Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
Kecewa


__ADS_3

Aira duduk di atas panggung dengan Dodi suaminya, sesekali pasangan pengantin itu berdiri menyalami tamu yang hadir


"terima kasihhh,,, sudah datang" "terima kasih,,,,," "terima kasih,,," begitulah suara Aira menyalami tamu-tamunya,tersenyum lebar berusaha menutupi kesedihannya


"ter,,,,,,,,"suara Aira menggantung ketika melihat wajah seseorang yang menyalaminya


Tidak berkata apapun langsung memeluknya,,,,


Yang dipeluk Aira ialah Adila.


Mila dan Aldila sahabat Aira tetapi Aira lebih dekat dengan Aldila dari pada Mila, dari mereka bertiga Aldila lahh yang lebih dewasa soal pemikiran membuat Aira lebih nyaman mengatakan apapun kepada Aldila


"hikssss,,,,,,,hikssss,,,,,,,hikssss,,,,,,,," senyum Aira menghilang begitu saja berubah tangisan memeluk Aldila


semua mata yang hadir menoleh ke arah panggung, terlihat Aira menangis sesenggukan


Aldila yang menyadari begitu banyak mata memandangi mereka segera melepas pelukan Aira


"Ra,,,,,,,,,,," Aldila berkata dengan suara sedikit bergetar


" Zeyenkkk, air matamu terlalu berharga jangan kamu tumpahkan begini, aku tau bagaimana perasaanmu, tapi percayalah Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas umatnya, akan ada pelangi setelah hujan" Aldila menasehati mencoba menguatkan Aira dengan suara sedikit berbisik agar tidak ada yang mendengar termasuk sii Dodi suami Aira


Aira mengusap air matanya, menganguk seolah paham apa yang dikatakan Aldila


"Ra,,,, melihatmu seperti ini hatiku sakit Ra, kamu baik, lugu,jujur,cantik tapi kenapa harus menjalani kehidupan seperti ini" Aldila bergumam dalam hati


Aira melihat Mila hadir dipeluknya begitu erat


Disaat Aira memeluk Mila semua tamu yang hadir sudah tidak menatap mereka


Aira berjisik ditelingga Mila.


"Mila makasih yaa,,, sudah hadir, kalian penguatku, sahabat terbaikku" kali ini Aira biasa saja tidak menangis tapi tidak juga tersenyum


"sama-sama Ra,,,, maaf yaa,,, telat, padahal sudah janji mau Nemani kamu passs akad tapii hhhhh,,,,,,habisnya tuhh emak-emak rempong amat,lama amat" Mila menunjuk Aldila bibirnya manyun mukanya ditekuk


"wehhhh,,,,,, kenapa jadi aku disalihin,,,"teriak Aldila


Aldila tidak menyadari jika suaranya begitu kencang membuat para tamu menoleh ke arah mereka


tapi kemudian para tamu melanjutkan kesibukannya masing-masing sudah tidak memperhatikan Aldila yang berteriak


Mila yang menyadari tadi begitu banyak mata yang memandang


"hhhhh,,,,, tuhh kan semuanya Aldila penyebabnya, cantik-cantik sukanya bikin masalah bikin onar" Mila menggerutu


"Hhhhh,,,,,,,,,apa katamu,,,,,," Aldila berkata sambil matanya melotot mengerikan


Aira geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua sahabatnya


Aira memang sudah faham sahabatnya itu, jika bertemu selalu berdebat masalah sepele, meskipun begitu mereka tetap bersahabat

__ADS_1


"sudah lahhh, ini acara pernikahan ku lhoo, masak kalian masih mau berdebat terus begini" Aira berusaha menyudahi perdebatan sahabatnya


"Yang waras ngalah,,,,"teriak Aira pergi meninggalkan Aldila dan Mila


Aira faham betul jika Aira bilang Yang waras ngalah pasti Aldila dan Mila akan berhenti berdebat


"Raa,,,,, ikut kenapa kita ditinggalin ,,,," teriakk Aldila dan Mila bersama


mereka berlari mengejar Aira


"Mas, aku mau temenin Miss rempong ini yaa,,, dibawah" Aira berkata ke Dodi


"Bagaimana pun dia sekarang suamiku jadi aku harus bersikap baik"gumamnya dalam hati


Dodi sejak tadi diam, meskipun melihat sahabat Aira berdebat Dodi juga diam ekspresi datar tidak ada senyuman, disaat Aira berkata kepadanya Dodi hanya mengangguk-angukan kepala menandakan iya


"hhhhhh,,,,, itu orang apa robot datar amat ekspresinya" Aira bergumam dalam hati


Aira duduk dikursi bawah, Aldila dan Mila menarik kursi didekat Aira, mereka duduk bersama


Melihat jamuan begitu banyak Aldila makan ini makan itu, mulut masih penuh tapi sudah memasukan makanan yang lain


Mila melirik Aira lalu melirik Aldila


Aira yang paham lirikan Aldila geleng-geleng kepala


"woyyyu,,, makannya pelan-pelan Al, ihhhh kamu itu malu-maluin, tau gitu guaa ngak mau berangkat bareng kamu" Mila menggerutu mengangkat kedua alisnya


"sudah lahh Mil, namanya juga ibu menyusui pasti makanya banyak"sahut Aira


Aira sedikit tahu tentang ibu menyusui dari tetangganya


Aldila mendengar Aira membelanya hanya mengangguk-angukan kepala


"emang ibu menyusui makannya banyak tapi kamu Al bukan lagi kyak orang menyusui tapi lebih mirip,,,,,"sahut Mila tapi mengantungkan kata-katanya


"emang mirip apa,,,,," Aira yang penasaran bertanya


"mirip orang ngak makan satu bulan,,,,hahahahahahahah,,,,,,,,,,,,,,,,," Mila tertawa memegangi perutnya


"hussttt,,,,,,, apaan sihhh malah bahas ngak jelas" Aira berkata dengan suara lirihnya


"Andai kalian tau, ini caraku meluapkan kekesalanku,emosiku" Aldila berkata dalam hati tetap mengunyah makanannya


Aira yang melihat mata Aldila langsung paham


"Kelihatannya Aldila makan banyak bukan karena menyusui tapi terlihat ada sesuatu yang ditutup-tutupi" Aira bergumam dalam hati sambil menatap mata Aldila sahabatnya


Aldila mengetahui Aira menatapnya begitu dalam


"Raa,,, ngapain ngliatin aku sampai segitunya" ucap Aldila

__ADS_1


"ahhhh,,,, enggak sini anakmu kasian kamu memangkunya dari tadi pasti capek kan" tanya Aira


Arvira memang sudah tidur sejak akan sampai dirumah Aira, jika tidak mungkin sudah rewel dari tadi


"enggak capek kok Ra,,,, ini kan sudah menjadi kewajiban seorang ibu,,,,,," sahut Aldila


tapi Aira memaksa membuat Aldila membiarkan Aira mengendong Arvira


Disaat Aira akan mengambil Arvira dari pangkuan Aldila, Aira berbisik ditelinga Aldila


"Al jangan bohong aku tau semuanya terlihat dari matamu, kamu bukanya lapar karena menyusui tapi ada sesuatu yang kamu pikirkan"


"hhhhhh,,,,,, kok Aira tau,,," Aldila bergumam dalam hati


seolah Aira mendengar apa yang dikatan Aldila dalam hati


"jangan mencoba menutupi apapun dariku, aku sahabatmu Al, ceritalah kepadaku mungkin hari ini kamu tidak mau karena situasinya begini, tapi aku tetap menunggumu berbagi keluh kesahmu" Aira masih berbisik ditelinga Aldila


Aira sudah duduk mengendong Arvira sedangkan Aldila masih tertegun diam memikirkan mengapa Aira bisa tau jika Aldila sedang ada masalah


"ehhhh,,,,, iya sampai lupa,,,,,," ucap Mila


"lupa apa,,,," sahut Aira


"mobil guaa kan diparkir disebelah sana (sambil tangan mila menunjuk) agak jauh sihh dari sini, dan anehnya disambung mobil gua ada motor yang tidak asing gitu, kayakkk miripp punyanya,,,,,,,,hemmmm,,,,,,," Mila mengantungkan kata-katanya


"kayak punya siapa,,,,," tanya Aldila matanya sedikit melotot entah karena kaget atau penasaran


"punya siapa,,,, ayo dong,,,jangan bikin penasaran,,,,,,," sahut Aira yang begitu penasaran


"mirip motornya Bryan" ucap Mila


"hhhhhhhhhh,,,,,,,,,,," ucap Aira dan Aldila bersamaan dengan mulut sedikit mengangga


Aira menelan ludahnya sedangkan Aldila masih mengangga


Mila yang melihat mulut Aldila masih mengangga berkata


"mulutmu itu lho Al ditutup,,,,tersedak lalat baru tau rasa"


Aldila langsung menutup mulutnya mengunakan tangan


Aira terlihat bengong setelah mendengar nama Bryan


Disaat Aira bengong Arvira mengerakan tanganya,


Aira yang menyadari jika Arvira sedikit tidak nyaman menepuk-nepuk pundak Arvira badan Aira bergoyang-goyang halus agar Arvira tertidur lagi


ketika Arvira sudah tertidur lagi Aira mencium Arvira membelai rambutnya begitu halus


Diseberang jalan dibawah pohon mangga orang tersebut masih bersembunyi dan masih memperhatikan gerak gerik Aira,Aldila dan Mila

__ADS_1


__ADS_2