
Terdengar ayam berkokok,embun dipagi hari begitu menyejukkan, pohon rindang, bungga bermekaran, kupu-kupu indah terbang kesana kemari membuat tenang siapa saja yang melihatnya sang surya pun lekas naik sinarnya masuk melewati fentilasi
Dua insan masih tertidur pulas tidak menyadari jika sang Surya sudah meninggi,
Aira mengeliat mencoba membuka mata, sebenarnya Aira masih mengantuk tetapi sinar sang Surya terasa terik Dimata ,diliriknya jam yang ada di dinding, jam sudah menunjukkan pukul 09:35
"astaga kenapa bisa kesiangan begini sihh" Aira menggerutu,ini kali pertama Aira bangun kesiangan membuatnya sedikit panik
"hhhhh,,,,,,, aku belom buat sarapan,nyuci baju,nyuci piring haduhhh gimana sihh bisa-bisanya kesiangan" menyalahkan diri sendiri
Aira melangkah menuju ke kamar mandi langkahnya terhenti melihat laki-laki tidur disofa
"hhhhh,,,, siapa laki-laki itu kok bisa ada di kamarku," bertanya kepada dirinya sendiri
Aira mencoba mengingat semuanya dirasa sudah ingat Aira berbicara dalam pikirannya
"ohhhh,,,, iya,,,, kenapa bisa lupa bego banget dahh,,, kemaren kan aku nikah,,,, "
Dirasa sudah mengingat semuanya Aira melanjutkan langkah kakinya tidak memperdulikan laki-laki yang tidur disofa
Selesai cuci muka,gosok gigi Aira akan ke dapur seperti biasa akan membuat sarapan
hhhhhhh,,,,, sarapan padahal harusnya sudah masuk makan siang tetapi terserah Aira saja lahh mau menganggap sarapan atau makan siang
Aira yang melewati sofa tempat tidur suaminya sikapnya masih sama tidak memperdulikan bahkan menoleh saja tidak
sesampainya didapur Aira melihat ibu mini sedang berbincang-bincang dengan nenek Halimah sedangkan Monika dan adiknya sibuk dengan gawainya masing-masing
Aira mencium bau masakan yang menggugah selera, membuat cacing diperutnya bunyi
"krukkkkkk,,,,,,, krukkkkkk,,,,,,,, krukkkkkk,,,,,,,"
semua mata menoleh kearah suara
Aira yang melihat semua mata tertuju padanya mengukir senyum malu
Ibu mini melihat Aira hanya berdiri seperti patung mengajak duduk bersama
"sini nak duduk sini,,,,," pinta ibu mini sedangkan tangannya menepuk kursi berharap Aira duduk disebelahnya
Aira berjalan kearah ibu mini dengan wajah memerah karena malu,
anak gadis jam segini baru bangun,kata-kata itulah yang sering diucapkan ibunya ketika mendapati anak perempuannya bangun kesiangan
__ADS_1
Aira yang sudah duduk didekat ibunya hanya menunduk saja
Nenek Halimah membuka obrolan diantara mereka
"Ciee,,,,,,, pengantin baru jam segini baru bangun,,,," Nenek Halimah mencubit lembut lengan Aira bibirnya tersenyum begitu lebar menggoda Aira
ibu mini yang melihat ibunya tersenyum lebar ke arah Aira justru curiga "tidak biasanya ibu bersikap seperti itu, pasti ada bakwan di balik batu, eitssss udang dibalik bakwan begitulah fikiranya
Nenek Halimah memang terlihat tidak menyukai Aira sering membentak-bentak hanya masalah sepele, kadang juga memukul
wajar ketika ibu mini melihat ibunya tersenyum ke arah Aira apalagi bercanda membuat hatinya was-was,,,,,,,,,
"Apa yang ibu rencanakan,,,,," ibu mini memicingkan mata bertanya-tanya dalam hati
"ehhhh,,,,,, iyaa,,, nek maaf Aira bangun kesiangan tidak siapin sarapan" suaranya lirih takut neneknya bakalan marah seperti biasanya
keringat Aira bercucuran tidak berani membantah hanya menurut saja
"tidak perlu masak nak nenek dan ibumu sudah masak untukmu" perintahnya begitu lembut
tidak biasanya nenek bersikap lembut tapi entah karena Aira anak yang baik atau mungkin terlalu lugu membuat Aira percaya begitu saja
Aira pun bergegas mengambil sarapan dalam hati malu bangun-bangun tinggal makan "hhhhh,,,sudah lahhh aku sudah sangat lapar," gumamnya dalam hati
ibu mini curiga pasti ada maksud dan tujuan tertentu begitulah yang ada dipikiran ibu mini
Nenek Halimah sadar ditatap putrinya begitu dalam bertanya
"Ada apa nak,,, kenapa menatap ibu seperti itu,," tanyanya seolah lugu tidak tau jika anaknya curiga
"ibu,,,,tidak pernah memperlakukan Aira dengan baik tapi kali ini sangatlah berbeda, mini tau pasti ada maksud dan tujuan tertentu"suaranya begitu lirih berbisik ditelinga ibunya
"hahahaha,,,,, benar sekali, anak ibu paham betul yaaa,,,,bagaimana ibumu ini hahahaha,,,,,,,,,"
sahutnya berbisik ditelinga putrinya
"awass yaaa bu,,,, dulu mini selalu patuh menuruti ibu tapi sekarang mini tidak akan tinggal diam seperti biasanya, jika ibu berani berbuat macam-macam ibu akan berhadapan dengan ku,,," menekan suaranya agar ibunya takut
Monika yang melihat Ibunya dan Nenek Halimah berbisik-bisik
"Bu, nek kenapa kalian berdua berbisik-bisik" tanya Monika sebenarnya Monika penasaran apa yang dibicarakan mereka terlihat begitu serius
ibu mini dan nenek Halimah menoleh kearah Monika tidak menyadari jika Monika sedari tadi menatap mereka
__ADS_1
ibu mini tidak mungkin mengatakan sebenarnya apalagi ada Aira yang masih fokus makan begitu lahap tidak menyadari jika ibu dan nenek membicarakannya
"Raa,,,,, suamimu mana,,,,," tanya nenek mencoba mengalihkan pembicaraan
Mendengar kata suami seketika nafsu makannya hilang, diletakkan sendok beserta garpunya padahal makan masih banyak Aira sudah tidak peduli biasanya Aira sayang jika buang-buang makanan mubazir tapi kali ini tidak
ibu mini melihat dengan jelas ketika mendengar kata suami raut wajah anaknya berubah seketika
"ibu tau nak pasti kamu begitu sedih harus menikah dengan laki-laki yang tidak kamu cintai,"gumamnya dalam hati
"ada dikamar nek masih tidur" jawabnya lirih
"bangunkan suamimu suruh makan," perintah nenek
sebenarnya Aira malas tapi karena tidak mau berdebat dengan neneknya Aira menurut saja
Aira pergi meninggalkan ruang makan menuju kamar berniat membangunkan siii Dodot
Sedangkan dilain tempat
Bryan ingin pulang kerumahnya malas dihotel
"Do, aku pulang yaaa,,,, bete disini,,,,hanya tiduran saja tidak melakukan aktivitas apapun malah akan membuatku semakin mengingat Aira," ucapnya berharap Aldo mengijinkannya pulang
"mulutmu itu lho bau Alkohol eluu mau nyokap eluu marah-marah kalau mau silahkan pulanglah" terlihat Aldo begitu kesal
"hhhhh,,,,, tapi kan aku semalaman tidur disini pasti mama mencari ku, pasti mama khawatir,,,,"
ucap Bryan
"guaa kemaren udah telfon ke nyokap eluu bilang kalau eluu nginep di vila guaa, kalau guaa tidak telfon pasti nyokap elu sudah kirim pesan atau telfon elu berkali-kali"Aldo menjelaskan
Bryan terlihat berfikir menatap handphone "benar tidak ada pesan ataupun telfon dari mama, setidaknya mama tidak akan khawatir" gumamnya dalam hati
Aldo yang melihat Bryan bengong memukul meja agar Bryan tersadar dari lamunannya
"Brakkkk,,,,,," Aldo memukul meja
Benar saja Bryan kaget langsung tersadar dari lamunannya menoleh ke arah Aldo
"apaan sihhh ngagetin saja,,,,, jantungku serasa mau copot" Aldo menggerutu
"makanya jangan bengong Mulu kesambet bau tau rasa,,,,,," bukannya merasa bersalah telah membuat sepupunya kaget Aldo justru tersenyum lebar
__ADS_1
Aldo mendekat duduk disamping Bryan ada sesuatu penting yang ingin Bryan tanyakan