Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
menemani


__ADS_3

Senyum merekah di bibir Aldira seketika menghilang, fikiran Aldira sudah berkelana memikirkan sesuatu yang tidak-tidak


Aldira takut sahabatnya akan semakin terluka jika tetap bekerja di tempat tersebut


Aira yang melihat raut wajah Aldira sedih membuat Aira tertawa


"hahahahahahahahahaha,,,,,,,,,," gelak tawa Aira tapi tetap anggun


Sejak dari tadi Aira hanya mengerjai Aldira


Iseng memang tapi itulah Aira suka melihat sahabatnya tegang akibat sikap usilnya


Aldira yang mendengar Aira tertawa memicingkan mata


"tadi sedih sekarang tertawa jangan-jangan udah gersrek nihhh bocah,,,,,,," gumamnya dalam hati


"heiiii,,,,, kamu mengatai ku yaaa,,,,,,,, apa jangan-jangan kamu juga mengumpat dalam hati yaa,,,,,," tanya Aira


yaaa,,,,,,, yang dikatakan Aira benar adanya tapi tidak mungkin Aldira akan mengakuinya bisa-bisa Aira semakin sedih merasa sendiri


"ihhhh,,,,,,, percaya diri banget sihhh,,,,, yang mengumpat siapa kurang kerjaan,,,,,," ucap Aldira sedikit mengejek


Begitulah Aira dan Aldira sudah seperti Tom and Jerry meskipun sedikit-sedikit berantem nanti baikan lagi, berantem lagi, baikan lagi tapi justru itulah yang membuat persahabatan mereka awet langgeng


"Ayo Raa,,,,,,,,, berdebat denganmu bisa tujuh hari tujuh malem tidak akan selesai" ucap Aldira sedangkan tangannya menarik lengan Aira agar pergi dari swalayan tempat Aldira bekerja


Aira hanya menurut berjalan dibelakang Aldira mengekor


Disaat Aira dan Aldira berjalan semua mata tertuju menoleh ke arah Aldira dan Aira


Melihat Aira dan Aldira ada yang berbisik-bisik


ada pula yang hanya menatap datar saja tanpa ekspresi


"hahhhhh,,,,,,,, pantes mengundurkan diri kan sudah dapat tambang emas ngapain capek-capek bekerja lebih baik dirumah minta apapun diberikan,,,, hhhhh,,,,,,, dasar cwe matre cwe kejam,,,,,, kelihatannya aja lugu baik aslinya jal*ng,,,,,,,,," ucap teman Aira yang berbisik-bisik tapi masih bisa didengar Aira dan Aldira


Aldira yang mendengar sahabatnya dihina mengepalkan tangan matanya melotot menghembuskan nafas kasar


Aira yang melihat sahabatnya benar-benar marah mencoba menenangkan bagaimana pun juga Aira tidak mau Aldira terkena masalah apalagi karena Aira itu akan membuat Aira semakin merasa bersalah


"sabar Al,,,,,, tenangkan dirimu,,,,,," ucapnya mengusap lengan Aldira


"hhhhh,,,,,,,, Aldira,,,,,Aldira,,,,,, tadi menasehati ku jangan dimasukin hati orang yang menghina kita tapi jadikan motivasi buktikan pada mereka kita tidak seperti yang mereka katakan hhhh,,,,,, ini malah kamu sendiri yang marah,,,,," ucap Aira dalam hati


yaaa,,,,,,,,, begitulah besti teori tak semudah praktek,,,,,apalagi soal kesabaran

__ADS_1


Sebenarnya hati Aira begitu terluka teriris, ibarat luka belum mengering sudah ditaburi garam sungguh menyakitkan seolah dunia tidak adil bagi gadis cantik bertubuh mungil ini


Tapi mau bagaimana lagi mati belum tentu masuk surga bunuh diri dosa yang bisa dilakukan yaaa,,,, bersabar berdoa semoga semua akan indah pada waktunya yaaa,,,,,, meskipun ibarat kata dengan kaki terseok-seok


Aira yang sudah bosan membujuk sahabatnya melangkahkan kakinya keluar swalayan meninggalkan Aldira yang sedang mematung menahan amarah


Aldira yang melihat sahabatnya meninggalkan dirinya bingung antara ingin memberi pelajaran si mulut mercon atau menyusul sahabatnya Aira


Aira pun terlihat sudah berada di parkiran


Setelah cukup lama akhirnya Aldira memutuskan menghampiri sahabatnya


Melihat Aldira pergi sii mulut mercon menjulurkan lidahnya


Meskipun Aldira membelakangi si mulut mercon tapi tetap saja Aldira masih bisa melihatnya dari pantulan cermin


ingin rasanya Aldira memberi pelajaran sii mulut mercon tapi untuk saat ini lebih penting menemani sahabatnya memberi semangat


Aira yang melihat Aldira mendekat memasang wajah kesal


"Raa,,,,,,,,, jangan marah,,,, plissss,,,, maafin aku tidak bisa mengontrol emosi,,,,," ucapnya tulus matanya berbinar tangannya menggatup


Sikap Aldira kali ini terlihat mengenaskan di mata Aira


Aira yang sebetulnya hanya pura-pura merajuk tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi lugu Aldira


Mendengar sahabatnya tertawa Aldira memicingkan mata


"kenapa ada yang lucu kah,,,,,,?" tanya Aldira


Tapi tidak dijawab Aira masih diam saja


"Raa,,,,,, Alhamdulillah kamu masih bisa tertawa aku kira kamu akan,,,,,,,hmmmm,,,,,,," Aldira membiarkan ucapannya menggantung karena tidak bisa melanjutkan ucapannya


"maksudmu aku harus nangis guling-guling gitu,,,,,,,, ayo cepat antar aku pulang" kata Aira


Aldira menurut saja mengantar Aira pulang


Sebenarnya bibir Aira tersenyum lebar seolah tidak terluka tapi hatinya menangis, merintih butuh bahu untuknya bersandar butuh pelukan agar membuat hatinya sedikit tenang tapi Aira tidak mungkin mengatakan semuanya


Aira tidak mau membuat sahabatnya semakin khawatir memikirkannya


"Al,,,,,, ini bukan arah jalan pulang ke rumahku juga bukan arah ke rumahmu,,,, sebenarnya Kita mau kemana,,,,,,," tanya Aira


yaaa,,,,, sedari tadi Aira melamun membuat Aira tidak menyadari motor yang ditumpanginya menuju arah lain

__ADS_1


" mau ke pantai,,,,,,,," ucap Aldira dengan mata berbinar membayangkan pemandangan indah angin berhembus mesra ahhhhh,,,,,,, membuat tenang nyaman siapa saja yang merasakannya


"hhhhhh,,,,,,,, ke pantai,,,,,,,," ucap Aira kaget bagaimana tidak kaget Aldira tidak memberitahu sama sekali membuat Aira tidak bisa menyiapkan keperluan ke pantai seperti baju ganti dan lain-lain


"udah nurut aja kenapa,,,,,,,, " ucap Aldira


"tapi Al,,,,, bukanya kamu harus bekerja,,,,," tanya Aira yang kebingungan Aira jadi ingat harusnya saat ini Aldira bekerja tapi malah mengantarkannya pulang


Aira merasa bersalah pasti karena tadi Aira meminta Aldira mengantarkannya pulang makanya Aldira bolos kerja begitulah yang ada di fikiran Aira


"aku mengambil cuti hari ini khusus untuk menghabiskan waktu bersama sahabat ku tercinta siapa lagi kalau bukan kamu Raa,,,,,,,,,,," ucap Aldira


Mendengar Aldira rela mengambil cuti hanya untuk menghabiskan waktu menemani Aira membuat Aira tersentak tak terasa cairan bening lolos begitu saja keluar dari matanya


Tangisan bahagia yaaa,,,,,, Aira menangis bahagia merasa sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Aira


Sudah satu jam perjalanan yang mereka tempuh tapi belum sampai di tempat tujuannya yaitu pantai


Dalam perjalanan menuju pantai Aira dan Aldira melewati rel kereta api, palang kereta pun turun tertutup membuat Aldira menghentikan kendaraannya menunggu kereta api lewat


Aira yang melihat kereta api lewat menatap tanpa berkedip mulutnya mengangga


yaaa,,,,,,, sejak kecil sampai besar baru kali ini Aira melihat kereta api sungguhan, biasanya hanya dilihat dari televisi ataupun buku pelajaran


Pengendara lain yang melihat ekspresi wajah Aira yang seolah tidak pernah melihat kereta api membuat mereka berbisik-bisik ada juga yang justru tertawa


Aira tidak menyadari begitu banyak mata yang memandangnya Aira tetap fokus memandang kedepan melihat kereta api melintas


Setelah menunggu lumayan lama palang kereta api pun terbuka dan Aldira pun secepatnya gas,,,,,,,


Baru sampai di seberang jalan melewati rel kereta api Aira menepuk pundak Aldira


Aldira yang merasakan tepukan Aira di pundaknya bertanya


"Ada apa Raa,,," tanya Aldira sedikit berteriak agar di dengar sahabatnya


"Berhenti,,,,,,,,,,," ucap Aira


Like,


Vote


Dan


Komen yaaa,,,,,,

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak jempolmu penyemangat author Zeyenkkk


__ADS_2