
Aldira dan Aira sudah selesai menyantap makanannya
Aldira terlihat mengeser-geser ponsel
Sedangkan Aira menopang dagu fikiranya kemana-mana
Sebenarnya saat Aldira mengajak Aira makan Aira masih kenyang tapi mengingat wajah Arvira anak Aldira membuat Aira mengiyakan ajakan sahabatnya
Aira berfikir Aldira akan mengajak Arvira tapi ternyata salah, Aldira datang sendiri sudah seperti gadis saja
Aira menopang dagu teringat lucunya, cantiknya anak Aldira membuat siapa saja yang melihatnya akan gemushhh,,,, tanpa disadari sudut bibir Aira terangkat tersenyum kecil
Aldira melihat sahabatnya senyum sendiri begidik ngeri
"hmmm,,,,, apa karena dijodohkan laki-laki tuwir jadi rada-rada,,,,," gumamnya dalam menatap aneh
" hemmmm,,,,," Aldira berdehem membuyarkan lamunan Aira
Aira mendengar suara seseorang berdehem membulatkan mata tanpa berkedip terlihat dari raut wajahnya jika saat ini Aira kaget
Aira menarik nafas panjang
"ngagetin aja,, untung ngak jantungan"ucapnya
melihat sahabatnya kaget Aldira justru tersenyum lebar tapi tanpa suara
"Al kenapa anakmu tidak diajak sihhh ,,,, pdh aku kangen lohhh,,, pengen cium, cubit gumush ,,,," ucapnya tersenyum sumringah
"makanya aku ngak ngajak Arvira,aku tau pasti kamu akan mencubit anak ku,,,,," bohong Aldira
Kenyataannya Aldira tidak mengajak Arvira karena mertua Aldira tidak mengijinkan cucunya dibawa katanya nanti kena polusi lahh, panas matahari ini dan itu,, mertua Aldira justru menyuruh Aldira pergi sendiri ,,,Aldira yang malas berdebat lagi pula yang dikatakan Mertuanya ada benarnya juga membuat Aldira pergi sendiri
"ahhhh,,,, enggak kan cubitan sayang,,,,," jawab Aira
"Awwww,,,,,," teriak Aira
Aira mengusap-usap lengannya, karena Aldila mencubitnya cukup keras
Mendengar Aira teriak pengunjung lain di cafe menoleh ke arah Aira, dirasa wanita yang berteriak tidak terjadi hal-hal negative pengunjung lain pun melanjutkan makan mereka
Aldira melihat begitu banyak mata menoleh ke arahnya membuat Aldira malu, menggaruk kepala yang tidak gatal menghentak-hentakkan kaki dibawah meja dan tersenyum kecut menahan malu
__ADS_1
Dirasa sudah tidak ada yang menatap, Aldira membuka suara
"hmmm,,,,,, gara-gara kamu sihh,,,," Aldila menyalahkan. semua yang terjadi akibat Aira
"iya,,,,,iyaaa,,,,,aku yang salah,,,, puas,,,,,," ucap Aira memutar bola matanya jengah
Aldira dan Aira memang seperti itu kalau bertemu pasti ada yang membuat onar entah itu Aldira ataupun Aira
Meskipun begitu tidak merubah persahabatan diantara Aira dan Aldira memudar, justru menjadi semakin kuat,kompak
"hmmmm,,,,, Raaa,,,, Aira Wilda,," Aldira memanggil nama Aira padahal jelas-jelas Aira sedang ada dihadapannya
"itu nama panjang ku, ada apa,,,," tanya Aira
Aldira tidak melanjutkan obrolan justru menggaruk kepala yang tidak gatal, raut wajahnya terlihat memikirkan sesuatu
"hmmm,,,,,, ada apa katakan lahh,,,,,"tanya Aira
didalam hatinya sedikit penasaran apa yang ada difikirkan Aldira
"hmmm,,,,,, tadi waktu kamu ke kamar mandi aku memperhatikan caramu berjalan, sepertinya hmmmm,,,,,,,,?" Aldira menggantungkan ucapannya membuat Aira semakin penasaran
"hmmmm,,,,, katakan laah ,,, jangan membuatku semakin penasaran" terlihat Aira begitu antusias
Mendengar Aldira seolah sedang mempermainkan nya membuat Aira kesal
"Ckk,,,, terserah,,,,," memutar bola matanya malas bibirnya manyun lima senti
Aldira melihat sahabatnya kesal akhirnya memberi tau Aira maksud perkataannya Aldira hanya ingin menggoda Aira yang baru saja menikah
"ihhhh ngambek, jujur saja yaaa,,,, Ra,,,,dilihat dari caramu berjalan sepertinya tidak terjadi apapun,,,," ucapnya
Aira binggung mencerna perkataan sahabatnya tidak terjadi apapun Aira binggung akan kata-kata itu, Otak Aira lemot berfikir hubungan antara cara jalan sama tidak terjadi apapun, Aira gadis lugu wajar jika hal seperti itu tidak diketahui Aira
Melihat sahabatnya binggung Aldira mencoba menjelaskan
"hemmm,,,, Ra,,,, kamu belum malam pertama yaa,,,,,," bisik Aldira
Malam pertama,,,, hhhhhh,,,,, Aira terlihat berfikir sejenak, setelah itu Aira menyadari sahabatnya Aldira sedang membahas hal mesum OMG,,,,,,,seketika wajah Aira merah seperti udang rebus
Melihat wajah merah Aira Aldira semakin berani bertanya
__ADS_1
"hemmmm,,,,,,, kenapa belum melakukannya?" tanya Aldira mengedipkan mata, suaranya lirih sedikit berbisik
Aira tersentak sahabatnya bertanya tentang hal ranjang apa yang akan Aira katakan hhhhhh,,,, Aira begitu malu
"katakan lahh,,,,,,,," Aldira memasang wajah memelas merengek agar Aira bercerita
Sebenarnya Aldira begitu penasaran karena Aldira dijodohkan apa malam panas sudah terjadi diantara Aldira dan suaminya pertanyaan itu terlintas di benak, Sudah dari kemarin Aldira ingin menanyakan tapi ditahan sampai bisa bertemu langsung dengan Aira
Aira malas mengatakan tapi bukan Aldira namanya kalau tidak bisa membuat Aira berbicara berbagi keluh kesah, bahagia apapun itu
"hemmm,,,,,,, sebenarnya,,,," Aira terlihat ragu
"katakan lahhh,,,,,," ucapnya meyakinkan Aira
"hemmm,,,, aku dan Dodi tidak melakukan apapun tidak ada malam pertama" terdengar suaranya lirih
Aira menceritakan semuanya tanpa ada kisah yang terlewat sedikitpun
"owhhhhhhh,,,,, Ra,,,,, apa kamu belom bisa melupakan Bryan" tanya Aldira
Aira membulatkan mata mendengar pertanyaan sahabatnya bagaimana mungkin Aira melupakan Bryan begitu saja, laki-laki yang begitu dicintai, lebih tepatnya cinta pertama, hhhhh,,, tidak semudah itu Aira melupakan Bryan mungkin sampai kapanpun tidak akan tergantikan begitulah yang ada difikirkan Aira
"mana mungkin aku melupakannya" jawabnya ketus
"Raaa,,,, aku faham perasaan mu tapi kamu sekarang sudah menjadi seorang istri belajar lahh mencintai suami mu membuka hatimu bagaimana pun Dodi sudah menjadi suami mu meskipun Dodi tidak ganteng, umur juga sudah tuwir siapa tau nanti kalian berdua akan sama-sama saling cinta seperti kisah cinta di dalam novel, Raa,,,, aku berkata seperti ini,bukan karena aku memihak suami mu tapi aku peduli dengan mu, aku tidak mau sahabat tercintaku ini berdosa karena tidak melayani suami dengan baik, apa lagi menyimpan perasaan untuk laki-laki lain,, itu dosa Raa,,,," panjang lebar Aldira menasehati Aira
Aira mendengar menyimak menghayati setiap ucapan sahabatnya bagaimana pun yang dikatakan Aldira memang betul adanya, tidak seharusnya Aira menyimpan perasaan untuk laki-laki lain harusnya Aira berusaha membuka hati untuk suaminya
Aira duduk termenung memikirkan perkataan sahabatnya cukup lama Aira termenung Aldira yang melihat sahabatnya seolah memikirkan sesuatu hanya diam saja memang itu yang Aldira mau, Aldira tidak mau Aira berdosa karena tidak melayani suami dengan baik
Aira menatap Aldira mungkin merenung nya sudah selesai
"Al,,,,,," panggilnya.
"iyaa Raa,,,,,,," jawab Aldira
Aira menarik nafas panjang
"Al,,, aku akan berusaha menjadi istri yang baik, membuang jauh-jauh rasa untuk Bryan, berusaha membuka hati untuk suami ku,,,," ucapnya lirih
Aldira memeluk Aira begitu erat tidak memperdulikan sekeliling, tidak peduli lagi jika yang melihatnya berpelukan akan berfikir Aira dan Aldira pasangan sesama jenis, Aldira sudah tidak memperdulikan semua itu
__ADS_1
Disaat Aldira dan Aira berpelukan terlihat berita di televisi, berita yang cukup menggegerkan kota, berita laki-laki bunuh diri dari lantai 8 disebuah hotel inisal BS, mendengar inisal itu Aira dan Aldira melepas pelukan, kedua mata mereka berdua fokus melihat ke arah televisi
"