Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
ingin kembali


__ADS_3

Di ujung barat sang Surya telah siap menenggelamkan diri sedangkan di ufuk timur sang rembulan siap menampakkan kecantikannya


Sore akan berganti malam tapi laki-laki di dalam apartemen cukup mewah sedang bersiap-siap untuk pulang padahal baru hitungan jam laki-laki itu sampai di Singapura


Siapa lagi kalau bukan Aldo, disaat Aldo hendak memakai sepatunya


"Tringgg,,,,,,,, Tringggg,,,,,,, Tringggg,,,,,,,,,


Suara ponsel Aldo terdengar berdering


Aldo segera mengambil ponselnya diatas nakas diliriknya ternyata bokap Aldo yang sedari tadi menelfon


Aldo buru-buru angkat panggilan kalau tidak bisa-bisa bokapnya marah dan pasti akan mengeluarkan jurus andalan


Apalagi jurus andalan papi Edy kalau bukan memberikan harta warisan ke orang lain, Sebenarnya Aldo tidak peduli soal warisan hanya saja wasiat dari kakeknya yang membuat Aldo bertahan


"halooo,,,,,,, do,,,,,,,," ucap Edy diseberang panggilan


"hemm,,,,,,,,,iyaa,,,, pa" sahutnya


"papa tau kamu pasti akan pulang ke Indonesia kan,,,,," Edy langsung tho the poin menjelaskan maksud dan tujuannya


Aldo melongo membuka mulut kaget tidak percaya Menggapa papa nya bisa tau banyak pertanyaan-pertanyaan muncul dibenak Aldo termasuk siapa yang memberitahukan nya,


" kenapa papa bisa tau, siapa yang memberitahukan ke papa,,,,?" tanya Aldo


"itu tidak penting, yang harus kamu ingat, jangan pulang sebelum kamu bisa menyelesaikan tugas dari papa, buat perusahaan kita di Singapura maju, jika sudah maju terserah jika kamu ingin pulang,,,," jelas papa Aldo


Aldo mengacak-acak rambut,


"tapi pa,,, Aldo kesana untuk mengantar kepergian Bryan untuk terakhir kalinya, setelah itu Aldo akan kesini lagi,,,,,lagi pula Bryan saudara kita pa, ,,," Aldo mencoba bernegosiasi


Tapi sepertinya tidak berhasil papa Edy termasuk orang yang bila sudah membuat keputusan tidak bisa di ganggu gugat


"jangan membantah keputusan papa sudah bulat" menekan suaranya terdengar tegas


..." tapiii,,, pa,,,,, mereka saudara kita seharusnya disaat berduka seperti ini kita berada disampingnya mereka memberikan support,,," Aldo masih terus berusaha agar di ijinkan pulang meskipun hanya sebentar...


..." hhhhhh,,,,,,,,, jangan menceramahi papa, keputusan papa sudah bulat tidak bisa diganggu gugat, titik"...


Tutttt,,,,,,,,,Tuttttt,,,,,,,,,Tutttt,,,,,,,,,,


sambungan terputus Edy yang memutus sambungan telepon sepihak

__ADS_1


Aldo begitu kesal, bagaimana pun juga Bryan bukan cuma saudara tapi sudah dianggap sahabat, juga adik kandung


Aldo mengacak-acak rambut menyalahkan diri sendiri andai saja Aldo tidak meninggalkan Bryan pasti ini semua tidak akan terjadi, Aldo mengutuk dirinya sendiri


Pertemuan terakhir dengan Bryann terus berputar-putar di benak Aldo


Aldo tidak menyangka itu menjadi pertemuan terakhirnya


"hhhhhhhhhh,,,,,,,,,,," teriak Aldo di dalam kamar


Aldo duduk dilantai, Air matanya menetes membasahi pipi begitu terpukul rapuhh


Aldo berfikir akan nekat pulang tidak peduli larangan papanya meskipun harus dihapus dari ahli waris Aldo sudah tidak peduli lagi, Aldo bertekad pulang ke Indonesia


Aldo memandang wajah dirinya dicermin menyisir rambut yang tadi di acak-acaknya bagaimana pun juga Aldo tidak mau nanti dibandara semua mata menatapnya sinis karena penampilan nya


Setelah dirasa sudah tampan rapi Aldo menyeret kakinya menuju pintu kamar tapi belum sampai meraih hendel terdengar dering ponsel Aldo


"Tringggg,,,,,,,,, Tringggg,,,,,,,, Tringgg,,,,,,,,,,,


Aldo kesal ada saja yang menganggu kepergiannya, Aldo langsung mengangkat telfon tidak melihat dulu siapa yang menelfon, Aldo berfikir itu papanya,


"halooo,,,,, ada apa pa,,,,,, Aldo tetap akan pulang, Aldo tidak peduli lagi jika papa akan,,,,,,"ucap Aldo tegas sedikit marah tapi jawabnya tertahan karena diseberang telfon sudah berbicara


Aldo tertegun suara kenapa wanita, dilirik layar ponselnya ternyata bibi Eny yang menghubungi Aldo


Ahhhh,,,, Aldo kenapa begitu ceroboh tidak dilihat dulu siapa yang menghubungi main angkat saja, Aldo berfikir papanya yang menghubungi hendak menghentikan kepergian Aldo


"hehhhh,,,,,,,,, halooo,,,,,halooo,,,,,," suara bibi Eny memastikan Aldo masih mendengarnya atau tidak soalnya Aldo diam saja


Aldo tersadar dari lamunannya


"hhhhh,,,,,,,, iyaa,,,,, Tante,,,,,," ucapnya


"Cihhh,,,,, jangan panggil Tante lagi tidak Sudi menjadi tantemu" sahut Eny


Aldo tidak menyangka ibunya Bryan bisa berkata kasar seperti itu, selama ini Eny selalu lemah lembut


"langsung saja tidak usah basa-basi, jangan kira aku tidak tau kamu yang sudah membuat anak saya meninggal, pasti kamu yang sudah m*mbunuh anakku" ucapnya menekankan setiap kata


Aldo tertegun tidak menyangka tantenya bisa berfikir sejauh itu menuduhnya, meskipun Aldo bukan laki-laki yang baik termasuk cwo bar-bar nak*l tapi tidak pernah m*mbunuh manusia


"tidak tante meskipun Aldo bar-bar tapi Aldo tidak sejahat, itu,,,,," ucap Aldo lembut tidak terpancing amarah wanita di seberang panggilan

__ADS_1


"Cihhhhhh,,,,,,,,,,,maling mana ada yang mengaku,kalau mengaku penjara penuhh,,,,,"


Aldo geleng-geleng kepala tidak menyangka tantenya akan berfikir sejauh ini,


"bukankah polisi sudah menjelaskan tidak ada unsur p*mbunuhan tapi itu murni b*nuh diri" Aldo mencoba menjelaskan


Eny yang sudah gelap mata gelap hati tidak percaya perkataan Aldo


"itu karena kamu bermain cantik, tapi lihat saja sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga" ucapnya


Aldo geleng-geleng kepala


"Tante, Aldo berbela sungkawa turut prihatin atas meninggalnya Bryan, Aldo akan pulang dari Singapura melihat Bryan untuk terakhir kalinya,,,,,bagi Aldo Bryan sudah Aldo anggap saudara kandungku sahabat, teman terbaik,,,," ucap Aldo panjang lebar


"hikkkzzzz,,,,,,hikzzzzz,,,,,hikzzzzz,,,,,,," suara tangisan Eny terdengar jelas


Aldo menghela nafas panjang sebenarnya Aldo ingin sekali memeluk tantenya menenangangkan pasti ini sanggat berat bagi seorang ibu, tapi apalah daya Tante Eny tidak dihadapannya


Sebenarnya Aldo juga sangat sedih begitu terpukul rapuh tapi berusaha menahan semuanya


"tidak usah berpura-pura peduli sedih, aku tau pasti saat ini kamu tertawa puas melihatku menderita, sebenarnya apa salah keluarga ku sehingga kamu dan ayahmu begitu tega terhadap keluarga kami, harta sudah tante berikan semuanya tapi menggapa kamu tega mengambil Bryan dari sisi tante,,,,, menggapa,,,,,,," terdengar sambil sesegukan Eny mengatakan semuanya


yaaa,,,,,, Eny dan Edy kakak beradik, Edy mendapat 65% harta warisan dari mendiang ayahnya karena Edy anak laki-laki sedangkan Eny mendapatkan 35%


65% dibanding 35% jelas lebih banyak 65% tapi Edy yang rakus akan harta merasa semua itu masih kurang dengan tipu muslihat Edy mengambil 35% milik Eny


Sebenarnya Eny bisa saja mengambil kembali haknya tapi Eny tidak mau ayah tercinta di alam sana tidak bahagia karena anak-anaknya yang ditinggal kan di dunia saling berebut harta


Meskipun begitu Eny tidak membenci Aldo bagi Eny masalahnya bukan dengan Aldo tapi ayahnya, Eny menggangap Aldo juga anaknya karena ibunya Aldo sudah meninggal sejak Aldo kecil, tapi sepertinya Aldo akan dicoret dari daftar anaknya Eny karena Eny berfikir Aldo lahh,,,, penyebab kematian anaknya Bryan


Aldo masih diam membisu Aldo begitu terpukul kehilangan Bryan dan sekarang dituduh meninggalnya Bryan akibat ulahnya, cukup membuat mental Aldo terguncang


"Tante kira kamu tidak seperti papamu itu ternyata kamu sama,,,, bahkan kamu lebih kejam,,,,, lebih b*jingan,,,,,,,,,aku tidak akan tinggal diam,,, akan aku buktikan kamu lahh,,,, penyebab anakku meninggal, agar Bryan tenang dialam sana,,,,," ucapnya lalu memutuskan panggilan


Tutttt,,,,,,,,,Tutttt,,,,,,,,,,Tutttt,,,,,,,, panggilan terputus


"Akkkkhhhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,,,," teriak Aldo


Aldo merosot duduk dilantai menyenderkan tubuh di pintu


"ini semua gara-gara kamu Airaaa,,,,,,,, awas saja akan ku buat kamu menderita,,,,,," ucapnya menautkan rahang sorot mata terlihat sedih tapi juga ada kemarahan begitu besar


"Akhhhhhhhh,,,,,,,,," teriak Aldo tangannya mengepal meninju lantai, terlihat berdarah tapi tidak dihiraukan, rasa sakit ditangan tidak berarti apa-apa bagi Aldo karena hatinya lebih sakitt

__ADS_1


__ADS_2