
Didalam kamar Aira sendiri, duduk didekat ranjang tidak menangis hanya saja tatapan matanya kosong ntah apa yang difikirkan
Tokkkk,,,,,,,,,,Tokkk,,,,,,,,,,,Tokkk,,,,,,,,,,,,,
terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya
Aira menoleh ke arah pintu
"pasti nenek hhhhh,,,,,,,, aku sudah malas didepan apalagi harus duduk dengan Dodi apalagi harus terpaksa tersenyum, hhhhh,,,,,,,, aku ingin hari ini cepat berakhir"gumamnya dalam hati
"Tokkk,,,,,,,,,,,Tokkk,,,,,,,,,,Tokkk,,,,,,,,,
seseorang masih mengetuk pintu
"ihhhhh,,,,,, siapa sihhhh,,,," Aira menggerutu
Disaat Aira akan beranjak dari tempat tidur terdengar suara ketukan pintu lagi
Tokkk,,,,,,,,,Tokkkk,,,,,,,Tokkk,,,,,,
"iya,,,,,,, bentar,,,,,," teriaknya
"siapa sihh ngak sabaran amat, dikira mudah apa jalan pakai gaun pengantin kyak gini,, udah ribet berat lagi" meskipun Aira sudah masuk ke kamar tapi belom Menganti pakaiannya
Aira membuka pintu terlihat ibu mini diseberang pintu
.
"owh,,,,,,,,,, ibu too yang dari tadi mengetuk pintu, maaf yaa Bun tadi Aira di kamar mandi jadi tidak mendengar ketukan pintu" Aira berbohong padahal dari tadi Aira bengong dipingir ranjang
"boleh ibu masuk nak,,,," tanya mini
"boleh lahhh Bu,silahkan masuk saja" sahut Aira
ibu mini masuk terlebih dahulu disusul Aira setelah menutup pintu terlebih dahulu
"sini nak duduk dekat ibu," ibu mini menepuk sofa berharap Aira duduk disampingnya
"tidak Bu Aira duduk disini saja" tolak Aira
Aira duduk dimeja rias sedangkan ibu mini duduk disofa
"sini lahh nak jangan jauh-jauh" pinta ibu mini
"sudah lahh bu, duduk di manapun sama saja,,, owhhh,,,,, iyaa Bu,,,, ibu mini kesini ada apa?"tanya Aira
"katakanlah Bu jangan sungkan,,,,," sambungnya
"eemm,,,,,,, ibu tau bagaimana perasaanmu,bukanya ibu memihak nenek, tapi ibu mohon kamu kedepan dulu ya, temani suamimu duduk dipelaminan, tidak baik lho dilihat tamu-tamu kita,,,," suaranya halus
"sampai sore saja kok setelah itu terserah kamu jika ingin masuk kekamar lagi,,,,," ibu mini menunduk lesu berharap Aira luluh karena bagaimanapun tidak baik meninggalkan suami sendiri duduk dipelaminan
Aira menunduk seolah sedang berfikir
beberapa saat kemudian
"yaa,,,,, sudah dehhh Bu tapi hanya sampai sore tidak lebih"
"iya nak,,,, ibu janji hanya sampai sore" sahut ibu mini
__ADS_1
"ibu keluar saja dulu Bu, nanti Aira menyusul"
"lohhh,,, ayo barengan aja,,,"pinta ibu mini
sambil menatap cermin
"nihhh Bu, gara-gara Aira tadi nangis makeup diarea mata terlihat sedikit luntur, jelek bentar yaa,,, Bu,, Aira benerin dulu bagaimana pun Aira tidak mau membuat ibu malu"
"yaa sudahhhh,,,,,,, ibu duluan yaa,,, janji setelah selesai kamu langsung nyusul," sahut ibu mini
"iya buuu,,,,, janjiii,,,,,"teriak Aira
ibu mini sudah diluar menutup pintu
Nenek Halimah yang melihat anaknya sudah keluar dari kamar Aira langsung menghampiri
"gimana,,,,,,"tanya nenek Halimah kedua alisnya sedikit diangkat
"Aira mau keluar tenang saja Bu,,,,"
Nenek Halimah bernafas lega
"hhhhhh,,,,,,,,untung saja banyak tamu coba kalau tidak suka ku pukulin pakai sapu tuhh anak, lama-lama makin berani membantah" berbicara lirihnya
"bu jangan pukul Aira lagi kasian, Aira bukan anak kecil ma, Aira juga sudah tau mana yang baik mana yang tidak" mini menasehati ibunya
"harusnya ibu bersyukur Aira sudah mau ibu jodohkan apalagi dengan laki-laki yang pantasnya jadi ayahnya, apa ibu lupa kita bisa hidup lebih baik seperti ini karena Aira Bu" sambung ibu mini
"hussstttt,,,, Diam,,,,,,anti ada yang dengar," teriak nenek Halimah
" terserah kamu mau ngomong apa, ibu tidak peduli, ibu peringatankan jangan coba-coba menasehati ibu itu tidak mempan,,,,,"sambung nenek Halimah
Mini menatap punggung ibunya geleng-geleng kepala
"ibu tidak pernah berubah egois," suaranya terdengar lirih
ibu mini berjalan menuju depan rumah karena masih banyak tamu
setelah dirasa cukup Aira keluar kamar melangkah menuju depan rumah dilihat suaminya duduk sendiri dikursi pelaminan
"hhhh,,,,,,,, aku harus berusaha tersenyum meskipun sulit" gumamnya dalam hati
Aira sudah duduk didekat Dodi suaminya tidak ada percakapan apapun bahkan Aira tidak menoleh kearah sampingnya, pandangannya lurus kedepan
"kenapa laki-laki disampingku yang sekarang jadi suamiku hanya diam saja yaa,,,apa mungkin dia juga sama terpaksa menikahi ku" gumamnya dalam pikirannya
"ahhh,,,,, biarkan saja harusnya aku bersyukur jika suatu hari nanti bercerai tidak akan ada yang terluka" Aira masih bicara dalam pikirannya
sedangkan Dodi juga berbicara dalam pikirannya sendiri
"nihhh cewek cakep sebenarnya tapi bukan tipeku, aku tidak suka bocil"
usia Aira dan Dodi terpaut 18thn wajar jika Dodi menganggapnya bocil
tak terasa sudah sore Aira yang melihat matahari akan terbenam dan sebentar lagi akan masuk waktu Maghrib
beranjak dari kursi pelaminan akan masuk ke kamarnya
Aira tidak mengatakan apapun kepada suaminya Aira pergi begitu saja meninggalkan suaminya
__ADS_1
Dodi menatap Aira pergi
"hhhh,,,,,, sialan,,,, aku tidak dianggap sama sekali kalau bukan karena dipaksa ibu tidak Sudi menikahimu Cihhhhh,,,,,,,,,,,," Dodi bergumam dalam hati mengepalkan tangan terlihat begitu kesal
Aira melangkah menuju kamar biasa saja tidak ada rasa bersalah
sesampainya dikamar Aira menghempaskan tubuhnya di atas kasur
"hemmmm,,,,,,, Akhirnya selesai juga hari ini, hari yang menyebalkan," Aira berbicara sendiri
"hhhhh,,,,,, istirahat memejamkan mata bentar ahhh,,,,, setelah itu baru mandi" gumamnya
niat hati ingin memejamkan mata sebentar tapi nyatanya kebablasan tidur
jangankan mandi melepaskan pakaian ataupun membersihkan makeup diwajahnyapun tidak ia lakukan
Jorokkk memang mungkin Aira begitu lelah
Bryan sedang berada disebuah club' malam
"Raa,,,, tega banget sihhh kamu Raa,,,6thn apa tidak berarti bagimu semudah itu kamu kelain hati,," Bryan meracau tidak jelas
"Brukkkk,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,," disaat berjalan Bryan menabrak pundak seseorang membuat Bryan tersungkur jatuh
"beraninya nabrak guaa,,, heiiiii, bangun" laki-laki itu menarik pundak Bryan
"hueeekkkkk,,,,,,,huuekkkkk,,,,,,hueeekkkk,,,,,,," Bryan justru muntah-muntah mungkin karena tidak pernah minum-minuman keras membuat minum sedikit saja sudah meracau tidak jelas
celana laki-laki itu terkena sedikit muntahan Bryan
"ihhh jorok banget,,,,, berani-beraninya,,,,," tangan laki-laki itu sudah melayang keudara ingin menghajar Bryan
setelah laki-laki itu menatap Bryan
"lhoo,,, Bryan luu ngapain disini"tanya laki-laki itu, ternyata laki-laki yang ditabrak Bryan itu sepupunya bernama Aldo
Aldo memapah Bryan agar duduk terlebih dahulu
stelah duduk Aldo berniat menanyakan mengapa sepupunya bisa ada ditempat hiburan malam
selama ini Bryan anak yang taat agama tidak macem-macem membuat Aldo bingung mengapa bisa seorang Bryan bisa ada di club
"Broo,,,, sebenarnya ada apa sihh ayo ku antar pulang,,, tidak biasanya elu mabok begini,,, " teriak Aldo teman Bryan
"Raa,,,,,Aira,,,,, kenapa kamu tega Ra,,,," Bryan masih meracau tidak jelas mulutnya bau alkohol
Aldo mendengar nama Aira begitu geram
"jadi karena cewek yang namanya Aira, Bryan jadi seperti ini, lihat saja ku beri perhitungan berani-beraninya bikin sepupu gua jadi Kya gini" Aldo bergumam tidak terima melihat keadaan sepupunya
Aldo mengangkat tangan Bryan memapahnya masuk kedalam mobilnya
setelah Aldo berhasil memasukkan Bryan kedalam mobilnya Aldo berfikir
"kalau guaa anterin kerumah Bryan bibi Eny bisa ngamuk liat anaknya mabok begini,,,,kalau bibi Eny lapor ke nyokap guaa bisa ditarik semua fasilitas hhhhhhh,,,,,,,,ntar guaa juga kena getahnya" Aldo bergumam dalam fikiranya
setelah cukup lama berfikir
" Aaahhhaaaa,,,,,, guaa akan antar Bryan kesana saja, biar Bryan aman tidak dimarahin bibi Eny dan guaa juga aman" Aldo tersenyum setelah mendapatkan ide
__ADS_1
Aldopun segera mengemudikan mobil menuju tempat tersebut