
Aira duduk di atas panggung dengan Dodi suaminya, sesekali pasangan pengantin itu berdiri menyalami tamu yang hadir
"terima kasihhh,,, sudah datang" "terima kasih,,,,," "terima kasih,,," begitulah suara Aira menyalami tamu-tamunya,tersenyum lebar berusaha menutupi kesedihannya
"ter,,,,,,,,"suara Aira menggantung ketika melihat wajah seseorang yang menyalaminya
Tidak berkata apapun langsung memeluknya,,,,
Yang dipeluk Aira ialah Adila.
Mila dan Aldila sahabat Aira tetapi Aira lebih dekat dengan Aldila dari pada Mila, dari mereka bertiga Aldila lahh yang lebih dewasa soal pemikiran membuat Aira lebih nyaman mengatakan apapun kepada Aldila
"hikssss,,,,,,,hikssss,,,,,,,hikssss,,,,,,,," senyum Aira menghilang begitu saja berubah tangisan memeluk Aldila
semua mata yang hadir menoleh ke arah panggung, terlihat Aira menangis sesenggukan
Aldila yang menyadari begitu banyak mata memandangi mereka segera melepas pelukan Aira
"Ra,,,,,,,,,,," Aldila berkata dengan suara sedikit bergetar
" Zeyenkkk, air matamu terlalu berharga jangan kamu tumpahkan begini, aku tau bagaimana perasaanmu, tapi percayalah Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas umatnya, akan ada pelangi setelah hujan" Aldila menasehati mencoba menguatkan Aira dengan suara sedikit berbisik agar tidak ada yang mendengar termasuk sii Dodi suami Aira
Aira mengusap air matanya, menganguk seolah paham apa yang dikatakan Aldila
"Ra,,,, melihatmu seperti ini hatiku sakit Ra, kamu baik, lugu,jujur,cantik tapi kenapa harus menjalani kehidupan seperti ini" Aldila bergumam dalam hati
Aira melihat Mila hadir dipeluknya begitu erat
Disaat Aira memeluk Mila semua tamu yang hadir sudah tidak menatap mereka
Aira berjisik ditelingga Mila.
"Mila makasih yaa,,, sudah hadir, kalian penguatku, sahabat terbaikku" kali ini Aira biasa saja tidak menangis tapi tidak juga tersenyum
"sama-sama Ra,,,, maaf yaa,,, telat, padahal sudah janji mau Nemani kamu passs akad tapii hhhhh,,,,,,habisnya tuhh emak-emak rempong amat,lama amat" Mila menunjuk Aldila bibirnya manyun mukanya ditekuk
"wehhhh,,,,,, kenapa jadi aku disalihin,,,"teriak Aldila
Aldila tidak menyadari jika suaranya begitu kencang membuat para tamu menoleh ke arah mereka
tapi kemudian para tamu melanjutkan kesibukannya masing-masing sudah tidak memperhatikan Aldila yang berteriak
Mila yang menyadari tadi begitu banyak mata yang memandang
"hhhhh,,,,, tuhh kan semuanya Aldila penyebabnya, cantik-cantik sukanya bikin masalah bikin onar" Mila menggerutu
"Hhhhh,,,,,,,,,apa katamu,,,,,," Aldila berkata sambil matanya melotot mengerikan
Aira geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua sahabatnya
Aira memang sudah faham sahabatnya itu, jika bertemu selalu berdebat masalah sepele, meskipun begitu mereka tetap bersahabat
__ADS_1
"sudah lahhh, ini acara pernikahan ku lhoo, masak kalian masih mau berdebat terus begini" Aira berusaha menyudahi perdebatan sahabatnya
"Yang waras ngalah,,,,"teriak Aira pergi meninggalkan Aldila dan Mila
Aira faham betul jika Aira bilang Yang waras ngalah pasti Aldila dan Mila akan berhenti berdebat
"Raa,,,,, ikut kenapa kita ditinggalin ,,,," teriakk Aldila dan Mila bersama
mereka berlari mengejar Aira
"Mas, aku mau temenin Miss rempong ini yaa,,, dibawah" Aira berkata ke Dodi
"Bagaimana pun dia sekarang suamiku jadi aku harus bersikap baik"gumamnya dalam hati
Dodi sejak tadi diam, meskipun melihat sahabat Aira berdebat Dodi juga diam ekspresi datar tidak ada senyuman, disaat Aira berkata kepadanya Dodi hanya mengangguk-angukan kepala menandakan iya
"hhhhhh,,,,, itu orang apa robot datar amat ekspresinya" Aira bergumam dalam hati
Aira duduk dikursi bawah, Aldila dan Mila menarik kursi didekat Aira, mereka duduk bersama
Melihat jamuan begitu banyak Aldila makan ini makan itu, mulut masih penuh tapi sudah memasukan makanan yang lain
Mila melirik Aira lalu melirik Aldila
Aira yang paham lirikan Aldila geleng-geleng kepala
"woyyyu,,, makannya pelan-pelan Al, ihhhh kamu itu malu-maluin, tau gitu guaa ngak mau berangkat bareng kamu" Mila menggerutu mengangkat kedua alisnya
"sudah lahh Mil, namanya juga ibu menyusui pasti makanya banyak"sahut Aira
Aira sedikit tahu tentang ibu menyusui dari tetangganya
Aldila mendengar Aira membelanya hanya mengangguk-angukan kepala
"emang ibu menyusui makannya banyak tapi kamu Al bukan lagi kyak orang menyusui tapi lebih mirip,,,,,"sahut Mila tapi mengantungkan kata-katanya
"emang mirip apa,,,,," Aira yang penasaran bertanya
"mirip orang ngak makan satu bulan,,,,hahahahahahahah,,,,,,,,,,,,,,,,," Mila tertawa memegangi perutnya
"hussttt,,,,,,, apaan sihhh malah bahas ngak jelas" Aira berkata dengan suara lirihnya
"Andai kalian tau, ini caraku meluapkan kekesalanku,emosiku" Aldila berkata dalam hati tetap mengunyah makanannya
Aira yang melihat mata Aldila langsung paham
"Kelihatannya Aldila makan banyak bukan karena menyusui tapi terlihat ada sesuatu yang ditutup-tutupi" Aira bergumam dalam hati sambil menatap mata Aldila sahabatnya
Aldila mengetahui Aira menatapnya begitu dalam
"Raa,,, ngapain ngliatin aku sampai segitunya" ucap Aldila
__ADS_1
"ahhhh,,,, enggak sini anakmu kasian kamu memangkunya dari tadi pasti capek kan" tanya Aira
Arvira memang sudah tidur sejak akan sampai dirumah Aira, jika tidak mungkin sudah rewel dari tadi
"enggak capek kok Ra,,,, ini kan sudah menjadi kewajiban seorang ibu,,,,,," sahut Aldila
tapi Aira memaksa membuat Aldila membiarkan Aira mengendong Arvira
Disaat Aira akan mengambil Arvira dari pangkuan Aldila, Aira berbisik ditelinga Aldila
"Al jangan bohong aku tau semuanya terlihat dari matamu, kamu bukanya lapar karena menyusui tapi ada sesuatu yang kamu pikirkan"
"hhhhhh,,,,,, kok Aira tau,,," Aldila bergumam dalam hati
seolah Aira mendengar apa yang dikatan Aldila dalam hati
"jangan mencoba menutupi apapun dariku, aku sahabatmu Al, ceritalah kepadaku mungkin hari ini kamu tidak mau karena situasinya begini, tapi aku tetap menunggumu berbagi keluh kesahmu" Aira masih berbisik ditelinga Aldila
Aira sudah duduk mengendong Arvira sedangkan Aldila masih tertegun diam memikirkan mengapa Aira bisa tau jika Aldila sedang ada masalah
"ehhhh,,,,, iya sampai lupa,,,,,," ucap Mila
"lupa apa,,,," sahut Aira
"mobil guaa kan diparkir disebelah sana (sambil tangan mila menunjuk) agak jauh sihh dari sini, dan anehnya disambung mobil gua ada motor yang tidak asing gitu, kayakkk miripp punyanya,,,,,,,,hemmmm,,,,,,," Mila mengantungkan kata-katanya
"kayak punya siapa,,,,," tanya Aldila matanya sedikit melotot entah karena kaget atau penasaran
"punya siapa,,,, ayo dong,,,jangan bikin penasaran,,,,,,," sahut Aira yang begitu penasaran
"mirip motornya Bryan" ucap Mila
"hhhhhhhhhh,,,,,,,,,,," ucap Aira dan Aldila bersamaan dengan mulut sedikit mengangga
Aira menelan ludahnya sedangkan Aldila masih mengangga
Mila yang melihat mulut Aldila masih mengangga berkata
"mulutmu itu lho Al ditutup,,,,tersedak lalat baru tau rasa"
Aldila langsung menutup mulutnya mengunakan tangan
Aira terlihat bengong setelah mendengar nama Bryan
Disaat Aira bengong Arvira mengerakan tanganya,
Aira yang menyadari jika Arvira sedikit tidak nyaman menepuk-nepuk pundak Arvira badan Aira bergoyang-goyang halus agar Arvira tertidur lagi
ketika Arvira sudah tertidur lagi Aira mencium Arvira membelai rambutnya begitu halus
Diseberang jalan dibawah pohon mangga orang tersebut masih bersembunyi dan masih memperhatikan gerak gerik Aira,Aldila dan Mila
__ADS_1