
Aira dan Aldira memang bekerja di tempat yang sama tapi ditempatkan di bagian yang berbeda
Aira di bagian gudang sedangkan Aldira di bagian kasir
Meskipun hati dan fikiran Aira sedang berkecamuk tapi Aira tetap bekerja secara profesional
Disaat Aira sedang memilah dagangan yang akan mendekati masa kadaluarsa samar-samar mendengar seseorang bergosip membicarakan Aira
Benar saja terlihat dibalik rak susun teman Aira sedang bergosip
Aira menghentikan aktivitasnya mencoba mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan
Deggg,,,,,,,,,,,,,,,
jantung Aira berdegug kencang mendengar
teman Aira sedang membicarakan Bryan yang mengakhiri hidupnya karena di tinggal nikah
Sudah sedari tadi Aira berusaha tegar berusaha tersenyum di depan semua orang menutupi rasa kehilangan sang pujaan hati
Mendengar temannya bergosip tentang dirinya membuat Aira tidak sanggup lagi menahan tangisnya, air mata jatuh begitu saja membasahi pipi, Aira segera mengusapnya berusaha tegar berusaha ikhlas meskipun hati tidak rela
Aira melirik jam tangan yang ada di tangan kirinya jam menunjukkan pukul sebelas siang itu tandanya setengah jam lagi waktu istirahat
Aira bergegas membereskan pekerjaan tidak menghiraukan temannya yang masih bergosip atau sudah pergi
Setelah selesai Aira mengambil kotak makan nya segera makan begitu lahap
Biasanya Aira dan Aldira makan bersama tapi karena Aira buru-buru akan membersihkan toilet hukuman karena Aira sudah terlambat membuat Aira makan duluan tidak menunggu sahabatnya
Boss di tempat Aira bekerja sebenarnya orangnya baik, memberikan hukuman untuk karyawan yang telat itu agar membuat efek jera karena bagaimanapun waktu adalah uang
yaaaa,,,,,soal potong gaji hanya gertakan sang boss saja, bagaimana pun juga boss Aira tidak akan tega memotong gaji karyawannya
Aira sudah selesai makan segera menuju ke tempat hukuman nya, kemana lagi kalau bukan ke kamar mandi
Aira sudah berdiri di depan pintu kamar mandi terlihat ada tiga buah kamar mandi satu untuk sii boss dan yang dua kamar mandi untuk karyawan
Aira sudah memegangi sikat, pewangi dan seperangkat alat bersih-bersih lainnya
Aira membersihkan lantai menyirami menyikati sudah sekitar dua puluh menit Aira berkutat dengan seperangkat alat bersih-bersih nya
Disaat Aira sibuk membersihkan kedua telinga Aira mendengar samar-samar suara dua wanita sedang bergosip
__ADS_1
" Aira itu kelihatannya gadis yang lugu yaa,,,,, ternyata kelakuan nya bener-bener tega matre,,, tidak punya perasaan,,,," ucap wanita berambut panjang
"di jaga itu mulut,,,,, jangan sampai fitnah,,,," ucap wanita berambut pendek
"Aku tidak fitnah, ini realita nyata adanya, Aira menikahi laki-laki tua demi harta meninggalkan kekasihnya dan malangnya kekasihnya memilih mengakhiri hidup dari pada melihat Aira bersama orang lain" ucapnya wanita berambut panjang tidak mengetahui jika yang digosipkan mendengar semuanya
Deggg,,,,,,,,,,
Jantung Aira berdegug kencang sekuat apapun Aira tersenyum mencoba melupakan tetap saja akan sangat sedih, kenapa teman Aira bisa mengetahui semuanya begitu lahh gumamnya dalam hati
Dan soal menikah demi harta siapa yang membuat desas desus berita salah kaprah tersebut
Jelas-jelas Aira menikah karena dijodohkan bisa- bisanya disebut matre, padahal Aira belum dikasih nafkah lahir belum dikasih Vian sepeserpun dari suaminya tapi menggapa orang lain mengatakan Aira matre
Aira terdiam merosot ke lantai air mata lolos begitu saja menetes membasahi pipi
Aira duduk dilantai kamar mandi tangannya memeluk tekuk lututnya sedangkan kepalanya menunduk
Aira menangis tanpa bersuara, Aira begitu terpukul kehilangan kekasih yang begitu disayangi, Aira berfikir dengan bekerja bisa sedikit mengalihkan kesedihannya
Tapi Aira salah justru bekerja membuat Aira semakin teringat Bryan, Aira sendiri tidak tau bagaimana teman-teman kerjanya bisa tau semuanya
"aku juga tidak menginginkan semua ini terjadi,,,," Aira bergumam sambil sesenggukan
Aldira mencari kesana kesini tak terlihat sedikit pun tanda-tanda keberadaan Aira
Di saat mencari sahabatnya Aldira kebelet pipis, secepat kilat Aldira ke kamar mandi
setelah buang air kecil Aldira memandangi dirinya sendiri di cermin yang ada di kamar mandi
Terlihat Aldila sedikit pucat karena lipstik Aldira sedikit hilang karena makan siang tadi Aldira yang memang suka sekali dandan mengambil lipstik mengoleskan lipstik di bibirnya
Disaat Aldira mengoleskan lipstik Aldira mendengar suara samar-samar seperti ada yang menangis
"seperti suara seseorang menangis,,,,," bergumam lirih
Aldira memasukan lipstik dan mencari arah suara setelah dirasa suara itu dari balik pintu Aldira menempelkan telinganya ke pintu memastikan yang Aldira dengar tidak salah
Aldira sempat begidik ngeri takut itu mahluk halus seperti dalam film horor
Tapi segera ditepisnya
"hhhhh,,,,,,,, mana ada setan' siang bolong,,,," gumamnya lirih
__ADS_1
Aldira mengetuk pintu kamar mandi yang tertutup
"apa ada orang di dalam,,,,,,," tanya Aldira kepada seseorang di balik pintu
mendapati tidak ada sahutan dari balik pintu bulu kudu Aldira merinding fikiran negatif yang tadi di tepisnya muncul kembali
" jangan-jangan,,,,,,,,," bergumam lirih matanya melotot jantungnya berdegup kencang seperti sedang lari maraton
Aira yang mendengar suara seseorang dibalik pintu menyeka air matanya, Aira hafal betul suara dibalik pintu itu siapa lagi kalau bukan Aldira sahabatnya
Aira membuka pintu yang pertama dilihat sahabatnya Aldira air mata yang tadi diseka tumpah kembali
Aira yang memang sedang membutuhkan sebuah pelukan sandaran langsung memeluk tubuh Aldira menangis diperlukan sahabatnya
Sebenarnya Aldira kaget bagaimana tidak setelah begidik ngeri tiba-tiba pintu dibuka dan dari dalam kamar mandi seseorang memeluknya
Tapi mengetahui Aira yang ada didalam sedikit tercengang dan sekarang memeluknya membuat jantung Aldira stabil kembali sudah tidak berdegug kencang
Aldira bingung kenapa sahabatnya menangis tapi Aldira tidak langsung bertanya menunggu Aira tenang dulu baru Aldira akan bertanya
Aldira membalas pelukan Aira menepuk-nepuk pundak Aira sebagai sahabat Aldira mencoba menguatkan Aira
Aldira membiarkan Aira menumpahkan segala kesedihannya yaaa,,,,,, meskipun baju Aldira bakalan basah mungkin saja kotor karena Aira tapi itu tidak akan jadi masalah
Apa yang tidak untuk sahabat tercintanya begitu lahh gumamnya dalam hati
Setelah merasa lega Aira melepaskan pelukannya, Aira sudah tidak menangis lagi tapi masih sesegukan
Merasa pelukannya dilepas Aldira bertanya mengapa Aira menangis
"Raa,,,, sedari tadi aku mencarimu ternyata kamu disini,,,,,," ucapnya
"hmmm,,,,,,,,,, kenapa kamu menangis,,,,," tanya Aldira
Aira yang memang tidak pernah menutupi apapun dan sangat percaya sahabatnya mencoba menceritakan semuanya tanpa sedikitpun tertinggal
Aldira mendengar seksama cerita Aira tangan Aldira mengepal rahangnya mengeras
Aldira sudah tau kisah Aira menjadi trending topik di tempatnya kerja tapi Aldira tidak menyangka jika Aira akan mendengarnya secara langsung
Aldira juga sedikit bingung kenapa teman-temannya di tempat bekerja bisa mengetahui semuanya
Aldira menghibur Aira menenangkan Aira,, melihat sahabatnya bersedih membuat Aldira juga turut sedih, Aldira memang lahh orang asing tidak ada hubungan darah dengan Aira tapi sudah menganggap Aira melebihi saudara kandungnya ketika Aira bersedih Aldira pun sama akan merasakan kepedihan Aira
__ADS_1