
Aira sudah pergi ke pasar membeli semua kebutuhan makanan yang dibutuhkan
Saat ini Aira sedang sibuk berjibaku di dapur membuat sarapan untuk mereka bertiga
Eitssss,,, bukan sarapan lagi karena hari sudah sedikit siang lebih tepatnya akan memasuki waktu makan siang
Kali ini Aira membuat Sayur Asem goreng tempe,tahu,ikan dan juga sambal. Makanan favorit Aira
Entah Dodi suka atau tidak Aira cuek seolah tak peduli. Aira faham betul kesukaan setiap orang berbeda.
Jika Aira membuat lauk sesuai kesukaan satu persatu penghuni di rumahnya bisa membuat Aira seharian penuh hanya berjibaku di dapur
Masakan Aira sudah matang kali ini Aira hanya tinggal membuat sambal dan saat ini Aira masih mengupas bawang sesekali menyeka air matanya, mata Aira terasa perih akibat mengupas bawang
Begitu hebat bawang Aira yang mengupasnya Aira yang menyakiti justru Aira sendiri yang menangis
Tringggg,,,,, Tringggg,,,,,, Tringggg,,,,,,
Ponsel Aira berbunyi
Aira melirik ponsel yang ada didekatnya dilirik tertera nama Aldira menghubunginya
"ada apa sihh menganggu saja,,,," ucap Aira menggerutu kesal bagaimana tidak Aira sedang sibuk memasak bahkan sarapan pagi saja terlewat padahal waktu sudah hampir masuk waktu makan siang
Soal Dodi dan nenek Halimah bahkan Aira tidak tau mereka sudah sarapan atau belum
Karena kehabisan bahan makanan harus membeli dulu ke pasar membuat Aira menghabiskan begitu banyak waktu hanya untuk berjibaku membuat makanan
Padahal Aira sudah bangun pagi tapi tetap saja masih kewalahan, Aira juga belum mencuci baju,mencuci piring apalagi mengepel lantai hhhhh,,,,,,, membuat Aira frustasi mengacak rambutnya sendiri
Disaat Aira akan mengangkat panggilan masuk dari Aldira ponsel Aira sudah berhenti bergetar
Mungkin karena Aira terlalu lama berperang dengan dirinya sendiri membuat Aira melewatkan panggilan masuk dari sahabatnya
"hhhhh,,,,,,,," Aira menghela nafas panjang
Aira menimang ponselnya seperti bayi sedangkan fikiranya berfikir akankah Aira menghubungi Aldira siapa tahu panggilan masuk dari Aldira tadi penting
Setelah cukup lama berfikir
"hhhh,,,,,, tidak perlu,,,,, kalaupun penting pasti Aldira akan menghubunginya lagi" gumamnya sendiri begitu yakin dengan keputusannya
Aira meletakkan ponselnya di dekat dirinya
Aira melanjutkan mengupas bawang yang tadi sempat terhenti karena panggilan masuk dari siapa lagi kalau bukan Aldira
__ADS_1
Aldira sudah selesai dengan ritual mengupasnya dan sekarang memasukan semua bahan untuk membuat sambal kedalam wajan panas tentunya sudah di beri minyak
Karena minyaknya mahal Aira mengunakan minyak hanya sedikit tidak seperti dulu waktu minyak murah
Sekalipun tidak mengunakan minyak sama sekali tidak akan membuat Aira kaya tapi setidaknya Aira berusaha berhemat apalagi saat ini Aira sudah tidak bekerja lagi
Disaat Aira menggoreng cabai dan lainnya ponsel Aira berbunyi lagi
Tringggg,,,,,, Tringggg,,,,,, Tringggg,,,,,,,, suara ponsel Aira terdengar
Diliriknya tertera nama Aldira secepat kilat Aira mengeser warna hijau mengangkat panggilan masuk dari Aldira
"halooo,,,,," ucap Aira tapi tidak ada sahutan
Merasa tidak ada sahutan lantas Aira menjauhkan ponselnya dari telinga dan diliriknya ternyata panggilan diputus Aldira
"hhhhh,,,,,, kebiasaan,,,,,,,," Aira kesal tangan satunya berdecak pinggang sedangkan satunya memegang ponsel
yaa,,,, Aldira punya kebiasaan menyebalkan
Ketika Aldira memanggil seseorang setelah panggilannya diangkat justru dimatikan entah apa maksudnya Aira juga binggung, setelah dimatikan justru Aldira mengirim pesan, Aneh memang kebiasaan sahabatnya ini
Awalnya Aira merasa geram tapi karena Aira berteman dengan Aldira sudah lama membuat Aira sedikit faham kebiasaan aneh sahabatnya
Aira sempat bertanya langsung kepada yang bersangkutan tentang kebiasaan anehnya
Padahal diantara Aira, Mila dan Aldira, ketika mereka bertemu bersama Aldira lahh yang paling cerewet tapi ketika di ponsel justru Aldira yang paling malas berbicara sungguh dua kepribadian yang berbeda dalam satu tubuh
Drettttt,,,,,,,
Ponsel Aira bergetar terlihat pesan masuk
Aira membuka pesan masuk tersebut memicingkan mata karena tebakan Aira benar siapa lagi kalau bukan pesan dari Aldira, setelah panggilan masuk yang diputus sepihak begitu saja Aldira berganti mengirimkan pesan
"Kebiasaan Aldira belum hilang juga" gumam Aira
Aira membaca pesan dari Aldira matanya terbelalak
Bagaimana Aira tidak kaget Aldira mengajak Aira menjenguk Mila yang sudah di perbolehkan pulang ke rumah setelah beberapa hari di rumah sakit
Aira bingung kenapa Mila bisa masuk rumah sakit memangnya sakit apa??? pertanyaan Aira dalam benaknya bertanya dengan dirinya sendiri
Sedangkan Aira juga merutuki kebodohannya sendiri bagaimana tidak sahabatnya masuk rumah sakit beberapa hari yang lalu dan baru sekarang Aira mengetahuinya setelah dirumah diperbolehkan pulang
"hhhh,,,,, sahabat macam apa aku ini,,,," gumam Aira
__ADS_1
Disaat Aira bergumam sendiri Aira mencium bau gosong
Aira mengikuti arah asal bau gosong dan Aira begitu kaget cabai yang digoreng Aira sudah gosong hitam seperti arang
Aira segera mematikan kompor menghela nafas panjang
"aduh,,, gosong bagaimana ini, semua ini karena Aldira cabai ku jadi gosong" Aira menggerutu sendiri menyalahkan Aldira
Sekalipun Aira mengomel sampai suaranya habis sekalipun Aldira tidak akan mendengarnya tapi Aira tidak peduli terus saja mengomel sendiri
"jika buat yang baru waktunya makin siang apalagi mau kerumah Mila itu tidak akan keburu" gumamnya sendiri
"karena gosong udah lahh hari ini tidak perlu sambal itu saja cukup" sambung Aira masih berbicara sendiri sedangkan mata Aira melirik sayur,ikan,tempe,tahu yang sudah matang
Aira berjalan menuju kamarnya hendak mandi bergegas pergi ke rumah sahabatnya Mila bahkan Aira sampai lupa bila Aira belum makan
Padahal waktu sudah siang seharusnya Aira sudah makan dua kali tapi Aira belum memakan apapun tapi Aira tidak memperdulikan perutnya yang kosong
Aira sudah selesai dengan ritual mandinya, Aira sudah memakai baju yang menurutnya cukup pantas, Aira juga sedikit bersolek agar tidak terlihat pucat
Aira pun sudah terlihat cantik natural lantas Aira mengambil tas selempang melangkahkan kakinya keluar rumah
Sebelum pergi Aira memastikan semua pintu rumah tertutup rapat dan terkunci karena dirumah tidak ada orang sama sekali
Entah nenek Halimah dan suaminya Dodi kemana Aira juga tidak tau sama sekali mereka kemana yang jelas ketika hendak berpamitan Aira mencari kesana kemari tapi tidak terlihat ada orang dirumahnya
Membuat Aira pergi begitu saja tanpa pamit
tohh tidak ada orang sama sekali dirumahnya begitulah yang ada di benak Aira
Aira sudah menaiki angkutan umum menuju rumah Mila
Setelah tiga puluh menit perjalanan Aira sudah sampai di dekat rumah Mila
Aira tidak langsung menuju rumah Mila karena Aira tidak membawa apapun sebagai buah tangan Aira memutuskan membeli buah yang ada di seberang jalan
Aira sudah menyebrang jalan dan sekarang sudah berada di depan toko buah
Aira segera melangkahkan kakinya masuk kedalam toko dan berhenti di depan buah apel,pir, pisang yang berjejer rapi
Terlihat Aira melirik buah kesana kemari bingung memilih buah yang mana yang pantas untuk dibawa
Disaat Aira binggung memilih telinga Aira menangkap suara orang dari arah belakang suara yang tidak asing bagi Aira terdengar ditelinganya.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE, VOTE DAN KOMEN
__ADS_1
KRITIK DAN SARAN yaaa,,,,,, AUTHOR INGIN TAU BAGAIMANA MENURUT KALIAN KARYA AUTHOR YANG SATU INI