
Senyum merekah di bibir Aldira seketika menghilang, fikiran Aldira sudah berkelana memikirkan sesuatu yang tidak-tidak
Aldira takut sahabatnya akan semakin terluka jika tetap bekerja di tempat tersebut
Aira yang melihat raut wajah Aldira sedih membuat Aira tertawa
"hahahahahahahahahaha,,,,,,,,,," gelak tawa Aira tapi tetap anggun
Sejak dari tadi Aira hanya mengerjai Aldira
Iseng memang tapi itulah Aira suka melihat sahabatnya tegang akibat sikap usilnya
Aldira yang mendengar Aira tertawa memicingkan mata
"tadi sedih sekarang tertawa jangan-jangan udah gersrek nihhh bocah,,,,,,," gumamnya dalam hati
"heiiii,,,,, kamu mengatai ku yaaa,,,,,,,, apa jangan-jangan kamu juga mengumpat dalam hati yaa,,,,,," tanya Aira
yaaa,,,,,,, yang dikatakan Aira benar adanya tapi tidak mungkin Aldira akan mengakuinya bisa-bisa Aira semakin sedih merasa sendiri
"ihhhh,,,,,,, percaya diri banget sihhh,,,,, yang mengumpat siapa kurang kerjaan,,,,,," ucap Aldira sedikit mengejek
Begitulah Aira dan Aldira sudah seperti Tom and Jerry meskipun sedikit-sedikit berantem nanti baikan lagi, berantem lagi, baikan lagi tapi justru itulah yang membuat persahabatan mereka awet langgeng
"Ayo Raa,,,,,,,,, berdebat denganmu bisa tujuh hari tujuh malem tidak akan selesai" ucap Aldira sedangkan tangannya menarik lengan Aira agar pergi dari swalayan tempat Aldira bekerja
Aira hanya menurut berjalan dibelakang Aldira mengekor
Disaat Aira dan Aldira berjalan semua mata tertuju menoleh ke arah Aldira dan Aira
Melihat Aira dan Aldira ada yang berbisik-bisik
ada pula yang hanya menatap datar saja tanpa ekspresi
"hahhhhh,,,,,,,, pantes mengundurkan diri kan sudah dapat tambang emas ngapain capek-capek bekerja lebih baik dirumah minta apapun diberikan,,,, hhhhh,,,,,,, dasar cwe matre cwe kejam,,,,,, kelihatannya aja lugu baik aslinya jal*ng,,,,,,,,," ucap teman Aira yang berbisik-bisik tapi masih bisa didengar Aira dan Aldira
Aldira yang mendengar sahabatnya dihina mengepalkan tangan matanya melotot menghembuskan nafas kasar
Aira yang melihat sahabatnya benar-benar marah mencoba menenangkan bagaimana pun juga Aira tidak mau Aldira terkena masalah apalagi karena Aira itu akan membuat Aira semakin merasa bersalah
"sabar Al,,,,,, tenangkan dirimu,,,,,," ucapnya mengusap lengan Aldira
"hhhhh,,,,,,,, Aldira,,,,,Aldira,,,,,, tadi menasehati ku jangan dimasukin hati orang yang menghina kita tapi jadikan motivasi buktikan pada mereka kita tidak seperti yang mereka katakan hhhh,,,,,, ini malah kamu sendiri yang marah,,,,," ucap Aira dalam hati
yaaa,,,,,,,,, begitulah besti teori tak semudah praktek,,,,,apalagi soal kesabaran
__ADS_1
Sebenarnya hati Aira begitu terluka teriris, ibarat luka belum mengering sudah ditaburi garam sungguh menyakitkan seolah dunia tidak adil bagi gadis cantik bertubuh mungil ini
Tapi mau bagaimana lagi mati belum tentu masuk surga bunuh diri dosa yang bisa dilakukan yaaa,,,, bersabar berdoa semoga semua akan indah pada waktunya yaaa,,,,,, meskipun ibarat kata dengan kaki terseok-seok
Aira yang sudah bosan membujuk sahabatnya melangkahkan kakinya keluar swalayan meninggalkan Aldira yang sedang mematung menahan amarah
Aldira yang melihat sahabatnya meninggalkan dirinya bingung antara ingin memberi pelajaran si mulut mercon atau menyusul sahabatnya Aira
Aira pun terlihat sudah berada di parkiran
Setelah cukup lama akhirnya Aldira memutuskan menghampiri sahabatnya
Melihat Aldira pergi sii mulut mercon menjulurkan lidahnya
Meskipun Aldira membelakangi si mulut mercon tapi tetap saja Aldira masih bisa melihatnya dari pantulan cermin
ingin rasanya Aldira memberi pelajaran sii mulut mercon tapi untuk saat ini lebih penting menemani sahabatnya memberi semangat
Aira yang melihat Aldira mendekat memasang wajah kesal
"Raa,,,,,,,,, jangan marah,,,, plissss,,,, maafin aku tidak bisa mengontrol emosi,,,,," ucapnya tulus matanya berbinar tangannya menggatup
Sikap Aldira kali ini terlihat mengenaskan di mata Aira
Aira yang sebetulnya hanya pura-pura merajuk tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi lugu Aldira
Mendengar sahabatnya tertawa Aldira memicingkan mata
"kenapa ada yang lucu kah,,,,,,?" tanya Aldira
Tapi tidak dijawab Aira masih diam saja
"Raa,,,,,, Alhamdulillah kamu masih bisa tertawa aku kira kamu akan,,,,,,,hmmmm,,,,,,," Aldira membiarkan ucapannya menggantung karena tidak bisa melanjutkan ucapannya
"maksudmu aku harus nangis guling-guling gitu,,,,,,,, ayo cepat antar aku pulang" kata Aira
Aldira menurut saja mengantar Aira pulang
Sebenarnya bibir Aira tersenyum lebar seolah tidak terluka tapi hatinya menangis, merintih butuh bahu untuknya bersandar butuh pelukan agar membuat hatinya sedikit tenang tapi Aira tidak mungkin mengatakan semuanya
Aira tidak mau membuat sahabatnya semakin khawatir memikirkannya
"Al,,,,,, ini bukan arah jalan pulang ke rumahku juga bukan arah ke rumahmu,,,, sebenarnya Kita mau kemana,,,,,,," tanya Aira
yaaa,,,,, sedari tadi Aira melamun membuat Aira tidak menyadari motor yang ditumpanginya menuju arah lain
__ADS_1
" mau ke pantai,,,,,,,," ucap Aldira dengan mata berbinar membayangkan pemandangan indah angin berhembus mesra ahhhhh,,,,,,, membuat tenang nyaman siapa saja yang merasakannya
"hhhhhh,,,,,,,, ke pantai,,,,,,,," ucap Aira kaget bagaimana tidak kaget Aldira tidak memberitahu sama sekali membuat Aira tidak bisa menyiapkan keperluan ke pantai seperti baju ganti dan lain-lain
"udah nurut aja kenapa,,,,,,,, " ucap Aldira
"tapi Al,,,,, bukanya kamu harus bekerja,,,,," tanya Aira yang kebingungan Aira jadi ingat harusnya saat ini Aldira bekerja tapi malah mengantarkannya pulang
Aira merasa bersalah pasti karena tadi Aira meminta Aldira mengantarkannya pulang makanya Aldira bolos kerja begitulah yang ada di fikiran Aira
"aku mengambil cuti hari ini khusus untuk menghabiskan waktu bersama sahabat ku tercinta siapa lagi kalau bukan kamu Raa,,,,,,,,,,," ucap Aldira
Mendengar Aldira rela mengambil cuti hanya untuk menghabiskan waktu menemani Aira membuat Aira tersentak tak terasa cairan bening lolos begitu saja keluar dari matanya
Tangisan bahagia yaaa,,,,,, Aira menangis bahagia merasa sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Aira
Sudah satu jam perjalanan yang mereka tempuh tapi belum sampai di tempat tujuannya yaitu pantai
Dalam perjalanan menuju pantai Aira dan Aldira melewati rel kereta api, palang kereta pun turun tertutup membuat Aldira menghentikan kendaraannya menunggu kereta api lewat
Aira yang melihat kereta api lewat menatap tanpa berkedip mulutnya mengangga
yaaa,,,,,,, sejak kecil sampai besar baru kali ini Aira melihat kereta api sungguhan, biasanya hanya dilihat dari televisi ataupun buku pelajaran
Pengendara lain yang melihat ekspresi wajah Aira yang seolah tidak pernah melihat kereta api membuat mereka berbisik-bisik ada juga yang justru tertawa
Aira tidak menyadari begitu banyak mata yang memandangnya Aira tetap fokus memandang kedepan melihat kereta api melintas
Setelah menunggu lumayan lama palang kereta api pun terbuka dan Aldira pun secepatnya gas,,,,,,,
Baru sampai di seberang jalan melewati rel kereta api Aira menepuk pundak Aldira
Aldira yang merasakan tepukan Aira di pundaknya bertanya
"Ada apa Raa,,," tanya Aldira sedikit berteriak agar di dengar sahabatnya
"Berhenti,,,,,,,,,,," ucap Aira
Like,
Vote
Dan
Komen yaaa,,,,,,
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak jempolmu penyemangat author Zeyenkkk