Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
merosot


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 16:00 Sang Surya akan segera undur diri digantikan sang rembulan bersiap-siap hadir


Angin juga berhembus cukup kencang, terlihat jelas dedaunan seolah melambai-lambai tertiup angin


Aldo sudah sampai di Apartemennya mungkin sekitar lima belas menit yang lalu


Langsung melempar jas ke segala arah menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, Aldo memejamkan mata cukup lama tidak memperdulikan kemeja juga sepatunya yang belom dilepas, terlihat jelas raut wajah lelah


smpai terdengar suara ketukan pintu


Tokkk,,,,,,,,,,,,Tokkkk,,,,,,,,,Tokkkk,,,,,,,,


Aldo membuka matanya perlahan tubuhnya tubuhnya terasa pegal-pegal


"Ckk,,,,, siapa sihh yang beraninya ganggu waktu istirahat ku,,,,,,,," berdecak kesal


Aldo menyeret kakinya menuju pintu,,


"Ceklekk,,,,,,,," suara pintu terbuka


Terlihat laki-laki memakai jas hitam rapi tampan tapi cukup mengerikan berdiri di ambang pintu,


laki-laki itu orang kepercayaan tuan Edy


" tuan, ini baju ganti untuk tuan," menyodorkan sebuah koper


Aldo baru ingat jika kedatangan nya ke Singapura dadakan jadi tidak sempat menyiapkan baju


"hemmm,,,,, jawab Aldo


"taruh saja disana ,,,," sambungnya sambil tangannya menunjuk arah dimana koper diletakkan


laki-laki itu menyeret kakinya pelan tapi pasti masuk ke dalam apartemen milik tuanya


Setelah meletakkan pakaian sesuai arahan tuan mudanya asisten itu bertanya


"apa ada yang tuan butuhkan lagi,,," tanyanya suaranya lembut kepala menunduk


"tidak,,," sahutnya Aldo


"yaa,,,,, sudah,,, kalau begitu saya keluar dulu, nanti kalau butuh apa-apa hubungi saya,,,," menjelaskan


Aldo tidak menjawab hanya menjentikkan jari mengisyaratkan agar asisten kepercayaan ayahnya segera keluar dari apartemen


Aldo mengambil pakaian ganti yang dibawa laki-laki itu tadi


Setelah ganti baju tidur Aldo menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang yang empuk, memejamkan mata, tiba-tiba teringat belom memberi kabar siapapun jika Aldo sudah sampai di Singapura apalagi Bryan sepupunya bahkan kepergian Aldo ke Singapura tidak diketahui Bryan sama sekali, karena memang dadakan


Aldo bangun mencari ponsel, di atas lemari tidak ada,di atas ranjang juga tidak ada, Aldo mengusap wajahnya kasar,


"huhhhhhh,,,,,,,, dimana yaaaahhh,,,,,,," menggerutu tangannya masih


sibuk mencari kesana kemari

__ADS_1


" Ayo dong,,do,,,,,, berfikir dimana elu naruh ponselnya" bicara pada sendiri


Aldo mengambil jas yang tadi dilempar diatas ranjang begitu saja, ternyata ponsel Aldo ada dibawah jas


Aldo menghela nafas panjang "hhhhhh,,,,,, Akhirnya ketemu juga,,,," ucapannya masih bicara sendiri


Aldo kaget begitu banyak panggilan dari Vian asistennya, ponsel Aldo di silent membuat Aldo tidak mendengar


"hhhhh,,,, ada apa yaa,,,,, kenapa ann,,,, menelfon gue,,," gumamnya


"apa ada yang penting yaa,,,,," sahutnya lagi


Segera Aldo menelfon Vian takutnya ada sesuatu yang penting tapi saat Aldo menghubungi Vian terdengar kata sibuk panggilan kedua sibuk, ketika juga sibuk


"hhhhh,,,,,,, sibuk terus,,,,, berani-beraninya telefon ku di acuhkan awas saja kau ann,,,,, " Aldo menggerutu kesal


Aldo menimang-nimang ponsel dan ponselnya berdering


Tringgg,,,,,Tringggg,,,,,,, Tringggg,,,,,,,,,,


Diliriknya Vian yang menelfon, Aldo terlihat belum mengangkat telfon dari Bryan


"hhhhh,,,,,, biarin tidak langsung gua angkat biar elu tau gimana rasanya dicuekin, salah siapa berani-beraninya mengacuhkan panggilan gua tadi,,,,," gerutu Aldo terlihat tersenyum menyeringai


Panggilan pertama dicuekin, kedua dicuekin baru yang ketiga diangkat Aldo


"haloooo,,,,,,, boss,,," ucap seseorang dari sebrang panggilan


Aldo tidak menjawab masih diam


"hemmm,,,,,,," sahut Aldo hanya berdehem


Setelah bosnya menjawab terdengar Vian menghela nafas panjang


"do,,,,,, kemana saja sihhh, aku menelfon mu dari tadi,,,,,," terdengar suara Vian sedikit kesal


Aldo yang mendengar suara Vian sedikit kesal membuat Aldo kesal juga, bagaimana tidak sudah sedari tadi Aldo menahan kesalnya


"hhhheeehhhhh,,, harusnya gua yang nanya, kenapa ponsel elu dihubungi sibuk terus,,,, Hahhhhhhh,,,,,,,siapa yang kamu hubungi,,,, berani-beraninya mengacuhkan boss yaa,,,,, sudah bosan kerja kamu,,,,,," bentak Aldo pasti saat ini telinga Vian panas mendengar suara keras dari ponselnya


"do,,,, aku tidak berbicara di telfon dengan siapapun, justru ponselmu yang sibuk terus,,,," bela Via


Aldo diam membisu


"jadi gua memanggil Vian dan Vian memanggil guaa,,, itu yang membuat panggilan sibuk" gumamnya dalam hati


"hemmm,,,,,," Aldo berdehem menutupi malunya untung saja hanya panggilan jadi tidak terlihat wajah Aldo yang saat ini sudah merah seperti kepiting rebus menahan malu


"dooo,,,, tadi ibu Eny kesini,,,,,, datang ke kantor ini mencari mu,,,,,," Vian mencoba memberi tau tujuan Vian menghubungi bisanya


"ibu Enyyy,,,,," Aldo berbicara memutar bola matanya terlihat berfikir sejenak


"ibu Eny, ibunya Bryan,,,,,," tanya Aldo Karena memang setau Aldo tidak ada klien yang bernama Eny

__ADS_1


"iyaa dooo,,,,,," menjawab pertanyaan tuaan mudanya


"heeemmm,,,, untuk apa bibi kesana,,,," ucapnya, Aldo begitu penasaran mengapa bibinya bisa datang ke kantor tidak biasanya


"hemmm,,,,,, apa kamu tidak tau do,,,,,,"tanya seseorang dari sebrang panggilan


"tidakkk,,,, cepat Katakan semuanya jangan bertele-tele, gua tidak punya banyak waktu," sahutnya dengan jelas malas berbicara bertele-tele


"jadi gini,,,,tadiii ibu Eny kesini marah-marah karena nama kamu yang tertera saat cek in hotel milik anaknya,,,, ibu Eny mengngira kamu yang merencanakan pembunuhan anaknya,,,,,padahal jelas-jelas polisi sudah menjelaskan kejadian ini murni bunuh diri , tapi sepertinya ibu Eny tidak mempercayai kenyataan yang ada, ibu Eny berfikir kamu lahh penyebabnya,,,,,tadi sudah ku katakan kamu tidak disini sedang pergi ke Singapura, mendengar kamu ke Singapura bukanya ibu Eny sadar justru malah semakin menuduhmu mencoba kabur" jelasnya panjang lebar tidak ada sedikitpun yang terlewat


Aldo masih diam membisu mulutnya mengangga air matanya menetes membasahi pipi tapi telinganya masih mendengarkan Vian berbicara


Bunuhh diri kata yang terngiang-ngiang di benak Aldo, Mengapa Bryan begitu nekat, andai Aldo tidak meninggalkan Bryan sendiri mungkin semua ini tidak akan terjadi


Aldo merosot duduk dilantai diam membisu mulutnya masih mengnganga seolah tidak percaya apa yang dikatakan Vian


Berita ini seperti belati yang menusuk jantung Aldo, bagaimana tidak meskipun Bryan hanya sepupu tapi Aldo sudah menganggap Bryan seperti saudara kandung


Pertemuan Bryan dan Aldo di hotel terngiang-ngiang dibenak Aldo, bagaimana tidak itu menjadi pertemuan terakhir bagi mereka


Dalam hati Aldo menyalahkan diri sendiri andai saja Aldo tidak meninggalkan Bryan sendiri semua ini tidak akan pernah terjadi


Andaiii,,,,,, andaii,,,,,,andaii,,,,,,, tapiii mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur, penyesalan selalu berada di belakang jika di depan namanya pendaftaran


"doooo,,,,,,,,,dooo,,,,,,Aldoo,,,," ucap Vian sedari tadi bicara tidak ada sahutan


"kapan acara pemakamannya, aku ingin melihat sepupu ku untuk terakhir kalinya" sahut Aldo


"hemmm,,,, sudah sekitar 1jam yang lalu dimakankan tuan Aldo,,,,," ucapnya lirih takut membangunkan macan tidur


"kenapa tidak mengatakan berita ini dari tadiii hhhhhhhh,,,,,,,,,,," bentak Aldo


"bukan kah saya sudah menelfon tuan, tapi tidak diangkat,,,," jawabnya jujur suaranya lirih takut tuan mudanya marah, bicara pelan saja kadang balasnya bentakkan apalagi bicara kasar bisa langsung di pecat


" hemmmm,,,, terserah,,,,,,, elu itu emang tidak pernah becus bekerja,,,,," ucap Aldo ketus


Setelah bicara Aldo langsung memutus panggilan sepihak


Tutttt,,,,,,,,Tuttttt,,,,,,,,,Tutttt,,,,,,,,,,suara panggilan berakhir


Di tempat lain Vian terlihat begitu kesal panggilan di putus sepihak begitu saja tapi mau bagaimana lagi nasib jadi bawahan apapun salah tidak pernah benar kalau tidak butuh duit pasti sudah pergi dari dulu,,, begitulah gumam Vian


jangan lupa like, komen dan vote jempol mu


penyemangat autor


maaf jika pengolahan kata kurang pas, ini


karya pertama Aya


sekian dulu mau benerin sandal,,,, sandal sejuta umat milik Aya putus


mau dibenerin dulu byasahhh lahhh

__ADS_1


tanggal tua belum bisa beli yang baru,,,,,,,,


__ADS_2