpuruk cobaan terberat dalam hidupnya tengah menghampiri tapi untuk mengakhiri hidup
Akkkhhh,,,,,,,,,,,,,,,,,, Aira tidak sebodoh itu Aira masih takut siksa neraka
ihhhhhhh,,,,,,,,,,,, Aira begidik ngeri membayangkan bagaimana gambaran tentang neraka seperti di Vidio yang sering Aira lihat entah itu di ponsel ataupun televisi
Pria asing yang tidak mendapatkan jawaban dari perkataannya membuat pria asing menatap wanita dihadapannya
Dan benar saja seperti dugaan pria asing
Wanita yang sedang diajaknya bicara tengah melamun mulut mengangga melihat ekspresi wajah Aira membuat pria asing semakin gemas
"Proookkk,,,,,,,,,,,,,,,," suara tepuk tangan pria asing di depan wajah Aira membuat Aira tersadar dari lamunannya tapi mulutnya masih mengnganga
__ADS_1
Melihat mulut wanita dihadapannya masih terbuka lebar
"heiiii,,,,,,, mulutmu itu lho kondisikan apa tidak takut kemasukan nyamuk,,,,,," ucapnya
Mendengar perkataan pria ganteng dihadapannya buru-buru Aira menutup mulutnya menelan ludah kasar
"hhhhhh,,,,,,,,,, bod*h banget sihhh kamu Ra,,,,," Aira merutuki dirinya sendiri yang pasti bergumam dalam hati
"Siapa nama kamu,,,,,,," tanya pria asing mengulurkan tangannya hendak mengenal lebih jauh wanita dihadapannya
Aira tidak membalas uluran tangan pria dihadapannya Aira juga tidak memberitahu siapa namanya
Melihat wanita dihadapannya tidak membalas uluran tangannya membuat pria asing memundurkan tangannya
Pria asing pantang menyerah meski baru saja wanita dihadapannya menolaknya secara halus tapi tak menyurutkan niat pria asing untuk mengenal Aira lebih jauh
"hemmm,,,,,,,,, aku antar pulang se,,,,,,,,," belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah ditimpali Aira
"tidak perlu,,,," ucap Aira ketus
Pria asing ingin berbicara lagi mencoba mendekati wanita cantik bertubuh mungil dihadapannya tapi sayang sepertinya Dewi Fortuna sedang tidak berpihak kepadanya
Wanita cantik bertubuh mungil itu pergi menjauh meninggalkan pria asing begitu saja bahkan tidak membiarkan pria asing itu mengetahui namanya
"heiiii,,,,,,,, wanita cantik ku,,,,,,, ingat yaa,,,,, jika kita bertemu lagi itu tandanya kita berjodoh,,,,," teriak pria asing agar di dengar Aira
Meskipun sudah melangkahkan kakinya menjauh tapi Aira masih bisa mendengar ucapan pria asing bahkan sangat jelas terdengar di telinganya
"hhhhhh,,,,,,,,,, aku cantik tidak salah dengar dan apa kalau bertemu lagi jodoh,,,, hhhh,,,,,,,, aku sudah punya suami bagaimana bisa berjodoh, sekalipun aku sendiri aku tidak mau punya pasangan baru pertama bertemu saja sudah mesum apalagi kalau bertemu puluhan kali ihhhhhh,,,,,,,,,,, " Aira begidik ngeri masih sambil berjalan mulutnya komat-kamit
Fikiranya memikirkan hal yang baru saja terjadi pelukan pria ganteng, tatapan matanya, senyumnya uhhhh,,,,,,,,,,, bikin meleleh apalagi suaranya serasa berdengung di telinganya
"hisssss,,,,,,,,, bisa-bisanya aku memuji pria mesum,,,,,," gumam Aira menepis fikiranya
Sedikit curhat nihhh bestiii,,,,, ada yang bilang katanya Aya kurang kerjaan makanya nulis kaya gini
Entah mengapa hati Aya sakit mendengar perkataan itu, Padahal Aya nulis begini mencuri waktu setelah penat seharian beraktivitas bisa-bisanya di bilang gaa punya kerjaan hhhhh,,,,,,,,,
Padahal Aya sudah berusaha tidak menggubris kata orang tapi tetap saja terngiang-ngiang di kepala hhh,,,,,,, bikin sebel dehhh,,,,,
JANGAN LUPA VOTE, LIKE, KOMEN
Tinggalkan jejak setidaknya agar waktu Aya yang kurang kerjaan (kata orang) ini diharapkan untuk terus up,,,,,,
__ADS_1