
Tak terasa hari sudah berganti, karena Aira sudah tidak bekerja membuat hari-harinya dilalui dengan melakukan perkejaan rumah setelah dirasa semua pekerjaan rumah sudah selesai Aira akan menonton sinetron kesayangannya
Sesekali Aira mengusap air matanya kebawa perasaan menghayati alur cerita sinetron yang ditontonnya
Aira merasa sedih, sampai menangis sesenggukan
Padahal kisah hidupnya juga sama tak kalah menyedihkan
Dodi suami Aira keluar dari kamarnya disaat melewati ruang keluarga Dodi melihat istrinya menangis hanya karena sebuah sinetron menggelengkan kepala
"hhhh,,,,,, hanya sebuah sinetron saja sampai nangis,,,, dasar bocil" gumamnya dalam hati
Dodi melanjutkan langkahnya menuju kendaraannya hendak pergi keluar entah kemana tanpa berpamitan ke istrinya
Seperti itulah Aira dan Dodi meskipun tinggal satu atap tapi mereka berdua jarang bertegur sapa, bicara pun sangat irit hanya yang penting saja
Saat ini Aira mencoba mengikhlaskan kepergian Bryan, Aira mencoba menerima takdir yang sudah digariskan untuknya meskipun berat tapi Aira harus bisa Aira tidak mau Bryann tidak tenang di alam sana hanya karena Aira yang belum bisa mengikhlaskan
Aira mencoba menerima kehendak Tuhan menjalani hidup seperti daun kering yang jatuh ke sungai mengikuti arus Air mengalir entah akan kemana daun itu berlabuh tersangkut di ranting pohon atau justru berlabuh ke laut lepas
Aira sudah pasrah hati pasrah jiwa untuk kelanjutan hidupnya, raga Aira bisa bergerak bisa bernafas tapi seperti mati tidak ada semangat dalam hidupnya
"Raa,,,,,, bantu ibu,,,,,,,,,???" ucap ibu mini
Aira yang merasa namanya di panggil menoleh ke arah suara
Dan benar saja seperti dugaan Aira yang memanggil namanya ibu mini
Ibu mini terlihat membawa koper penampilannya cantik, anggun seperti hendak berpergian.
Melihat ibunya kerepotan Aira yang sedang tiduran di depan televisi segera bangun membantu ibu mini
"iyaa Bu,,,,,, sini Aira bantu,,,,," ucap Aira mengambil alih koper yang dibawa ibunya
Ibu Mini melepaskan koper yang di peganggnya
kembali memasuki kamarnya lagi mengambil barang-barang yang lainnya
Aira memicingkan mata binggung ibunya mau ke mana kenapa semua barang dikemasi
bertanya dalam hati
Aira masih diam di depan kamar ibunya tangannya memegang koper tatapan matanya mengarah ke dalam kamar yang memang pintunya tidak tertutup
Degg,,,,,,
__ADS_1
Jantung Aira berdegug melihat Ayahnya juga sudah berpakaian rapi semua barang sudah dikemasi tanpa terkecuali
Aira semakin penasaran mengapa mereka berkemas, Aira masih diam didepan kamar ibunya matanya masih setia menatap ke dalam kamar sedangkan fikiranya sudah berkelana kemana
"Aira,,,,,,," suara Monika terdengar dari arah belakang Aira
Aira pun menoleh kebelakang menatap seseorang yang memanggil namanya
Degg,,,,,,,
Jantung Aira berdegug kencang melihat Monika, ditatapnya Monika dari ujung kaki sampai ujung kepala
Monika terlihat cantik dengan pakaian yang dipakainya pandangan Aira beralih menatap sesuatu yang dipegang Monika terlihat Monika menyeret koper membuat Aira mengerutkan keningnya semakin binggung kenapa semuanya membawa koper
Monika sudah di dekat Aira menepuk pundak Aira
" Raa,,,,,, kondisikan mulutmu itu, nanti tersedak nyamuk baru tau rasa,,,," ucap Monika tersenyum menyeringai
Mendengar perkataan saudaranya Aira baru sadar ternyata mulutnya mengangga entah sejak kapan, Aira segera menutup mulutnya
Melihat tingkah Aira membuat Monika tertawa kecil, bagaimana tidak Aira sudah dewasa bahkan sudah menikah tapi masih sikapnya juga wajahnya masih saja bersikap lugu
"Raa,,,,, itu di sudut bibirmu ada ilernya,,,,, ihhhh kamu jorok ,,,," bohong Monika yang sengaja menjahili Aira
Aira segera mengusap mulutnya takut ada sesuatu yang dimaksud Monika
Aira yang melihat Monika tertawa mengerutkan keningnya binggung pastinya Aira tidak menyadari bila saudaranya telah mengerjainya
"Monika,,,,,,,,,kenapa tertawa apa ada yang lucu,,," tanya Aira dengan raut wajah begitu polosnya
Monika tidak menjawab justru tertawa semakin keras
Melihat Monika yang justru semakin tertawa lepas tidak menjawab pertanyaannya membuat Aira kesal
"Mon,,,, Mon,,,,,, cepat katakan kenapa kamu tertawa,,,,, apa ada yang salah dari wajahku atau pakaianku,,,," Aira bertanya sambil tatapan matanya memandangi baju yang dikenakannya
sedangkan tangannya beralih memegangi wajahnya
Monika yang benci bila dipanggil Mon,,,,,Mon,,,,,
menghentikan tawanya menatap Aira intens
seperti seorang terdakwa
Aira melihat tatapan mata Monika tatapan mata tidak suka tidak menggubris, Aira tau Monika tidak suka dipanggil Mon,,,,Mon,,, makanya Aira memanggilnya Monika sengaja agar Monika menghentikan tawanya
__ADS_1
"Monik,,,, kenapa ibu, ayah dan juga kamu membawa koper dan berpakaian rapi memangnya kalian mau kemana,,,," tanya Aira sedari tadi bertanya hanya dalam hati
Monika tidak menjawab tatapan matanya tidak teralihkan masih tajam menatap Aira
Aira yang menyadari Monika benar-benar marah jadi merasa bersalah
"Monik maafin aku,,,,," ucapnya dibuat sesedih mungkin semenyesal mungkin tangannya menggatup agar Monika memaafkannya
Monika yang melihat ekspresi wajah Aira seketika amarahnya menghilang begitu saja tapi tetap saja Monika harus berpura-pura masih marah agar Aira tidak mengulanginya lagi menyebut namanya Mon,,,,,Mon,,,,
"hemmm,,,,,,," Monika hanya berdehem
Aira yang tidak mendapat kata maaf mengacak-acak rambutnya
Monika semakin ingin tertawa melihat tingkah Aira tapi ditahannya
"Monik,,,,, maafin aku,,,,,, Plissss,,,,," ucap Aira matanya berbinar sambil mengedipkan mata sudah seperti anak kecil ketika ada maunya
Monika mendengus
"Yaaa,,,, aku maafin,,,," ucap Monika ketus
Aira mendengar kata maaf matanya berbinar kegirangan bahagia sudah seperti menang lotre saja
Monika memutar mata jengah dengan sikap Aira yang masih seperti anak kecil,umurnya saja yang semakin tua tapi tetap tidak merubah kepribadiannya yang bertingkah seperti anak kecil
"Monik,,,,, kenapa kamu membawa koper dan berpakaian rapi memangnya mau kemana,,,,???" tanya Aira entah sudah berapa kali pertanyaan itu terucap tapi tidak dijawab Monika
"hemmm,,,, mau ke Spanyol,,," ucap Monika
Mendengar kata Spanyol Aira jadi mengerti berarti mereka semua akan kembali ke Spanyol itu artinya Aira akan tinggal lagi berdua hanya dengan neneknya eitttsssss salah tinggal bertiga karena sekarang sudah ada penghuni baru yaitu Dodi
"kenapa secepat ini kembali, bukanya kalian baru beberapa hari disini,,,,," tanya Aira tidak rela semuanya pergi karena ketika ada mereka Aira merasa punya kedua orang tua punya saudara
Mendengar Aira seperti tidak rela melepas kepergian keluarganya membuat hati Monika terenyuh
Sebenarnya Monika masih ingin tinggal sedikit lebih lama lagi di Indonesia tapi Monika sudah terlalu lama tidak masuk kuliah lagi pula ada hal yang sangat penting yang mengharuskan mereka kembali secepatnya
"Raa,,,,,,, sekarang jaman sudah canggih bila kamu kangen kamu bisa vidio call,,,,," ucap Monika agar Aira tidak bersedih
"tapi,,,,,,," ucap Aira air matanya sudah tidak mampu dibendung lagi hati Aira tidak rela setelah sekian purnama sekian tanjakan, sekian turunan, sekian tikungan menunggu kepulangan keluarga Monika yang sudah Aira anggap keluarganya sendiri tapi secepat ini mereka akan kembali lagi
Melihat Aira sedih Monika memeluk Aira sudah tidak memperdulikan kopernya yang jatuh ke lantai
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK ZEYENKKK,,,,,,,,,,, LIKE,VOTE DAN KOMEN,,,,,,,
__ADS_1
JEJAK MU PENYEMANGAT AUTHOR
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG PUASA YAA,,,,,,,,,,,😘😘😘